Anda di halaman 1dari 3

Pemilihan basis ovula dapat didasarkan pada efek yang diharapkan dan sifat

kepolaran
basis (hidrofil dan hidrofob). Untuk ovula yang memberi efek lokal biasanya begitu
dimasukkan,
basis meleleh, melunak atau melarut menyebarkan bahan obat yang dibawanya ke
jaringanjaringan di daerah tersebut. Obat ini bisa dimaksudkan untuk ditahan dalam ruang
tersebut untuk
efek kerja lokal, bisa juga dimaksudkan agar diabsorbsi untuk mendapat aksi
sistemik. Untuk
efek sistemik, membran mukosa vagina memungkinkan absorbsi dari kebanyakan
obat yang
dapat larut. Namun, vagina tidak sering digunakan untuk tujuan ini.
Tujuan penggunaan ovula, yaitu biasanya digunakan untuk lokal dengan efek
antiseptik,
kontrasepsi, anastetik lokal, dan pengobatan penyakit infeksi seperti trichomonal,
bakterimonilial. Pada umumnya ovula digunakan pada efek lokal, tapi beberapa
penelitian menunjukana
da beberapa obat yang dapat berdifusi melalui mukosa dan masuk dalam peredaran
darah selain
itu ovula juga bertujuan untuk melawan infeksi yang terjadi pada sekitar alat
kelamin wanita dan
memperbaiki dan mengembalikan pada keadaan normal dari mukosa vagina
(Lachman, L., et al.,
1994).
``Kelebihan sediaan ovula daripada sediaan yang pemakaiannya secara oral :
1. Dapat menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
2. Dapat menghindari kerusakan obat oleh enzim pencernaan.
3. Langsung dapat masuk saluran darah berakibat akan memberi efek lebih cepat
daripada
penggunaan obat per oral.
4. Bagi pasien yang mudah muntah atau tidak sadar.
Kekurangan sediaan ovula :

1. Tidak praktis.
2. Pasien sering merasa risih.
Sifat ovula yang ideal adalah :
Melebur pada suhu tubuh atau melarut dalam cairan tubuh
Tidak toksik dan tidak merangsang
Dapat bercampur atau kompatibel dengan bahan obat
Dapat melepas obat dengan segera
Mudah dituang dalam cetakan dan dapat mudah dilepas dari cetakan
Stabil terhadap pemanasan diatas suhu lebur
Mudah ditangani
Stabil selama penyimpanan (H. A. Syamsuni. 2006).
Formula 2 menggunakan gelatin, gliserin, dan aquadest sebagai bahan dasar
pembuatan
ovula. Basis ini tidak melebur pada suhu tubuh, tetapi melarut dalam sekresi tubuh
dan
cenderung menyerap uap air karena sifat gliserin yang higroskopis yang dapat
menyebabkan
dehidrasi atau iritasi jaringan.
1. Anief, Moh. 2000. Ilmu Meracik Obat, teori dan Praktek Cet. Ke-9, Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press.
2. Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope III. Edisi ke-3. Departemen
Kesehatan RI.
Jakarta
3. Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope IV. Edisi ke-4. Departemen
Kesehatan RI.
Jakarta
4. ISO Indonesia vol. 45 tahun 2010-2011
5. H. A. Syamsuni, Ilmu Resep. Jakarta : EGC, 2006

6. Lachman, L., et al., 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi ke-3. Penerbit
Universitas Indonesia. Jakarta.
7. Teori Dan Praktek farmasi Industri. Edisi III. 1994. Hal. 1191.
8. Wade, A. & P.J. Weller, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 4th ed, The
Pharmaceutical Press London.
9. Wade, A. & P.J. Weller, Handbook of Pharmaceutical Excipients, 5th ed, The
Pharmaceutical Press London.