Anda di halaman 1dari 5

DAC dengan PWM(Pulse Width Modulation)

Nama : Haifa Zalikha


Kelas : IKI-3

Program Studi Insrumentasi dan Kontrol Industri


Jurusan Teknik Elektro
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

1. Circuit Diagram

Gambar 1. Low-pass RC circuit for DAC

Untuk menentukan DAC output PWM2dihubungkan ke resistor pull up


dan RC low-pass filter. Pemasangan resistor R2 digunakan untuk membuat
arus yang mengalir ke beban lebih besar. Sesuaikan resistor R1 untuk
menghilangkan efek pembebanan. Bentuk gelombang output diukur dan
tercatat frekuensi cut off -3 dB. Kapasitansi C1 kemudian dapat ditentukan
dengan persamaan dibawah ini:

f=

1
2 RC

Contoh : R1 = 1,2M , C1=1010p


f=

1
2 1,2 M1010 p

= 131,32 Hz

Perhatikan bahwa tegangan offset ditentukan oleh nilai R1 dan R2.


Resistansi yang kecil menyebabkan besarnya kebocoran arus yang
mengalir melalui R1 dan C1. R1 yang besar juga bisa menyebabkan
tegangan offset yang lebih besar. Tanpa mengubah frekuensi cut off,
sebaiknya mengubah nilai R2 untuk mengontrol jumlah arus dan
tegangan offset.

2. Konversi bentuk gelombang PWM ke tegangan DC

Gambar 2. Konversi Bentuk Gelombang PWM ke Tegangan DC

Penggunaan bentuk gelombang PWM tergantung pada penggunaannya. Seorang perancang


mungkin ingin mengubah periode dan Duty cycle yang berbeda atau sebaliknya. Untuk
persyaratan yang lebih kompleks , bahkan kedua parameter mungkin perlu diubah untuk
mencapai gelombang keluaran yang diperlukan.
Vout =

T on
Ttotal

* Vin

Fokus dari aplikasi ini adalah untuk menghasilkan tegangan DC dengan ripple yang sesuai
setelah melewati filter low -pass. Gelombang PWM akan melakukan pengisian melalui kapasitor
ketika output High dan pengosongan kapasitor ketika output Low .
Semakin panjang lebar pulsa on maka akan semakin tinggi nilai tegangan DC. Sebaliknya
semakin sedikit lebar pulsa on maka nilai tegangan DC akan semakin rendah. Penggunaan
Capacitor berpengaruh terhadap tegangan ripple yang dihasilkan , semakin besar nilai kapasitor
yang digunakan maka akan semakin kecil faktor ripple yang dihasilkan. Faktor ripple yang kecil
menunjukkan pemfilteran semakin baik.

(Faktor ripple)

Vrms
Vdc

x 100%

3. Prinsip dasar ADC dengan PWM


Sebuah rangkaian Pulse Width Modulation (PWM) sederhana dapat direalisasi
dengan menggunakan sebuah rangkaian schmitt trigger, rangkaian integrator, dan
rangkaian komparator. Rangkaian schmitt trigger berfungsi untuk memdapatkan
keluaran tegangan kotak. Rangkaian integrator bertugas merubah tegangan
keluaran dari schmitt trigger menjadi tegangan segitiga (gigi gergaji).

Gambar 3 Bentuk Gelombang PWM

Besarnya frekuensi tegangan gigi gergaji tergantung dari besanya nilai dari
resistor R dan kapasitor C. Untuk mendapatkan tegangan kotak dengan lebar
pulsa berubah (PWM-Pulse Width Modulation), tegangan keluaran segitiga
integrator dibandingkan dengan tegangan referensi DC pada rangkaian
komparator. Lebar dutycycle (D) PWM ditentukan oleh level pengaturan tegangan
referensi VREF dan tegangan keluaran segitiga rangkaian integrator . Level
pengaturan tegangan referensi VREF ditetapkan diantara nilai dari level tegangan
keluaran segitiga rangkaian integrator yang diberikan pada rangkaian komparator
.
Tegangan keluaran dari komparator berbentuk segitiga dengan durasi tergantung
pada tegangan referensi VREF seperti yang ditunjukkan pada Gambar . Semakin
rendah nilai dari tegangan referensi VREF, maka akan semakin lebar durasi waktu
pulsa positif dari tegangan keluaran VOB. Jika nilai sinyal lebih besar dari pada
titik pembanding (compare level) maka output akan di set high (5v) dan
sebaliknya jika nilai sinyal lebih kecil maka output akan di set low (0v) .

Elemen elemen dari rangkaian


a. AVcc
Avcc adalah kaki masukan tegangan bagi D/A Converter. AVcc
diberikan sumber 3.3 V dan terhubung ke resistor pull up.
b. PWM ( Pulse Width Modulation)

PWM merupakan sebuah mekanisma untuk membangkitkan sinyal


keluaran yang periodenya berulang antara high dan low dimana kita dapat
mengontrol durasi sinyal high dan low sesuai dengan yang kita inginkan.
Duty cycle merupakan prosentase periode sinyal high dan periode sinyal,
prosentase duty cycle akan bebanding lurus dengan tegangan rata-rata
yang dihasilkan.
c. Low Pass Filter RC

Low Pass Filter RC adalah filter yang hanya melewatkan sinyal dengan
frekuensi yang lebih rendah dari frekuensi cut-off (fc) dan akan
melemahkan sinyal dengan frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi cutoff (fc). Pada filter LPF yang ideal sinyal dengan frekuensi diatas
frekuensi cut-off (fc) tidak akan dilewatkan sama sekali (tegangan output
= 0 volt). Rangkaian low pass filter RC merupakan jenis filter pasif,
dengan respon frekuensi yang ditentukan oleh konfigurasi R dan C yang
digunakan.
d. R2

Sebagai Resistor pull up yang berfungsi mengalirkan arus yang besar ke


beban.