Anda di halaman 1dari 1

MATA RANTAI YANG HILANG

Para ilmuan yakin bahwa dulu ikan datang ke atas darat


menumbuhkan kaki lalu mulai berjalan. Ini merupakan salah satu
peristiwa terpenting dalam kehidupan, karena hewan adalah nenek
moyang kita. Tapi bagaimana dan mengapa ikan itu menumbuhkan
kaki adalah salah satu misteri terbesar dalam evolusi. Yang
membimbing hanyalah teori dari Charles Darwin, Bapak penemu
evolusi.
Semua dimulai dengan pengamatan sederhana pada 150 tahun
yang lalu. Rangkaian besar hewan ternyata berhubungan karena
mereka semua mempunyai 4 kaki, mereka adalah tetrapoda. Semua
tetrapoda pada dasarnya sama. Mereka semua bertulang belakang,
mempunyai panggul, rusuk, dan semua menghirup udara melalui
hidung, serta kaki tangan mereka seragam tampak memiliki tak lebih
dari 5 jari. Begitupula halnya manusia, dinosaurus, dan juga paus.
Kesamaan ini ilmuwan menyatakan bahwa semua tetrapoda berasal
dari satu jenis makhluk, dan mereka membutuhkan 2 fosil untuk
membuktikan awal mula manusia memperoleh tangan dan kaki.
Petunjuk besar terjadi 400 juta tahun lalu pada jaman Devonian.
Devonian amat purba sehingga tidak nampak adanya kehidupan,
sehingga ilmuan berpendapat bahwa kehidupan umumnya hidup
bukan di darat tapi di air. Salah satu ikan yang menjadi awal adanya
kaki adalah fosil yang ditemukan pada abad 19 bernama Lobefin.
Lobefin mempunyai struktur sirip ditubuhnya yang tampak seperti
awal dari tangan dan kaki kita.
Sekitar tahun 1930an satu tim dari Swedia melakukan perjalanan
ke Greenland. Tim dari Erik Javrik menemukan fosil dari makhluk
pertama yang berkaki bukan sirip. Mereka menamainya: Ichthyostoga.
Ichthyostoga adalah contoh tetrapoda darat yang berjalan dengan 5
jari tangan dan kaki. Tapi pelan-pelan keraguan mulai muncul karena
hanya Javrik yang pernah menganalisis fosil Ichthyostoga. Mereka
harus mencari hewan perantara yang menunjukkan perubahan anatar
ikan dan tetrapoda benar terjadi, hewan yang bisa jalan tapi separuh
ikan separuh tetrapoda karena itulah mata rantai yang hilang.
Tahun 1987 Clack berangkat ke tambang emas tetrapoda dengan
membawa seorang murid bernama Per Ahlberg. Tim Clack menemukan
spesies lain dari tetrapoda bernama Acanthostega. Setelah di analisis
ternyata Acanthostega mempunyai 8 jari pada satu tangan. Clack tidak
membenarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa asal mula
manusia mempunyai kaki berevolusi dari ikan yang berjalan ke darat.
Clack juga membenarkan fosil yang ditemukan oleh tim Javrik memiliki
7 jari bukan 5 jari.
Tahun 1993 datang seorang pemburu fosil bernama Ted Daeschler.
Ted menemukan fosil tumbuhan di Red Hill dan menyatakan bahwa
Devonian bukan tempat tandus melainkan menyerupai hutan tropis.
Pel Ahlberg melakukan kunjungan penting ke Latvia dan menemukan
fosil potongan rahang pada sebuah laci museum, dan ini pasti
sebagian ikan dan sebagian tetrapoda. Ia menamai rahang itu
Livoniana. Livoniana adalah mata rantai yang hilang itu.