Anda di halaman 1dari 15

Tuesday, March 24, 2009

PELUANG USAHA UNIK :LOBASTER AIR TAWAR NAN MENAWAN


akangpedia blog

Bila Anda sudah bosen dengan budidaya jenis ikan-ikanan darat, mungkin cobalah budidaya yang satu ini.
Sering salah kaprah kalau jenis binatang ini hanya hidup di lautan, ternyata ada pula yang hidup di perairan
darat. Nah, dari sekian banyak jenis lobster air tawar yang ada, yang paling layak dan mudah untuk
dibudidayakan adalah yang berjenis cherax quadricarinatus atau biasa disebut red claw. Selain dagingnya
cukup banyak (dan lezat tentunya), juga mudah dalam pemeliharaannya. Bahkan gizi yang dikandung si
lobster ini lebih baik dan non kolesterol.

Unsur mudah dalam pemeliharaan ini sangat penting ditekankan, mengingat tidak hanya berkaitan dengan
biaya operasional yang harus reasonable, tapi juga masalah fleksibilitas tempat pengembangbiakan. Bagi
yang punya keterbatasan lahan, budidaya lobster ini bisa juga dilakukan di bak-bak artifisial semacam
wadding pool anak-anak, box stereofom, hingga talang air.

Secara umum, budidaya lobster air tawar (kita singkat aja dengan LAT) dibagi dalam dua jenis, yaitu
pembibitan dan pembesaran. Kalau pembibitan lebih mengarah kepada produksi bibit yang dijual untuk
pembesaran, sedangkan pembesaran lebih mengarah kepada usaha pembesaran bibit-bibit LAT hingga pada
ukuran yang dianggap layak untuk dikonsumsi. Namun bisa pula antara proses pembibitan dan pembesaran
dijadikan satu.

Modal awalnya adalah Anda harus memiliki beberapa sepasang indukan. Dengan memiliki indukan yang
sehat dan memenuhi protap (prosedur tetap), proses pembibitan akan lebih baik. Meski terkesan mudah
dalam proses beternak LAT, namun saya sarankan untuk mengikuti pelatihan beternak hewan cantik ini.
Selain bisa langsung paham dengan praktek, biasanya bisa berguru langsung kepada peternak yang sudah
mapan. Bintaro Fish Center yang dimiliki oleh Ir. CunCun Setiawan merupakan salah satu tempat latihan
beternak LAT yang layak direkomendasikan.

Masalah harga pasar, sebenarnya cukup menjanjikan. Namun karena pangsa pasarnya masih belum mature,
maka seringkali harga pasar tidak bisa dijadikan patokan. Tapi secara ekonomis budidaya ini cukup
menjanjikan. Permintaan atas LAT ini tiap tahun semakin meningkat, terutama untuk daerah Jabodetabek
dan pangsa pasar ekspor. Untuk lebih jelasnya, bisa Anda lihat di http://www.lobsterairtawar.com/ atau
http://www.lobsterkingsfarm.com/. Lebih enaknya lagi tinggal Anda buka google dan ketikkan lobster air
tawar.

1
Anda tertarik mencobanya?

Sumber :
Yulius Haflan, 4 September 2007
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=3688

Sumber Gambar:
http://media.photobucket.com/image/redclaw/yanorchid/Redclaw7.jpg
Posted by AKANG at 6:37 AM 0 comments

Sunday, March 15, 2009

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR


akangpedia blog

2
akangpedia blog

Dalam pembudidayaan Lobster Air Tawar seorang awampun dapat melakukannya karena LAT ini cara
budidayanya hampir sama dengan memelihara ikan pada umumnya hanya saja perlu extra perhatian, karena
LAT ini mengalami pergantian kulit atau molting dan sifatnya yang kanibal.

Syarat Hidup :
Air Tawar
Suhu air 24-32 derajat celcius
PH air Optimal 7 toleransi 6,5 - 8
Kadar Zat kimia seperti Fe,Zn,Mg, dll harus minimal
Wadah/tempat pemeliharaan :

Aquarium 75cm-100cmx50cmx40cm ( p x l x t ) utk 1set indukan (5betina, 3jantan) jumlah disesuaikan dg


kebutuhan (aquarium pemijahan, Karantina & penetesan)
Rak untuk Aquarium jumlah tingkat disesuaikan dengan kebutuhan

3
Pompa air (power head), dan atau pompa udara (aerator)
Kolam semen, bak fiber, kolam terpal, box atau kontainer, dll
Kolam tanah (ini sangat dianjurkan utk pembesaran/utk LAT Konsumsi)
Media sembunyian : paralon/pipa, roster,tali rafia, waring, karung sayuran/bawang,daun-daunan,ijuk,
tanaman air dll

Budidaya LAT Dibagi 2


Pembenihan ((Hatchery), yaitu memelihara indukan dan menghasilkan bibit (ukuran 2 inch up atau 5 – 7
cm, diukur dari ujung ekor sampai ujung kepala).
Pembesaran (Raiser), yaitu memelihara bibit dan menghasilkan lobster konsumsi (berat rata2
100gram/ekor, ukuran rata-rata 6 inch).
Cara Pemeliharaan :

Pengontrolan kwalitas air


Pemberian Pakan yang teratur (10% dr total berat badan LAT) dapat berupa pelet udang, sayuran, bekicot,
cacing sutra dalam hal ini LAT adalah bersifat Omnivora (pemakan segala)
Penyortiran : Penyeragaman ukuran Lobster dalam satu kolam, penyortiran indukan yang bertelur,kena
penyakit, molting dan atau kelamin.
Pakan
akangpedia blog

Sebenarnya untuk pakan LAT ini sangat mudah karena LAT adalah Omnivora (pemakan segala) hanya saja
yang menjadi acuan kandungan proteinnya apakah cukup atau tidak, utk pakan yang baik kandungan
proteinnya 20%-40% dan apakah pakan ini mudah busuk atau tidak dan memiliki aroma yang menarik bagi
lobster karena lobster mencari makan menggunakan indra penciuman dan memiliki nutrisi-nutrisi yang
baik untuk pertumbuhan LAT.

Pakan lobster bisa berupa : Pakan Alami seperti kutu air,jentik nyamuk,cacing rambut,cacing sutra, cacing
tanah, dll. Pakan Buatan seperti Pelet.

Kelamin Lobster dalam Hal Ini Red claw

Ciri Lobster jantan: capit lebih besar, di ujung capit ada lis berwarna orange/merah, di pangkal kaki
terakhir ada tonjolan berupa alat kelamin.

Ciri Lobster Betina: capit lebih kurus dan polos, di pangkal kaki ketiga ada bulatan bening berupa alat
kelamin.

Untuk Yabby hampir sama dengan Red claw hanya saja dicapit yang jantan tidak ada strip merahnya, capit
betina hampir sama besar dengan yang jantan hanya lebih kecil sedikit.

Untuk Clarkii letak kelamin sama dengan red claw hanya untuk yang jantan dapat dilihat juga dengan
adanya empat kaki didekat kaki renangya.

Indukan LAT
Indukan LAT yang baik/berkwalitas dapat dilihat dari penampilannya yang sehat, berwarna cerah,
mempunyai organ yang lengkap dan berukuran besar. Indukan biasanya sudah berukuran 50-70gr yang
berumur 6bulan dan bukan dari hasil kawin sedarah (inbreeding). Indukan yang di rekomendasikan adalah
yang berukuran 5 inch up (5.5") hanya saja biasanya ukuran4 inch up sudah bisa dipijahkan karena ukuran
sebesar ini biasanya masih subur-suburnya (suka kawin) bisa dibilang lagi ganjen-ganjennya...........

Pembenihan/Pemijahan
Wadah pembenihan/pemijahan dapat disesuaikan dengan lokasi dan dana yang tersedia, wadah bisa
aquarium yang biasanya diisi hanya dengan satu set Indukan (5betina, 3jantan) dengan ukuran
100cmx50cmx40cm, kolam semen untuk pemijahan massal. Biasanya untuk pemijahan/pembenihan ini
kita juga harus menyediakan wadah utk Pengeraman, penetasan (utk wadah penetasan bisa pake wadah
pengeraman, jd setelah burayak turun gendong hanya indukannya saja yg dipisah), dan wadah karantina

4
(satu aquarium bisa disekat-sekat) untuk indukan setelah burayak turun gedongannya.

Sumber :
http://www.sewan-lat.page.tl/Budidaya-LAT.htm
16 Maret 2009

Sumber Gambar :
http://www.atlaspub.20m.com/sfredclaw.jpg
http://WWW.CRAYFISHWORLD.COM
Posted by AKANG at 10:19 PM 0 comments

PERGANTIAN KULIT LOBSTER AIR TAWAR


akangpedia blog

Setiap mahluk hidup pasti tumbuh. Proses itu menghasilkan perubahan tubuh, yaitu bertambah besar dan
bertambah berat. Bersamaan itu pula terjadinya perubahan struktur tubuh, terutama tubuh bagian luar. Ini
terjadi pula pada lobster air tawar. Namun tubuh lobster tak berkulit melainkan terbungkus oleh cangkang
tua yang keras, bila sudah lama.

Pada saat tubuh bertambah besar maka cangkang sudah tak cukup lagi untuk menutup bagian tubuh itu,
sehingga cangkang itu harus dibuang, terkelupas dengan sendirinya, kemudian berganti dengan cangkang
yang baru yang lebih muda, dan elastis. Ini hanya terjadi pada udang, dan proses ini disebut dengan istilah
moulting.
Menurut Iskandar (2003), dalam siklus hidu lobster, pertumbuhan hanya terjadi di bagian tubuh saja, tidak
terjadi dengan cangkangnya. Cangkang tidak akan muat ketikan tubuh lobster semakin bertambah besar.
Oleh sebab itu, lobster perlu membuang cangkangnya dan mengganti dengan cangkang yang baru. Karena
pertumbuhan terus terjadi, maka moultingpun akan terus terjadi.

Selama hidupnya, lobster mengalami moulting hingga puluhan kali. Moulting mulai terjadi pada umur 2 -3
minggu. Frekwensi tertinggi terjadi sebelum loster dewasa, berumur 6 – 7 bulan, dibanding dengan lobster
yang sudah dewasa (Wiyanto dan Hartono, 2003). Lobster dewasa terutama induk jantan maupun betina
akan moulting lagi setelah 2 – 3 kali melakukan perkawinan.

Dua hingga tiga jam sebelum moulting, lobster nampak gelisah, dan tidak mau makan. Keadaan ini
menyebabkan kondisi tubuhnya menjadi lemah. Pada saat ini diperkirakan lobster mengeluarkan aroma
yang merangsang lobster lain untuk makan. Karena salah satu sifat jelek dari hewan ini adalah kanibalisme.
Dalam www.O.fish.com (2005) dinyatakan bahwa pergantian kulit pada lobster merupakan saat yang
rawan. Tanda-tanda yang terlihat adaloah lobster cenderung tidak aktif dan berdiam di tempat
persembunyiannya. Selain itu pergerakannya lamban dan kulitnya nampak keruh. Setelah proses moulting
terjadi, kulit lobster akan lembut. Untuk memulihkan kembali seperti keadaan semula perlu waktu 24 jam.

5
Selanjutnya dalam situs itu menerangkan tentang proses terjadinya moulting. Ada empat tahapan dalam
moulting : A. Proecdysis. Merupakan tahap persiapan moulting. Kalsium diserap dari kerangka lama dan
disimpan dalam gastrolith diikuti dengan pembentukan kulit baru. B. Ecdysis. Merupakan tahap pelepasan
diri dari kerangka lama. Pada saat baru keluar, kutiler lobster dalam keadaan masih lembut. Pada fase ini
terjadi penyerapan air secara cepat oleh tubuh lobster. C. Mecedysis, merupakan tahap pemindahan mineral
kalsium dari gastrolith ke kutikel baru sebagai bahan krangka luar. Lobster sudah akan mulai makan.
Pembentukan jaringan disertai dengan peningkatan sintesis protein dan DNA. Jaringan sudah mulai
mengganti air yang diserap pada fase sebelumnya. D. Intermolt, merupakan fase antar moulting. Kerangka
dan pertumbuhan jaringan akan selesai serta mulai mengubah metabolisme untuk pemenuhan cadangan
energi yang disimpan dalam hepatopancreas yang akan digunakan untuk proses moulting berikutnya.

Menurut Wiyanto dan Hartono (2003), moulting berfungsi untuk merangsang dan mempercepat
pertumbuhan. Selain itu moulting juga berperan dalam proses pematangan gonad, sehingga betina dapat
memproduksi telur dan jantan dapat meproduksi sperma. Selanjutnya, keduanya menyatakan bahwa
moulting juga berperan dalam menumbuhkan kembali organ yang cacat.

Menurut Setiawan (2006), selain pertumbuhan, pemicu moulting bisa juga akibat perubahan air. Perubahan
air yang mendadak bisa menyebabkan lobster stress. Kondisi ini menjadikan terjadinya perubahan pada
struktur daging dan cangkang, yang akhirnya dapat menyebabkan terpisahnya bagian cangkang dengan
akangpedia blog

daging tersebut.

Sumber :
http://usniarie.blogspot.com/2008/04/pergantian-kulit-lobster-air-tawar.html
28 April 2008. Diunduh 16 Maret 2009

Sumber Gambar :
http://s62.photobucket.com/albums/h109/Big_Vine/Frame-
Worthy%20Photos/?action=view&current=Jerrica-WithOldMoult.jpg
Posted by AKANG at 10:00 PM 0 comments

KEBIASAAN MAKAN LOBSTER AIR TAWAR

Dilihat dari kebiasaan makanan (food habit), hewan dibagi dalam tiga golongan, yaitu ikan pemakan
tumbuhan (herbivora), ikan pemakan hewan (carnivora) dan ikan pemakan segala (omnivora). Ikan mas
termasuk herbivora atau ikan yang sepanjang hidupnya pemakan tumbuhan. Menurut Rita Suryani (2005)
lobster air tawar tergolong karnivora, yaitu pemakan segala, baik tumbuhan maupun hewan.

Lobster air tawar dapat memakan bahan hewani, seperti cacing sutera, cacing air, cacing tanah dan
zooplankton. Sementara bahan nabati yang sangat disukai adalah tanaman air, sperti lumut, akar salada air
dan tanaman air lainnya. Menurut Wiyanto dan Hartono (2003) selain pakan alami segar, lobster juga
menyukai pakan buatan, terutama pelet.

6
Sedangkan menurut Iskandar (2003), selain lumut dan cacing, lobster juga suka dengan biji-bijian, ubi-
ubian dan bangkai binatang. Sebelum memangsa makanan, lobster mendeteksi makanan itu dengan antena
pada kepala, kemudian jika makanan itu sudah sesuai dengan keinginan, mangsa akan ditangkap dengan
capitnya yang kuat dan kokoh. Setelah itu, mangsa diserahkan pada kaki jalan pertama, yang berfungsi
sebagai tangan, dan siap dikonsumsi.

Karena pelet khusus lobster jarang, maka pelet lain juga bisa diberikan, tapi kandungan protein pakan
tersebut harus berkisar antara 30 – 40 persen. Menurut Iskandar (2003), jenis pelet komersil untuk lobster
air tawar adalah pelet untuk windu dan udang galah. Dosis pakan yang diberikan sebanyak 3 persen/hari
dari bobot tubuh.

Dilihat dari kebiasaan makan, ikan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu floating feeder, midle feeder dan
bottom feeder. Ikan nila termasuk floating feeder, karena terbiasa makan di permukaan. Tambakan
termasuk midle feeder, karena terbiasa makan di tengah perairan.

Sedangkan lobster air tawar termasuk bottom feeder, yaitu pemakan dasar. Selain bottom feeder, lobster
juga fasif dalam mencari makan, dan lebih banyak dilakukan pada malam hari, atau dikenal dengan sebutan
nocturnal animal. Karena sifat itu, maka pemberian pakan untuk lobster harus lebih banyak untuk malam
hari.
akangpedia blog

Sumber :
http://usniarie.blogspot.com/2008/04/klasifikasi-dan-morfologi_26.html
26 April 2008 Diunduh 16 Maret 2009

Sumber Gambar :
http://wb3.itrademarket.com/pdimage/60/1072060_bisnislobsterku-indukan.jpg
Posted by AKANG at 9:55 PM 1 comments

BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR BANJAR JABAR

Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu usaha yang dapat ditekuni. Harganya di pasaran cukup
tinggi, sekitar 100 ribu rupiah per kilogram, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan
bila dilakukan dengan teknik yang benar.
Salah satu lokasi budidaya lobster air tawar terdapat di Desa Bojong Kantong, Kecamatan Langen Sari,
Banjar, Jawa Barat. Proses pembesaran dilakukan di kolam sawah, sehingga lobster dapat tumbuh lebih
cepat.

Lokasi budidaya lobster air tawar di Banjar, Jawa Barat, dari Jakarta dapat dicapai melalui jalan tol
Cipularang. Keluar di pintu tol Cileunyi, perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah Priangan Timur,

7
tepatnya di Desa Bojong Kantong, kecamatan Langen Sari.
Disinilah budidaya lobster air tawar di lakukan, di areal seluas 1.400 meter persegi milik Endang Hardi.
Dia telah menekuni usaha ini sejak 8 tahun lalu, dengan bantuan teknis dari Universitas Galuh Ciamis.

Lobster yang dibudidayakan disini jenis red clow atau penjapit merah, yang bibitnya didatangkan dari
Australia. Jenis ini paling banyak diminati pasar, terutama untuk restoran sea food, dan hotel berbintang.
Budidaya lobster air tawar disini mulai dari pemijahan. Proses pemijahan dilakukan di bak semen. Induk
lobster disatukan di dalam bak hingga terjadi perkawinan dan membuahkan telur.

Proses pembesaran lobster dilakukan di kolam tanah di tengah sawah. Lobster tumbuh optimal di kolam air
tawar dengan ph antara 7 hingga 9, dan suhu antara 23 hingga 30 derajat celsius.
Pemeliharan lobster air tawar relatif tidak sulit. Untuk kolam tanah, makanannya tersedia secara alami
berupa plankton. Sebagai makanan tambahan diberikan campuran parutan singkong, buah pepaya dan pelet.
Pakan tambahan ini ditebarkan ke kolam sekali sehari.

Lobster dipanen setelah dipelihara selama enam bulan. Pada usia tiga bulan seperti ini, lobster sudah dapat
dikonsumsi, namun dari sisi ukuran belum layak, karena belum memenuhi kriteria permintaan pasar.
Lobster jenis penjapit merah dipasarkan di kota-kota di Pulau Jawa. Harganya sekitar 100 ribu rupiah per
kilogram. Harga jual lobster di pasaran yang cukup menggiurkan, membuat usaha budidaya ini layak untuk
akangpedia blog

ditekuni karena menjanjikan keuntungan.

Permintaan lobster air tawar jenis penjapit merah cukup tinggi dan belum seluruhnya dapat dipenuhi. Setiap
minggunya sentra budidaya lobster air tawar ini menerima permintaan sekitar 5 kwintal lobster, namun
baru dapat dipenuhi sekitar 1 kwintal saja.
Kini saatnya untuk mencicipi kelezatan rasa lobster air tawar. Kebetulan Pak Endang dan keluarganya telah
menyiapkan lobster untuk kami nikmati bersama-sama. Hmmm, ternyata, rasa lobster air tawar ini memang
lezat. Tidak salah bila banyak digemari dan harganya mahal.(Helmi Azahari/Ijs).

Sumber :
http://www.indosiar.com/news/kisi-kisi/74545/budidaya-lobster-air-tawar

Sumber Gambar :
http://www.perikanan-diy.info/pustaka/100_2495.jpg

Friday, May 22, 2009

Alumni Fak.Perikanan Sukses dengan Bisnis Lobster Air Tawar

8
akangpedia blog

Merintis usaha memang butuh kejelian dan keberanian. Setiap ada celah dan peluang yang sekiranya bisa
membawa hasil, harus segera dimanfaatkan. Contoh nyatanya ada pada diri pengusaha lobster Margianto di
Kawasan Berok, Kota Padang. Ketika bisnis lobster di Tanah Air lebih didominasi jenis lobster laut,
pengusaha lulusan Fakultas Perikanan UBH ini justru menawarkan alternatif lain. Dia cenderung memilih
bisnis lobster air tawar. "Lobster air tawar itu sama persis dengan di laut. Dan, itu sudah diteliti di Amerika
Serikat, baik kandungan dagingnya maupun rasanya. Bedanya hanya kolesterolnya lebih rendah dan
mengandung omega tiga," kilah Anto.

Usaha yang dirintis Margianto termasuk pilihan yang berani dan berisiko. Pasalnya, saat ini tidak banyak
pengusaha yang mau terjun mengeluti lobster air tawar. Namun, pilihannya tidak salah. Dia berhasil
membuktikan bahwa dalam waktu yang relatif singkat usahanya ini mampu meraup penghasilan puluhan
juta rupiah setiap bulannya.

Selain lobster air tawar memiliki keunggulan lain, rupanya Margianto juga jeli melihat peluang pasar.
Ternyata, lobster jenis ini banyak diminati sejumlah restoran sea food dan hotel di Sumatera Barat.
Harganya dia patok sebesar Rp 150 - 250 ribu per kilogram.
Melihat pasaran lobster air tawar begitu tinggi. Pria berusia 42 tahun ini rupanya pintar juga melihat
peluang untuk lebih mengembangkan usahanya. Maka, sejak satu tahun silam, Margianto pun mulai
memberanikan diri untuk membuat peternakan lobster air tawar. Margianto mendirikan usahanya ini di atas
tanah seluas 500 meter di belakang rumah tinggal di kawasan Berok, Padang
Untuk modal awal Cuncun menyediakan dana sekitar Rp 4,5 juta. Ini di antaranya biaya untuk membeli
satu set bibit lobster air tawar yang terdiri atas lima betina dan tiga jantan serta berbagai kelengkapan
lainnya. Dibantu istrinya yang juga tamatan Fakultas Perikanan UBH, Margianto berhasil menjalankan
usahanya. Dari peternakan ini dihasilkan berbagai lobster untuk dikonsumsi.
Dengan cara pemeliharaan yang cukup mudah, Margianto mengaku sangat optimistis dalam menjalankan
usaha ini. Pasalnya, lobster air tawar memiliki keunggulan dan potensi pasar yang cukup menjanjikan.
Selain membudidayakan lobster, di tempat ini Margianto juga membuka pelatihan bagi orang-orang yang
berminat untuk terjun dalam usaha sejenis. Dan, sejak satu tahun terakhir ini, dia mulai lebih memfokuskan
usahanya sebagai pusat pelatihan dan penjualan lobster air tawar, tidak hanya untuk pembenihan hingga
pembesaran saja.
Menurut Margianto, latihan diadakan sekitar satu hari. Dalam latihan ini dijelaskan dari awal bagaimana
cara membuat kolam, mengolah air, pembenihan hingga pengemasan. Misalnya saja untuk pembenihan.
Menurunya lagi, semua orang bisa memanfaatkan tempat yang terbatas seperti aquarium. Dengan tempat
ini bisa dibenihkan lobster dengan ukuran dua inci hingga lima sentimeter selama dua bulan.
"Itu yang kita sebut anak-anakan. Lobster kecil itu kita lempar ke orang lain untuk pembesaran.

9
Pembesaran dengan ukuran tertentu berlangsung kira-kira enam bulan. Jadi total umur lobster delapan
bulan. Beratnya kira-kira satu hingga dua ons per ekor," kata Margianto.

Meski sudah menghasilkan uang hingga jutaan rupiah, namun Margianto menganggap usahanya ini belum
sebesar yang diharapkan. Margianto menganggap semua itu masih dalam proses merintis. Karena itulah,
dalam waktu dekat, Margianto akan kembali ke kampus dan bekerja sama Fakultas Perikanan UBH untuk
menggarap bisnis ini. "Lahan dan kolam serta laboratorium sudah disediakan UBH seluas 7.2 hektar di
Lubuk Minturun. Sekarang ini paling hanya beberapa tempat saja yang kita kirim. Kalau ada restoran yang
menambah pesanan, kita pasti kekurangan barang (lobster)," kata Margianto.

Margianto juga berkeinginan akan banyak masyarakat yang tergerak untuk menjalankan bisnis budi daya
lobster air tawar dengan serius. Sebab, bukan tidak mungkin akan ada setiap lulusan Fakultas Perikanan
atau lulusan Perguruan Tinggi yang juga bisa meraih kesuksesan seperti yang telah dirasakan Margianto,
apalagi peluang kerja saat ini sangat terbatas dan persaingan yang sangat ketat. (18 April 2007)

Sumber :
Indrawadi S.Pi
http://www.bung-hatta.info/print.php?news.229
22 Mei 2009
akangpedia blog

Sumber Gambar:
http://wb5.indo-work.com/pdimage/95/559495_lat.jpg
Posted by AKANG at 7:53 AM 0 comments

Efektifitas Penggunaan Ekstrak Rumput Teki (Cyperus r.) sebagai Stimulasi Molting dari
Pematangan Gonad Lobster Air Tawar (Cheraxquadricarinatus)

Budidaya Lobster air tawar telah berkembang pesat di beberapa daerah di Indonesia. Namun
perkembangannya sampai saat ini relatif sangat lambat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Indikasi
besarnya usaha terlihat dari terbukanya pasar ekspor di Asia, seperti Jepang, Cina, Taiwan dan Singapura,
yang masih menerima pasokan dalam jumlah besar utamanya dari produsen lobster, terutama Australia.

Harga lobster air tawar khususnya Cherax quadricarinatus, pada tahun 2003 mencapai Rp. 200.000 –
300.000,- per kilogram, dengan size 9 – 12 ekor perkilogram. (Wiyanto dan Hartono. 2003). Dengan
semakin meningkatnya permintaan komoditas ini, telah merangsang masyarakat untuk mengembangkan
usaha budidaya secara intensif. Terbatasnya induk yang siap pijah menyebabkan suplai benih juga

10
mengalami kendala. Hal ini yang menyebabkan kendala utama dalam budidaya lobster air tawar (Anonim,
2003).

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi berkembangnya budidaya lobster air tawar. Hal ini dapat
dilihat dari tersedianya lahan yang luas, kualitas dan kuantitas air yang cukup, serta kondisi iklim yang
mendukung. Tersedianya pakan alami yang melimpah dan mudah didapat, juga merupakan indikator bahwa
budidaya lobster akan menjadi peluang besar bagi peningkatan konsumsi protein dan pendapatan
masyarakat.
Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji efektivitas ekstrak rumput teki (Cyperus iria L) sebagai stimulasi
molting dan pematangan gonad lobster air tawar (Cerax quadricarinatus).

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Surachmad (1990). Rancangan percobaan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri dari 4 perlakuan
dengan ulangan masing-masing sebanyak 6 kali. Variabel penelitian ini adalah (1)Variabel bebas
(independent variable) yaitu Konsentrasi ektrak rumput teki, (2) Variabel tergantung (dependent variable)
yaitu Tingkat kematangan gonad, Waktu moulting (lama waktu moulting setelah perlakuan) dan Indek
ovarian (IO) lobster air tawar. (3) Variabel pengiring (concomitant variable), yaitu berat awal induk lobster
air tawar.
akangpedia blog

Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut, (1) Pemberian dosis ekstrak rumput teki berbeda nyata
terhadap waktu moulting induk lobster air tawar. Waktu moulting tercepat terjadi pada perlakuan B
(Konsentrasi 50% dengan volume 1cc/100gr pakan) sebesar 21,83 hari, (2) Pemberian dosis ekstrak rumput
teki tidak berbeda nyata terhadap Indek Ovarium (IO) maupun terhadap Tingkat Kematangan gonad (
TKG), (3) Kualitas air selama penelitian masih dalam batas-batas toleransi untuk pertumbuhan benih
lobster air tawar, dengan kadar oksigen terlarut antara 5,8 – 6,4 ppm, suhu antara 26,2 – 26,6 oC dan pH
antara 7,3 – 7,7.

Sumber :
Nurul Hayati
http://lppm.unitomo.ac.id/?p=32
22 Mei 2009

Sumber Gambar:
http://www.gardenseeker.com/lawns/images/Nutgrass_Cyperus_rotundus.jpg
Posted by AKANG at 7:29 AM 0 comments

Sekelompok Anak Muda Berbisnis Lobster Air Tawar

11
akangpedia blog

Ada sejumlah anggapan, agrobisnis bukanlah bisnis yang pas bagi anak muda. Mungkin karena cenderung
berkotor-kotoran, sementara kalangan anak muda cenderung ingin bersih dan profesinya bergengsi. Namun
bisnis ini sebenarnya amat berpotensi dikembangkan dengan sistem budidaya baru, yang menghasilkan
uang yang tak kalah bergengsi.

Dan syukurlah ada kecenderungan baru anak muda mulai serius menggarap bisnis ini. Misalnya
sekelompok anak muda ini: Desmanto, Rudy, Sugianto, dan Andhika (Sugianto dan Andhika kemudian
mengundurkan diri dan diganti Darwin). Mereka berempat mendirikan usaha lobster air tawar sejak awal
2008 lalu. Seperti diberitakan dalam website-nya, usaha mereka dinamakan Lobsterku Crayfish Farm
dengan lokasi usaha berada di Terbangi Lampung dengan satu kolam tanah 90 m2 dan empat kolam semen
masing-masing 4 m2 serta di Teluk Naga Tangerang (delapan kolam tanah 90 m2-150 m2, dan 15 kolam
semen masing-masing 4-5 m2). Kolam semen digunakan sebagai tempat perkawinan lobster-lobster dan
anakannya untuk konsumsi dikembangkan di kolam besar.

Dalam sebulan usaha mereka bisa menghasilkan 25-30 kg lobster yang jika dijual harganya sekitar Rp
135.000-150.000/kg. Jumlah panenan lobster per bulannya belum mencukupi untuk memenuhi pasar di
Jakarta saja. Apalagi jika untuk merambah pasar lain. Dari sini saja potensinya memang besar. Namun
sejauh ini Desmanto dan kawan-kawan memasarkan lobsternya ke restoran-restoran. Selain itu mereka juga
menjual bibit lobster. Untuk bibit kapasitas produksinya mencapai 10.000 ekor/bulan.

Ternyata memiliki website banyak untungnya. Selain memudahkan memasarkan di dalam negeri, mereka
juga berhasil mendapatkan order dari luar negeri. Kabarnya sebuah perusahaan di Togo memintanya
memasok lobster air tawar sebanyak 100 kg/bulan untuk jangka waktu kontrak dua tahun. Untuk suatu
usaha yang baru setahun dan bisa mendapatkan order dari luar negeri tentu prestasi yang tak bisa dianggap
enteng, apalagi dijalankan oleh anak-anak muda. (Den Setiawan, den.setiawan@yahoo.co.id )(2 April
2009)

Sumber :
http://www.majalahduit.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=192:sekelompok-anak-
muda-berbisnis-lobster-air-tawar&catid=48:cat-bisnisyuk&Itemid=63
22 Mei 2009

Sumber Gambar:
http://www.cheraxpark.com.au/images/large_pic13.jpg

Monday, December 21, 2009

12
Proses Pengeraman Pada Lobster Air Tawar

Lobster air tawar betina ( indukan ) yang sedang membawa telur biasa disebut dengan istilah induk
gendong telur.

Pada periode awal pengeraman, induk betina yang sedang gendong telur akan melipatkan ekornya dengan
akangpedia blog

erat ke bagian dalam sebagai bentuk perlindungan terhadap telur – telurnya.

Telur ini berbentuk oval dan berdiameter 1/10 inci dan akan dierami selama kurun waktu 4 – 6 minggu.

Masa ini disebut dengan masa inkubasi. Apabila suhu air dapat dipertahankan dikisaran 280 C, masa
inkubasi akan berlangsung lebih cepat, yakni selama 30 – 35 hari. Selama dalam masa pengeraman,
kualitas air harus selalu diperhatikan dan dijaga.

Pengecekan terhadap induk betina yang berstatus gendong telur baru aman untuk dilakukan dalam tempo 2
minggu setelah proses pemijahan terjadi. Setelah itu, induk gendong telur harus segera dipindahkan ke
kolam / akuairum pengeraman.

Pemindahan induk gendong telur harus dilakukan dengan sangat hati – hati untuk menghindari rontoknya
telur akibat pergerakan ( berontak ) induk. Selama dalam masa pengeraman, telur – telur lobster air tawar
akan berkembang melalui 5 fase, yaitu :

Fase 1 ( hari ke 1 – 3 ), telur berwarna keabuan.


Fase 2 ( hari ke 12 – 14 ), telur berwarna kecoklatan.
Fase 3 ( hari ke 20 – 23 ), menginjak fase eye spot ( titik hitam pada telur ).
Fase 4 ( hari ke 28 – 35 ), telur berwarna oranye kemerahan; organ tubuh sudah terbentuk lengkap.
Fase 5, telur telah berubah menjadi burayak yang sudah siap turun gendong ( lepas dari induknya ).

Menempatkan induk betina yang sedang gendong telur dapat dilakukan melalui 2 cara, yaitu :

Pengeraman tunggal, yaitu dengan cara menempatkan 1 ekor induk gendong telur ke dalam 1 kolam /
akuarium.

Pengeraman massal, yaitu dengan cara menempatkan beberapa ekor induk gendong telur ke dalam 1 kolam
/ akuarium. Beberapa induk gendong telur yang ditempatkan secara bersama – sam ke dalam kolam /
akuarium harus mempunyai umur telur yang sama ( minimal berselisih 10 hari ).

Sumber :
http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/proses-pengeraman-pada-lobster-air.html
6 Mei 2009

Sumber Gambar :

13
G. Nugroho Susanto
http://blog.unila.ac.id/gnugroho/2009/09/11/telur-lobster-air-tawar-cherax-sp-yang-mirip-buah-anggur/
Posted by AKANG at 4:22 AM 0 comments

Bisnis Lobster Air Tawar Sangat Prospektif

Handphone di saku Mualim mendering kencang. Dengan tangan yang masih basah, langsung handphone
diangkatnya. Dari seberang sana, terdengar sayup sayup, permintaan lobster ukuran 2 inc atau 5 cm.

“ Berapa banyak,” Mualim membalas omongan di hand phone. “ Kirim sebanyaknya, ada 700 .. ya 700
ekor, ada seribu … bagus,”kata orang di seberang. “ Besok kirim agak lebih pagi,”tambahnya.

Mualim, langsung mengiyahkan. Dan langsung saja dia memanggil Dullo, anak buahnya, minta agar besok
dikirim lobster ukuran 2 inc sebanyak 1000 ekor ke satu tempat di kawasan Bintaro, Pondok Aren. “ Besok
kita kirim sedikit lebih pagi,”katanya.
Dan memang, pembelinya seorang pedagang lobster di kawasan Bintaro. Ini pembeli utama lobster hasil
budidaya Mualim. Dalam seminggu, Mualim rutin dua kali mengirim ke tempat ini. Dan setiap hari, bapak
dua anak ini, dibantu Dullo, harus sibuk melayani pembeli yang datang ke farm-nya yang berada dalam
akangpedia blog

komplek perumahan Astek, Lengkong Gudang Timur, Serpong ini.

“Dalam beberapa bulan ini, permintaan lobster yang ukuran 2 Inc memang lebih tinggi, ketimbang waktu
waktu sebelumnya,” cerita Mualim. Tak kurang dari 10.000 hingga 12.000 ekor yang dikeluarkan setiap
bulannya. “ Permintaan ada juga yang datang dari luar kota, beberapa waktu lalu ada permintaan dari Nusa
Tenggara Barat, lumayan banyak,” ceritanya.

Soal harga masih relative menguntungkan. Hanya memang tidak lagi setinggi, pada saat lobster air tawar
ini mengalami masa booming, beberapa tahun silam – yang kala itu sempat mencapai Rp 3000 - hingga Rp
3500/ekprm untuk lobster ukuran 2 inc. “ kini harganya di bawa itu, tapi masih menguntungkan,”tambah
Mualim lagi.
Mual – begitu dia selalu dipanggil, memulai budidaya lobster air tawar ini sejak 4 tahun silam. Awalnya,
hanyalah dari cerita kawan, bahwa lobster air tawar harganya cukup bagus, dan banyak diminati kalangan
penghobies dan juga restoran restoran kelas tinggi.

Berkat bantuan seseorang yang memang sudah lama dikenalnya, Mual membeli dua paket indukan lobster
yang dalam satu paketnya, terdiri dari 5 betina dan 3 jantan. Selain, juga membeli 100 ekor benih ukuran 2
inc. Bermodalkan indukan dan benihnya ini serta dua kolam semen masing masing berukuran 6 meter
persegi, mual merintis budidaya lobsters air tawar.

Dalam awal perjalanannya cukup bagus. Kolam semen Mual bertambah lagi, karena indukan lobster sudah
mulai membuahkan anakan. Sementara lobsters 2 inc bertambah besar dan sudah harus diseleksi antara
betina dan jantan, lalu dipisahkan dalam kolam terpisah. “ Yang ini harus dipisah, agar tidak terjadi kawin
muda,” jelasnya.
Diakui bahwa pertumbuhan lobsters ini sangat cepat. Hanya memang terkadang ada resiko yang harus
ditanggung pembudidaya. Dan Mualim sudah mengalami derita itu, tatkala bakteri menyerang semua
lobsternya, ketika usaha budidaya sudah berjalan hampir 1,5 tahun. “ Tak kurang dari 10 ribu ekor indukan
dan anakannya ludes, mati.”

Kala itu, pergeseran musim kemarau ke musim hujan. Tak tahu bagaimana asal muasalnya. Yang pasti,
lobster lobster itu tampak loyo, tak lincah, pucat, dan tak mau makan. Tak berapa jam kemudian langsung
mati. Dan kemudian menular pada lobster lobster yang lain.

Mungkin, antaran belum Pengalaman cara menangani lobster yang terserang penyakit, sehingga panik, dan
tak berhasil ditanggulangi. Sarana dari pembudidaya yang lain, agar direndam dalam air garam, ternyata tak
membuahkan hasil. “ Yang terselamatkan hanyalah lobster yang sedang bertelur yang ada di dalam
akuarium – semua yang ada di kolam mati,” Mual mengenang dukanya.

14
Memamng diakuinya, bahwa ada kesalahan teknis yang terjadi dalam pembuatan struktur kolamnya. Kala
itu, semua kolam hanya dihubungkan dengan 1 mesin air yang berputar pada semua kolam. Sehingga satu
kolam terkena penyakit, maka semuanya akan tertular. Kini tidak lagi, pola penyaluran air diubah total, dan
dengan menggunakan gelembung udara, Mual kini lebih yakin, bila ada yang terserang penyakit, bisa
diisolasikan.

Adis Farm – nama farmnya Mualim, sudah mulai berkembang baik. Berdiri ada areal seluas 1400 meter
persegi, dengan 80 kolam ukuran rata rata 10 meter persegi, Mual kini memiliki lebih dari 500 indukan dan
mampu memproduksi anakan 20 ribu hingga 30 ribu setiap bulan.

Kini, permintaan terhadap lobster ukuran 2 inc terus meningkat. Akibatnya, Mual tidak bisa lagi untuk
melakukan pembesaran sebagai lobster konsumsi. “ Ya, belum sempat dibesarkan, anakannya langsung
dibeli,”ungkapnya dengan wajah yang sumbringah. “ Kini dengan budidaya lobster saya merasa optimis
mampu menyekolahkan kedua anaknya,”tandas, sembari mengundang kalangan masyarakat yang senang
dengan lobster bertandang ke farmnya di komplek Astek, Lengkong Gudang Timur, Serpong Tangerang.

Sumber :
http://www.tropisnews.com/detail.php?view=berita&id=28
akangpedia blog

15 Juli 2009
Posted by AKANG at 4:17 AM 0 comments

Lobster Air Tawar Kenali Wajah Rival

Lobster air tawar ternyata pilih-pilih untuk berkelahi dan mungkin mengenal muka rivalnya. Hal tersebut
diungkapkan para peneliti Australia yang mempelajari perilaku lobster Australia dari spesies Cherax
destructor.

Selama ini, lobster air tawar dikenal sebagai hewan yang suka berkelahi setiap kali bertemu satu sama lain
sehingga peternak harus jeli dan hati-hati mengatur kolam pemeliharaannya. Setelah mengamati beberapa
kali konflik tersebut, para peneliti memisahkan lobster-lobster yang kalah.

Masing-masing kemudian dihadapkan kepada dua kelompok lobster, lobster-lobster yang menang dan
lobster-lobster baru. Lobster yang menang dibedakan dengan lobster baru dengan pewarna kuning di
wajahnya.

Hasilnya, lobster-lobster yang kalah lebih menyukai lawan berkelahi yang sudah dikenalnya daripada
lawan baru. Hal tersebut menunjukkan bahwa lobster air tawar dapat mengenali wajah lawannya.

Bahkan, lobster juga dapat memilih lawan yang sudah dikenalnya meski dihadapkan pada dua lobster
lainnya yang kembar identik. Bagi manusia, mengenali perbedaan kembar identik saja termasuk sulit kalau
hanya dari melihat wajahnya saja.

"Ini menunjukkan bahwa mereka saling mengamati satu sama lain lebih dari yang kita pikirkan," kata Blair
Patullo, pakar hewan dari Universitas Melbourne, Australia, seperti dikutip Livescience, Kamis (6/3). Hasil
penelitian dijelaskna lebih rinci dalam jurnal online PLoS ONE edisi 28 Februari. Temuan ini dapat
membantu para peneliti mengembangkan sistem pengenal wajah, misalnya pada
robot.(LIVESCIENCE/WAH)

Sumber :
http://www.kompas.com/read/xml/2008/03/10/1308340/lobster.air.tawar.kenali.wajah.rival
10 Maret 2008

15