Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan

: Luka Bakar

Sub pokok bahasan

: Infeksi pada Luka Bakar

Sasaran

: Pasien Luka Bakar

Hari/tanggal

: Senin, 6 Juli 2015

Tempat

: Rumah Bapak T

Pukul

: 10.00 WIB

A. Latar Belakang
Luka bakar merupakan salah satu jenis luka yang paling sering
dialami oleh tiap orang terutama anak-anak. Menjadi penyebab
kematian kedua terbesar pada anak-anak setelah kecelakan. Derajatnya
berbeda-beda, dari luka bakar yang paling ringan yaitu akibat sengatan
matahari hingga yang terberat dapat menyebabkan kematian. Luka
bakar yaitu luka yang disebabkan oleh suhu tinggi, dapat disebabkan
banyak faktor diantaranya faktor fisik seperti api dan air panas, faktor
listrik seperti kabel listrik yang terbuka dan petir hingga faktor bahan
kimiawi seperti asam atau basa kuat.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruktusional Umum
- Memberikan penyuluhan tentang Luka Bakar.
- Pada akhir penyuluhan diharapkan Bapak T dan keluarga dapat
mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan
pertama terhadap luka bakar.
2. Tujuan Instruktusional Khusus
Memberikan penjelasan tentang infeksi pada Luka Bakar.
C. Materi

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengertian luka bakar.


Proses infeksi pada luka bakar.
Penanggulangan infeksi luka bakar.
Pencegahan infeksi luka bakar.
Penanganan Luka Bakar Ringan.
Pertolongan Pertama pada Luka Bakar.

D. Media
Leaflet.
E. Metode Penyuluhan
1. Ceramah.
2. Tanya Jawab.
F. Pengorganisasian
1. Moderator : Nurul Fitria.
2. Penyaji
: Nurul Fitria.
G. Rincian Tugas
1. Moderator : Memimpin jalannya penyuluhan.
2. Penyaji
: Memberikan penjelasan tentang materi yang akan
disampaikan.

H. Kegiatan Penyuluhan
No

Waktu

10 Menit

Kegiatan Penyuluhan
Pembukaan.
Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
Memprkenalkan diri.
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.
Menyebutkan materi yang akan diberikan.

40 Menit

Pelaksanaan Penyampaian Materi :


a.
b.
c.
d.

10 menit

Pengertian luka bakar.


Proses infeksi pada luka bakar.
Penanggulangan infeksi luka bakar.
Pencegahan infeksi luka bakar.

Mengajukan pertanyaan tentang materi pembelajaran :


a. Kesimpulan dari pembelajaran.
b. Salam penutup.
Menjawab, Mendengarkan dan Memperhatikan.

I. Evaluasi Lisan
Mampu memahami tanda-tanda infeksi pada luka bakar.

J. Materi Penyuluhan
1. Pengertian Luka Bakar
Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan
jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api,
air panas, bahan kimia, listrik dan radiasi. Luka bakar merupakan
suatu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Biaya
yang dibutuhkan untuk penanganannya pun tinggi.
2. Proses terjadinya Infeksi pada Luka Bakar
a. Kerusakan Jaringan
Pembuluh kapiler yang terkena suhu tinggi rusak dan sel
darah yang ada di dalamnya ikut rusak sehingga dapat terjadi
anemia. Luka bakar menyebabkan rupturnya sel atau nekrosis
sel. Sel yang di perifer masih dapat hidup tapi sebagian ada

yang rusak. Akibat rusaknya mikrosirkulasi perifer lapisan


kolagen akan berubah bentuk dan rusak.
b. Inflamasi (Peradangan)
Reakasi infalamasi yang paling awal terlihat adalah
erythema yang disebabkan karena respon neurovaskular
mengakbibatkan vasodilatasi pembuluh darah. Makin berat
kerusakan jaringannya maka respon inflamasi yang muncul
akan makin lama bertahan.
c. Infeksi
Luka bakar merupakan

media

yang

baik

untuk

pertumbuhan mikroorganisme, biasanya akan menyebabkan


infeksi dalam 24-48 jam. Dalam kondisi yang lebih berat akan
muncul bakteriemi atau septikemi yang kemudian akan tejadi
penyebaran infeksi ke tempat yang lain. Bakteriemi merupakan
penyebab kematian tersering pada luka bakar mulai dari 24 jam
pertama sampai pada luka bakar yang sudah sembuh.
3. Penanggulangan Infeksi pada Luka Bakar
Setelah keadaan umum membaik dan telah dilakukan
resusitasi cairan dilakukan perawatan luka. Perawatan tergantung
pada karakteristik dan ukuran dari luka. Tujuan dari semua
perawatan luka bakar agar luka segera sembuh dan rasa sakit yang
berkurang.
Setelah luka dibersihkan dan di debridement lalu luka
ditutup. Penutupan luka ini memiliki beberapa fungsi diantaranya ;
a. Pertama, dengan penutupan luka akan melindungi luka dari
kerusakan epitel dan meminimalkan timbulnya koloni bakteri
atau jamur.
b. Kedua, luka harus benar-benar tertutup untuk mencegah
evaporasi pasien tidak hipotermi.
c. Ketiga, penutupan luka diusahakan semaksimal mungkin agar
pasien merasa nyaman dan meminimalkan timbulnya rasa sakit.
4. Pencegahan Infeksi pada Luka Bakar
a. Hentikan kontak dengan sumber panas untuk mencegah
terjadinya kerusakan jaringan yang lebih parah.

b. Bila terkena api, jangan berlari karena tindakan ini justru akan
memperbesar nyala apinya, lebih baik berguling-guling. Siram
dengan air atau selimuti dengan selimut basah.
c. Bila terkena zat kimia, harus segera dicuci dengan air
sebanyak-banyaknya. Lebih baik lagi mencucinya di bawah
kran air yang mengalir.
d. Bila terkena aliran listrik, putuskan aliran listrik tersebut
selekas mungkin dengan menarik steker dari kontaknya atau
melepaskan sekering.
e. Lalu lepaskan penderita dari barang yang mengandung aliran
listrik dengan menggunakan benda yang tidak menghantarkan
aliran listrik, misalnya sepotong dahan kering atau papan.
Penolong pun harus terisolasi, misalnya dengan berdiri di atas
papan kering, tumpukan koran atau pakaian kering.
f. Apapun penyebab luka bakar, turunkan suhu luka bakar dengan
air mengalir atau kompres air dingin (bukan dengan air es atau
es batu) selama 10-20 menit.
g. Bila korban berada di dalam ruang tertutup, segera dibawa ke
ruang terbuka atau yang memiliki ventilasi yang baik.
5. Penanganan Luka Bakar Ringan
a. Guyur luka bakar tersebut dengan air mengalir yang
bersih atau rendam luka tersebut dalam air bersih atau kompres
dingin (jangan gunakan air es atau es batu) sekitar 10-20 menit
untuk mengurangi panas atau suhu pada luka dan membantu
mengurangi nyeri.
b. Jika terdapat lepuhan, jangan dipecah. Jika lepuhan besar dan
mengganggu, maka segera ke dokter.
c. Oleskan obat luka bakar pada luka dan tutup dengan kasa steril.
d. Jika perlu, minum obat penghilang rasa nyeri atau periksa ke
dokter.
e. Cegah jangan sampai terjadi infeksi pada luka. Jika terjadi
infeksi yang ditandai dengan adanya nanah pada luka atau
terjadi demam, segera ke dokter.
f. Jika luka bakarnya luas segera lepaskan baju dan asesoris yang
melekat pada badan tetapi jangan melepas/menarik baju yang
melekat pada luka bakar karena dapat memperparah kerusakan

jaringan. Selimuti dengan selimut bersih dan segera bawa ke


rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
g. Untuk luka bakar akibat cairan kimia atau tersengat aliran
listrik, luka bakar yang mencederai saluran napas, luka bakar
pada bayi, pada wajah, mata, genitalia, atau daerah persendian,
segera bawa ke rumah sakit terdekat secepatnya.

Catatan:
Jangan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, atau minyak
tanah pada luka bakar karena dapat menyebabkan infeksi yang
membuat luka bisa semakin parah dan menghambat penyembuhan
luka serta menimbulkan bekas luka.

6. Pertolongan Pertama pada Luka Bakar


Secara sistematik dapat dilakukan 6c diantaranya:
1) Clothing
Singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar. Bahan
pakaian yang menempel dan tak dapat dilepaskan maka
dibiarkan untuk sampai pada fase cleaning.
2) Cooling
a. Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan
menggunakan air mengalir selama 20 menit, hindari
hipotermia (penurunan suhu di bawah normal, terutama
pada anak dan orang tua). Cara ini efektif samapai dengan 3
jam setelah kejadian luka bakar.
b. Kompres dengan air dingin (air sering diganti agar efektif
tetap

memberikan

rasa

dingin)

sebagai

analgesik

(penghilang rasa nyeri) untuk luka yang terlokalisasi.


c. Jangan pergunakan es karena es menyebabkan pembuluh
darah mengkerut (vasokonstriksi) sehingga justru akan
memperberat derajat luka dan risiko hipotermia.
d. Untuk luka bakar karena zat kimia dan luka bakar di daerah
mata, siram dengan air mengalir yang banyak selama 15
menit atau lebih. Bila penyebab luka bakar berupa bubuk,

maka singkirkan terlebih dahulu dari kulit baru disiram air


yang mengalir.
Untuk pertolongan pertama dapat dilakukan langkah
clothing dan cooling. Selanjutnya dilakukan pada fasilitas
kesehatan.
3) Cleaning
Pembersihan

dilakukan

dengan

zat

anastesi

untuk

mengurangi rasa sakit. Dengan membuang jaringan yang sudah


mati, proses penyembuhan akan lebih cepat dan risiko infeksi
berkurang.
4) Chemoprophylaxis
Pemberian anti tetanus dapat diberikan pada luka yang
lebih dalam dari superficial partial-thickness. Pemberian krim
silver sulvadiazin untuk penanganan infeksi dapat diberikan
kecuali pada luka bakar superfisial. Tidak boleh diberikan pada
wajah, riwayat alergi sulfa, perempuan hamil, bayi baru lahir,
ibu menyususi dengan bayi kurang dari 2 bulan.
5) Covering
Penutupan luka bakar dengan kassa. Dilakukan sesuai
dengan derajat luka bakar. Luka bakar superfisial tidak perlu
ditutup dengan kasa atau bahan lainnya. Pembalutan luka (yang
dilakukan setelah pendinginan) bertujuan untuk mengurangi
pengeluaran panas yang terjadi akibat hilangnya lapisan kulit
akibat luka bakar. Jangan berikan mentega, minyak, oli atau
larutan lainnya, menghambat penyembuhan dan meningkatkan
risiko infeksi.
6) Comforting
Dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri. Dapat
diberikan penghilang nyeri berupa Paracetamol dan codein
(PO-per oral)- 20-30mg/kg Morphine (IV-intra vena) 0,1mg/kg
diberikan

dengan

dosis

titrasi

bolus

Morphine

(I.M-

intramuskular) 0,2mg/kg. Selanjutnya pertolongan diarahkan


untuk mengawasi tanda-tanda bahaya seperti :
a. Airway and breathing

Perhatikan adanya stridor (mengorok), suara serak,


dahak berwana jelaga (black sputum), gagal napas, bulu
hidung yang terbakar, bengkak pada wajah. Luka bakar
pada daerah orofaring dan leher membutuhkan tatalaksana
intubasi (pemasangan pipa saluran napas ke dalam
trakea/batang tenggorok) untuk menjaga jalan napas yang
adekuat/tetap terbuka. Intubasi dilakukan di fasilitas
kesehatan yang lengkap.
b. Circulation
Penilaian terhadap keadaan cairan harus dilakukan.
Pastikan luas luka bakar untuk perhitungan pemberian
cairan.

Pemberian

cairan

intravena

(melalui

infus)

diberikan bila luas luka bakar >10%. Bila kurang dari itu
dapat diberikan cairan melalui mulut. Cairan merupakan
komponen penting karena pada luka bakar terjadi
kehilangan cairan baik melalui penguapan karena kulit
yang

berfungsi

mekanisme

sebagai

dimana

proteksi

terjadi

sudah

perembesan

rusak

dan

cairan

dari

pembuluh darah ke jaringan sekitar pembuluh darah yang


mengakibatkan timbulnya pembengkakan (edema). Bila hal
ini terjadi dalam jumlah yang banyak dan tidak tergantikan
maka volume cairan dalam pembuluh darah dapat
berkurang dan mengakibatkan kekurangan cairan yang
berat dan mengganggu fungsi organ-organ tubuh.
Cairan infus yang diberikan adalah cairan kristaloid
(ringer laktat, NaCl 0,9%/normal Saline). Kristaloid dengan
dekstrosa (gula) di dalamnya dipertimbangkan untuk
diberikan pada bayi dengan luka bakar. Jumlah cairan yang
diberikan berdasarkan formula dari Parkland : 3-4 cc x
berat badan (kg) x %TBSA + cairan rumatan (maintenance
per 24 jam). Cairan rumatan adalah 4cc/kgBB dalam 10 kg
pertama, 2cc/kgBB dalam 10 kg ke 2 (11-20kg) dan
1cc/kgBB untuk tiap kg diatas 20 kg. Cairan formula

parkland (3-4ccx kgBB x %TBSA) diberikan setengahnya


dalam 8 jam pertama dan setengah sisanya dalam 16 jam
berikutnya. Pengawasan kecukupan cairan dilihat dari
produksi urin yaitu 1cc/kgBB/jam.

K. Daftar Pustaka

Kuliah Ilmu Bedah FKG UNAIR oleh dr. Heru, SpB. Panduan
Kesehatan Keluarga Edisi 1996
http://rosyidi.com/penanganan-luka-bakar-yang-benar/
Tgl browse: 29 Agustus 2008
http://www.mailarchive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg01
582.html. Tgl browse: 29 Agustus 2008