Anda di halaman 1dari 59

DIVERSIFIKASI ENERGI

DR. IR. M. YAHYA, M.ScEng

16 Nov 2011

CURRICULUM VITAE
Nama

Dr. Ir. M. Yahya. M.ScEng

Pekerjaan

Senior Research Fellow di Solar Energy Research


Institute (SERI) Universiti Kebangsaan
Malaysia (UKM), Malaysia
Dosen Kop.Wil.X dpk Institut Teknologi Padang
(ITP) Padang, Sumatera Barat.
Tim Penatar AA+Soft Skill Kop.Wil.X Padang
Tim Penatar Pengembangan Kurikulum Bidang
Teknik Kop.Wil.X Padang
Dekan FTI ITP Padang

CURRICULUM VITAE

Cont,

Alamat

Komplek Mela Sentosa Blok A No 9A, Kampung


Olo, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat,
Indonesia.
Hentian Kajang No 19.1A, Kajang, Selangor,
Malaysia.

Telp.Rumah

0751-4489119 (Indonesia)
016 6964362 (Malaysia)

Email addres

yahya_err@yahoo.com

Spesialisasi

Konversi Energi (Sistem Termal Surya)

Karya Ilmiah

9 Jurnal Internasional
2 Jurnal lokal
51 Prosiding Internasional

Mengikuti Seminar
Internasional
:

6 Kali (sebagai pemakalah)

Cont,

CURRICULUM VITAE
Anugerah/Penghargaan
:

Medali Perak dalam Expo S & T 2003, PWTC- Kuala Lumpur

2 November 2003

Medali Perak dalam Expo International Invention- innovation Industrial


Design Technology 2003,PWTC-Kuala Lumpur

3 Oktober 2005

Medali Emas dalam International Exhibition of Invention, New Techniques &


Products, Geneva, Swiss

4 Agustus 2007

Pemenang No 2 Lomba Innovasi Teknologi se Sumatera Barat, Indonesia.

5 Mai 2009

Medali Emas dalam expo 20th International Invention-Innovation and


Technology Exhibition, PWTC-Kuala Lumpur.

6 Februari 2010

Medali Emas dalam Malaysia Technology Expo,KLCC, Kuala Lumpur

Oktober 2003

KENAPA PERLU DIVERSIFIKASI ENERGI


(MENEMUKAN ENERGI ALTERNATIF).??????????

1.

2.

Mengurangi
kebergantungan akan
energi fosil yang
persediaannya terbatas

Membantu mengurangi
efek gas rumah kaca
(GRK), (CO2)

PERLUNYA
DIVERSIFIKASI ENERGI
5.

Membantu mencukupi
kebutuhan energi nasional
atau Mendukung penyediaan
energi nasional

4.

3.

Mendukung peningkatan
kegiatan perekonomian
rakyat

Mendukung
pembangunan daerahdaerah terpencil dan
terisolasi

4.

3.

Pemerintahan

5.

Rumah tangga

Sektor pengguna
energi

Komersial

2.

Transportasi

1.

Industri

CADANGAN ENERGI FOSIL INDONESIA


Produksi
(Pertahun)

Perbandingan
(Cadangan/
Produksi)

Jenis Energi

Sumber Daya

Cadangan
Terbukti

Minyak Bumi

86,9 milyar barel

9 milyar barel

500 juta barel

18
18tahun
tahun

Gas Bumi

384,7 TSCF

188 TSCF

3,0 TSCF

62
62tahun
tahun

Batubara

57 milyar ton

19,3 milyar ton

130 juta ton

147
147tahun
tahun

Sumber: Blue Print Pengelolaan Energi National

KONDISI ATMOSFER GLOBAL


Emisi dari Industri

Karbon dioksida Atmosfer (1960-2010)

Konsentrasi CO2 yang ideal: 180-300 ppm


Perkiraan Karbon Dioksida Atmosfer (2000-2100)

Perkiraan kenaikkan suhu permukaan bumi (2000-2100)

GAS RUMAH KACA (GRK)


(EFEK GAS RUMAH KACA)

EMISI GAS RUMAH KACA (GRK, CO2) DAN


KEPERLUAN ENERGI PADA SEKTOR INDUSTRI DI INDONESIA
EMISI GAS RUMAH KACA (GRK, CO2)
Sampah, 3,6%
Hunian dan Bangunan
Komersial, 7,9%

Indonesia No.3 Penghasil emisi


GRK terbanyak di dunia setelah
China dan Amerika Serikat.

Pembangkit listrik, 25,9%

Transportasi, 13,3%

Pertanian, 13,5%

Industri, 19,4%

KEPERLUAN ENERGI
Sektor industri merupakan konsumen energi terbanyak sebesar 33% terhadap total
pemakaian energi nasional (mencapai 300 juta setara barel minyak (SBM) pertahun.
Selama kurun waktu 30 tahun (2000-2030), kebutuhan energi final di Indonesia
diasumsikan meningkat sebesar 5,7 % pertahun

JUMLAH KONSENTRASI CO2 ATMOSFER INDONESIA

Sumber: APERC (2006)

KEBIJAKAN ENERGI NASIONAL


Energi Primer Tahun 2025
(Sesuai Perpres No.5/2006)

Minyak Bumi, 20%


Gas Bumi, 30%
Bahan Bakar Nabati
(Biofuel), 5%
E. Terbarukan, 17%

Panas Bumi, 5%
Biomassa, Nuklir, Air,
Surya, Angin, 5%

Batubara, 33%

Batubara yang dicairkan


(Liquefied) 5%

POTENSI DAN PERKIRAAN JUMLAH ENERGI DARI SUMBER ENERGI


TERBARUKAN PADA TAHUN 2005 (INDONESIA)
JENIS E.TERBARUKAN

POTENSI (KAPASITAS)

2005

2025

Panas Bumi

27 GW

807 MW

9500 MW

Tenaga Air

75.67 GW

PLTMH

500 MW

Energi Surya

4.8 kWH/m2/Hr

Biomassa

49.81 GW

Energi Angin

3-6 m/det

Biodiesel

4200 MW
84 MW

500 MW (On Grid)


330 MW (Off Grid)

8 MW

80 MW

302 MW
0.5 MW

810 MW
250 MW (On Grid)
5 MW (Off Grid)
5% Total Konsumsi
Solar (4,7 Juta KL)

Gasohol

5% Total Konsumsi
Bensin

Bio Oil

2.5% Total Konsumsi


Minyak Bakar IDO

ENERGI SURYA
ENERGI TERBAHARUKAN (DAPAT DIPERBAHARUI)
PERSEDIAAN MELIMPAH RUAH
RAMAH LINGKUNGAN

PENGEMBANGAN ENERGI SURYA


ADA TIGA MACAM TEKNOLOGI ENERGI SURYA YANG TELAH DIKEMBANGKAN
TEKNOLOGI ENERGI SURYA TERMAL
TEKNOLOGI ENERGI SURYA FOTOVOLTAIK
TEKNOLOGI ENERGI SURYA FOTOVOLTAIK-TERMAL

TEKNOLOGI
ENERGI SURYA

Kolektor Surya
(Solar Collector)

Energi Panas

Energi Listrik

Fotovoltaik
(Photovoltaic, PV)

Energi Listrik

Fotovoltaik/
Kolektor Surya Termal
(Photovoltaic/
Thermal Solar Collector, PV/T)

Energi Panas
&
Energi Listrik

PEMANFAATAN ENERGI SURYA TERMAL


INDUSTRI, KHUSUSNYA AGRO-DAN INDUSTRI PEDESAAN, YAITU UNTUK
PENANGANAN PASCA-PANEN HASIL-HASIL PERTANIAN,
SEPERTI:PENGERINGAN (KOMODITI PANGAN, PERKEBUNAN,
PERIKANAN/PETERNAKAN, KAYU OLAHAN) DAN JUGA PENDINGINAN
(IKAN, BUAH DAN SAYURAN)
BANGUNAN KOMERSIAL ATAU PERKANTORAN, YAITU: UNTUK PENGKONDISIAN
RUANGAN (SOLAR PASSIVE BUILDING, AC) DAN PEMANAS AIR
RUMAH TANGGA, SEPERTI: UNTUK PAMANAS AIR DAN OVEN/COOKER
PUSKESMAS TERPENCIL DI PEDESAAN, YAITU: UNTUK STERILISATOR,
REFRIGERATOR VAKSIN DAN PEMANAS AIR.
HYBRIDA
-PENGABUNGAN ANTARA FOTOVOLTAIC DAN PEMBANGKIT LAIN, SEPERTI: (PLTD
ATAU PLTMH)
-PLTS SEBAGAI KOMPONEN UTAMA, SEDANG YANG LAINNYA UNTUK
MENGKOMPENSASI KELEMAHAN SISTEM PLTS SEPERTI
KETIDAKPASTIAN CUACA DAN SINAR MATAHARI
-MEMILIKI PROSPEK YANG CERAH TERUTAMA DI DAERAH PEDESAAN.

TEKNOLOGI ENERGI SURYA TERMAL(KOLEKTOR SURYA)


MENGHASILKAN ENERGI PANAS

-AIR PANAS
-UAP PANAS/KERING (PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK)
MENGHASILKAN UDARA PANAS

-PENGERINGAN DAN LAIN-LAIN


-PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK (TURBIN SURYA/SOLAR CHIMNEY)

KOLEKTOR SURYA ATAU TENAGA PEMANAS AIR SURYA


DIGUNAKAN UNTUK MEMANASKAN AIR
SUMBER UTAMA ENERGI ADALAH MATAHARI
TERDIRI DARI KOLEKTOR YANG PERMUKAANNYA DILAPISI KACA DAN
DASARNYA DICAT HITAM

DALAM KOTAK KOLEKTOR DIPASANG PIPA-PIPA YANG DIALIRI AIR


DIGUNAKAN UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA SEPERTI, MANDI,
MEMASAK DLL

PADA KOLEKTOR SURYA PERLUNYA


EFEK RUMAH KACA

KOLEKTOR SURYA PLAT DATAR

PEMANAS AIR SURYA TERMOSIFON


(KAPASITAS RENDAH)

PEMANAS AIR SURYA TERMOSIFON

KOLEKTOR SURYA ALIRAN PAKSA


(KAPASITAS BESAR)

KOLEKTOR SURYA ALIRAN PAKSA


KEPERLUAN AIR PANAS UNTUK KAPASITAS BESAR

AUSTRIA

FLAT PLATE COLLECTOR

AUSTRIA

JENIS KOLEKTOR SURYA LAINNYA


Evacuated Tube Collector

Linear Fresnel Collector

Heliostat Field Collector


(Solar Tower Power)

Parabolic Through Collector

Parabolic Dish Collector

JENIS KOLEKTOR SURYA DAN RANGE


TEMPERATUR
MOTION

COLLECTOR TYPE

ABSORBER
TYPE

CONCENTRATION
RATIO

INDICATIVE TEMPERATURE
RANGE (oC)

Flat plate collector

Flat

30-80

Evacuated tube collector

Flat

50-200

SINGLE - AXIS
TRACKING

Linear fresnel collector

Tubular

10-40

60-250

Parabolic trough collector

Tubular

15-45

60-300

TWO - AXIS
TRACKING

Parabolic dish collector

Point

100-1000

100-500

Heliostat field collector

Point

100-1500

150-2000

STATIONARY

Note: Concentration ratio is defined as the aperture area divided by the receiver/absorber area of the collector

TEKNOLOGI ENERGI SURYA TERMAL


EVACUATED TUBE COLLECTOR (PEMANAS AIR SURYA)

PEMANFAATAN EVACUATED TUBE COLLECTOR


EVACUATED TUBE COLLECTOR
CHINA

CHINA

LOKASI
: AUSTRIA
Keperluan
: Air Panas
untuk Industri Makanan
Kapasitas
: 126 kW
Luas kolektor : 180 m2

KOLEKTOR PEMANAS UDARA SURYA


AIR FLAT PLATE COLLECTOR (PEMANAS UDARA SURYA)

PEMANAS UDARA SURYA ALIRAN ALAMIAH


(PEMANFAATAN UDARA PANAS UNTUK PENGERINGAN)
AIR FLAT PLATE COLLECTOR (PEMANAS UDARA SURYA)

PEMANAS UDARA SURYA ALIRAN PAKSA


(PEMANFAATAN UDARA PANAS UNTUK PENGERINGAN)

PENGERING HASIL-HASIL PERTANIAN

THAILAND

MALAYSIA

THAILAND

PEMANAS UDARA SURYA PASIF


SOLAR GREENHOUSE (PENGERING SURYA EFEK RUMAH KACA)

Pengering hasil-hasil
pertanian

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


SOLAR POWER
PLANTS

Solar Thermal
Non
Concentrating
Solar
Chimney

Linear-Focusing
(single axis)

Linear
Fresnel

Parabolic
Trough

Photovoltaic (PV)
Point-Focusing
(dual axis)
Central
Receiver

Dish

Concentrating
(CPV)

Concentration ratio and Temperature increasing

Thermal Energy Storage


Rankine Cycle (ST)
Wind
Turbine

Integrated Solar Combined Cycle


Brayton Cycle
Stirling Engine

Electric Power

DC-AC
Inverter

Non
.
Concentrating

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL


PARABOLIC THROUGH COLLECTOR

SISTIM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA THERMAL


MENGGUNAKAN PARABOLIC THROUGH COLLECTOR

TROUGH RECEIVER
PADA PARABOLIC THROUGH COLLECTOR

PEMANFAATAN PARABOLIC TRHOUGH COLLECTOR

LOKASI

: CALIFORNIA, USA

LOKASI

: ANDALUCIA, SPAIN

KAPASITAS

: 354 MW

KAPASITAS

: 50 MW

LUAS PARABOLIC THROUGH : 9.366 988 M2

LUAS PARABOLIC THROUGH : 510 000 M2

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL


PEMANFAATAN HELIOSTAT FIELD COLLECTOR (SOLAR TOWER POWER PLANT)

PEMANFAATAN HELIOSTAT FIELD COLLECTOR (SOLAR TOWER POWER PLANT)

Solar Power Tower

LOKASI

: BARSTOW, CALIFORNIA

LOKASI

: SEVILLE, SPAIN

KAPASITI

: 10 MWe

KAPASITI

: 11 MWe

Jumlah Heliostat : 1900

Jumlah Heliostat : 624

Luas Heliostat

: 20x20 ft2

Luas Heliostat

: 120 m2

Tinggi Tower

: 90 m

Tinggi Tower

:1 00 m

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL


PEMANFAATAN LINEAR FRESNEL COLLECTOR

PEMANFAATAN LINEAR FRESNEL COLLECTOR

LOKASI : CALASPARRA (SPAIN)


JENIS PEMBANGKIT: TURBIN UAP
KAPASITAS : 1.4 MW(e)
PANJANG LINEAR FRESNEL: 860 M
LUAR RECEIVER : 18662 M2
INLET TEMPERATURE : 270 C (SATURATED
STEAM)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL


PARABOLIC DISH COLLECTOR

PEMANFAATAN PARABOLIC DISH


COLLECTOR
New Mexico, USA

Kapasitas : 25 kW

PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN UDARA PANAS


SOLAR CHIMNEY (CEROBONG SURYA)

Hot Air

Chimney
Wind
Turbine

Cover
Cold
Air

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL


KOMPONEN SOLAR CHIMNEY/CEROBONG SURYA: TURBIN ANGIN

PEMANFAATAN SOLAR CHIMNEY


TURBIN ANGIN

Lokasi : Manzanares (Spain)


Kapasitas : 50 kW
Diameter kolektor : 244 m
Tinggi menara
: 195 m
Diameter menara
: 10 m

Capacity

MW

30

100

Tower height

550

750

1000

Tower diameter

45

70

110

Collector diameter m

1250

2900 4300

SPESIFIKASI TURBIN ANGIN


(SOLAR CHIMNEY) (TEORI)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA


PHOTOVOLTAIC (PV)
SYSTEM

Photovoltaic/Thermal
(PV/T)

Photovoltaic (PV)
Space
Applications

Stand
Alone

Grid

Hydrogen
Production

Other
Applications
.

Agricultural Water
Pumping

Community
Electrification

Air
Collector

Space
Heating
Solar
Greenhouse

Water
Collector

Other
Applications

Solar
Dryer
Domestic
Water Heater

Hybrid
Solar Still

Industrial
Water Heater
Space
Heating

SOLAR CELL (SEL SURYA)

A solar cell is any device that directly converts the energy in light into
electrical energy through the process of photovoltaic.

Solar cell terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan


(p-n junction semiconductor) yang jika tertimpa sinar matahari maka akan
terjadi aliran electron, aliran electron inilah yang disebut sebagai aliran
listrik

Photovoltaic (PV)

SOLAR CELL

PEMANFAATAN SEL SURYA


UNTUK PENERANGAN JALAN RAYA
PERLENGKAPAN RUMAH TANGGA
KEBUTUHAN LAMPU MERCUSUAR
BENGKEL STRUM ACCU

POMPA AIR
LAMPU TAMAN
DAN LAIN-LAIN

PEMANFAATAN SOLAR CELL (ENERGI LISTRIK) UNTUK


KEPERLUAN DOMESTIK

PEMANFAATAN SEL SURYA


(ENERGI LISTRIK) UNTUK PENERANGAN BUS STOP

PEMANFAATAN SEL SURYA


(ENERGI LISTRIK) UNTUK PENERANGAN TAMAN

PEMANFAATAN SEL SURYA


(ENERGI LISTRIK) LAMPU JALAN DAN TAMAN

PEMANFAATAN SEL SURYA


(ENERGI LISTRIK) SEBAGAI ENERGI HIJAU

PEMANFAATAN SEL SURYA


(ENERGI LISTRIK) SEBAGAI ENERGI HIJAU

ISENG .

MY

SEMOGA BERMANFAAT