Anda di halaman 1dari 18

Abses

Submasseter

CASE REPORT
Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang dengan
keluhan pipi kanan bengkak selama 2 minggu,
tanpa ada riwayat penyakit ini sebelumya. Keluhan
awal adalah bengkak kecil di daerah sudut
mandibular di sisi kanan. Keluhan ini diikuti oleh
demam ringan dan tidak disertai trismus.
Pembengkakan membesar seiring berjalannya
waktu dan pasien sudah berobat ke klinik setempat
dan diberikan antibiotik selama 1 minggu. Namun,
pembengkakan terus membesar dan sakit. Tidak
ada riwayat masalah gigi sebelumnya atau
trauma di daerah wajah. Tidak ada riwayat
bengkak yang berulang sebelumnya..

Hasil pemeriksaan klinis, terdapat bengkak


besar yang difus dan meluas dari batas
bawah arcus zygomaticus ke arah regio
submandibular. Pembengkakan ini tanpa
mobilitas, lunak saat disentuh, dan
tidak berfluktuasi. Trismus 1,5 jari.
Pemeriksaan klinis intra oral menunjukkan
tidak ada gigi yang karies. Pemeriksaan CT
Scan menunjukkan pembesaran heterogen
dari otot masseter dengan dasar area
hipodens antara otot dan ramus mandibula,
juga tidak menunjukkan adanya infeksi
periapikal gigi atau adanya gigi yang impaksi

Gejala
Subjektif
Nyeri

Dema
m

Pemeriksaan
Klinis
Bengkak :
Arcus
zygomasubmandibula
tanpa
mobilitas,
lunak
Tidak
berfluktuasi
Trismus

ABSES SUBMASSETERIC

Pemeriksaan
Penunjang
CT-Scan
- pembesaran
heterogen dari
otot masseter
dengan dasar
area hipodens
antara otot
dan ramus
mandibula

Anatomi Spasium
Submasseter
Anatomi dari submasseteric space
pertama kali dideskripsikan oleh
Bransby-Zachany pada 1948. Otot
masseter dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu

bagian superfisial,

tengah,

dalam.

Bagian dalam otot masseter berorigo di


arkus zygomatikus dan berinsersi pada
bagian lateral prosessus koronoideus
dan sepertiga atas ramus mandibula.
Bagian tengah otot masseter
merupakan bagian terkecil dan
berinsersi di posterior line curving yang
tipis dan superior sepertiga tengah
ramus.
Bagian superfisial otot masseter
merupakan bagian terbesar dan
berinsersi di sepertiga bawah ramus.

Definisi Abses Submasseter


Abses Submasseter adalah
rongga patologis yang berisi pus
yang merupakan hasil dari reaksi
inflamasi pertahanan tubuh
seperti makrofag, leukosit,
netrofil dan bakteri pada
spasium submasseter.
(http://drgikaratnaspbm.wordpress.com/tag/abses/)

Etiologi
berasal dari gigi M3 RB, berjalan melalui
permukaan lateral ramus kemudian naik
ke atas spasium ini.
Kesalahan dalam injeksi mandibular
block, jarum diletakkan ke lateral ramus.
osteomielitis tulang zygomatic atau
temporal.
ekstensi langsung dari ruang fasia yang
berdekatan seperti superficial dan deep
temporal space, parotis space, medial
pterygoideus space dan mandibular
space

Contoh gambar penyebaran abses ke daerah


submasseter

(Oral Surgery, Fragiskos D, Germany, Springer)

Manifestasi Klinis
sakit berdenyut di regio ramus
mandibula bagian dalam,
pembengkakan jaringan lunak
fasial disertai trismus yang
berjalan cepat. Bagian posterior
ramus mempunyai daerah
tegangan besar dan sakit pada
penekanan.

Pemeriksaan

Penatalaksanaan
Aspirasi dg jarum
(metode awal).
Drainase dg
pembedahan.

Insisi dan Drainase


Pasien berada pada
posisi supine dan
kepala dimiringkan ke
arah yang tidak ada
abses.
Insisi horizontal 2,5 cm
di bawah mandibula
border terendah pada
mandibula sebelah
kanan

Pembuatan flap
sub-platysmal dan
otot masseter
ditembus untuk
mengenai
absesnya.
Pus didrainase
kemudian dikirim
untuk dikultur dan
tes sensitivitas.
Lalu dipasang
corrugated drain

Medikamentosa

Antibiotik intravena
(sefuroksim dan
metronidazol) diberikan post
operative selama 5 hari dan
dilanjutkan dengan
pemberian antibiotik oral
selama satu minggu
Follow Up

Diagnosa Banding
Abses pada kelenjar parotis
(akut dan kronis).
ruang submasseteric berada
di dekat dengan kelenjar
parotis, dipisahkan dengan
fasia fibromuskular.