Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN TUGAS BESAR

SI 3211 ANALISIS STRUKTUR II


Disusun sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah SI-3211
Analisis Struktur II

Dosen:
Prof. Dr. Ir. Herlien D. Setio

Asisten:
Socio Jiwapatria (15010092)
Abdul Aziz (15010110)

Oleh:
Maya Angraini
15011056

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN TUGAS BESAR
SI-3211 ANALISIS STRUKTUR II

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan Mata Kuliah
SI-3211 Analisis Struktur II
Disusun oleh :
Maya Angraini
15011056
Telah disetujui dan disahkan oleh:

Bandung, Mei 2014


Asisten

Socio Jiwapatria (15010092)

Abdul Aziz (15010110)

Dosen

Prof. Dr. Ir. Herlien D. Setio


NIP 195705081982032003

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya maka Laporan
Tugas Besar Analisis Struktur II ini dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih Penulis ucapkan
kepada Prof. Dr. Ir Herlien D. Setio, selaku dosen mata kuliah SI-3211 Analisis Struktur II, serta
Socio Jiwa Patria dan Abdul Azis, selaku asisten mata kuliah dan tugas besar ini.
Tugas ini disusun untuk memenuhi syarat kelulusan SI-3211 mata kuliah Analisis Struktur II di
Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung pada semester 6 tahun ajaran 2013/2014.
Penulis menyadari bahwa laporan tugas besar ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, saran
dan kritik sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi bagi Penulis agar lebih baik dalam penulisan
selanjutnya di kemudian hari.
Bandung, Mei 2014

Penulis

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN

ii

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI..

iv

DAFTAR TABEL...

DAFTAR GAMBAR...

vi

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan..
1.3. Sistematika Penulisan..

1
1
1

BAB II DASAR TEORI


2.1. Analisis Struktur Portal
2.2. Pengenalan Dasar-dasar Matlab.

2
3

BAB III ANALISIS STRUKTUR


3.1. Bentuk dan Dimensi Struktur serta Pembebanannya
3.2. Program Perhitungan Deformasi Struktur, Gaya Dalam, dan Reaksi Perletakan

6
8

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN


4.1. Simpulan...
4.2. Saran.

31
32

DAFTAR PUSTAKA.

33

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Joint Displacement

31

Tabel 4.2 Reaksi perletakan..

31

Tabel 4.3 Gaya Dalam Elemen.

32

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tampilan antar-muka MATLAB

Gambar 3.1 Bentuk dan dimensi struktur serta pembebanannya..

Gambar 3.2 Gaya-gaya dalam pada elemen...

Gambar 3.3 Displacement joint

Gambar 3.4 Reaksi perletakan..

Gambar 3.5 Penomoran dan arah batang

Gambar 3.6 Penomoran pada joint..

Gambar 3.7 Input properti penampang

10

Gambar 3.8 Input koordinat joint dan jenis DOF

10

Gambar 3.9 Input identifikasi elemen...

11

Gambar 3.10 Melakukan load structure..

12

Gambar 3.11 Number of element dan node..

12

Gambar 3.12 Penomoran DOF ke node

12

Gambar 3.13 Menetukan panjang, cosinus, dan sinus elemen...

13

Gambar 3.14 Menentukan modulus elastisitas, luas penampang dan inersia....

13

Gambar 3.15 Kekakuan pada sumbu lokal elemen selain bracing

14

Gambar 3.16 Kekakuan pada sumbu lokal elemen bracing..

14

Gambar 3.17 Matriks transformasi dan matriks kekakuan elemen sumbu global

15

Gambar 3.18 Matriks kekakuan elemen sumbu global kolom K(1), balok K(10),
dan bracing K(16)...
Gambar 3.19 Pemotongan matriks kekakuan elemen sumbu global dan matriks S.
Maya Angraini - 15011056

16
17

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


Gambar 3.20 Matriks kekakuan struktur S.......

17

Gambar 3.21 Joint load vector matrix .

18

Gambar 3.22 Perhitungan fixed joint force masing-masing elemen ..

20

Gambar 3.23 Local fixed joint force.

20

Gambar 3.24 Global fixef joint force

20

Gambar 3.25 Matriks Pf.

21

Gambar 3.26 Joint displacement..

21

Gambar 3.27 Joint displacement..

21

Gambar 3.28 Member global displacement.

22

Gambar 3.29 Gaya-gaya dalam elemen pada sumbu global dan sumbu lokal.

24

Gambar 3.30 Gaya-gaya dalam sumbu lokal masing-masing elemen...

24

Gambar 3.31 Perintah perhitungan reaksi perletakan..

25

Gambar 3.32 Reaksi perletakan

25

Gambar 3.33 Equillibrium check..

26

Gambar 3.34 Hasil pengecekan

26

Gambar 3.35 Gaya-gaya aksial elemen (H).

27

Gambar 3.36 Gaya-gaya geser elemen (V)...

28

Gambar 3.37 Momen elemen (M).

29

Gambar 3.38 Reaksi perletakan (R)..

30

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Analisis struktur adalah proses untuk menentukan respon suatu struktur akibat pembebanan
agar memenuhi syarat utama keamanan, serta ekonomis dan terkadang estetika. Respon struktur
ini diukur dengan perhitungan reaksi perletakan, gaya dalam, dan perpindahan posisi pada
struktur. Analisis struktur adalah dasar ilmu teknik sipil. Setiap civil engineer wajib memiliki
pengetahuan analisis struktur agar dapat merancang dan merencanakan struktur yang baik.
Proses analisis struktur dapat dilakukan dengan secara manual maupun komputasi.
Perhitungan secara manual dapat dilakukan jika struktur yang dianalisis sederhana. Sedangkan
untuk struktur yang lebih kompleks, analisis struktur lebih mudah dilakukan dengan cara
komputasi. Cara komputasi dilakukan dengan membuat program analisis struktur dengan bahasa
pemograman tertentu, misalnya C++, Pascal, ataupun MATLAB.
1.2. Tujuan
Objektif analisis struktur yang dilakukan adalah menghitung reaksi perletakan, gaya dalam,
dan deformasi struktur pada struktur portal dengan menggunakan cara komputasi. Cara komputasi
yang dilakukan dipilih menggunakan MATLAB.
1.3. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan tugas besar SI-3211 Analisis Struktur II ini sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN berisi latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan laporan tugas
besar SI-3211 Analsis Struktur II ini
BAB II DASAR TEORI berisi teori dasar dalam analisis struktur portal dan pengenalan dasardasar pemrograman MATLAB
BAB III ANALISIS STRUKTUR berisi penjabaran persoalan berupa bentuk dan dimensi
struktur serta pembebananya. Selanjutnya dijabarkan langkah-langkah analisis struktur
menggunakan program perhitungan deformasi struktur, gaya dalam, dan reaksi perletakan.
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN berisi simpulan dari perhitungan menggunakan program
analisis dan saran pengerjaan.
Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


BAB II
DASAR TEORI

2.1. Analisis Struktur Portal


Portal adalah sistem struktur terdiri dari elemen kolom dan balok yang saling berhubungan
sebagai kesatuan lengkap menahan beban. Elemen-elemen penyusun portal dihubungkan
menggunakan sistem joint tertentu. Pada dasarnya, sistem portal terdiri dari 2 jenis, yaitu:
a. Portal terbuka, yaitu seluruh gaya dan momen yang bekerja pada konstruksi ditahan
sepenuhnya oleh pondasi, sedangkan sloof hanya berfungsi sebagai penahan dinding.
Pada portal terbuka kekuatan dan kekakuan portal dalam menahan beban lateral, serta
stabilitasnya tergantung pada kekuatan dari elemen-elemen strukturnya.
b. Portal tertutup, yaitu gaya dan momen yang bekerja pada konstruksi ditahan terlebih
dahulu oleh sloof dan diratakan, kemudian sebagian kecil diteruskan ke pondasi. Sloof
berfungsi sebagai pengikat kolom yang satu dengan yang lain untuk mencegah
terjadinya differential settlement.
Analisis terhadap struktur portal dilakukan untuk memperoleh besar deformasi, gaya-gaya
dalam dan reaksi perletakan struktur. Langkah-langkah perhitungan analisis struktur portal adalah
sebagai berikut:
a. Membuat model analitis dari struktur dengan memberi penomoran elemen dan joint
b. Menghitung matriks kekakuan tiap elemen pada sumbu koordinat global (K), yaitu
dengan cara transformasi matriks kekakuan sumbu koordinat lokal tiap elemen
c. Menghitung matriks kekakuan stuktur (S), yaitu didapat dari matriks kekakuan tiap
elemen sumbu koordinat global untuk DOF saja
d. Menentukan beban luar yang bekerja pada joint (P)

[]

P1
P= P 2
P3

e. Menentukan local fixed-end force vector (Qf)

[ ][ ]

Qf 1
FAb
Qf 2
FSb
Qf = Qf 3 = FMb
Qf 4
FAe
Qf 5
FSe
Qf 6
FMe

Maya Angraini - 15011056

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


f.

Menentukan global fixed-end force vector (Ff)


T

Ff =T Qf

FAb cos FSb sin


FAb sin +FSbcos
FMb
Ff =
FAe cos FSe sin
FAe sin +FSe cos
FMe

g. Menentukan vektor Pf, yaitu didapat dari global fixed-end force vector (Ff) untuk DOF
saja
h. Menghitung vektor perpindahan pada joint (d)

PPf =Sd

i.

Menghitung vector perpindahan pada sumbu koordinat global (v), vektor ini didapat dari

j.

vektor perpindahan pada joint (d)


Menghitung force vector (F)

F=Kv

k. Menghitung force end vector (Q)

Q=TF

l.

Menghitung reaksi perletakan (R), yaitu didapat dari force vector yang tertahan

2.2. Pengenalan Dasar-dasar MATLAB


MATLAB merupakan salah satu bahasa pemrograman dengan kemampuan tinggi untuk
komputasi teknis. MATLAB menggabungkan komputasi, visualisasi, dan pemrograman menjadi
satu kesatuan. MATLAB cukup mudah digunakan karena masalah dan penyelesaiannya
diekspresikan dalam notasi matematik yang umum dikenal. Pemakaian MTLAB meliputi:

Matematika dan komputasi


Pengembangan algoritma
Akusisi data
Pemodelan, simulasi, dan prototipe
Grafik saintifik dan engineering

MATLAB adalah sistek interaktif yang mempunyai basis data array yang tidak
membutuhkan dimensi. Ini memungkinkan penyelesaian banyak masalah komputasi teknis,
khususnya yang berkaitan dengan formulasi matrik dan vektor. MATLAB memiliki komponenkomponen seperti berikut:

Maya Angraini - 15011056

10

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


a. Antar-Muka MATLAB (MATLAB Interface)
Pada kondisi standar, tampilan antar-muka MATLAB saat pertama kali dibuka
ditunjukkan pada gambar di berikut:

Gambar

2.1 Tampilan Antar-muka MATLAB


Bagian-bagian antar-muka MATLAB adalah sebagai berikut:

Directory Window
Menunjukkan current directory dan juga sebagai tempat untuk berpindah dari satu

folder ke folder lainnya.


Command Window
Digunakan untuk memanggil, menjalankan perintah, menjalankan aplikasi, dan

menampilkan keterangan singkat dari suatu perintah.


Command History Window
Berisi rekaman perintah yang dimasukkan pada Command Window. Setiap kali
membuka MATLAB, maka MATLAB secara langsung merekam setiap perintah

yang dimasukkan melalui Command Window.


Menu-Bar
Berisi jalan pintas yang berfungsi dalam manajemen file, pengaturan layout dan
akses fungsi help. Pada Menu-Bar terdapat 7 menu utama, yaitu File, Edit, Debug,

Parallel, Desktop, Window dan Help.


Start Button
Melalui Start Button, pengguna daoat secara langsung mengakses fitur-fitur utama

MATLAB, misalnya Simulink, Toolboxes, Blocksets, dan fitur-fitur lainnya.


Status Bar
Berisi status MATLAB pada perintah dijalankan. Selain berfungsi sebagai penunjuk
status, Status Bar ini juga berfungsi sebagai petunjuk keterangan apabila pengguna
menunjuk ke suatu window pada tampilan antar-muka MATLAB.

Maya Angraini - 15011056

11

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


b. Matriks
Dasar pengoperaian MATLAB adalah matriks. Oleh sebab itu, pemahama konsep
matriks dan operasinya sangat diperlukan untuk memahami pengoperasian MATLAB.
Matriks adalah angka-angka yang disusun dalam bentuk persegi. Angka-angka penyusun
matriks disebut sebagai elemen matriks.
Matriks terdiri dari baris dan kolom. Pembentukan elemen baris pada MATLAB
dilakukan dengan cara memisahkan satu nilai dengan nilai lainnya menggunakan spasi
atau koma, sedangkan pembentukan kolom dilakukan dengan menekan tombol enter
untuk memisahkan satu kolom dengan kolom lainnya, atau dengan menggunakan tanda
semicolon (;).
c. M-file dan Pemrograman pada MATLAB
M-file merupakan file yang berisi skrip kode-kode perintah yang dikenali MATLAB.
Terdapat dua jenis M-file, yaitu script file dan function file. Script M-file tidak
membutuhkan argumen input maupun pengembalian argumen output. Berbeda dengan
script M-file, Function M-file membutuhkan argument input dan kemudian akan
mengembalikan argument output. Dengan mengetahui aturan penulisan sebuah Function
M-file, setiap pengguna dengan mudah dapat mendefinisikan fungsi-fungsi sendiri.
Dalam M-file dikenal istilah control flow, salah satunya adalah operasi for loop, yang
digunakan untuk melakukan pekerjaan berulang kali menggunakan suatu nilai yang
berfungsi sebagai counter. Nilai pencacah dinaikkan atau diturunkan setiap kali suatu
pekerjaan dilakukan. Pada operasi yang melibatkan vektor atau matriks, counter
biasanya juga berfungsi sebagai indeks, yang menunjukkan posisi elemen vektor atau
matriks yang dioperasikan. Terdapat 2 macam perulangan yaitu perulangan berbatas
(for) dan perulangan bersyarat (while).

Maya Angraini - 15011056

12

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


BAB III
ANALISIS STRUKTUR

3.1. Bentuk dan Dimensi Struktur serta Pembebanannya


Adapun struktur portal dan pembebanannya yang akan dianalisis pada laporan tugas besar ini
adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Bentuk dan dimensi struktur serta pembebanannya


Informasi yang diketahui adalah sebagai berikut:
Karakteristik Pembebanan:
P1

75 kN

= 75.000 N

P2

50 kN

= 50.000 N

P3

25 kN

= 25.000 N

q1

40 kN/m = 40 N/mm

q2

30 kN/m = 30 N/mm

Maya Angraini - 15011056

13

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


Karakteristik Penampang:
Modulus Elastisitas (E)

20.000 MPa

12.210 mm2

317 x 106 mm4

8.680 mm2

157 x 106 mm4

6.416 mm2

44,6 x 106 mm4

Penampang Elemen Kolom

Penampang Elemen Balok

Penampang Elemen Bracing

Analisis struktur yang akan dilakukan adalah untuk memperoleh gaya-gaya dalam elemen
struktur, displacement joint, dan reaksi perletakan.

Gambar 3.2 Gaya-gaya dalam pada elemen

Maya Angraini - 15011056

14

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.3 Displacement joint

Gambar 3.4 Reaksi Perletakan


3.2. Program Perhitungan Gaya Dalam, Displacement, dan Reaksi Perletakan
Langkah awal melakukan perhitungan adalah dengan memberi nomor pada batang dan joint.
Selanjutnya adalah menentukan arah-arah pada batang dengan memberikan tanda panah. Untuk
analisis sruktur kali ini, penomoran pada batang dan joint, serta arah pada batang dilakukan
seperti pada gambar dibawah ini:

Maya Angraini - 15011056

15

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.5 Penomoran dan arah batang

Gambar 3.6 Penomoran pada joint


Pada MATLAB, lakukan identidikasi penomoran batang dan joint, input informasi properti
penampang, dan koordinat joint.
1. Input Properti Penampang

Maya Angraini - 15011056

16

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.7 Input properti penampang


2. Input Koordinat Joint dan Jenis DOF
Koordinat joint didefinisikan dalam sumbu X dan sumbu Y dalam satuan mm. Jenis
DOF dibedakan menjadi terkekang dan tidak terkekang. Setiap DOF yang terkekang
diberi nilai angka 0, sedangakan setiap DOF yang tidak terkekang diberi angka 1.
Input jenis DOF berupa matriks kolom dengan urutan DOF adalah gaya horizontal,
gaya vertikal, dan momen. Ketiganya dipisahkan dengan tanda semicolon.

Maya Angraini - 15011056

17

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.8 Input koordinat joint dan jenis DOF


3. Identifikasi Elemen
Identifikasi berupa arah elemen, jenis elemen, dan nomor DOF. Arah elemen terdiri
dari node_i dan node_j, yaitu node_i untuk awal elemen dan node_j untuk akhir
elemen. Kemudian masukkan jenis elemen, yaitu kolom, balok atau bracing, ke dalam
section dengan menambahkan tanda . Nomor DOF dimasukkan dalam bentuk
matriks kolom dengan urutan DOF di node awal kemudian DOF di node akhir elemen.
Sebagai contoh lihat elemen nomor 1 merupakan kolom yang diidentifikasi arahnya
dari joint node 1 ke joint node 2, denga urutan dof 28; 29; 30; 1; 2; 3. Untuk elemen
tersebut maka masukkan angka 1 untuk node_i, 2 untuk node_j, kolom pada section,
dan [28; 29; 30; 1; 2; 3] pada dof.

Maya Angraini - 15011056

18

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.9 Input identifikasi elemen


Ketiga input tersebut harus disimpan dengan cara Save as pada folder yang sama
dengan file program yang akan dibuat. Setiap perubahan pada input harus disimpan
ulang karena tidak tersimpan secara otomatis. Selanjutnnya akan mulai dilakukan
pemasukkan perintah pemrograman pada Editor.
Pertama-tama lakukan pemanggilan input data diatas dengan menggunakan perintah
load. Misalnya input data diatas disimpan dalam nama file section, node, dan element.

Gambar 3.10

Melakukan load structure

Kemudian dilakukan

perintah untuk menghitung jumlah anggota

dari load structure element dan node menggunakan perintah numel. Setelah itu
dilakukan perintah penomoran DOF ke node seperti berikut:

Gambar 3.11 Number of

Maya Angraini - 15011056

element dan node

19

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.12
Langkah

Penomoran DOF ke node


selanjutnya

melakukan
cosinus,

adalah

identifikasi elemen berupa panjang element,


sinus,

penampang

modulus elatisitas, inersia, dan luas


sebagai berikut:

Gambar 3.13 Menetukan panjang,


cosinus, dan sinus elemen

Maya Angraini - 15011056

20

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.14 Menetukan


elastisitas, luas penampang, dan
inersia penampang
Selanjutnya akan dibuat matriks kekakuan masing-masing
elemen pada sumbu lokalnya. Kekakuan elemen koordinat lokal tersebut akan
berbentuk matriks 6x6. Perhitungan kekakuan untuk elemen bracing dibedakan karena
bracing mengalami perilisan pada kedua ujungnya sehingga tidak boleh ada momen
yang bekerja. Terlebih dahulu dilakukan perhitungan masing-masing anggota matriks
baru kemudian dibentuk dalam matriks 6x6, yaitu sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

21

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.15
Kekakuan pada sumbu
lokal elemen selain
bracing

Gambar 3.16 Kekakuan pada sumbu lokal


elemen bracing
Matriks kekakuan elemen pada sumbu lokalnya
tersebut akan ditransformasi menjadi matriks kekakuan elemen pada
sumbu global, oleh karena itu diperlukan matriks transformasi. Kemudian matriks
kekakuan elemen sumbu global akan dihitung sebagai berikut:

K=T T kT

Maya Angraini - 15011056

22

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.17

Matriks transformasi dan

matriks

kekakuan elemen

sumbu global
Jika dilakukan run, maka akan muncul K pada workspace dengan tampilan 1x19
struct. Double click pada masing-masing struck untuk melihat matriks kekakuan
global masing-masing elemen, sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

23

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.18 Matriks kekakuan elemen sumbu global kolom K(1), balok K(10), dan
bracing K(16)
Matriks kekakuan struktur dibentuk dari matriks kekakuan elemen sumbu global
dengan hanya mengambil dari nomor DOF yang tidak terkekang kemudian
dijumlahkan sesuai nomor DOFnya pada matriks kekakuan struktur S berukuran

Maya Angraini - 15011056

24

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


27x27. Oleh karena itu harus dilakukan terlebih dahulu matriks kekakuan elemen
sumbu global agar nomor DOF yang terkekang tidak ikut masuk dalam matriks S.

Gambar 3.19 Pemotongan matriks kekakuan elemen


sumbu global dan matriks S
Setelah dilakukan run, maka akan muncul S
pada workspace dan jika dibuka akan
muncul tampilan matriks 27x27 berikut:

Gambar 3.20 Matriks kekakuan struktur S


Kemudian dilakukan pembentukan matriks P, yaitu beban yang bekerja pada joint
(joint load) sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

25

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.21 Joint


Selanjutnya

akan

masing-masing elemen

Maya Angraini - 15011056

load vector matrix


dibentuk matriks local fixed joint forces vector untuk
sebagai berikut:

26

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Maya Angraini - 15011056

27

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.22 Perhitungan fixed joint force masingmasing elemen


Dari perhitungan

fixed joint force vector diatas

dimasukkan dalam matriks local fixed joint force Qf


sebagai berikut:

Gambar 3.23 Local

Fixed joint force

Transformasikan

matriks diatas sehingga terbentuk Global

fixed joint force seperti berikut:

Gambar 3.24

Global fixed joint

force
Dari matriks global fixed joint force masing-masing elemen diatas akan dibentuk
matriks Pf, yaitu dengan hanya mengambil Qf nomor DOF yang tidak tertahan pada
masing-maisng elemen sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

28

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar
3.25

Matriks
Pf

Kemudian dapat dihitung displacement joint, perintah perhitungan menggunaka tanda \


menandakan invers matriks seperti berikut:

Gambar 3.26 Joint

Displacement

Jika dilakukan run dan tidak ditemukan error maka akan muncul d pada workspace
yang bila dibuka maka akan muncul displacement joint dalam satuan mm sebagai
berikut ini:

Gambar
3.27

Joint

Displacement
Dari hasil perhitungan perpindahan diatas akan dibentuk displacement masing-masing
DOF pada sumbu global sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

29

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Maya Angraini - 15011056

30

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Maya Angraini - 15011056

31

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.28 Member global displacement


Selanjutnya dapat dihitung gaya-gaya dalam elemen pada sumbu global, kemudian
dilakukan transformasi sehingga diperoleh gaya-gaya dalam elemen pada sumbu lokal
sebagai berikut:

Gambar

3.29 Gaya-gaya dalam

elemen

pada sumbu global dan sumbu

lokal
Jika dilakukan run dan tidak ditemukan error, maka akan muncul Q pada workspace
yang apabila dibuka maka akan muncul tampilan hasil perhitungan gaya-gaya dalam
elemen sumbu lokal sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

32

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.30 Gaya-gaya dalam sumbu lokal masing-masing elemen


Terakhir adalah menentukan reaksi perletakan, yaitu dengan mengelompokan gayagaya dalam yang tertahan sesuai dengan nomor DOFnya sebagai berikut:
Maya Angraini - 15011056

33

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.31 Perintah


perhitungan reaksi perletakan
Jika

dilakukan

run

dan

ditemukan

tidak

error, maka akan muncul R dalam satuan kN dan kN.m pada

workspace yang apabila dibuka maka akan muncul tampilan hasil perhitungan reaksi

perletakan sebagai berikut:

Gambar 3.32 Reaksi Perletakan


Terakhir lakukan equilibrium check untuk memastikan kestabilan struktur. Jika hasil
analisis struktur tepat, maka jumlah gaya-gaya horizontal, vertikal, dan momen yang
bekerja pada struktur akan mendekati nol. Perintah equilibrium check sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

34

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


Gambar 3.33 Equllibrium Check
Jika dilakukan run dan tidak ditemukan error, maka akan muncul sigmaH, sigmaV,
dan sigmaM dalam satuan kN dan kN.m pada workspace yang apabila dibuka maka
akan muncul tampilan hasil perhitungan equilibrium check sebagai berikut:

Gambar 3.34 Hasil


Terlihat

bahwa

pengecekkan

hasil

pengecekan

keseluruhannya
yang

mendekati

perhitungan

nol,

analisis

menghasilkan

angka

dengan

begitu

struktur diatas dapat

dikatakan sesuai.
Kemudian
dilakukan

analysis

struktur

menggunakan program lain, yaitu SAP atau ETABS, untuk membandikan hasil yang
diperoleh. Pada kasus kali ini dipilih menggunakan SAP dalam satuan kN dan kN.m
sebagai berikut:

Maya Angraini - 15011056

35

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.35 Gaya-gaya aksial elemen (H)

Maya Angraini - 15011056

36

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.36 Gaya-gaya geser elemen (V)

Maya Angraini - 15011056

37

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.37 Momen elemen (M)

Maya Angraini - 15011056

38

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

Gambar 3.38 Reaksi Perletakan (R)


Hasil yang diperoleh menggunakan program di MATLAB ternyata cukup dengan
dengan analisis struktur menggunakan program SAP, sehingga dapat dikatakan hasil
analisis cukup akurat dan program yang dibuat pada MATLAB berfungsi dengan baik.

Maya Angraini - 15011056

39

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4.1. Simpulan
Simpulan dari analysis struktur yang dilakukan adalah sebagai berikut:
Joint Displacement
Tabel 4.1 Joint Displacement
No Joint

d sumbu x (mm)

d sumbu y (mm)

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

0
0.86095894
2.28008577
3.57398719
0
0.60526804
2.01673383
3.36722876
0
0.42878406
1.96045665
0
0.3654292

0
-0.077982
-0.147838
-0.217532
0
-0.511616
-0.883691
-1.026241
0
-0.124045
-0.207835
0
-0.100867

rotasi (

0
-0.000
-0.0004
-0.0007
0.00E+
-9.55E
-4.90E
4.79E0
-0.0005
0.0001
0
0.0004

Reaksi Perletakan
Tabel 4.2 Reaksi Perletakan
No Joint
1
5
9
12

Gaya Dalam Elemen


Maya Angraini - 15011056

40

H (kN)
-32.330
-16.652
12.186
-113.204

V (kN)
36.184
416.456
100.973
146.387

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


Tabel 4.3 Gaya Dalam Elemen

Maya Angraini - 15011056

41

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II


4.2. Saran
Dalam pengerjaan tugas besar SI-3211 Analisis Struktur ini terdapat beberapa kendala baik
teknis maupun non-teknis dalam proses pengerjaan. Berikut ini beberapa saran yang dapat
digunakan dalam pengerjaan:

Lakukan run setiap kali selesai memasukkan suatu perintah agar jika terdapat error
dapat segera diperbaiki. Hal ini jauh efektif daripada melakukan run sekaligus untuk

perintah yang banyak.


Program MATLAB belum pernah dipelajari di kelas membuat Penulis agak kesulitan
dalam menggunakan program. Untuk kedepannya, sebaiknya program MATLAB
diajarkan di kelas terlebih dahulu sebelum pemberian tugas besar.

Maya Angraini - 15011056

42

SI-3211 Laporan Tugas Besar Analisis Struktur II

DAFTAR PUSTAKA

Kassimali, Aslam. (1999). Matrix Analysis of Structures. Brooks/Cole Publishing Company:


Carbondale.
Modul Training MATLAB, Departemen Keprofesian Himpunan Mahasiswa Sipil ITB: Bandung.

Maya Angraini - 15011056

43