Anda di halaman 1dari 3

STEM CELL

TUGAS TERSTRUKTUR BIOLOGI DASAR

Disusun oleh :
Meliana Moga Yufita
Yoel Bram Parlindungan
Frengky Hadi Eko Santosa
Arifah Hairawaty S
Alin Nurcahyani

B1J012144
B1J012146
B1J012162
B1J012184
B1J012186

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2012

I.

TOPIK PEMBAHASAN

Pendanaan penelitian sel punca (stem cell) oleh pemerintah telah menjadi
isu politis yang memicu perdebatan. Mengapa perdebatan ini sedemikian panas?
Rangkumlah argument pendukung dan penentang penelitian sel punca embrio
(embryonic stem cell), dan jelaskan posisi anda sendiri dalam isu ini.
II.

PENDAHULUAN

Sel punca adalah sel yang relatif belum terspesialisasi dan dapat
menghasilkan satu sel anakan yang identik dan satu sel anakan yang lebih
terspesialisasi -dan dapat mengalami diferensiasi lebih lanjut- dalam satu
pembelahan tunggal.
Oleh karena sel punca embrio lebih menjanjikan daripada sel punca
dewasa untuk aplikasi medis karena sifat pluripotent-nya. Tetapi, sejauh ini satusatunya cara untuk memperoleh sel punca embrio adalah dengan memanen dari
embrio manusia, hal inilah yang menimbulkan isu-isu bahkan perdebatan etis dan
politis.
III.
ISI
Pro

penelitian

Kontra
Beberapa berargumen bahwa

stem cell memiliki hasil yang

penelitian sel punca dimasa

besar.

depan akan membawa kepada

keuntungan

dari

jika seseorang merencanakan

aborsi, bukankah lebih baik jika


kita

menggunakannya

punca beranggapan bahwa isu

untuk

etis dari pekerjaan para peneliti

sesuatu yang bermanfaat?

dalam mengaborsi janin tidak

Sel punca dewasa tidak begitu

sebanding dengan kemungkinan

menarik

keuntungannya.
sebuah kehidupan

karena

sel

punca

dewasa tidak memiliki properti


yang sama dengan sel punca
yang berasal dari fetus (janin).

pengklonan manusia.
Kritik menentang penelitian sel

Penelitian

sel

punca

akan

sebuah

kehidupan

seharusnya

tidak

tetaplah
yang
pernah

dikompromi. Sel telur yang


telah

mengalami
dihargai

fertilisasi

memberikan pengetahuan yang

seharusnya

sebagai

luar biasa tentang dasar-dasar

seorang manusia hidup walupun

tubuh.

masih

berumur

seminggu.

Menghancurkan hidup manusia


untuk menyelamatkan manusia
adalah tidak etis.

IV.

KESIMPULAN

Penelitian teknologi sel induk embrionik adalah lereng licin untuk kloning
reproduksi dan fundamental dapat mendevaluasi kehidupan manusia. Beberapa di
gerakan pro-kehidupan berpendapat bahwa embrio manusia sudah merupakan
kehidupan manusia yang berhak atas perlindungan.Sebaliknya, pendukung
penelitian sel induk embrionik berpendapat bahwa penelitian tersebut harus
dikejar karena perawatan yang dihasilkan bisa memiliki potensi medis yang
signifikan. Hal ini juga mencatat bahwa embrio kelebihan dibuat untuk fertilisasi
in vitro dapat disumbangkan dengan persetujuan dan digunakan untuk penelitian.
Perdebatan berikutnya telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk
mencari kerangka regulasi dan menyoroti fakta bahwa penelitian sel induk
merupakan tantangan sosial dan etika. Seperti halnya di Amerika, telah terjadi
perbedaan peraturan perundangan mengenai pendanaan penelitian sel punca oleh
mantan presiden George W. Bush dengan presiden terpilih Barack Obama. Pada
jaman pemerintahan Bush, Negara tidak mendanai penelitian sel punca. Di lain
pihak, presiden Barack Obama mengesahkan kembali pendanaan penelitian sel
punca. Jadi, dalam hal ini, kelompok kami berada pada pihak kontra dengan
adanya penelitian sel punca embrio menggunakan embrio manusia. Karena, kami
beranggapan bahwa semenjak embrio, manusia sudahlah hidup. Membunuh
manusia untuk menyelamatkan hidup manusia lain tidaklah beradab. Tetapi kami
akan mendukung penelitian tersebut.jika dalam kemajuannya penelitian sel punca
dapat menggunakan sumber selain embrio manusia,
DAFTAR REFERENSI
Campbell, Reece, Urry, Cain, Wasserman, Minorsky, dan Jackson. 2009. Biology
Eight Edition. San Fransisco: Benjamin Cummings.
Explorable. 2008. Stem Cell. http://explorable.com/stem-cell-pros-and-cons.html.
6 Desember 2012. 14.00.
Chartbeat. 2012. Stem Cell. http://www.news-medical.net/health/Stem-CellControversy %28Indonesian%29.aspx. 6 Desember 2012. 14.30.