Anda di halaman 1dari 13

LABORATORIUM MOTOR BAKAR

II. TEORI DASAR


A. Siklus Aktual 4 Tak Diesel
Dalam

kenyataannya

tiada

satu

siklus

pun

yang

merupakan siklus tekanan konstan, atau siklus tekanan


terbatas.

Tetapi

boleh

dikatakan

antara

efisiensi

siklus udara dan siklus sebenarnya terdapat hubungan


tertentu, yaitu pada efisiensi indikatornya:
i Diesel

0,75 0,85 tekanan-konstan

0,65 0,80 volume-konstan


dimana, i Diesel
0,40 0,55

Gambar 1. grafik tekanan vs volume motor 4 langkah


Pada titik 2 atau 10 sebelum TMA katup isap mulai
terbuka, katup isap terbuka sampai titik 4 atau 45
setelah TMB. Namun langkah isap terjadi dari 3 sampai
TMB. Langkah isap baru terjadi pada titik 3 karena
dari titik 2 sampai titik 3 katup buang masih terbuka
sehingga jika dari titik 2 sudah terjadi langkah isap
maka gas hasil pembakaran bisa masuk ke dalam intake
manifold

sehingga

akan

Sementara

itu

TMB

merupakan
bergerak

Diesel Engine

dari

langkah
menuju

isap

TMA

merusak
sampai

titik

karena

sehingga

intake
4

torak

sebagian

manifold.

sudah

bukan

sudah

mulai

udara

dalam

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


silinder

keluar

seharusnya

dari

melalui
MB

sudah

intake
terjadi

manifold.
langkah

Dan

kompresi.

Namun langkah kompresi belum terjadi karena katup isap


masih

terbuka

sementara

seharusnya

langkah

kompresi

itu terjadi jika kedua katup sudah tertutup.


Selanjutnya langkah kompresi terjadi dari 4 sampai
seputaran

TMA

setelah

beberapa

derajat

sebelum

TMA

bahan bakar di injeksikan sehingga terjadi pembakaran.


Proses pembakaran itu terjadi di sekitaran TMA atau
beberapa

derajat

sebelum

TMA,

disini

terjadi

pembakaran cepat sampai beberapa derajat setelah TMA,


terjadi pembakaran lanjutan. Kemudian dari seputaran
TMA sampai sebelum titik 1 terjadi langkah kerja. Pada
titik 1 atau 45 sebelum TMB katup buang sudah mulai
terbuka
kalor
disini

sehingga

ini

terjadi

terjadi

belum

bisa

dari

pelepasan
titik

dikatakan

kalor,

sampai

langkah

pelepasan

TMB.

Dimana

buang

karena

walaupun katup buang sudah mulai terbuka, namun torak


masih bergerak menuju TMB. Gas hasil pembakaran itu
keluar

dengan

sendirinya

torak.
Selanjutnya

langkah

tanpa

buang

itu

ada

dorongan

terjadi

dari

dari

TMB

sampai TMA dimana torak bergerak dari TMB menuju TMA


sehingga memaksa gas hasil pembakaran keluar melalui
katup buang. Dari TMA sampai titik 3 sudah tidak bisa
dikatakan sebagai langkah buang karena walaupun katup
buang masih terbuka namun torak sudah bergerak menuju
TMB. 10 sebelum TMA terjadi over lapping dimana katup
isap sudah mulai terbuka sementara katup buang masih
belum tertutup. Pada motor diesel ini merupakan suatu
keuntungan karena saat langkah buang sudah mendekati
TMA atau saat katup isap mulai terbuka(10) sebelum
TMA

sebagian

udara

hasil

pembakaran

masuk

ke

dalam

katup isap sehingga memanaskan udara yang akan di isap


ke dalam ruang bakar. Ini terjadi sampai TMA, Sehingga
saat

langkah isap terjadi yang di isap ke dalam ruang

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


bakar adalah udara panas sehingga pembakaran cepat itu
dapat terjadi lebih cepat.
B. Suspensi Dependent dan Independent
Suspensi

adalah

kumpulan

komponen

tertentu

yang

berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada


kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang
dapat

meningkatkan

pengendalian

kenyamanan

kendaraan.

Sistem

berkendara
suspensi

dan

kendaraan

terletak di antara bodi (kerangka) dengan roda. Ada


dua jenis utama suspensi yaitu :
1. Sistem suspensi dependen atau sistem suspensi poros
kaku (rigid)
Roda dalam satu poros dihubungkan dengan poros
kaku

(rigid),

bodi

dengan

poros

kaku

menggunakan

tersebut
pegas,

dihubungkan

peredam

kejut

ke
dan

lengan kontrol (control arm).Awalnya semua kendaraan


menggunakan
besar

sistem

kendaraan

menggunakan

ini.

Sampai

berat

sistem

ini,

sekarang

seperti
sedangkan

sebagian

truck,

masih

kendaraan

niaga

umumnya menggunakan sistem ini pada roda belakang.

Gambar 2. Suspensi dependent


2. Sistem

suspensi

independen

atau

sistem

suspensi

bebas.

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


Antara

roda

dalam

satu

poros

tidak

terhubung

secara langsung, masing-masing roda (roda kiri dan


kanan) terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan
suspensi (suspension arm), pegas dan peredam kejut.
Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak
memengaruhi

roda

yang

lain.Umumnya

kendaraan

penumpang menggunakan sistem ini pada semua poros


rodanya,
menggunakan

sedangkan
sistem

ini

kendaraan
pada

roda

niaga

umumnya

depan

sedangkan

pada poros roda belakang menggunakan sistem suspensi


dependen pada poros roda belakang. Tipe MacPherson
strut

dan

double-wishbone

termasuk

dalam

jenis

sistem ini.

Gambar 3. Suspensi independent


C. Siklus Pembukaan Katup (Valve Timing Diagram)
Pembukaan dan penutup katup harus sesuai

dengan

proses kerja motor. Seperti dijelaskan pada prinsip


kerja motor 4 tak, waktu pembukaan dan penutupan katup
adalah sebagai berikut:

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Gambar 4. Posisi katup hisap dan katup buang tiap


langkah piston
Dari tabel tersebut katup hisap terbuka saat TMA
langkah

hisap

dan

tertutup

di

TMB,

namun

dalam

perencanaan sesungguhnya katup hisap terbuka beberapa


derajat

sebelum

setelah

TMB.

TMA

dan

Pembukaan

tertutup

katup

beberapa

lebih

awal

derajat

dari

TMA

disebut pembukaan awal, sedangkan penutupan yang lebih


lambat dari seharusnya yaitu di TMB disebut penutupan
susulan.
Tujuan pembukaan awal dan penutupan susulan adalah
untuk

meningkatkan

campuran

yang

efisiensi

masuk

ke

volumetrik
dalam

atau

silinder

jumlah
dengan

memanfaatkan inersia aliran campuran bahan bakar.


Saat langkah buang katup buang terbuka jauh sebelum
TMB dan tertutup setelah TMA, tujuan pembukaan awal
dan penutupan susulan pada katup buang adalah agar gas
buang di dalam silinder benar-benar bersih, sehingga
pada langkah berikutnya silinder dapat terisi dengan
gas baru yang tidak terkontaminasi dengan gas bekar
yang tidak terbuang.
Adanya pembukaan

awal

katup

masuk

dan

penutupan

susulan katup buang menyebabkan kedua katup terbuka


bersama,

kondisi

ini

disebut

overlapping.

Tujuan

overlapping adalah untuk pembilasan yaitu memasukkan

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


gas

baru

untuk

pembilasan

diharapkan

bersih.
Besar
aliran

mendorong
agar

overlapping

gas

buang,

gas

ruang

harus

besar

bekas

keluar,

bakar

adanya

benar-benar

memperhatikan

inersia

aliran

inersia

gas

buang

ditentukan oleh kecepatan, bentuk aliran dan massa gas


buang yang keluar.

Kecepatan aliran ditentukan oleh

putaran mesin dan luasan saluran keluar. Bentuk aliran


tergantung disain ruang bakar, desain
dan

disain

kenalpot.

Massa

gas

saluran buang

buang

tergantung

jumlah bahan bakar yang terbakar.


Kapan katup masuk mulai terbuka dan tertutup, serta
kapan

katup

buang

digambarkan

mulai

dalam

terbuka

diagram

dan

tertutup

dapat

katup

(Valve

pembukaan

timing diagrams). Sedangkan lama katup masuk terbuka,


maupun lama katup buang terbuka disebut durasi katup
(valve duration).
D. CDI DC, dan CDI AC
CDI motor memiliki beberap macam type, mulai tanpa
pulser,
yakni

CDI

AC

dan

DC.

membangkitkan

Semua

memiliki

tegangan

tinggi

fungsi
koil

sama

sebagai

sistem pengapian motor.


Sistem CDI AC merupakan CDI motor yang telah lama
berkembang,
magnet

yakni

untuk

memanfaatkan

membangkitkan

spul/kumparan

tegangan

menengah

pada
untuk

suplay capasitor CDI ke koil yang akan di switch oleh


SCR sesuai input dari pulser.
Untuk CDI DC sebenarnya basic tetap sama dengan CDI
AC, namun untuk tegangan menengah AC di suplay oleh
inverter/

konverter

(Kotak

warna

biru

pada

gambar)

sebagai pembangkit tegangan AC melalui oscillator dan


transistor

switching

melalui

trafo

inti

ferit(Trafo

frekuensi tinggi). Jadi tidak membutuhkan spul pada


magnet

lagi,

yang

juga

menambah

beban

mesin

walau

hanya beberapa persen saja.

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR

Gambar 5. Skema CDI AC

Gambar 6. Skema CDI DC


1. CDI AC(CDI arus bolak-balik)
Kelebihan
a. Menggunakan arus yang berasal langsung dari spull
CDI.
b. Terdapat spull CDI sendiri untuk mengalirkanya ke
CDI.
c. Komponen tak berhubungan dengan sistem pengisian.
d. Kemungkinan rusak dalam jangka lama.
e. Harganya pun lebih murah.
Jenis motor yang menggunakan CDI AC yaitu Honda
Grand,Supra, Atrea 800, Legenda,Supra Fit, NSR-SP,
Yamaha

Alfa,

Force1,

Suzuki

Tornado

GS,

RX-S,
GX,

RX-K,

Bravo,

RX-Z,

Crypton,

Crystal,

RG-R.

Kawasaki Kaze.
Kelemahan
a. Arus yang tidak tetap atau berubah-ubah membuat
mesin bekeja lebih keras.
b. Arus yang keluar tergantung putaran mesin jika
putaran mesn rendah pengapianya pun kecil.
c. Sering sekali kawat elmail di spull terbakar
karena panas yang berlebihan.
Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


d. Menggunakan

kawat

elmail

kecil

yang

riskan

terbakar berbeda dengan CDI DC


2. CDI DC(CDI arus searah)
Kelebihan
a. Menggunakan arus searah yang berasal dari aki.
b. Arus yang keluar diputaran rendah tetap maksimal.
c. Spull jarang mati karena kawat elmail yang lebih
besar dari spull cdi walaupun sama kualitasnya.
Tapi hambatanya lebih kecil.
Jenis motor yang menggunakan CDI DC yaitu Honda
Kirana, Sonic 125, Karisma, Supra 125, Megapro, GlPro Neo tech, Beat, Spacy, CBR, Suzuki Shogun 110,
Shogun

125,

Smash,

Satria

F,

Titan,

Skywave,

Skydrive, Raider, Yamaha Vega, Jupiter Z, Vega ZR,


Jupiter

ZR,

Byson,

Scorpio

Z,

Mio,

Mio

soul,

Kawasaki Blitz, Edge, Athlete, Ninja dll


Kelemahan
a. Walaupun arus yang dikeluarkan tetap tapi CDI DC
sangat

sensitif

terhadap

konsleting

berhubungan dengan aki juga.


b. Jika AKI sudah mulai rusak
mengalirkan

arus

yang

lebih

dan
dari

tak
11-12

karena
mampu
volt

berpengaruh terhadap kinerja CDI.


c. Jika aki rusak kemungkinan terbesar CDI pun akan
rusak.
d. Walau banyak orang yang beranggapan motor dengan
pengapian DC bisa hidup tanpa AKI karena masih
ada Regulator maka salah besar.CDI DC membutuhkan
arus full DC dari aki sedangkan Arus yang keluar
dari regulator untuk pengisian tak seatus persen
DC.
e. Rata-rata CDI DC dibanderol dengan harga mahal
walau itu merk biasa.
E. Jenis-Jenis Pembilasan
Dalam beberapa mesin, gas buangnya dibiarkan keluar
melalui lubang, yang dibuka oleh torak seperti lubang
pembilasan.

Berdasarkan

pada

letak

lubang

buang

terdapat lubang bilas, terdapat dua metoda pembilasan


yang dasarnya berbeda:
Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


1. Pembilasan aliran silang (cross flow)
Dengan metoda ini torak terlebih dahulu membuka
lubang buang e, dan menambah tekanan yaitu pada saat
menuju TMB, maka torak membuka lubang bilas s, dan
mulai memasukkan udara agak bertekanan yang arusnya
diarahkan
tanda

terutama

panah,

melalui

atas,

sehingga

lubang

terlebih

ke

e.

dahulu

seperti

mendorong

Setelah

menutup

ditunjukkan

keluar

melampaui

lubang

bilas

gas

buang

TMB,

torak

dan

segera

setelah itu menutup lubang buang Kenyataannya bahwa


lubang buang tertutup setelah setelah lubang bilas
memungkinkan sebagian dari udara pengisian lari dari
silinder.

Hal

pembilasan

ini

aliran

merupakan
silang.

kerugian

Tetapi,

dari

juga

jenis

mempunyai

keuntungan tertentu, yaitu kesederhanaan konstruksi


dan

pemeliharaan,

harus

tetap

dengan

tidak

rapat.Beberapa

adanya

mesin

katup

besar

yang

kecepatan

rendah menggunakan skema pembilasan arus silang yang


diperbaiki

dengan

tambahan

katup

searah

yang

terletak di dekat lubang bilas. Dalam kasus ini,


lubang bilas dibuat sama tinggi atau bahkan agak
lebih tinggi daripada lubang buang. Oleh karenanya
lubang

bilas

dibuka

oleh

torak

secara

serentak

dengan atau sedikit sebelum lubang buang; tetapi,


katup

searah

mencegah

gas

buang

masuk

ke

dalam

penerima udara bilas. Segera setelah tekanan dalam


silinder

turun

udara,

maka

katup

searah

Pembilasan
lubang

bawah

tekanan
dan

tekanan

dalam

penerima

pemasukan

udara

dilanjutkan

buang

memberikan

di

sampai

ditutup

kenaikan

dalam
udara
bilas

lubang

oleh

efisiensi

penerima

torak.

membuka
dimulai.

bilas

maupun

Skema

pembilasan,

ini
yang

menghasilkan tekanan efektif rata-rata lebih tinggi.


2. Pembilasan lingkar (loop) atau aliran balik (return
flow)

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


Pembilasan
dalam

hal

lingkar

urutan

mirip

dengan

pembukaan

aliran

lubang.

silang

Tetapi,

arah

aliran dan udara berbeda, seperti ditunjukkan dengan


tanda

panah

dalam

gambar

11.

Keuntungannya

adalah bahwa keseluruhan penerima udara bilas dan


penerima gas buang terletak pada sisi yang sama dari
silinder, sehingga lebih mudah dicapai. Skema ini
terutama

sesuai

untuk

mesin

kerja

ganda,

karena

dengan mesin tersebut maka operasi katup buang untuk


ruang

bakar

Aliran

bawah

Silang

digunakan

menjadi

sangat

Pembilasan

pada

mesin

rumit.Pembilasan

Aliran

kerja

Lingkar

ganda

Kalau

skema

ini

disempurnakan dengan memasang katup buang putar r.


Selama pelepasan gas buang maka katup r, terbuka,
tetapi

katup

ini

tertutup

kalau

torak

menutupi

lubang bilas pada langkah balik. Dengan pengaturan


ini

untuk

melepaskan

pengisian

udara

selama

awal

langkah kompresi, ketika lubang buang ditutup oleh


torak, katup putar dibuka dan dibuat siap untuk daur
berikutnya. Panjang torak dibuat tepat sama dengan
panjang

langkah

pembuangan

dan

untuk

mengendalikan

pembilasan

secara

kejadian

bergantian

oleh

tepi atas dan bawah dari torak.


F. Jenis-Jenis Pendinginan
Sistem
suatu

pendinginan dalam

sistem

yang

mesin

berfungsi

mesin

pembakaran

dalam

(maupun

pembakaran

untuk

menghasilkan

mesin

diubah

adalah

menjaga

supaya

untuk

temperatur

mekanisme

dalam

kendaraan

kondisi

yang

luar)

menjadi

ideal.

melakukan
energi

dan

tenaga

gerak.

Mesin
proses
dengan
Mesin

bukan instrumen dengan efisiensi sempurna, panas hasil


pembakaran tidak semuanya terkonversi menjadi energi,
sebagian

terbuang

melalui

saluran

pembuangan

dan

sebagian terserap oleh material disekitar ruang bakar.


Mesin dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk
Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


konversi panas hasil pembakaran menjadi energi yang
diubah menjadi gerakan mekanis, dengan hanya sebagian
kecil panas yang terbuang. Mesin selalu dikembangkan
untuk

mencapai

efisiensi

mempertimbangkan

faktor

tertinggi,

tetapi

ekonomis,

daya

juga
tahan,

keselamatan serta ramah lingkungan.


1. Sistem pendinginan udara

Dalam

sistem

ini,

panas

mesin

langsung

dilepaskan ke udara. Mesin dengan sistem pendinginan


udara mempunyai desain pada silinder mesin terdapat
sirip

pendingin.

Sirip

pendingin

ini

untuk

memperluas bidang singgung antara mesin dengan udara


sehingga
cepat.

pelepasan
Sebagian

eletkris

atau

panas

bisa

dilengkapi
mekanis)

berlangsung

dengan

untuk

kipas

lebih
(kipas

mengalirkan

udara

melalui sirip pendingin, sebagian yang lain tanpa


menggunakan kipas.

Gambar 7. Mesin dengan sirip pendingin


Tipe ini memiliki kelebihan :
a. Desain mesin lebih ringkas.
b. Berat mesin secara keseluruhan lebih ringan
dibandingkan tipe pendinginan air.
c. Mudah perawatannya.
Tipe

ini

memiliki

kekurangan,

harus

ada

penyesuaian untuk digunakan di daerah dingin atau


panas
banyak

terutama

mesin

diaplikasikan

berkapasitas
pada

mesin

besar.Tipe

pesawat,

ini

sebagian

besar sepeda motor, mobil tipe lama dan sebagian

Diesel Engine

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


kecil mobil tipe terbaru. Hampir semua mesin dengan
kapasitas kecil menggunakan tipe ini, seperti mesin
pemotong rumput, mesin genset dibawah 10 Kva, mesin
pemotong kayu (chain saw) dan sebagainya.
2. Sistem pendinginan air

Sistem

ini

menggunakan

media

air

sebagai

perantara untuk melepaskan panas ke udara.

Gambar 8. Sistem pendinginan air


Komponen utama dalam sistem ini adalah :
a. Radiator, berfungsi untuk melepaskan panas.
b. Saluran berupa pipa (tube) atau selang karet
(hose).
c. Pompa, berfungsi untuk sirkulasi air dalam
sistem.
d. Thermostat, berfungsi untuk menutup atau membuka
jalur sirkulasi.
e. Kipas, berfungsi untuk membantu pelepasan panas
pada radiator.
Sistem

ini

sangat

umum

dipakai

pada

mobil,

sedangkan sepeda motor jarang menggunakan tipe ini.


sistem

pendingin

menggunakan

pada

sirip

sirip

sepeda

motor

udara

sebagai

secara

umum

pendinginan

pada mesin.
3. Sistem Pendinginan Tertutup
Pada
sistem
ini
digunakan

sebuah

tabung

ekspansi. Setelah motor mencapai suhu tertentu, maka


alat pendingin yang memuai, bila mencapai tekanan
tertentu,

akan

mengalir

ekspansi

bagian

bawah.

Diesel Engine

melalui
Tekanan

selang
udara

di

ke

tabung

dalamnya

Internal Combustion Engine

LABORATORIUM MOTOR BAKAR


akan meningkat. Tekanan udara inilah nantinya, bila
motor menjadi dingin lagi akan menekan kembali alat
pendingin dibawah tabung ekspansi ke arah bak atas
dari radiator.

Pada

Gambar 9. Sistem pendinginan tertutup


tabung ekspansi ini
terdapat sebuah

pengaman,

yang

akan

membuka

bila

katup

tekanannya

melampaui nilai tertentu. Keuntungan dari sistem ini


adalah bahwa tidak perlu lagi ada penambahan alat
pendingin, asal tidak terjadi kebocoran. Suhu dari
cairan pendingin dapat ditentukan dengan menggunakan
sebuah meteran suhu.

Diesel Engine

Internal Combustion Engine