Anda di halaman 1dari 4

TUGAS HEMATOLOGI

Oleh:
MIRNAWATI AMIN
N11114071

Fakultas Farmasi
Universitas Hasanuddin
2015

1. Kapan obat antikoagulan digunakan

Antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat


pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Atas dasar ini
antikoagulan diperlukan untuk mencegah terbentuk dan meluasnya trombus dan emboli,
maupun untuk mencegah bekunya darah di luar tubuh pada pemeriksaan laboratorium atau
tranfusi. Antikoagulan oral dan heparin menghambat pembentukan fibrin dan digunakan
sebagai pencegahan untuk mengurangi insiden tromboemboli (masuknya udara pada aliran
darah) terutama pada vena. Antikoagulan oral diindikasikan untuk penyakit dengan
kecenderungan timbulnya tromboemboli,antara lain infark miokard, penyakit jantung
rematik, serangan iskemia selintas, trombosis vena, emboli paru.
2. Kapan obat fibrinolitik agent digunakan
Fibrinolitik bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen
untuk membentuk plasmin, yang mendegradasi fibrin dan kemudian memecah trombus.
Manfaat obat trombolitik untuk pengobatan infark miokard telah diketahui dengan pasti.
Yang termasuk dalam golongan obat ini di antaranya streptokinase, urokinase, alteplase, dan
anistreplase.
3. Kapan obat obat asam traneksamat digunakan
Asam traneksamat merupakan golongan obat anti-fibrinolitik. Obat ini dapat digunakan
untuk menghentikan pendarahan pada sejumlah kondisi, misalnya pendarahan pascaoperasi,
mimisan, pendarahan akibat menstruasi berlebihan, dan pendarahan pada penderita angioedema turunan.
4. Kapan obat antiplatelet digunakan
Antiplatelet bekerja dengan cara mengurangi agregasi platelet, sehingga dapat
menghambat pembentukan trombus pada sirkulasi arteri, dimana antikoagulan kurang dapat
berperan. Asetosal 150-300 mg sebagai dosis tunggal diberikan segera setelah kejadian
iskemik dan kemudian diikuti dengan pemberian jangka panjang asetosal 75 mg sehari sekali
untuk mencegah serangan penyakit jantung selanjutnya.
5. Bentuk sediaan dan dosis
Antikoagulan

Bentuk sediaan antikoagulan pada umumnya digunakan secara oral. Salah satu contoh
obat antikoagulan dalam bentuk injeksi adalah heparin. Takaran penggunaan heparin
berbeda-beda bagi tiap penderita. Penentuan dosis ini tergantung kepada jenis kondisi
yang diderita. Tabel berikut ini menjelaskan dosis heparin yang umumnya diberikan
kepada pasien dewasa berdasarkan jenis penyakit.
Jenis Penanganan dan Penyakit

Dosis (units)
5.000

Frekuensi
dosis pertama
tiap 8-12
jamselama 7-

Pencegahan DVT dan embolisme paru-paru

5.000

10 hari

5.00010.000

dosis pertama

10.000Pengobatan DVT dan embolisme paru-paru

20.000

tiap 12 jam

5.000

dosis pertama

Pengobatan angina tidak stabil dan oklusi arteri

1.000-

perifer akut

2.000

tiap 1 jam
tiap 12
jamselama

Pencegahan trombus mural setelah serangan


jantung

setidaknya10
12,500

hari

1.0005.000

dosis pertama

1.000Hemodialisis dan hemofiltrasi

Antiplatelet

2.000

tiap 1 jam

Obat-0bat antiplatelet contohnya adalah golongan Cyclooxygenase inhibitors


Contoh: aspirin. Aspirin menghambat secara irreversible enzim Cox, sehingga
mengurangi platelet produksi TXA2 (thromboxane kuat vasoconstrictor yang rendah
berhubungan dengan putaranAMP). Dosis rendah aspirin untuk pencegahan pada
penyumbatan aliran darah ke otak atau pada penyakit pembuluh darah jantung. Dosis
tunggal 150 300 mg diberikan segera mungkin setelah terjadinya kerusakan sel.
Kemudian dilanjutkan dengan dosis penjagaan 75 mg sehari.
Fibrinolitik agent
Salah satu obat yang termasuk golongan fibrinolitik agent adalah streptokinase yang
diberikan secara ijeksi. dosis dewasa untuk infark miokard akutdianjurkan dosis total 1,5
juta IU secara infus selama1 jam.
Dosis Asam Traneksamat
Dosis yang direkomendasikan untuk pengobatan awal adalah 1000 mg yang dikonsumsi
sebanyak 3 dosis per hari, selama jangka waktu maksimal empat hari. Untuk kasus
menstruasi parah, dosis bisa ditingkatkan namun maksimum adalah 4000 mg per hari.