Anda di halaman 1dari 30

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pemerintah berupaya meningkatkan
kualitas manusia Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka salah satu cara yang
ditempuh adalah peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri dengan jalan proses belajar
mengajar. Dalam hal ini guru mngajar dengan baik dan siswa belajar dengan sungguhsungguh dalam berbagai mata pelajaran. Dua di antaranya adalah mata pelajaran Matematika
dan PPKn.
Dalam belajar Matematika dan PPKn siswa diarahkan kepada konsep-konsep
Matematika dan PPKn yang akan mengantarkan siswa untuk berpikir secara matematis, sosial
yang jelas dan pasti berdasarkan aturan-aturan yang logis dan sistematis. Dengan demikian
belajar Matematika dan PPKn adalah bentuk belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran
dan terencana dalam pelaksanaannya dibutuhkan suatu proses aktif untuk memperoleh
pengalaman dan pengetahuan baru sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku pada diri
siswa.
Kegiatan tersebut di atas, merupakan salah satu indikator untuk mengukur
keberhasilan siswa dalam mencapai target kurikulum yang di dalamnya terdapat berbagai
materi pelajaran, sehinga kegiatan itu mendadapat prioritas utama dalam proses belajar
mengajar.
Penggunaan metode mengajar yang menoton dapat menyebabkan siswa kurang
berminat mempelajari Matematika dan PPKn, mengakibatkan prestasi belajar yang dicapai
siswa kurang optimal. Di samping itu juga, dapat berakibat kurangnya perhatian siswa untuk
belajar Matematika dan PPKn, yang disebabkan oleh guru menyajikan materi tidak bervariasi
dalam penggunaan metode. Akibat lain dari metode pembelajaran yang tidak bervariasi
tersebut adalah membuat siswa bersifat acuh tak acuh terhadap materi pembelajaran yang
diberikan, dan akibatnya siswa bersifat pasif dalam menerima pelajaran. Untuk itu, perlu ada
upaya guru untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif dan dapat menuntun siswa
bersifat aktif dan kreatif. Suasana belajar seperti ini, akan memberikan harapan bagi
tercapainya hasil belajar yang optimal, dalam arti tercapainya sejumlah kemampuan dan
keterampilan proses. Dengan demikian diharapkan pula siswa mampu memecahkan masalah
yang ada di lingkungan belajarnya.
Berdasarkan hasil observasi awal pada siswa kelas V untuk pelajaran Matematika dan
PPKn SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi, prestasi belajar

Matematika siswa masih tergolong rendah yang ditunjukkan dengan nilai ulangan harian
yang diberikan setelah proses pembelajaran berakhir.
Hasil yang diperoleh dari ulangan harian tersebut, ternyata dari 6 orang siswa yang
diberikan tes hanya 33,33% atau 2 orang siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi
dengan baik di atas atau sama dengan 60%, selain itu 66,67% atau 4 siswa mempunyai
penguasaan di bawah 60%.
Demikian juga prestasi belajar mata pelajaran PPKn masih rendah, yang ditunjukkan
dengan hasil ulangan harian yang diberikan setelah proses pembelajaran berakhir. Dari hasil
ulang tersebut 50% atau 3 orang siswa telah menguasai materi dengan baik (di atas atau sama
dengan 60%) dan 50% atau 3 siswa belum menguasai dengan baik materi yang diberikan
(penguasaannya kurang dari 60%). Hal ini menunjukkan bahwa untuk mata pelajaran
Matematika dan PPKn belum memenuhi standar ketuntasan belajar yang ditetapkan
(Indikator Kinerja).
Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, penulis sebagai
mahasiswa/peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.
Di samping untuk memperbaiki pembelajaran, pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini juga
ditujukan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional
(PDGK 4501) pada Program S1 PGSD-UT Kendari.
Laporan ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat ketika merancang kegiatan
perbaikan, serta selama pelaksanaan, observasi dan diskusi pelakasanaan perbaikan
pembelajaran yang dilakukan dalam 2 siklus PTK untuk mata pelajaran Matematika dan
PPKn, di kelas V SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.
Berkenaan dengan itu, laporan ini memuat pendahuluan, perencanaan dan pelaksanaan
perbaikan pembelajaran, temuan atau hasil yang diperoleh, serta kesimpulan dan saran tindak
lanjut.
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan
dalam laporan PKP ini adalah apakah dengan penggunaan metode mengajar yang bervariasi
(metode tanya jawab, diskusi dan penugasan) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
kelas V untuk pelajaran Matematika dan PPKn SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia
Timur Kabupaten Wakatobi.

B. Tujuan Perbaikan
Sehubungan dengan rumusan masalah di atas, tujuan perbaikan laporan PKP ini
adalah untuk mengetahui efektifitas metode mengajar dalam meningkatkan prestasi belajar
siswa kelas V untuk pelajaran Matematika dan PPKn SD Negeri Wawotimu Kecamatan
Tpmia Timur Kabupaten Wakatobi.
C.

Manfaat Perbaikan
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat:

1.

Bagi guru, dapat meningkatkan dan memperbaiki pembelajaran di kelas dalam usaha
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V untuk pelajaran Matematika dan PPKn SD
Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.

2.

Bagi siswa, dapat membantu dan mempermudah memahami bahan atau materi yang
diajarkan.

3.

Bagi sekolah, dapat memberikan informasi yang berguna untuk perbaikan


pembelajaran di sekolah dasar.

II.

A.

KAJIAN PUSTAKA

Teori Belajar
Menurut pengertian secara psikologi, belajar merupakan suatu perubahan, yaitu

perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dari lingkunganya dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Sardiman (1987:22) menyatakan bahwa belajar senantiasa merupakan
perubahan tingkah laku atau keterampilan dengan serangkaian misalnya membaca,
mengamati, mendengar, dan lain sebagainya. Sejalan dengan itu, Winkel (1984:15)
mengemukakan belajar pada manusia merupakan suatu proses pshikis yang berlangsung
dalam interaksi aktif subyek dengan lingkunganya dan menghasilkan perubahan-perubahan
dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap yang bersifat menetap/konstan.
Lebih lanjut, Morgan dalam Purwanto (1992 :84) mengemukakan belajar adalah setiap
perubahan relatif dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau
pengalaman. Berdasarkan beberapa pengertian belajar di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan pada diri seseorang sebagai
akibat dari pengalaman dan latihan serta pengulangan kembali yang dialami suatu individu
yang tampak pada tingkah lakunya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar Matematika dan
PPKn adalah merupakan suatu perubahan tingkah laku yang diarahkan pada pemahaman
konsep-konsep Matematika dan konsep-konsep PPKn yang dapat mengantarkan individuindividu kepada berpikir logis berdasarkan aturan-aturan yang jelas.
Menurut Sudjana (1992:5) mengatakan bahwa belajar adalah menuntut adanya
perubahan tingkah laku siswa, sehingga hasil belajarnya dapat ditunjukkan dalam berbagai
aspek seperti pemahaman, persepsi, motivasi atau gabungan dari aspek-aspek tersebut.
Hutabarat (1995:11) belajar adalah kegiatan yang dilakukan untuk menguasai pengetahuan,
kemampuan, kebiasaan, keterampilan dan sikap melalui hubungan timbal balik antara orang
yang belajar dengan lingkungannya.
Berdasarkan pendapat di atas dapatlah disimpulkan bahwa belajar bagi siswa di SD
adalah kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan
setelah berinteraksi dengan lingkungan belajarnya. Untuk memperoleh hal tersebut ditandai
dengan adanya perubahan tingkah laku siswa dari tidak paham menjadi paham. Proses belajar
mengajar pada hakikatnya terdiri dari pihak yang mengajar dan pihak yang diajar. Dalam hal
ini siswa sebagai pihak yang belajar dan guru sebagai pihak yang mengajar. Keduanya

merupakan pelaku sekaligus penentu tingkat keberhasilan suatu proses belajar mengajar yang
akan datang.
Dalam proses belajar mengajar, keberhasilan guru dalam pengajaran ditentukan oleh
prestasi atau hasil belajar yang dicapai siswa, oleh karena itu guru mempunyai peranan
penting dan diharapkan dapat membimbing siswa agar siswa menguasai ilmu dan
keterampilan yang berguna serta memiliki sifat yang positif. Harapan itu menuntut guru dan
siswa untuk mengetahui apa sebenarnya belajar dan mengajar itu. Untuk menjawab hal
tersebut maka perlu dikemukakan beberapa pendapat tentang belajar dan mengajar.
Pada intinya belajar adalah, 1) proses perubahan tingkah laku yang terjadi karena
latihan atau pengalaman, 2) proses perubahan-perubahan dalam pengetahuan, keterampilan
dan sikap nilai dan 3) perubahan tingkah laku dan kecakapan-kecakapan baru sebagai hasil
dari usaha belajar.
Pada intinya mengajar adalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman dan
kecakapan kepada anak didik kita. Selain itu pula di negara-negara yang telah maju
mendefinisikan bahwa mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar.
Definisi ini menunjukan bahwa yang aktif adalah siswa yang mengalami proses belajar,
dalam hal ini guru hanya membimbing, menunjukan jalan dengan memperhitungkan
kepribadian siswa.
Dalam pengetian umum, mengajar merupakan kegiatan menyampaikan pesan berupa
pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap-sikap tertentu dari guru kepada siswa
(Sofyan, 2001:8). Kegiatan mengajar sebenarnya bukan sekedar menyangkut persoalan
penyampaian pesan-pesan dari seorang guru kepada para siswa, tetapi juga menyangkut
kegiatan membimbing dan melatih siswa untuk belajar. Hal tersebut relevan dengan pendapat
Slameto (1995:30) yang mengatakan bahwa, mengajar adalah kesempatan untuk berbuat dan
aktif berpikir lebih banyak diberikan kepada siswa
B. Metode Mengajar
Mengajar menurut definisi lama adalah penyerahan kebudayaan berupa pengalaman
dan kecakapan kepada anak didik kita. Selain itu pula di negara-negara yang sudah maju
mendefinisikan bahwa mengajar adalah bimbingan kepada siswa dalam proses belajar. Dalam
pengertian umum, mengajar merupakan kegiatan penyampaian pesan berupa pengetahuan,
keterampilan dan penanam sikap-sikap tertentu dari guru kepada siswa (Sofyan, 2001:8).
Melalui metode yang bervariasi diharapkan prestasi belajar siswa dapat meningkat,
metode tersebut merangsang siswa untuk bertanya, sehingga keterlibatannya dalam proses

belajar mengajar membuat siswa berpartisipasi secara langsung sesuai dengan materi yang
sedang diajarkan oleh guru. Keadaan semacam inilah yang diharapkan guru agar proses
pembelajaran dapat berlangsung efektif
Pendapat di atas menunjukkan bahwan mengajar adalah menyampaikan sejumlah
konsep kepada siswa dan mengakibatkan siswa dapat memahami konsep atau materi itu
dengan sebaik-baiknya, terutama penggunaan metode yang cocok dalam mengajar perlu
mendapat perhatian dari setiap guru yang hendak mengajar.
Menurut Ruseffendi (1988) Metode mengajar adalah cara mengajar atau cara
menyampaikan materi pelajaran kepada siswa untuk setiap pelajaran atau bidang studi.
Karena itu guru akan dapat memahaminya tanpa suatu keahlian khusus. Misalnya
menyampaikan materi pelajaran melalui tanya jawab adalah cara penyampaian materi yang
berlaku secara umum, demikian juga dengan metode lain seperti metode demonstrasi,
ceramah dan diskusi. Melalui metode tanya jawab misalnya, diharapkan prestasi belajar siswa
dapat

meningkat,

metode

tersebut

merangsang

siswa

untuk

bertanya,

sehingga

keterlibatannya dalam proses belajar mengajar membuat siswa berpartisipasi secara langsung
sesuai dengan materi yang sedang diajarkan oleh guru.
.

III. PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.

Identifikasi Masalah
Setelah prosles belajar mengajar pada pembelajaran Matematika dan PPKn selesai

diberikan kepada siswa kelas V SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten
Wakatobi, maka dilanjutkan dengan evaluasi, ternyata hasilnya belum mencapai target yang
ditetapkan, hal ini terjadi karena siswa masih acuh tak acuh atau tidak memperhatikan materi
pelajaran yang disajikan oleh guru, bahkan ada sebagian siswa yang sering bolos atau tidak
mengikuti mata pelajaran yang diberikan.
Berdasarkan data tersebut saya selaku guru/peneliti meminta teman sejawat untuk
mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. Dari hasil diskusi dengan
teman sejawat dan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran,
yaitu a) rendahnya tingkat penguasaan siswa dalam proses belajar mengajar b) kurangnya
perhatian siswa dalam proses belajar mengajar dan c) tidak adanya siswa yang bertanya
tentang materi pelajaran
B.

Analsis dan Perumusan Masalah


Dari hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan faktor penyebab siswa kurangnya

menguasai materi pelajaran disebabkan, a) penggunaan metode yang tidak bervariasi, b)


kurangnya pemberian contoh dan latihan serta tidak melibatkan siswa dalam penyelesaian
contoh-contoh dan c) siswa tidak diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum
diketahui atau dimengerti tentang materi yang diajarkan.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dirumuskan masalah sebagai berikut: Apakah
dengan menggunakan metode bervariasi, pemberian contoh dan latihan dapat meningkatkan
penguasaan siswa kelas V untuk mata pelajaran Matematika dan PPKn di SD Negeri
Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.
C.

Rencana Perbaikan
Perbaikan pembelajaran ini direncanakan 2 siklus. Berdasarkan rumusan masalah

yang dikemukakan di atas, maka untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi
pelajaran dan meningkatkan perhatian siswa dalam proses belajar mengajar, perlu divariasi
dengan berbagai metode serta pemberian contoh dan latihan setiap kali pertemuan. Berkaitan
dengan rencana ini siswa diharapkan sungguh-sungguh memperhatikan materi pelajaran dan

bersemangat serta dapat mempersiapkan diri di rumah masing-masing dalam mempelajari


materi yang akan diajarkan guru di kelas.
Contoh yang diberikan kepada siswa juga bervariasi sehingga dapat meningkatan
perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Sedangkan latihan yang diberikan kepada
siswa diperiksa dan diberikan komentar serta penguatan kepada siswa-siswa yang menjawab
dengan benar, sehingga siswa dapat meningkat rasa percaya dirinya dan kemauan untuk
bertanya kepada guru atau sesama siswa dapat meningkat. Di samping itu juga siswa diberi
kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum diketahui atau dimengerti tentang materi
yang diajarkan.

IV.
A.

PELAKSANAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Tempat dan Waktu Pelaksanaan


Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada siswa

kelas V untuk mata pelajaran

Matematika dan PPKn SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi,
mulai tanggal 10 Mei 2010 s/d tanggal 14 Mei 2010. Jadwal pelaksanaan perbaikan
pembelajaran adalah sebagai berikut :
Tanggal 10 Mei 2010 siklus I untuk mata pelajaran Matematika
Tanggal 11 Mei 2010 siklus II untuk mata pelajaran Matematika
Tanggal 12 Mei 2010 siklus I untuk mata pelajaran PPKn
Tanggal 14 Mei 2010 siklus II untuk mata pelajaran PPKn
B.

Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus

dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti apa yang telah didesain
dalam analisis dan perumusan masalah. Prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini
sebagai berikut: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, (4)
refleksi.
Secara prosedur perbaikan pembelajaran ini dijabarkan sebagai berikut:
a.

Perencanaan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini meliputi:

1.

Membuat skenario pembelajaran

2.

Membuat lembar observasi

3.

Menyiapkan bahan dan media pembelajaran yang diperlukan untuk

membantu siswa agar lebih tepat memahami materi pelajaran.


4.

Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan setiap siklus

5.

Menyiapkan jurnal atau catatan kecil

b.

Pelaksanaan tindakan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah

melaksanakan skenario pembelajaran yang telah dibuat dan diamati oleh teman sejawat.
Secara umum langkah-langkah pelaksanaan tindakan dijabarkan sebagai berikut: (a)
mengajukan pertanyaan tentang materi sebelumnya sebagai kegiatan awal, (b) membahas
materi pembelajaran dengan pemberian contoh yang melibatkan siswa secara optimal, (c)
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, (d) menyimpulkan materi
pelajaran, dan (e) memberikan pekerjaan rumah.

c.

Observasi dan evaluasi. Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap

pelaksanaan tindakan dan melakukan evaluasi.


d.

Refleksi. Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dan evaluasi dikumpulkan

serta dianalisis dalam tahap ini. Kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan


yang terjadi pada setiap siklus akan diperbaiki pada siklus berikutnya.
Sesuai dengan masalah yang dihadapi yaitu banyaknya siswa yang tidak dapat
menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar, beberapa kegiatan khusus yang menjadi
perhatian dalam perbaikan pembelajaran Matematika dan PPKn adalah pemberian contoh dan
latihan yang cukup kepada siswa dan pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya
tentang materi yang diajarkan. Sedangkan kegiatan khusus yang menjadi perhatian dalam
perbaikan pembelajaran Matematika dan PPKn adalah pengajuan pertanyaan kepada siswa
dan setiap siswa diupayakan untuk mendapat pertanyan.
C.

Hal-hal yang Unik


Hal-hal yang unik yang muncul pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran

matematika di antaranya adalah perubahan suasana kelas, kehadiran dua orang guru sekaligus
ke dalam kelas membuat siswa terlihat tegang. Perhatian semua siswa tertuju di depan kelas,
tanpa melihat ke kiri dan ke kanan. Tetapi setelah diinformasikan maksud kehadiran guru
kelas V, siswa baru terlihat tenang dalam kelas, selain itu terjadi pula perubahan tingkah laku
siswa, banyak siswa yang mengajukan pertanyaan yang kadang-kadang tidak ada
hubungannya dengan materi pelajaran sehingga guru kelabakan menjawab pertanyaanpetanyaan tersebut. Di samping itu murid-murid yang tadi sering bolos mulai ada perubahan
tingkah laku dengan mengikuti pelajaran dengan baik.
D.

Temuan (Hasil yang Diperoleh) pada Siklus I


1.

Hasil Pengolahan Data


Hasil observasi terhadap siswa yang menjawab pertanyaan yang diajukan untuk

pelajaran Matematika dijelaskan sebagai berikut:


No.
Nama Siswa
Komentar Atas Jawaban Siswa
1.
Sayid Jun Beril
70% betul
2.
Wa Ona
50% betul
3.
Indra Syaputra
60% betul
4.
Sofyanto
75% betul
5.
Rahmat Ramadan
50% betul
6.
Sartika Dewi
50% betul
Sedangkan untuk pelajaran PPKn hasil yang diperoleh dijelaskan sebagai berikut:

No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Siswa
Sayid Jun Beril
Wa Ona
Indra Syaputra
Sofyanto
Rahmat Ramadan
Sartika Dewi

Komentar Atas Jawaban Siswa


70% betul
50% betul
80% betul
65% betul
70% betul
50% betul

Di samping hasil di atas, pada siklus I ini untuk mata pelajaran Matematika dan PPKn
diperoleh hasil sebagai berikut: (a) perhatian siswa pada proses belajar mengajar sudah mulai
terpusat, Namur masih terdapat beberapa siswa yang acuh tak acuh terhadap pelajaran yang
diberikan. (b) kemauan siswa untuk bertanya, baik kepada temannya maupun kepada guru
sudah mulai nampak namun sebagian besar yang bertanya masih kaku.
2.

Deskripsi Temuan dan Reflekesi


Pada pelaksanaan siklus I ini, penerapan metode yang bervariasi, pemberian contoh

dan latihan belum sepenuhnya berjalan sempurna. Tahap refleksi yang dilakukan antara
penulis dengan teman sejawat disimpulkan bahwa masih ada beberapa hal yang harus
diperbaiki.
Dari pihak siswa, kelemahan yang ada adalah masih terdapat beberapa sifat yang acuh
tak acuh terhadap pelajaran Matematika dan masih banyak siswa yang belum dapat
menanyakan kesulitan yang dialami baik kepada temannya maupun kepada guru. Dari pihak
guru, kelemahan yang ada adalah penerapan metode yang bervariasi dan contoh yang
bervariasi belum sepenuhnya berjalan dengan sempurna.
Keberhasilan yang diperoleh pada siklus I untuk mata pelajaran Matematika adalah
50% atau 3 orang siswa bisa menjawab pertanyaan yang diberikan di atas atau sama dengan
60% benar, selebihnya 50% atau 3 orang siswa yang menjawab pertanyaan di bawah 60%
benar. Sedangkan pada mata pelajaran PPKn adalah 66,67% atau 4 siswa bisa menjawab
lebih dari atau sama dengan 60% benar pertanyaan yang diberikan, selebihnya 33,33% atau 2
orang siswa yang menjawab pertanyaan di bawah 60% benar.
3.

Pembahasan
Bedasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan

belum menunjukkan kemajuan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya siswa yang masih acuh
tak acuh dalam menerima pelajaran, bahkan ada siswa yang melihat ke luar dan berbicara
dengan temannya pada saat menerima pelajaran.

Dari hasil pengamatan peneliti dengan teman sejawat pada pembelajaran Matematika
siklus I terdapat 3 siswa dari 6 siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar. Sedangkan
pada mata pelajaran PPKn terdapat 4 siswa dari 6 siswa yang menjawab pertanyaan dengan
benar.
Kemajuan belajar siswa yang terjadi belum maksimal, karena perhatian siswa belum
sepenuhnya terjadi pada diri siswa. Ada yang bermain dengan temannya, ada yang keluar dari
ruangan dan ada yang tertidur pada saat pembelajaran berlangsung. Setelah melakukan
refleksi dan berdiskusi dengan teman sejawat maka peneliti membuat rencana pembelajaran
dan melaksanakan rencana perbaikan pembelajaran siklus II.
E.

Temuan (Hasil yang Diperoleh) pada Siklus II


1. Hasil Pengolahan Data
Hasil observasi terhadap siswa yang menjawab petanyaan yang diajukan untuk

pelajaran Matematika pada siklus II dijelaskan sebagai berikut:


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Siswa
Sayid Jun Beril
Wa Ona
Indra Syaputra
Sofyanto
Rahmat Ramadan
Sartika Dewi

Komentar Atas Jawaban Siswa


70% betul
85% betul
80% betul
65% betul
70% betul
50% betul

Sedangkan untuk pelajaran PPKn hasil yang diperoleh dijelaskan sebagai berikut:
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Siswa
Sayid Jun Beril
Wa Ona
Indra Syaputra
Sofyanto
Rahmat Ramadan
Sartika Dewi

Komentar Atas Jawaban Siswa


95% betul
65% betul
80% betul
70% betul
85% betul
90% betul

Di samping hasil di atas, pada siklus II ini untuk mata pelajaran Matematika dan
PPKn diperoleh hasil sebagai berikut: (a) perhatian siswa pada proses belajar mengajar sudah
mulai terpusat, dan sudah tidak terdapat siswa yang acuh tak acuh terhadap pelajaran yang
diberikan. (b) kemauan siswa untuk bertanya, baik kepada temannya maupun kepada guru
sudah mulai nampak namun sebagian kecil siswa yang bertanya masih kaku.

2. Deskripsi Temuan dan Reflekesi


Pada pelaksanaan siklus II ini, penerapan metode yang bervariasi, pemberian contoh
dan latihan belum sepenuhnya berjalan sempurna. Tahap refleksi yang dilakukan antara
penulis dengan teman sejawat disimpulkan bahwa masih ada beberapa hal yang harus
diperbaiki.
Dari pihak siswa, kelemahan yang ada adalah masih terdapat beberapa sifat yang kaku
menanyakan materi yang diberikan dan menanyakan kesulitan yang dialami baik kepada
temannya maupun kepada guru.
Dari pihak guru, kelemahan yang ada adalah penerapan metode yang bervariasi dan
contoh yang bervariasi sudah mulai membaik namun belum sepenuhnya berjalan dengan
sempurna.
Keberhasilan yang diperoleh pada siklus II untuk mata pelajaran Matematika adalah
83% atau 5 orang siswa bisa menjawab pertanyaan yang diberikan di atas atau sama dengan
60% benar,selebihnya 17% atau 1 orang siswa yang menjawab pertanyaan dibawah 60%.
Sedangkan pada mata pelajaran PPKn adalah 100% atau 6 orang siswa bisa menjawab lebih
dari atau sama dengan 60% benar pertanyaan yang diberikan.
3.

Pembahasan
Bedasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat, pembelajaran yang dilaksanakan

sudah menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan siklus I. Hal ini ditunjukkan dengan
adanya siswa sudah menjawab pertanyaan, bahkan ada siswa yang mengajukan pertanyaan.
Dari hasil pengamatan peneliti dan teman sejawat pada pembelajaran Matematika siklus II
terdapat 5 orang siswa dari 6 siswa yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
Sedangkan pada mata pelajaran PPKn terdapat 6 orang siswa atau semua siswa yang dapat
menjawab pertanyaan dengan benar.
Jika dilihat dari siklus I dan siklus II, maka prestasi belajar siswa dari kedua mata
pelajaran tersebut di atas selalu meningkat. Setelah melakukan refleksi dan berdiskusi dengan
teman sejawat maka peneliti menghentikan pembelajaraan pada siklus berikutnya, karena
hasil pembelajaran sudah mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan indikator kinerja.

V.
A. Kesimpulan

KAESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat dilaksanakan dapat
ditarik beberapa kesimpulan berikut:
1.

Penggunaan metode yang bervariasi (metode tanya jawab, diskusi dan penugasan),
dapat meningkatkan penguasaan materi siswa dalam pelajaran Matematika dan
PPKn pada siswa kelas V SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur Kabupaten
Wakatobi.

2.

Keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan dapat ditingkatkan melalui pengajuan


pertanyaan yang jelas dan singkat, serta pemberian waktu kepada siswa yang cukup
untuk berpikir

B. Saran Tindak Lanjut


Berdasarkan hasil perbaikan, beberapa hal sebaiknya dilakukan oleh guru dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya meningkatkan keaktifan siswa dalam kelas,
di antaranya adalah:
1.

Mengkolaborasikan antara metode yang satu dengan metode yang lain harus diketahui
oleh guru, sehingga penyampaian materi kepada siswa dapat dipahami dengan baik.

2.

Guru dalam memberikan penjelasan harus disertai contoh-contoh yang dilanjutkan


dengan penyelesaian latihan.

3.

Berlatih menerapkan keterampilan bertanya. Di samping itu, berdasarkan pengalaman


melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas, kiranya
perlu adanya kelompok kerja di antara guru untuk selalu bertukar pikiran dan
pengalaman dan berkenaan dengan masalah dan tugas-tugas mengajar sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA
Hutabarat, E. P., 1995. Cara Belajar di Perguruan Tinggi. Jakarta : Gunung Mulia.

Purwanto, M.N, 1992. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Ruseffendi,
E.T, 1988. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan
Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA.
Bandung : Tarsito.
Sardiman, A.M, 1987. Interaksi dan Motivasi belajar Mengajar, Pedoman Bagi Guru-Guru
dan Calon Guru. Jakarta: Rajawali Press.
Slameto, 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta.
Sofyan, Gusarmin, 2001. Belajar dan Pembelajaran. Kendari : FKIP Unhalu.
Sudjana, Nana, 1992. Teori-teori Belajar untuk Pengajaran. Jakarta : UI.
Wardani, IG. A.K.;Wihardit, K; & Nasoetion, N. (2000). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Wardani, IG. A.K.; Julaeha, S.; & Marsinah, N. (2004). Pemantapan Kemampuan
Profesional (Panduan). Jakarta: Universitas Terbuka.
Winkel, W.S, 1984. Mtode Belajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Jakarta: Gramedia.

METODE BERVARIASI DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI


BELAJAR MATEMATIKA DAN PPKn SISWA KELAS V SD NEGERI
WAWOTIMU KECAMATAN TOMIA TIMUR
KABUPATEN WAKATOBI

LAPORAN
PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PKP)
MAHASISWA S1-PGSD

OLEH
SARFIANA

NIM. 816077711

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS TERBUKA
KENDARI
2010
LEMBAR PENGESAHAN

Nama

: Sarfiana

NIM

: 816077711

Program Studi

: S1- PGSD

Tempat Mengajar

: SD Negeri Wawotimu Kecamatan Tomia Timur

Tanggal Pelaksanaan

: Tanggal 10 Mei 2010 s/d 14 Mei 2010

Masalah yang merupakan fokus perbaikan untuk mata pelajaran Matematika dan mata
pelajaran PPKn adalah :
1. Rendahnya tingkat penguasaan siswa dalam proses belajar mengajar
2. Kurangnya perhatian siswa dalam proses belajar mengajar
3. Tidak adanya siswa yang bertanya tentang materi pelajaran

Menyetujui
Supervisor,

Drs. Utu Rahim, M.Pd


NIP. 131 690 921

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, laporan Pemantapan Kemampuan
Profesional (PKP) ini penulis dapat menyelesaikannya.
Laporan PKP ini disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu tugas akhir yang
harus diselesaikan oleh setiap mahasiswa S1-PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Terbuka Kendari, yaitu mahasiswa diharuskan melakukan praktek mengajar
dengan dua mata pelajaran (mata pelajaran eksakta dan non eksakta) sebagai wujud atau
aplikasi dari mata kuliah PKP guna penyelesaian studi dari setiap mahasiswa.
Penulis sadar bahwa laporan PKP ini masih ada kekurangan, untuk itu saran dan kritik
demi kesempurnaan laporan ini, penulis sangat harapkan dan menerimanya dengan lapang
dada untuk perbaikan selanjutnya.
Penulisan laporan PKP ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, seperti Bapak
Ketua UPBJJ-UT Kendari, Tutor, Ketua UPTJ Tomia Kecamatan Tomia Timur, teman-teman
guru dan yang telah meluangkan waktu untuk mengamati penulis dalam melaksanakan
paraktek mengajar di sekolah dasar. Oleh karena itu tak lupa penulis menyampaikan terima
kasih kepada Bapak Ketua UPBJJ-UT Kendari, Ketua UPTJ Tomia Kecamatan Tomia Timur,
Tutor, teman-teman guru/sejawat, semoga Allah SWT membalas kebaikan atas bantuan yang
telah diberikan kepada penulis. Amin.

Tomia , 8 Juni 2010


Penulis

iii
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ....

LEMBAR PENGESAHAN.................. .

ii

KATA PENGANTAR ..................................................................................

iii

DAFTAR ISI.

iv

I. Pendahuluan.......
A. Latar Belakang .....
B. Rumusan Masalah ...
C. Tujuan Perbaikan .
D. Manfaat Perbaikan ...

1
1
2
3
3

II. Kajian Pustaka..


A. Teori Belajar ..................................................................................... .
B. Metode Mengajar ............................................................................. .

4
4
5

III. Perencanaan Perbaikan Pembelajaran.........


A. Identifikasi Masalah ......................................................................... .
B. Analisis dan Perumusan Masalah ..................................................... .
C. Rencana Perbaikan ........................................................................... .

7
7
7
7

IV. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran.........


A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan .......
B. Prosedur Pelaksanaan ...........................
C. Hal-hal yang Unik ............................................................................
D. Temuan pada Siklus I ..................................................................... .
E. Temuan pada Siklus II ......................................................................

9
9
9
10
10
12

V. Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut .......


A. Kesimpulan ...
B. Saran Tindak Lanjut .........

14
14
14

DAFTAR PUSTAKA ....


LAMPIRAN ...

iv
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

15
16

Mata pelajaran
Kelas/ semester
Alokasi waktu
Siklus/Pertemuan

: Matematika
: V (lima) / I (satu)
: 2 jam pelajaran (1 kali pertemuan)
: I/I

A. Standar Kopetensi :
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan hitung termasuk operasi
campuran bilangan bulat
B. Kopetensi Dasar :
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi campuran bilangan bulat
C. Indikator :
-

Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat

D. Tujuan pembelajaran
-

Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi hitung

E. Materi pembelajaran
F.
-

Sifat-sifat operasi hitung

Metode pelajaran
Tanya jawab
Diskusi
penugasan

G. Langkah-langkah pembelajaran
a. Kegiatan Awal :
1. Aperesepsi
H. Membaca Doa
b. Informasi tentang tujuan mempelajari sifat-sifat operasi hitung
I. Kegiatan Inti :
a. Siswa mempelajari beberapa contoh operasi hitung bilangaan bulat
b. Siswa melakukan operasi bilangan bulat
c. Cara memberikan soal di papan tulis
J. Kegiatan Akhir :
a. Penilaian
b. Tindak lanjut PR

c. PR
K. Alat dan sumber bahan
L. Matematika kelas VI
M. Buku yang relevan
Lampiran soal
b.

Hitunglah dengan menggunakan sifat Distributif


a.5 x (8 + 2) =
b.

(6 x 5) x (6 x 2) =

c. Hitunglah nilai n
a.n x 8 = 32 : n =
b.
Lampiran soal PR

n x 10 = 230 : n =

1. Hitunglah dengan menggunakan sifat Distributif


a). 2 x 9 ( 4 + 7 ) =
b).

5 x (10 + 8 ) =

2.Hitunglah dengan menggunakan sifat asosiatif


a) (5 x 4 ) x 5 =
b)

(5 x 6 ) x 4 =
Kaledupa, 13 April 2009

Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata pelajaran
Kelas/ Semester
Siklus/Pertemuan
Alokasi Waktu

: Ilmu Pengetahuan sosial


: IV/II (dua)
: I/I
: 2 x 35 menit (1x pertemuan )

2. Standar kopetensi
Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangasa di lingkungan
kabupaten / kota, provinsi
3. Kopetensi dasar
Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/ kota, provinsi) dengan
menggunakan skala sederhana

4. Indikator
Menjelaskan arti peta, skala, symbol yang ada di peta
A. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat membedakan pengertian peta, skala, symbol dan menjelaskan kegunaanya
B. Materi Pokok
Pengetahuan peta kabupaten/ kota, provinsi setempat
C. Metode pembelajaran
Pengamatan
Ceramah
Tanya Jawab
D. Langkah-langkah pembelajaran
a. kegiatan awal
o Apersepsi
Membuka pelajaran dengan doa
Mengidentifikasikan kepada siswa mengenai pengetahuan peta
b. kegiatan inti
Menjelaskan pengertian peta beserta bagian-bagianya
Menjelaskan perbedaan judul peta, skala dan symbol
Tanya jawab
c. kegiatan Akhir
Menyampaikan pesan-pesan moral
E. Alat dan sumber bahan
- Peta kabupaten / kota, provinsi
- Atlas
- Buku-buku IPS
F. Penilaian
- Tanya jawab
Kaledupa, 13 April 2009
Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Mata pelajaran
Kelas/ Semester
Siklus/Pertemuan
Alokasi Waktu

: Ilmu Pengetahuan sosial


: IV/II (dua)
: II/II
: 2 x 35 menit (1x pertemuan )

5. Standar kopetensi
Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangasa di lingkungan
kabupaten / kota, provinsi
6. Kopetensi dasar
Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/ kota, provinsi) dengan
menggunakan skala sederhana
7. Indikator
Menentukan letak geografis kabupaten/ kota, provinsi setempat melalui peta
A. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat mnunjukan letak geografis kabupaten / kota, provinsi setempat melalui
peta
B. Materi Pokok
Simbol-simbol yang ada di dalam peta (misalkan warna biru untuk laut, tanda segitiga
merah untuk gunung berapi,dsb)
C. Metode pembelajaran
Pengamatan

Ceramah
Tanya Jawab
D. Langkah-langkah pembelajaran
a. kegiatan awal
o Apersepsi
o Membuka pelajaran dengan doa
o Menyiapkan alat yang akan di demostrasikan
b. kegiatan inti
Menjelaskan simbol-simbol dalam peta
Meminta kepada siswa untuk menunjukan satu persatu
c. kegiatan Akhir
Memberikan kesimpulan
Latihan secara lisan
E. Alat dan sumber bahan
- Peta
- Buku-buku IPS
F. Penilaian
- Keaktifan dan kerja sama

Kaledupa, 13 April 2009


Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Mata pelajaran
Kelas/ Semester
Siklus/Pertemuan
Alokasi Waktu

: Ilmu Pengetahuan sosial


: IV/II (dua)
: III/III
: 2 x 35 menit (1x pertemuan )

Standar kopetensi
Memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangasa di lingkungan
kabupaten / kota, provinsi
Kopetensi dasar
Membaca peta lingkungan setempat (kabupaten/ kota, provinsi) dengan
menggunakan skala sederhana
Indikator
Menunjukan tempt-tempt bersejarah di provinsi setempat melalui peta
A. Tujuan pembelajaran

Siswa dapat mengetahui tempat-tempat bersejarah di provinsi setempat


melalui peta
B. Materi Pokok
Letak dan batas-batas kabupaten
C. Metode pembelajaran
Pengamatan
Ceramah
Tanya Jawab
D. Langkah-langkah pembelajaran
a. kegiatan awal
o Membuka pelajaran dengan doa
o Apersepsi
o Menyiapkan alat yang akan di demostrasikan
b. kegiatan inti
Menunjukan letak tempat bersejarah / penting di kabupaten
Menunjukan batas-batas kabupaten / kota, provinsi setempat

E. Alat dan sumber bahan


- Peta
- Buku-buku IPS

F. Penilaian
- Tanya jawab
- Diskusi
- Menunjukan letak batas-batas kabupaten / kota provinsi setempat
Teman Sejawat
Kaledupa, 13 April 2009
Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Mata pelajaran

: Matematika

Kelas/ semester
Alokasi waktu
Siklus/Pertemuan

: V (lima) / I (satu)
: 2 jam pelajaran (1 kali pertemuan)
: II/II

A. Standar Kopetensi :
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
B. Kopetensi Dasar :
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi campuran FPB dan KPK
C. Indikator :
Menyelasaikan soal-soal cerita yang mengandung operasi hitung campuran
D. Tujuan pembelajaran
Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi hitung
E. Materi pembelajaran
Operasi hitung
F.
-

Metode pelajaran
Tanya jawab
Diskusi
penugasan

G. Langkah-langkah pembelajaran
a. Kegiatan Awal :
b. Menanyakan pelajaran yang lalu dan memanggil 1 sampai 3 orang siswa kedepan
kelas untuk mengerjakan soal di papan tulis
H. Kegiatan Inti :
a.

Menyelesaikan contoh soal tentang FPB dan KPK dengan cara ? metode

tangga berjalan
I. Menyelesaikan contoh soal tentang FPB dan KPK dengan cara metode praktis
J. Kegiatan Akhir :
a. Kesimpulan
b. Pemberian tugas PR
c. Tindak lanjut
K. Alat dan sumber bahan

a. Buku panduan Matematika kelas VI, Erlangga


b. Buku yang relevan dengan materi
L. Penilaian
Tertulis

Kaledupa, 13 April 2009


Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Mata pelajaran
Kelas/ semester
Alokasi waktu
Siklus/Pertemuan

: Matematika
: V (lima) / I (satu)
: 2 jam pelajaran (1 kali pertemuan)
: III/III

A. Standar Kopetensi :
Melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah
B. Kopetensi Dasar :
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung termasuk operasi campuran FPB dan KPK

C. Indikator :
-

Menyelasaikan soal-soal cerita yang mengandung operasi hitung campuran

D. Tujuan pembelajaran
-

Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi hitung

E. Materi pembelajaran
-

FPB dan KPK

F.
-

Metode pelajaran
Tanya jawab
Diskusi
penugasan

G. Langkah-langkah pembelajaran
a. Kegiatan Awal :
-

Membaca surat Al-Fatiha

Menanyakan pelajaran yang lalu dan memberikan soal 1 dari beberapa soal yang
sudah di berikan pada pertemuan yang lalu

b. Kegiatan Inti :
-

Menyebutkan bilangan prima dengan mengenalkan pada mahasiswa pada siswa ciricirinya

Menentukan faktor prima dengan mengenalkan pada siswa ciri-cirinya

Pemberian soal

H. Kegiatan Akhir :
- Kesimpulan
- Guru mengimformasikan materi yang akan di bahas pada pertemuan selanjutnya
- Tindak lanjut pemberian PR
I. Alat dan sumber bahan
- Buku panduan Matematika kelas VI, Erlangga
- Buku yang relevan dengan materi
J. Penilaian
- Soal terlampir
- Penilaian proses

Lampiran soal
1.
2.
3.
4.
5.

Tentukan Faktorirasi Prima dari 60.


Tentukan FPB dari bilangan 16, 24 dan 30, 24, 32 dan 72
Tentukan KPK dari bilangan 42, 56 dan 64
Tentukan FPB 30 dan 45
Tentukan KPK 240 240
Kaledupa, 13 April 2009

Teman Sejawat

Mahasiswa

Burhanuddin
NIP.130856913

La Simani
NIM. 813401599