Anda di halaman 1dari 26

PRINSIP :

MEMBANDINGKAN DUA NILAI RATA- RATA

SYARAT :

  • 1. SIMPANGAN BAKU POPULASI () TIDAK DIKETAHUI (BILA DIKETAHUI DIPERGU-NAKAN UJI Z)

  • 2. SKALA PENGUKURAN RASIO/INTERVAL

  • 3. DATA BERDISTRIBUSI NORMAL

PENGGOLONGAN UJI T

UJI T

PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL

UJI T SATU SAMPEL

PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL

GOODNESS OF FIT

UJI T DUA SAMPEL

PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL
PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL

PAIRED T TEST

UJI T DUA SAMPEL BEBAS

PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL
PENGGOLONGAN UJI T UJI T UJI T SATU SAMPEL GOODNESS OF FIT UJI T DUA SAMPEL

VARIANSI

HOMOGEN

VARIANSI

HETEROGEN

Uji t satu sampel (Goodness of fit t test)

• Membandingkan nilai rata-rata sampel dengan nilai rata-rata populasi atau nilai standard tertentu

RUMUS : x -  0 t hitung = --------------- s/n
RUMUS :
x
-  0
t hitung = ---------------
s/n

di mana :

di mana : x = nilai rata-rata sampel  = nilai rata-rata populasi (sbg standard) s
  • x = nilai rata-rata sampel

0 = nilai rata-rata populasi (sbg standard)

s = simpangan baku sampel n = ukuran atau besar sampel

UJI DUA EKOR/SISI

H 0

:

= 0

H 1 :    0

H 0 ditolak bila :

t hitung

t hitung

< -

t (1-/2) ; (df=n-1)

> t (1-/2) ; (df=n-1)

atau

UJI SATU EKOR/SISI

a.

H 0

:

 

0

H 1 :

< 0

H 0

ditolak bila :

t hitung

< -

t (1-) ; (df=n-1)

a.

H 0

:

 

0

H 1 :

> 0

H 0

ditolak bila :

t hitung

>

t (1-) ; (df=n-1)

Contoh :

Masyarakat mengeluh bahwa kadar nikotin rokok merk XYZ diduga lebih tinggi dari kadar standard yang ditetapkan (20 mg/batang) . Untuk membuk- tikan keluhan masyarakat tersebut, diambil sampel random 10 batang rokok dari merk tersebut dan di- periksa kadar nikotinnya dengan hasil pemeriksa- an masing-masing batang rokok sebagai berikut (dalam mg/batang) : 22, 21, 19, 18, 21, 22, 22, 21, 22 dan 25.

Benarkah kadar nikotin rokok merk XYZ lebih tinggi dari standard yang ditetapkan ? (gunakan = 0,05).

Penyelesaian :

0 = 20

Penyelesaian :  = 20 x = 21,3 H :   20 s = 1,89

x = 21,3

H 0

:

20

s = 1,89

H 1

:

> 20

21,3 – 20 t hitung = ----------------

1,89/10

= 2,175

= 0,05

df = 10-1 = 9

t tabel = t 0,95 ; 9 = 1,83

karena

t hitung >

t tabel ,

maka H 0 ditolak

Kesimpulan : KADAR NIKOTIN ROKOK MERK XYZ LEBIH TINGGI DARI STANDARD

UJI T DUA SAMPEL

DIBEDAKAN :

  • 1. UJI T DUA SAMPEL YANG BERHUBUNGAN = BEFORE – AFTER T TEST (SEBELUM - SESUDAH) = PAIRED T TEST (BERPASANGAN)

RUMUS :

d

t hitung = -----------

s/n

d = rata-rata selisih nilai 1 dan 2 (pre dan post) s = simpangan baku selisih (beda) nilai

n d i 2 – (d i ) 2 s = ---------------------- n . (n-1)

n = ukuran atau besar sampel

Contoh :

Kepada 10 orang wanita hamil dengan usia kehamilan yang sama diberikan latihan senam hamil. Tekanan darah sistolik sebelum dan segera setelah senam diukur dan dibanding- kan apakah ada perbedaan. Jika hasil pemeriksaan tekanan darah ke-10 wanita tersebut seperti di bawah ini, apakah ada perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah senam ? (gunakan = 0,05).

subyek

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

sebelum

128

130

133

127

124

134

139

128

132

131

sesudah

131

129

132

130

126

129

133

130

128

130

d

i

-3

1

1

-3

-2

5

6

-2

4

1

8

d

i 2

9

1

1

9

4

25

36

4

16

1

106

H 0

:

1

=

2

H

1

:

1   2

d i

8

d = ---------- =

----- = 0,8

n

10

10 . 106 - 64 s = ------------------- = 3,326 10 . 9

0,8

t hitung = -------------- = 0,76

3,326/10

t tabel = t 0,975 (9) = 2,26 Karena t hitung < t tabel ,

maka H 0 diterima

Kesimpulan : TIDAK ADA PERBEDAAN TEKANAN DARAH SISTOLIK SEBELUM DAN SESUDAH SENAM

  • 2. UJI T DUA SAMPEL BEBAS

Dibagi 2 menurut homogenitas variansi kedua sampel Uji F (H 0 : Variansi homogen)

s 1 2

F hitung = ------- s 2

2

,

di mana

s 1 2

>

s 2 2

Jika F hitung < F (v1,v2)

H 0 diterima variansi homogen

2. UJI T DUA SAMPEL BEBAS • Dibagi 2 menurut homogenitas variansi kedua sampel  Uji

v 1 =n 1 -1

2. UJI T DUA SAMPEL BEBAS • Dibagi 2 menurut homogenitas variansi kedua sampel  Uji

v 2 =n 2 -1

BILA VARIANSI KEDUA SAMPEL HOMOGEN

BILA VARIANSI KEDUA SAMPEL HOMOGEN x - x t = ---------------------------- s .  (1/n +

x 1 - x 2 t hitung = ---------------------------- s .(1/n 1 + 1/n 2 )

(n 1 -1) s 1 2

+ (n 2 -1) s 2 2

s = -------------------------------

n 1

+ n 2

- 2

  • x 1

s

1

  • x 2

s

2

s

= nilai rata-rata sampel 1 = varian sampel 1

BILA VARIANSI KEDUA SAMPEL HOMOGEN x - x t = ---------------------------- s .  (1/n +

= nilai rata-rata sampel 2 = varian sampel 2 = simpangan baku gabungan kedua sampel

H 0

diterima bila :

- t (1-/2) ; (df=n1+ n2-2)

<

t hitung <

t (1-/2) ; (df=n1+ n2-2)

CONTOH :

Dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian (suplementasi) Fe terhadap kadar hemoglobin (Hb) pekerja suatu pabrik. Diambil 2 kelompok pekerja masing-masing 10 orang, di mana kadar Hb sebelum suplementasi Fe tidak berbeda nyata. Fe diberikan hanya kepada kelompok II. Satu bulan setelah suplementasi Fe, kadar Hb kedua kelompok diperiksa dengan hasil seperti tabel di bawah ini.

Subyek

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

klp I

12,2

11,3

14,7

11,4

11,3

12,7

11,2

12,1

13,3 10,8

klp II

13,0

13,4

16,0

13,6

14,0

13,8

13,5

13,8 15,5

13,2

Dengan = 0,05 apakah kelompok yang mendapat suplementasi Fe (klp II) mempunyai kadar Hb yang lebih tinggi ?

PENYELESAIAN :

Kelompok I :

PENYELESAIAN : Kelompok I : x = 12,10 s = 1,19 s 2 = 1,42 n

x 1

= 12,10

s 1 = 1,19 s 1 2 = 1,42

n 1

= 10

Kelompok II :

x 2 s 2
x
2
s
2

= 13,98

= 0,98

s 2 2 = 0,97

n 2

= 10

1,42

F hitung = ------- = 1,46

0,97

F tabel = F 0,05 (9 , 9) = 3,18 Karena F hitung < F tabel

variansi homogen

(10-1) 1,42 + (10-1) 0,97 s = ----------------------------------- = 1,195

10

+ 10

- 2

13,98 - 12,10 t hitung = --------------------------- = 3,52 1,195 .(1/10 + 1/10)

t tabel = t 0,950 (18) = 1,734

Karena

t hitung > t tabel

H 0 ditolak

BILA KEDUA SAMPEL BERASAL DARI POPULASI DENGAN VARIANSI YANG HETEROGEN

BILA KEDUA SAMPEL BERASAL DARI POPULASI DENGAN VARIANSI YANG HETEROGEN x - x t = -------------------------

x 1 - x 2 t hitung = ------------------------- (s 1 2 /n 1 + s 2 2 /n 2 )

H 0 diterima bila :

s 1 2 . t 1 / n 1 + s 2 2 . t 2 / n 2

  • - ------------------------------- s 1 2 /n 1 + s 2 2 /n 2

s 1 2 . t 1 / n 1 + s 2 2 . t 2 / n 2

< t hitung < -------------------------------- s 1 2 /n 1 + s 2 2 /n 2

Uji dua ekor/sisi :

t 1 = t

(1-/2) ; (n1-1)

Uji satu ekor/sisi :

t 1 = t

(1- ) ; (n1-1)

t 2 = t

(1-/2) ; (n2-1)

t 2 = t

(1- ) ; (n2-1)

Contoh :

15 orang murid SD swasta kelas 6 dan 11 orang murid SD negeri kelas 6 ditimbang berat badannya. Hasil penimbangan seperti di bawah. Dengan = 0,05 apakah ada perbedaan berat badan murid kelas 6 kedua SD ?

Murid SD swastaMurid SD negeri

35,3 35,9 37,232,5

34,0

34,3

33,0

31,9

33,732,8

35,0

34,6

36,0

35,0

33,334,6

33,5

32,9

33,6 37,0 35,633,8 33,6

32,0 33,7 35,7

PENYELESAIAN :

PENYELESAIAN : SD swasta : x s = 34,59 = 1,69 s 2 = 2,86 n

SD swasta :

x 1

s 1

= 34,59

= 1,69

s 1 2 = 2,86

n 1

= 15

2,86

F hitung = -------

0,66

=

4,33

SD negeri :

x 2

= 33,78

s 2

= 0,81

s 2 2 = 0,66

n 2

= 11

F tabel = F 0,05 (14 , 10) = 2,86

Karena F hitung > F tabel

variansi heterogen

34,59 - 33,78 t hitung = --------------------------- = 1,62 (2,86/15 + 0,66/11)

t 0,975 (14)

= 2,14 t 0,975 (10) = 2,23

2,86/15 . 2,14 + 0,66/11 . 2,23 t` = ------------------------------------------ = 2,16 2,86/15 + 0,66/11

Karena

- t` < t hitung < t` , maka H 0

diterima