Anda di halaman 1dari 2

RESUME DISKUSI IMUNOLOGI DAN SEROLOGI

IMMUNOMODULATOR
Kelompok 1
1.
2.
3.
4.

Lakmi Nurul Suci


Ani Puji Astuti
Atika Rahma Dona
Faradilla Oktaviani

1211013005
1411012061
1411012066
1411012073
Mekanisme Kerja Immunostimulan

Immunostimulan adalah senyawa tertentu yang dapat meningkatkan mekanisme


pertahanan tubuh baik secara spesifik maupun non-spesifik. Hal ini terjadi induksi nonspesifik baik mekanisme pertahanan seluler maupun humoral.
Pertahanan non-spesifik terhadap antigen ini disebut paramunitas dan zat yang
berhubungan dengan penginduksi disebut paraimunitas. Induktor tersebut bekerja sebagai
mitogen dengan cara meningkatkan proliferasi sel yang berperan dalam imunitas. Sel
tujuannya adalah makrofag, granulosit, limofosit T dan B karena inductor paramunitas ini
bekerja menstimulasi mekanisme pertahanan seluler. Mitogen ini dapat bekerja langsung
maupun tak langsung (misalnya melalui sistem komplemen atau limfosit, melalui produksi
interferon atau enzim lisosomal) untuk meningkatkan fagositosis makro dan mikro.
Mekanisme
Imunostimulator secara tidak langsung berkhasiat mereaktivasi sistem imun yang
rendah dengan meningkatkan respon imun tidak spesifik antara lain perbanyakan limfosit T,
NK sel dan makrofag distimulasi olehnya, juga pelepasan interferon dan interleukin.
Sebagai efek akhir dari reaksi kompleks itu, zat asing dapat dikenali dan dimusnahkan.
Pada sel-sel tumor ekspresi antigen transplantasi diperkuat olehnya sehingga lebih dikenali
oleh TNF dan sel-sel sitotoksis. Zat imunostimulator yang sekarang digunakan adalah
Vaksin BCG, Limfokin (Interferon dan Interleukin) dan Levamisol.
1. Interferon
Menghambat replikasi DNA dan RNA virus, sel normal dan sel ganas dapat memodulasi
sistem imun
2. Levamisol
Meningkatkan penggandaan sel T, menghambat sitotoksisitas sel T, mengembalikan anergi
pada beberapa kanker (bersifat stimulasi non-spesifik) meningkatkan efek antigen, limfokin
dan faktor kemotaksis terhadap limfosit, granulosit dan makrofag.
3. Vaksin BCG

Digunakan untuk mengaktifkan sel T memperbaiki produksi limfokin dan mengaktifkan sel
NK.