Anda di halaman 1dari 36

I

S
A
S
I
N
IMU

KELOMPOK 3

DISUSUN OLEH
ERLI DWI APRI ATININGSIH
HELMI GUSTAV
TRIA AYU ZAHARA
YUSUF HENDRIYAN
WINWIN WINIARTI
ELMA ELMINA ELAINI

IMUNISASI
IMUNISASI MERUPAKAN USAHA MEMBERIKAN KEKEBALAN PADA BAYI DAN ANAK

DENGAN MEMASUKAN VAKSIN KE DALAM TUBUH AGAR TUBUH MEMBUAT ZAT ANTI
UNTUK MENCEGAH TERHADAP PENYAKIT TERTENTU. SEDANGKAN YANG DIMAKSUD
VAKSIN ADALAH BAHAN YANG DIPAKAI UNTUK MERANGSANG PEMBENTUKAN ZAT
ANTI YANG DIMASUKAN KE DALAM TUBUH MELALUI SUNTIKAN (MISALNYA: VAKSIN
BCG, DPT, DAN CAMPAK) DAN MELALUI MULUT (MISALNYA: VAKSIN POLIO)
MENURUT HIDAYAT,AZIZ ALIMUL,2008:54.

LANJUTAN..
SEDANGKAN

MENURUT EKASWARI,2013 BAHWA IMUNISASI ADALAH SUATU


USAHA UNTUK MEMBERIKAN KEKEBALAN KEPADA TUBUH DENGAN KUMAN,
VIRUS, BAKTERI YANG SUDAH DILEMAHKAN ATAU TOXIN BAKTERI YANG SUDAH
DIMATIKAN SEHINGGA TUBUH BISA MEMBENTUK ANTIBODY. IMUNISASI
BIASANYA LEBIH FOCUS DIBERIKAN KEPADA ANAK-ANAK KARENA SYSTEM
KEKEBALAN TUBUH MEREKA MASIH BELUM SEBAIK ORANG DEWASA, SEHINGGA
RENTAN TERHADAP SERANGAN PENYAKIT BERBAHAYA. IMUNISASI TIDAK CUKUP
HANYA DILAKUKAN SATU KALI TETAPI HARUS DILAKUKAN SECARA BERTAHAP
DAN LENGKAP TERHADAP BERBAGAI PENYAKIT YANG SANGAT MEMBAHAYAKAN
KESEHATAN DAN HIDUP ANAK

TUJUAN IMUNISASI
TUJUAN DARI DIBERIKANNYA SUATU IMUNITAS DARI IMUNISASI ADALAH

UNTUK MENGURANGI ANGKA PENDERITA SUATU PENYAKIT YANG SANGAT


MEMBAHAYAKAN KESEHATAN BAHKAN BISA MENYEBABKAN KEMATIAN PADA
PENDERITANYA. BEBERAPA PENYAKIT YANG DAPAT DIHINDARI DENGAN
IMUNISASI YAITU SEPERTI HEPATITIS B, CAMPAK, POLIO, DIFTERI, TETANUS,
BATUK REJAN, GONDONGAN, CACAR AIR, TBC, DAN LAIN SEBAGAINYA.

LANJUTAN
ADAPUN MENURUT HIDAYAT,AZIZ ALIMUL(2008:54) TUJUAN

PEMBERIAN IMUNISASI ADALAH DIHARAPKAN ANAK MENJADI


KEBAL TERHADAP PENYAKIT SEHINGGA DAPAT MENURUNKAN
ANGKA MORBIDITAS DAN MORTALITAS SERTA DAPAT
MENGURANGI KECACATAN AKIBAT PENYAKIT YANG DAPAT
DICEGAH DENGAN IMUNISASI.

MACAM-MACAM IMUNISASI
1. BERDASARKAN PROSES ATAU MEKANISME DI DALAM TUBUH
a. IMUNISASI AKTIF

MERUPAKAN PEMBERIAN ZAT SEBAGAI ANTIGEN YANG DIHARAPKAN AKAN TERJADI SUATU PROSES INFEKSI BUATAN,
SEHINGGA TUBUH MENGALAMI REAKSI IMUNOLOGI SPESIFIK YANG AKAN MENGHASILKAN RESPON SELULER DAN HUMORAL
SERTA DIHASILKANNYA CELL MEMORY. JIKA BENAR-BENAR TERJADI INFEKSI MAKA TUBUH SECARA CEPAT DAPAT
MERESPON.

b. IMUNISASI PASIF

MERUPAKAN PEMBERIAN ZAT (IMMUNOGLOBULIN), YAITU SUATU ZAT YANG DIHASILKAN MELALUI SUATU PROSES INFEKSI
YANG DAPAT BERASAL DARI PLASMA MANUSIA ATAU BINATANG YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGATASI MIKROBA YANG
DIDUGA SUDAH MASUK KE DALAM TUBUH YANG TERINFEKSI.

2. BERDASARKAN JENIS BAHAN PEMBUATANNYA :


A. VAKSIN BCG ( BACILLUS CALMETTE GUERINE )
B. VAKSIN DPT
C. VAKSIN TT
D. VAKSIN DT
E. VAKSIN POLIO
F. VAKSIN CAMPAK
G. VAKSIN HEPATITIS B
H. VAKSIN DPT/HB

VAKSIN BCG (BACILLUS CALMETTE GUERINE)


1.

VAKSIN BCG ( BACILLUS CALMETTE GUERINE )


A. INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF TERHADAP TUBERCULOSIS
B. CARA PEMBERIAN DAN DOSIS

-SEBELUM DISUNTIKKAN VAKSIN BCG HARUS DILARUTKAN TERLEBIH DAHULU. MELARUTKAN


DENGANMENGGUNAKAN ALAT-ALAT SUNTIK STERIL DAN MENGGUNAKAN CAIRAN PELARUT
(NACL 0,9 %)
SEBANYAK 4 CC.
- DOSIS PEMBERIAN 0,05 ML SEBANYAK 1 KALI
-DISUNTIKKAN SECARA INTRACUTAN DI DAERAH LENGAN KANAN ATAS PADA INSERSIO
MUSCULUS DELTOIDEUS

LANJUTAN
C)KONTRA INDIKASI
-UJI TUBERCULIN > 5 M
- SEDANG MENDERITA HIV
-GIZI BURUK
- DEMAM TINGGI
- INFEKSI KULIT LUAS
-PERNAH MENDERITA TBC

LANJUTAN
D. EFEK SAMPING
IMUNISASI BCG TIDAK MENYEBABKAN REAKSI UMUM SEPERTI DEMAM. SETELAH 1-2 MINGGU
PENYUNTIKAN BIASANYA AKAN TIMBUL INDURASI DAN KEMERAHAN DI TEMPAT SUNTIKAN
YANG AKAN BERUBAH MENJADI PUSTULA DAN AKAN PECAH MENJADI LUKA DAN HAL INI TIDAK
PERLU PENGOBATAN DAN AKAN SEMBUH SPONTAN DALAM 8-12 MINGGU DENGAN JARINGAN
PARUT. KADANG-KADANG TERJADI PEMBESARAN KELENJAR LIMFE DI KETIAK ATAU PADA
LEHER YANG TERASA PADAT DAN TIDAK SAKIT SERTA TIDAK MENIMBULKAN DEMAM. REAKSI
INI NORMAL DAN TIDAK MEMERLUKAN PENGOBATAN DAN AKAN HILANG DENGAN SENDIRINYA.

VAKSIN DPT
1. INDIKASI
UNTUK MEMBERIKAN KEKEBALAN SECARA SIMULTAN TERHADAP DIFTERI,
PERTUSIS DAN TETANUS.
2. CARA PEMBERIAN DAN DOSIS

-SEBELUM DIGUNAKAN VAKSIN HARUS DIKOCOK TERLEBIH DAHULU AGAR


SUSPENSI MENJADI HOMOGEN. DISUNTIKKAN SECARA INTRAMUSCULAR
DENGAN DOSIS PEMBERIAN 0,5 ML SEBANYAK 3X.
-DOSIS PERTAMA DIBERIKAN PADA UMUR 2 BULAN, DOSIS SELANJUTNYA
DIBERIKAN DENGAN INTERVAL 4 MINGGU.

LANJUTAN..
3. KONTRAINDIKASI
GEJALA-GEJALA KEABNORMALAN OTAK PADA PERIODE BAYI BARU LAHIR ATAU GEJALA
SERIUS KEABNORMALAN PADA SARAF MERUPAKAN KONTRAINDIKASI PERTUSIS.
ANAK YANG MENGALAMI GEJALA-GEJALA PARAH PADA DOSIS PERTAMA, UNTUK YANG
KEDUA KOMPONEN PERTUSIS HARUS DIHINDARKAN DAN UNTUK MENERUSKAN
IMUNISASI DAPAT DIBERIKAN DT

4.EFEK SAMPING
GEJALA-GEJALA YANG BERSIFAT SEMENTARA SEPERTI LEMAS, DEMAM, KEMERAHAN PADA
TEMPAT PENYUNTIKAN DAPAT DIBERIKAN ANALGETIK-ANTIPIRETIK SEBANYAK 10 MG/KG
BB. KADANG-KADANG TERJADI GEJALA BERAT SEPERTI DEMAM TINGGI, IRITABILITAS
YANG TERJADI 24 JAM SETELAH IMUNISASI.

VAKSIN TT
1.

INDIKASI
UNTUK MEMBERIKAN KEKEBALAN SIMULTAN TEHADAP TETANUS

2 . CARA PEMBERIAN DAN DOSIS


- SEBELUM DIGUNAKAN VAKSIN HARUS DIKOCOK TERLEBIH DAHULU AGAR
SUSPENSE MENJADI HOMOGEN.
-DISUNTIKKAN SECARA INTRAMUSCULAR ATAU SUBCUTAN DALAM(45) DENGAN
DOSIS
0,5 ML. DIANJURKAN UNTUK ANAK USIA 8 TAHUN. UNTUK USIA 8 TAHUN ATAU LEBIH
DIBERIKAN VAKSIN DT.

LANJUTAN..
3.KONTRAINDIKASI
GEJALA-GEJALA BERAT KARENA DOSIS PERTAMA TT
4.EFEK SAMPING
EFEK SAMPING JARANG TERJADI DAN BERSIFAT RINGAN. GEJALA-GEJALA SEPERTI LEMAS
DAN KEMERAHAN PADA LOKASI SUNTIKAN YANG BERSIFAT SEMENTARA DAN KADANGKADANG GEJALA DEMAM.

VAKSIN DT
1.

INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN SIMULTAN TERHADAP DIFTERI DAN TETANUS.

2 . CARA PEMBERIAN DAN DOSIS


-SEBELUM DIGUNAKAN VAKSIN HARUS DIKOCOK TERLEBIH DAHULU AGAR
SUSPENSI MENJADI HOMOGENY.
-DISUNTIKKAN SECARA INTRAMUSCULAR ATAU SUBCUTAN DALAM DENGAN
DOSIS PEMBERIAN 0,5 ML. DIANJURKAN UNTUK ANAK USIA 8 TAHUN ATAU
LEBIH.

3. KONTRAINDIKASI
GEJALA-GEJALA BERAT KARENA DOSIS PERTAMA DT
4. EFEK SAMPING
GEJALA-GEJALA SEPERTI LEMAS DAN KEMERAHAN PADA LOKASI SUNTIKAN
YANG BERSIFAT SEMENTARA DAN KADANG-KADANG GEJALA DEMAM.

VAKSIN POLIO
1.

INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF TERHADAP POLIOMYELITIS

2 . CARA PEMBERIAN DAN DOSIS


-

DIBERIKAN SECARA ORAL SEBANYAK 2 TETES DI BAWAH LIDAH LANGSUNG


DARI BOTOL TANPA MENYENTUH MULUT BAYI. DIBERIKAN 4 X DENGAN
INTERVAL WAKTU MINIMAL 4 MINGGU

-SETIAP MEMBUKA VIAL BARU HARUS MENGGUNAKAN PENETES (DROPPER)


YANG BARU.

3. KONTRAINDIKASI
- PADA INDIVIDU YANG MENDERITA IMUNEDEFICIENCY TIDAK ADA EFEK YANG
BERBAHAYA YANG TIMBUL AKIBAT PEMBERIAN POLIO PADA ANAK YANG SEDANG
SAKIT. NAMUN, JIKA ADA KERAGUAN MISALNYA SEDANG MENDERITA DIARE, MAKA
DOSIS ULANGAN DAPAT DI BERIKAN SETELAH SEMBUH.
-PASIEN YANG MENDAPAT IMUNOSUPRESAN
4. EFEK SAMPING
PADA UMUMNYA TIDAK ADA EFEK SAMPING.

VAKSIN CAMPAK
1.
2.

INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF TERHADAP PENYAKIT CAMPAK
CARA PEMBERIAN DAN DOSIS
- SEBELUM DISUNTIKKAN VAKSIN CAMPAK TERLEBIH DAHULU HARUS
DILARUTKAN DENGAN PELARUT STERIL YANG TELAH TERSEDIA BERISI 5 ML.
-DOSIS PEMBERIAN 0,5 ML DISUNTIKKAN SECARA SUBCUTAN DENGAN SUDUT
45 PADA LENGAN KIRI ATAS.
-PADA USIA 9-11 BULAN DAN ULANGAN (BOSTER) DALAM USIA 6-7 TAHUN
(KELAS 1 SD).

3. KONTRAINDIKASI
-INDIVIDU YANG MENGIDAP PENYAKIT IMMUNODEFICIENCY ATAU INDIVIDU

YANG DIDUGA MENDERITA GANGGUAM RESPON IMMUNE KARENA LEUKEMIA


DAN LIMFOMA.
-INFEKSI AKUT DISERTAI DEMAM, SEDANG MENDAPAT TERAPY
IMMUNOSUPRESIF, ALERGI PROTEIN TELUR, KANAMISIN DAN ERITROMISIN.

LANJUTAN..
4. EFEK SAMPING
ANAK-ANAK MUNGKIN PANAS SELAMA 1-3 HARI SETELAH 1 MINGGU
PENYUNTIKAN, KADANG-KADANG DISERTAI KEMERAHAN SEPERTI
PENDERITA CAMPAK RINGAN DAN HAL INI HARUS DIBERITAHUKAN KEPADA
IBU AGAR JIKA 1 MINGGU SETELAH PENYUNTIKAN PANASNYA TINGGI
SUPAYA DIBERI TABLET ANTIPIRETIK DAN BERI KEYAKINAN BAHWA BILA
ANAKNYA TERKENA PENYAKIT CAMPAK AKIBATNYA JAUH LEBIH BERAT BILA
DIBANDINGKAN DENGAN EFEK SAMPING VAKSINASI CAMPAK.

VAKSIN HEPATITIS B
1.

INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF TERHADAP INFEKSI YANG DISEBABKAN
OLEH VIRUS HEPATITIS B.

2. DOSIS DAN CARA PEMBERIAN

- SEBELUM DIGUNAKAN VAKSIN DIKOCOK TERLEBIH DAHULU AGAR SUSPENSE MENJADI


-

HOMOGENY
VAKSIN DISUNTIKAN DENGAN DOSIS 0,5 ML SECARA IM SEBAIKNYA PADA ANTEROLATERAL
PAHA.

- PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B SEBANYAK 3 X


- DOSIS PERTAMA DIBERIKAN PADA USIA 0-7 HARI DAN SELANJUTNYA DENGAN INTERVAL
WAKTU MINIMAL 4 MINGGU.

3. KONTRAINDIKASI
HIPERSENSITIF TERHADAP KOMPONEN VAKSIN DAN PENDERITA INFEKSI BERAT
YANG DISERTAI KEJANG.
4. EFEK SAMPING
-REAKSI LOCAL SEPERTI RASA SAKIT, KEMERAHAN DAN PEMBENGKAKKAN
DISEKITAR TEMPAT BEKAS PENYUNTIKAN.
-REAKSI SISTEMIK SEPERTI DEMAM RINGAN, LESU DAN PERASAAN TIDAK ENAK
PADA SALURAN CERNA
- REAKSI YANG TERJADI AKAN HILANG DENGAN SENDIRINYA SETELAH 2 HARI.

VAKSIN DPT/HB
1.

INDIKASI
UNTUK PEMBERIAN KEKEBALAN AKTIF TERHADAP PENYAKIT DIFTERI,
PERTUSIS, TETANUS DAN HEPATITIS B.

2. CARA PEMBERIAN DAN DOSIS


PEMBERIAN SECARA IM DENGAN DOSIS 0,5 ML SEBANYAK 3X PEMBERIAN.
DOSIS PERTAMA PADA USIA 2 BULAN DAN SELANJUTNYA DENGAN INTERVAL 4
MINGGU.

3. KONTRAINDIKASI

- GEJALA-GEJALA KEABNORMALAN OTAK PADA PERIODE BAYI BARU LAHIR ATAUGEJALA

SERIUS KEABNORMALAN PADA SARAF MERUPAKAN KONTRAINDIKASI PERTUSIS. ANAK


YANG MENGALAMI GEJALA-GEJALA PARAH PADA PEMBERIAN PERTAMA, KOMPONEN
PERTUSIS HARUS DIHINDARKAN PADA PEMBERIAN KEDUA.

- INFEKSI BERAT YANG DISERTAI KEJANG.

4. EFEK SAMPING
-GEJALA-GEJALA YANG BERSIFAT SEMENTARA SEPERTI DEMAM, PEMBENGKAKKAN
DAN ATAU KEMERAHAN PADA TEMPAT PENYUNTIKAN.
- KADANG-KADANG TERJADI GEJALA BERAT SEPERTI DEMAM TINGGI, IRRITABILITAS
YANG BIASANYA TERJADI DALAM 24 JAM SETELAH PENYUNTIKAN.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI


YANG TELAH DI IMUNISASI CAMPAK

PENGKAJIAN
1.

RIWAYAT KEPERAWATAN : RIWAYAT IMINUSASI, KONTAK DENGAN ORANG YANG

TERINFEKSI.
2. PADA PENGKAJIAN ANAK DENGAN CAMPAK DAPAT DITEMUKAN ADANYA
TANDA-TANDA:
A. DEMAM
B. NYERI TENGGOROK
C . NAFSU MAKAN MENURUN
D. ADANYA RUAM
E. KELEMAHAN PADA EKSTREMITAS
F. BATUK
G. KONJUNGTIVITIS
H. ERITEMA PADA BANAN BELAKANG TELINGA, LEHER DAN BAGIAN BELAKANG
I. LEMAH, LESU

DIAGNOSA
1.
2.

POTENSIAL TERJADINYA KEJANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTHERMI.


KURANGNYA PENGETAHUAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KETERBATASAN INFORMASI YANG
DITANDAI DENGAN KELUARGA SERING BERTANYA TENTANG PENYAKIT ANAKNYA.

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


DX.1 : POTENSIAL TERJADINYA KEJANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTHERMI.
TUJUAN

: KLIEN TIDAK MENGALAMI KEJANG SELAMA BERHUBUNGAN DENGAN


HIPERTHERMI

KRITERIA HASIL : 1.TIDAK TERJADI SERANGAN KEJANG.


2.SUHU 36,5 37,5 C (BAYI),
36 37,5 C (ANAK)
3.NADI :110 120 X/MENIT (BAYI)
100-110 X/MENIT (ANAK)
4.RESPIRASI : 30 40 X/MENIT (BAYI)
24 28 X/MENIT (ANAK)
5. KESADARAN COMPOSMENTIS

LANJUTAN..
RENCANA TINDAKAN :

1.LONGGARKAN PAKAIAN, BERIKAN PAKAIAN TIPIS YANG MUDAH


MENYERAP KERINGAT.
RASIONAL: PROSES KONVEKSI AKAN TERHALANG OLEH PAKAIAN
YANG KETAT DAN TIDAK MENYERAP KERINGAT.
2.BERIKAN KOMPRES DINGIN
RASIONAL: PERPINDAHAN PANAS SECARA KONDUKSI
3. KOLABORASI DENGAN DOKTER UNTUK PEMBERIAN ANTI PIRETIKA DAN
PENGOBATAN SESUAI ADVIS.
RASIONAL:MENURUNKAN PANAS PADA PUSAT HIPOTALAMUS DAN SEBAGAI
PROPILAKSI.

LANJUTAN
DX.2 : KURANGNYA PENGETAHUAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN
KETERBATASAN INFORMASI YANG DITANDAI DENGAN KELUARGA SERING
BERTANYA TENTANG PENYAKIT ANAKNYA.
TUJUAN

: PENGETAHUAN KELUARGA BERTAMBAH TENTANG PENYAKIT


ANAKNYA.

KRITERIA HASIL : 1. KELUARGA TIDAK SERING BERTANYA TENTANG PENYAKIT


ANAKNYA.
2. KELUARGA MAMPU DIIKUTSERTAKAN DALAM PROSES
KEPERAWATAN.
3. KELUARGA MENTAATI SETIAP PROSES KEPERAWATAN.

LANJUTAN..
RENCANA TINDAKAN :
1. KAJI TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA
RASIONAL : MENGETAHUI SEJAUH MANA PENGETAHUAN YANG DIMILIKI
KELUARGA DAN KEBENARAN INFORMASI YANG DIDAPAT.
2. BERI PENJELASAN KEPADA KELUARGA SEBAB DAN AKIBAT KEJANG DEMAM
RASIONAL : PENJELASAN TENTANG KONDISI YANG DIALAMI DAPAT
MEMBANTU MENAMBAH WAWASAN KELUARGA
3. JELASKAN SETIAP TINDAKAN PERAWATAN YANG AKAN DILAKUKAN.
RASIONAL : AGAR KELUARGA MENGETAHUI TUJUAN SETIAP TINDAKAN
PERAWATAN

KESIMPULAN
IMUNISASI MERUPAKAN HAL YANG TERPENTING DALAM USAHA MELINDUNGI

KESEHATANANAK. IMUNISASI BEKERJA DENGAN CARA MERANGSANG


TIMBULMYA KEKEBALAN TUBUHYANG AKAN MELINDUNGI ANAK DARI PENYAKITPENYAKIT SEBAGAI POLIO,CAMPAK, GONDONGAN, CAMPAK JERMAN, INFLUENZA,
TETANUS, DIFTERI DAN PERTUSIS (BATUK REJAN).TANPA PEMBERIAN VAKSIN,
JUMLAH KEMATIAN ANAK-ANAK YANG DITIMBULKAN OLEH PENYAKIT TERSEBUT
MENINGKAT DAN BANYAK ORANG YANG MENGALAMI KOMPLIKASI KRONIK
SETELAH MENDERITA PENYAKIT TERSEBUT.

DAFTAR PUSTAKA
ISMOEDIJANTO. 2003. PENGEMBANGAN PRAKTIK IMUNISASI PADA ANAK. SURABAYA: PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN I
PERKANA.

IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA. 2003. ASUHAN TUMBUH KEMBANG ANAK. BANDUNG: PENERBIT ANGKASA.
IKATAN DOKTER ANAK INDONESIA. 2006. JADWAL PEMBERIAN IMUNISASI PEROIDE 2006. HTTP://WWW.IDAI.OR.ID
, DIAKSES TANGGAL 15 SEPTEMBER 2014.

MUCHLASTRININGSIH, E. 2005. PENYAKIT-PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI DI


INDONESIA. CERMIN DUNIA KEDOKTERAN NO. 146.

WONG, D.L. 2004. PEDOMAN KLINIS KEPERAWATAN PEDIATRIC. DITERJEMAHKAN OLEH MONICA ESTER. JAKARTA: EGC.

TERIMA KASIH