Anda di halaman 1dari 6

Costae

Rangka thorax terluas adalah iga-iga (costae) yang merupakan tulang jenis
osseokartilaginosa. Memiliki penampang berbentuk konus, dengan diameter penampang
yang lebih kecil pada iga teratas dan makin melebar di iga sebelah bawah. Di bagian
posterior lebih petak dan makin ke anterior penampang lebih memipih. Terdapat 12 pasang
iga : 7 iga pertama melekat pada vertebra yang bersesuaian, dan di sebelah anterior ke
sternum. Iga VIII-X merupakan iga palsu (false rib) yang melekat di anterior ke rawan
kartilago iga diatasnya, dan 2 iga terakhir merupakan iga yang melayang karena tidak
berartikulasi di sebelah anterior.1

Anatomi Costae I XII 1

Sternal / Rib Fracture


Fraktur pada iga (costae) adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang / tulang
rawan yang disebabkan oleh ruda paksa pada spesifikasi lokasi pada tulang costa. Trauma
tajam lebih jarang mengakibatkan fraktur iga, oleh karena luas permukaan trauma yang
sempit, sehingga gaya trauma dapat melalui sela iga. Fraktur iga terutama pada iga IV-X
(mayoritas terkena). Perlu diperiksa adanya kerusakan pada organ-organ intra-toraks dan
intra abdomen. 2
Sebagian besar fraktur pada sternum diakibatkan oleh trauma tumpul di dada
anterior. Trauma tajam lebih jarang mengakibatkan fraktur iga, oleh karena luas permukaan
trauma yang sempit, sehingga gaya trauma dapat melalui sela iga. Fraktur insufisiensi yang
disebakan oleh berkurangnya densitas tulang atau melemahnya tulang juga dapat ditemui
pada pasien dengan osteoporosis, osteopenia (teruatama pada lansia wanita), menjalani
terapi steroid jangka panjang maupun pasien dengan kifosis yang berat di bagian thorax.2
Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama fraktur pada pengguna
kendaraan dengan seat belt namun tidak dilengkapi air bag sehingga terbentur setir kemudi
atau dashboard. Fraktur

biasanya isertai nyeri lokal yang makin meningkat dengan

inspirasi dalam atau batuk dan edema jaringan lunak atau ekimosis. 2
Associated injuries dikarenakan fraktur iga dan sternum : 2
-

Fraktur klavikula ataau frkatur iga ke-1 atau 2 mengindikasikan tekanan


yang besar, sering berhubungan dengan trauma pembuluh darah besar,
trakeo-bronkial atau spinal.
2

Dislokasi sterno-klavikula berhubungan dengan peningkatan risiko dari


kerusakan organ viseral.

Cedera di sternum berhubungan dengan kontusio miokardial.

Fraktur iga bagian bawah berhubungan dengan

cedera organ viseral

abdomen seperti hati, limpa atau ginjal.


Radiologi Fraktur Costae
Foto thoraks tidak diindikasikan pada kecurigaan fraktur costae tanpa komplikasi.
Hal ini karena patah tulang rusuk sering tidak tervisualisasi. Bahkan jika patah tulang
terlihat, tatalaksana yang dilakukan juga tidak berubah. Patah tulang rusuk sering dilihat
sebagai temuan insidental pada sinar-X dada, bahu atau tulang belakang dada. Jika telah
ada trauma dengan dugaan komplikasi seperti pneumotoraks atau haemothorax, X-ray
thoraks baru diindikasikan. 3

Lateral radiograph menunjukkan dislokasi komplit pada sternal angle. 3

Foto polos multiple fraktur tulang iga.3

Fraktur tulang iga dan sternum.3

1. Saladin, K. S. Anatomy and Physiology: The Unity of Form and Function (5th ed.). New York, NY:
McGraw-Hill. 2010;226-278.

2. Bansidhar BJ, Lagares-Garcia JA, Miller SL. Clinical rib fractures: are follow-up
chest X-rays a waste of resources? Am Surg. 2002;68(5):449-453.
3. Lederer W, Mair D, Rabl W, Baubin M. Frequency of rib and sternum fractures
associated with out-ofhospitalcardiopulmonary resuscitation is underestimated
by conventional chest X-ray. Resuscitation.2004;60(2):157-162.