Anda di halaman 1dari 4

1.

DISPNEA (SESAK)
Dispnea adalah istilah kedokteran untuk kondisi sesak. Pada orang sehat, pernapasan
adalah aktivitas refleks, artinya pernapasan adalah aktivitas tidak sadar. Tidak diperlukan
perintah khusus dari otak untuk melakukan aktivitas bernapas. Sebaiknya, sesak napas
diartikan sebagai kondisi dimana dibutuhkan usaha berlebih untuk bernapas dan aktivitas
bernapas menjadi aktivitas sadar.
PENYEBAB
Tujuan dari aktivitas bernapas ialah mengambil oksigen dan mengeluarkan
karbondioksida. Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar sel-sel dalam tubuh. Sedangkan
karbondioksida dikeluarkan karena dapat membahayakan tubuh. Dengan demikian,
sebenarnnya penyebab mendasar seseorang mengalami sesak napas ialah karena 1) tubuhnya
kekurangan oksigen dan 2) tubuhnya mengalami kelebihan karbondioksida. Kondisi atau
penyakit yang mengakibatkan kedua hal tersebut akan menimbulkan gejala sesak napas.
Banyak orang yang beranggapan sesak napas disebabkan oleh masalah paru-paru. Padahal
tidak selalu penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak napas. Berikut sejumlah penyakit
yang dapat menimbulkan sesak napas:
1.

Gagal napas;

2.

TBC;

3.

Infeksi paru-paru (pneumonia);

4.

Asma;

5.

Penyakit paru obstruksi kronik;

6.

Sumbatan benda asing pada saluran napas;

7.

Infeksi selaput paru-paru;

8.

Gagal jantung;

9.

Sakit maag;

10.

Reaksi panik;

11.

Anemia;

12.

Gangguan elektrolit;

13.

Gagal ginjal;

14.

Tumor pada paru-paru, perut.

Tanda dan Gejala


Dispnea dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Inspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu inspirasi yang disebabkan
oleh karena sulitnya udara untuk memasuki paru-paru.

Ekspiratori dispnea, yakni kesukaran bernapas pada waktu ekspirasi yang disebabkan
oleh karena sulitnya udara yang keluar dari paru-paru.

Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan primer penyakit jantung.

Exertional dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena olahraga.

Exspansional dispnea, dispnea yang disebabkan oleh karena kesulitan exspansi dari
rongga toraks.

Paroksismal dispnea, yakni dispnea yang terjadi sewaktu-waktu, baik pada malam
maupun siang hari.

Ortostatik dispnea, yakni dispnea yang berkurang pada waktu posisi duduk.
Pembagian tersebut di atas tidak berdasarkan atas klasifikasi etiologi maupun
tipe dispnea, akan tetapi istilah-istilah tersebut sering dipergunakan.
Berdasarkan etiologi maka dispnea dapat dibagi menjadi 4 bagian, yakni:

Kardiak dispnea, yakni dispnea yang disebabkan oleh karena adanya kelainan pada
jantung.

Pulmunal dispnea, dispnea yang terjadi pada penyakit jantung.

Hematogenous, dispnea yang disebabkan oleh karena adanya asidosis, anemia atau
anoksia, biasanya dispnea ini berhubungan dengan exertional (latihan).

Neurogenik, dispnea terjadi oleh karena kerusakan pada jaringan otot-otot pernapa

2. Pernapasan Cheyne-Stokes
Pernapasan Cheyne-Stokes (atau dikenal juga sebagai pernapsan periodik) adalah
pola pernapasan tak

normal

antara apnea danhiperapnea,

yang
untuk

ditandai

dengan

mengompensasi

osilasi

dari

ventilasi

perubahan tekanan

parsial oksigen dan karbon dioksida di dalam serum.


Pernapasan ini dinamai dari John Cheyne dan William Stokes, yang pertama kali
menyebutkan istilah ini pada abad ke-19.

Pola pernapasan ini dapat ditemukan pada pasien penderita stroke, cedera otak
traumatik, tumor otak, dan gagal jantung kongestif. Dalam keadaan tertentu, dapat ditemukan
pada orang sehat saat tidur pada ketinggian. Pernapasan ini dapat ditemukan pulaensefalopati
metabolik toksik. Pernapasan ini juga merupakan tanda dari keracunan karbon monoksida,
dengan sinkop dan koma.
pernapasan cheyne-stokes adalah irama pernapasan yang ditandai dengan adanya periode
apnea (berhentinya gerakan napas) kemudian disusul periode hiperpnea (pernapasan cepat
dengan amplitudo pernapasan mula-mula kecil kemudian semakin membesar, dan mengecil
lagi), siklus ini terjadi berulang-ulang. terdapat pada pasien dengan kerusakan otak atau
hipoksia kronik.

PERNAPASAN KUSSMAUL
a. Pengertian
Pernapasan Kussmaul adalah nafas dalam yang abnormal bisa cepat, normal atau lambat, dan
sering ditemukan pada penderitaasidosis. Pernapasan ini merupakan salah satu
bentuk hiperventilasi.Pernapasan Kussmaul dinamai oleh Adolph Kussmaul,
seorangdokter berkebangsaan Jerman pada abad ke-19 yang pertama kali menemukannya
pada pasien diabetes lanjut (biasanya dari diabetes mellitus tipe I). Ia memublikasikan
makalahnya ini pada tahun 1874.
b. Penyebab
Penyebab pernapasan Kussmaul adalah kompensasi pernapasan pada asidosis metabolik,
yang sering terjadi pada pasien diabates pada ketoasidosis diabetikum. Gas-gas darah pada
pasien dengan pernapasan Kussmaul memperlihatkan tekanan parsial karbon dioksida yang
menurun karena adanya tekanan yang meningkat pada pernapasan. Pernapasan ini membuang
banyak karbon dioksida. Pasien akan merasa ingin cepat untuk menarik napas secara
mendalam, dan tampaknya terjadi secara tak sadar.
Kelak, asidosis metabolik akan menyebabkan hiperventilasi, namun sebelumnya pernapasan
akan cednerung cepat dan dangkal. Pernapasan Kussmaul akan muncul ketika asidosis
semakin parah. Jadi, pernapasan ini juga dapat menandakan tingkat keparahan penyakit,
terutama pada pasien diabetes.
Pernafasan Kuszmaul ini merupakan homeostasis respiratorik, adalah usaha dari tubuh untuk
mempertahankan pH darah. Mekanisme terjadinya pernafasan Kuszmaul ini dapat
diterangkan dengan menggunakan ekuasi Henderson Hasselbach.

(HCO3)
PH = pK + -----------H2CO3
Untuk nilai bikarbonat, nilai pK ini konstan yaitu 6,1. Hal ini berarti pH tergantung pada
rasio bikarbonat dan karbonat, tidak tergantung dari konsentrasi mutlak bikarbonat dan
karbonat. Dalam keadaan normal NaHCO3 27 mEq/L (= 60 vol%) dan kadar H2CO3 = 1,35
mEq/L (= 3 vol%). Selama rasio 20 : 1 ini konstan, maka pH pun akan tetap 7,4.
Bila kadar bikarbonat turun, maka kadar karbonat pun harus turun pula supaya rasio
bikarbonat : karbonat tetap 20 : 1. Untuk mempertahankan rasio ini maka sebagian asam
karbonat akan diubah cepat menjadi H2O dan CO2 serta kelebihan CO2 akan dikeluarkan
dengan bernafas lebih cepat dan dalam (pernafasan Kuszmaul).

Ganong W.F.2008.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22 Jakarta;ECG


Guyton,Arthur C.Hall,Jhon E.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11;EGC