Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM PETROLOGI

ACARA

: BATUAN BEKU I

NAMA

: NIA KARDINA.K

STB

: 09320120058

HARI/TGL : SENIN/30-09-2013
No. Urut

: 01

No. Peraga

: 08

Warna Segar

: ABU-ABU KEUNGUAN

Warna Lapuk

: COKLAT KEMERAHAN

Jenis Batuan

: BATUAN BEKU ASAM

Tekstur
Kristanilitas

: HIPOKRISTALIN

Granularitas

: PORFIRI AFANITIK

Fabrik
Bentuk

: SUBHEDRAL

Relasi

: INEQUIGRANULAR

Komposisi

Presentase
Nama

Warna

Bentuk

Mineral
Mineral Utama

PLAGIOKLAS

Putih Tulang

Granular

(%)
70 %

Mineral Pelengkap

BIOTIT

Hitam

Membundar

25 %

Mineral Tambahan

KUARSA

Prismatik

5%

Puitih
Bening

Struktur

: MASSIVE

Nama

: PORFIRO FONOLIT (TRAVIS, 1955)

Keterangan

Batuan ini merupakan batuan beku asam, memiliki


warna segar abu-abu keunguan sedangkan warna lapuknya
coklat

kemerahan

mempunyai

tekstrur

kristanilitas

Hipokristalin dan Granularitas porfiro afanitik bentuknya


subhedral dengan relasi inequigranular.
KUARSA
Mineral tambahan penyusun batuan ini adalah
kuarsa dengan presentase mineralnya 5 %, berwarna putih
dan memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan tidak
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa
memiliki kekerasan 7 skala mosh, berat jenisnya yaitu 2,65
dan tenacitynya yaitu britle. kuarsa terbentuk melalui proses
pembekuan magma asam dan proses hydrotermhal pada
suhu 573 C, mineral ini berasosiasi dengan plagioklas,
biotit, piroksin, orthoklas, dan hornblende. Terdapat pada
batuan granit, riolit, dan granodiorit.
PLAGIOKLAS
Mineral utama penyusun batuan ini
adalah plagioklas dengan presentase mineralnya 70 %,
berwarna hitam dan memiliki cerat putih serta kilap kaca
dan belahan tidak sempurna dengan pecahan tidak rata,
mineral kuarsa memiliki kekerasan 6-6,5 (kikir baja), berat

jenisnya yaitu 2,6 dan tenacitynya yaitu britle. plagioklas


terbentuk pada suhu antara 600-500 C.

BIOTIT
Mineral pelengkap pada batuan ini adalah biotit
dengan presentase mineralnya 25%,berwarna hitam dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan sempurna
dengan pecahan tidak rata, mineral biotit memiliki kekerasan
2,5-3(kku

manusia),

berat

jenisnya

yaitu

2,68

dan

tenacitynya yaitu britle. biotit terbentuk dari proses


pembekuan magma pada temperature 600-700 C, biotit
terdapat pada batuan beku granit dan gabro. Biotit
berasosiasi dengan amphibol dan feldspar. Berdasarkan
genesa atau tempat terbentuknya Batuan Porfiro Riolit
tergolong dalam batuan beku ekstrusif, dimana kelompok
batuan beku ekstrusif terdiri dari semua material yang
dikeluarkan di permukaan bumi baik di daratan maupun di
laut, dimana material ini mengalami pendinginan yang
sangat cepat sehingga menghasilkan batuan dengan KristalKristal yang hampir sempurna, batuan ini terbentuk pada
suhu 1000-275 C, batuan ini berasosiasi dengan Monzinite,
Lakolite, Gabro, adapun kegunaan dari batuan ini yaitu
sebagai bahan bangunan dan batu hiasan.

Referensi

: Asisten korps, 2010. Penuntun Praktikum Petrologi,


Universitas Muslim Indonesia : Makassar
Graha Ir. Doddy Setia. 1987 batuan dan Mineral. Nova :
Bandung.
Noor Djauhari. 2011 Gelogi Untuk Perencanaan. Graha
Ilmu : Bogor
Http//www:%201/Belajar%20Nge- Blog%20Geologi%20
%20Plagioklas.htm

ASISTEN

(MUH. IDRIS JURADI)

PRAKTIKAN

( NIA KARDINA.K )

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

: BATUAN BEKU I

HARI/TGL : SENIN/30-09-2013

NAMA

: NIA KARDINA.K

STB

: 09320120058

No. Urut

: 03

No. Peraga

: AR-104

Warna Segar

: PUTIH KEABU-ABU

Warna Lapuk

: KUNING KECOKLAT

Jenis Batuan

: BATUAN BEKU INTERMEDIT

Tekstur
Kristanilitas

: HIPOKRISTALIN

Granularitas

: PORFIRO AFANITIK

Fabrik
Bentuk

: SUBHEDRAL

Relasi

: INEQUIGRANULAR

Komposisi

Presentase
Nama

Warna

Bentuk

Mineral
Mineral Utama

BIOTIT

Hitam

Membundar

(%)
70 %

Mineral Pelengkap

AMPHIBOL

Hitam

Memanjang

23 %

KUARSA,

Putih Bening,

Prismatik,

PLAGIOKLAS

Putih Tulang

Granular

Mineral Tambahan

7%

Struktur

: MASSIVE

Nama

: PORFIRO LATIT (TRAVIS, 1955)

Keterangan

Batuan ini merupakan batuan beku Intermedite


memiliki warna segar putih keabu-abu sedangkan warna
lapuknya kuning kecoklat, mempunyai tekstur kristanilitas
Hipokristalin

dan

granularitasnya

Porfiro

Afanitik,

bentuknya subhedral dengan relasi Inequigranular.


BIOTIT
Mineral utama penyusun batuan ini adalah Biotit
dengan presentase mineralnya 70 %, berwarna hitam dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan sempurna
dengan pecahan tidak rata, mineral biotit memiliki kekerasan
2,5-3(kku

manusia),

berat

jenisnya

yaitu

2,68

dan

tenacitynya yaitu britle. Biotit terbentuk dari proses


pembekuan magma pada temperature 600-700 C, Biotit
terdapat pada batuan beku granit, andesit dan gabro. Biotit
berasosiasi dengan amphibol dan feldspar.
AMPHIBOL
Mineral pelengkap dari batuan ini adalah amphibol
dengan presentase mineralnya 23 %, berwarna hitam dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan sempurna
dengan pecahan tidak rata, mineral biotit memiliki kekerasan
5-6(pecan kaca), berat jenisnya yaitu 3,4 dan tenacitynya
yaitu britle. amphibol terbentuk dari proses pembekuan
magma pada temperature 700-800 C, mineral ini banyak

mengandung unsure logam seperti Mg dan Fe, Mineral ini


biasa terdapat pada batuan korok atau gang seperti Diorit,
granodiorit,

diorit porfiri

dan andesit,

mineral

ini

berasosiasi dengan biotit, piroksin, plagioklas dan ortoklas.


KUARSA
Mineral tamabahan dari batuan ini adalah kuarsa
dengan presentase mineralnya 7 %,berwarna putih dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan tidak
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa
memiliki kekerasan 7 skala mosh, berat jenisnya yaitu 2,65
dan tenacitynya yaitu britle. kuarsa terbentuk pada suhu
suhu 573 C. Proses pembentukan PORFIRO ANDESIT
terjadi dari pengkristalan magma dimana proses ini
berlangsung lambat sehingga menghasilkan mineral dengan
bentuk subhedaral, kemudian terbentuk mineral biotit
dengan suhu antara 800-600C setelah itu kuarsa dengan
suhu 350-275 C, magma terus naik keatas dimana suhu
semakin berkurang atau relative sangat kecil sehingga
terbentuk massa dasar yang afanitik, PORFIRO ANDESIT
berasosiasi dengan limburgite, peridotit dan tefrit. Batuan ini
digunakan sebagai bahan bangunan, koleksi perhiasan,
aksesoris dan dalam pengamatan mikroskopik mineral dalam
ilmu geologi.

Referensi

: Asisten korps, 2010. Penuntun Praktikum Petrologi,


Universitas Muslim Indonesia : Makassar
Graha Ir. Doddy Setia. 1987 batuan dan Mineral. Nova :
Bandung.
Noor Djauhari. 2011 Gelogi Untuk Perencanaan. Graha
Ilmu : Bogor
Http//www:%201/Belajar%20Nge- Blog%20Geologi%20
%20Plagioklas.htm

ASISTEN

(MUH. IDRIS JURADI)

PRAKTIKAN

( NIA KARDINA.K )

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

: BATUAN BEKU I

NAMA

: NIA KARDINA.K

STB

: 09320120058

HARI/TGL : SENIN/30-09-2013
No. Urut

: 02

No. Peraga

: 01

Warna Segar

: ABU-ABU

Warna Lapuk

: COKLAT

Jenis Batuan

: BATUAN BEKU ASAM

Tekstur
Kristanilitas

: HOLOKRISTALIN

Granularitas

: FENERO FORFIRITIK

Fabrik
Bentuk

: SUBHEDRAL

Relasi

: INEQUIGRANULAR

Komposisi

Presentase
Nama

Warna

Bentuk

Mineral
Mineral Utama

BIOTIT

Hitam
Putih

Membundar

(%)
65 %

Mineral Pelengkap

KUARSA

Prismatik

27 %

Glanural

8%

Bening
Putih
Mineral Tambahan

PLAGIOKLAS
Tulang

Struktur

: MASSIVE

Nama

: GRANIT (TRAVIS, 1955)

Keterangan

Granit memiliki warna segar abu-abu sedangkan


warna lapuknya coklat, tekstur batuan ini yaitu holokristalin
dan granularitasnya feneritik, memiliki bentuk subhedral,
relasi inequgranular dan struktur batuanya massive.
KUARSA
Mineral utama penyusun batuan ini adalah kuarsa
dengan presentase mineralnya 27 %,berwarna putih dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan tidak
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa
memiliki kekerasan 7 skala mosh, berat jenisnya yaitu 2,65
dan tenacitynya yaitu britle. kuarsa terbentuk melalui
proses pembekuan magma asam dan proses hydrotermhal
pada suhu 573 C, mineral ini berasosiasi dengan
plagioklas, biotit, piroksin, orthoklas, dan hornblende.
Terdapat pada batuan granit, riolit, dan granodiorit.
BIOTIT
Mineral pelengkap penyusun batuan ini adalah
Biotit dengan presentase mineralnya 65 %, berwarna hitam
dan memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral biotit
memiliki kekerasan 2,5-3(kku manusia), berat jenisnya
yaitu 2,68 dan tenacitynya yaitu britle. Biotit terbentuk dari
proses pembekuan magma pada temperature 600-700 C,

Biotit terdapat pada batuan beku granit, andesit dan gabro.


Biotit berasosiasi dengan amphibol dan feldspar.
PLAGIOKLAS
Mineral tambahan batuan ini adalah plagioklas
dengan presentase mineralnya 8 %, berwarna hitam dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan tidak
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa
memiliki kekerasan 6-6,5 (kikir baja), berat jenisnya yaitu
2,6 dan tenacitynya yaitu britle. plagioklas terbentuk pada
suhu antara 600-500 C. Batuan ini adalah batuan beku
asam yang terjadi dari hasil pembekuan magma, pada
kedalaman tertentu batuan ini terbentuk bersama mineral
mineral penyusun melalui proses pendinginan yang begitu
cepat, Granit berasosiasi dengan Gabro, Diorit, dan
Monzonit,keterdapatan batuan ini yaitu pada batuan ekstrusi
.terbentuk pada suhu 600-1500 C, batuan ini dapat
ditemukan di daerah pinggiran sungai dan daerah
perbukitan, adapun penggunaan batuan ini sebagai bahan
bangunan dan sebagai batu hias.

Referensi

: Asisten korps, 2010. Penuntun Praktikum Petrologi,


Universitas Muslim Indonesia : Makassar
Graha Ir. Doddy Setia. 1987 batuan dan Mineral. Nova :
Bandung.
Noor Djauhari. 2011 Gelogi Untuk Perencanaan. Graha
Ilmu : Bogor
Http//www:%201/Belajar%20Nge- Blog%20Geologi%20
%20Plagioklas.htm

ASISTEN

PRAKTIKAN

( MUH. IDRIS JURADI )

( NIA KARDINA.K )

PRAKTIKUM PETROLOGI
ACARA

: BATUAN BEKU I

HARI/TGL : SENIN/30-09-2013

NAMA

: NIA KARDINA.K

STB

: 09320120058

No. Urut

: 04

No. Peraga

: 18

Warna Segar

: ABU-ABU KECOKLATAN

Warna Lapuk

: KUNING KECOKLAT

Jenis Batuan

: BATUAN BEKU INTERMEDIT

Tekstur
Kristanilitas

: HIPOKRISTALIN

Granularitas

: PORFIRI AFANITIK

Fabrik
Bentuk

: ANHEDRAL

Relasi

: INEQUIGRANULAR

Komposisi

Presentase
Nama

Warna

Bentuk

AMPHIBOL
BIOTIT,

Hitam
Hitam,

Memanjang
Membundar,

KUARSA
PLAGIOKLAS

Putih Bening
Putih tulang

Prismatik
Granular

Mineral
Mineral Utama
Mineral Pelengkap
Mineral Tambahan

(%)
70 %
20 %

Struktur

: MASSIVE

Nama

: PORFIRI DASIT (TRAVIS, 1955)

Keterangan

10 %

Batuan ini merupakan batuan beku asam, memiliki


warna segar abu-abu kecoklatan sedangkan warna lapuknya

kuning kecoklat, memiliki tekstur kristanilitas hipokristalin,


granularitasnya inequigranular. Mineral utama penyusun
batuan ini adalah
AMPHIBOL
amphibol dengan presentase mineralnya 70 %,
amphibol terbentuk dari proses pembekuan magma pada
temperature 700-800 C, mineral ini banyak mengandung
unsure logam seperti Mg dan Fe, Mineral ini biasa terdapat
pada batuan korok atau gang seperti Diorit, granodiorit,
diorit porfiri dan andesit, mineral ini berasosiasi dengan
biotit, piroksin, plagioklas dan ortoklas.
BIOTIT
Mineral pelengkap batuan ini adalah Biotit dengan
presentase mineralnya 10 %, Biotit terbentuk dari proses
pembekuan magma pada temperature 600-700 C, Biotit
terdapat pada batuan beku granit, andesit dan gabro. Biotit
berasosiasi

dengan

amphibol

dan

feldspar.

Mineral

pelengkap dari batuan ini adalah amphibol dengan


presentase mineralnya 25 %, amphibol terbentuk dari proses
pembekuan magma pada temperature 700-800 C, mineral
ini banyak mengandung unsure logam seperti Mg dan Fe,
Mineral ini biasa terdapat pada batuan korok atau gang
seperti Diorit, granodiorit, diorit porfiri dan andesit,

mineral ini berasosiasi dengan biotit, piroksin, plagioklas


dan ortoklas.
KUARSA
Mineral tamabahan dari batuan ini adalah kuarsa
dengan presentase mineralnya 10 %, berwarna putih dan
memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan tidak
sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa
memiliki kekerasan 7 skala mosh, berat jenisnya yaitu 2,65
dan tenacitynya yaitu britle. kuarsa terbentuk pada suhu
suhu 573 C. Genesa atau terbentuknya tergolong dalam
batuan

beku

intrusif/batuan

beku

plutonik,

proses

pembentukannya berasal dari cairan magma homogeny


dalam fraksi-fraksi dengan komposisi yang berbeda-beda
akibat pengaruh migrasi ion-ion didalam magma. Batuan ini
terbentuk pada suhu 800-275 C, batuan ini berasosiasi
dengan gabro, diorite, dan monzonite, adapun kegunaan
batuan ini adalah sebagai bahan bangunan dan juga batu
hiasan.
PLAGIOKLAS
Mineral pelengkap penyusun batuan ini adalah
plagioklas dengan presentase mineralnya 10 %, berwarna
hitam dan memiliki cerat putih serta kilap kaca dan belahan
tidak sempurna dengan pecahan tidak rata, mineral kuarsa

memiliki kekerasan 6-6,5 (kikir baja), berat jenisnya yaitu


2,6 dan tenacitynya yaitu britle. plagioklas terbentuk pada
suhu antara 600-500 C.

Referensi

: Asisten korps, 2010. Penuntun Praktikum Petrologi,


Universitas Muslim Indonesia : Makassar
Graha Ir. Doddy Setia. 1987 batuan dan Mineral. Nova :
Bandung.
Noor Djauhari. 2011 Gelogi Untuk Perencanaan. Graha
Ilmu : Bogor
Http//www:%201/Belajar%20Nge- Blog%20Geologi%20
%20Plagioklas.htm

ASISTEN

(MUH. IDRIS JURADI)

PRAKTIKAN

( NIA KARDINA.K )