Anda di halaman 1dari 2

a.

Orthopnea adalah sesak napas (dyspnea) yang terjadi saat posisi berbaring,
biasanya merupakan manifestasi dari gagal jantung. Orthopnea merupakan
hasil dari redistribusi cairan dari sirkulasi splanchnic dan ekstremitas bawah
menuju sirkulasi sentral saat posisi berbaring, yang mengakibatkan kenaikan
tekanan kepiler paru. Nocturnal cough adalah manifestasi yang sering terjadi
pada proses ini dan biasanya terlihat sebagai gejala gagal jantung.
Orthopnea biasanya menghilang dengan mengubah posisi menjadi duduk
atau tidur dengan menggunakan bantal yang lebih tinggi .
b. Stridor adalah salah satu tanda dari sumbatan saluran pernafasan. Stridor
sendiri adalah suara nafas kasar yang disebabkan karena adanya tubelensi
aliran udara karena ada sumbatan di saluran nafas bagian atas. Stidor paling
sering disebabkan oleh pembengkakan dijalan napas atas, biasanya akibat
croup karena virus. Namun, kadang-kadang dapat juga timbul akibat adanya
benda asing yang menyumbat jalan napas atau akibat infeksi yang lebih
berat yaitu epiglotitis. Epiglotitis merupakan keadaan yang mengancam jiwa,
dimana epiglotitis mengalami pembengkakan dan menutupi aliran udara ke
paru. Penyebab pembengkakan epiglottis yang paling sering adalah infeksi
bakteri Hemophilus influenza tipe B (Hib). Namun, epiglotitis dapat juga
timbul karena penyebab lain seperti luka bakar karena air panas, cedera di
tenggorokan, dan berbagai infeksi virus dan bakteri.
c. Wheezing adalah suara yang berkelanjutan, dengan nada tinggi, seperti
bersiul, suara tersebut biasanya terdengar saat ekspirasi tetapi kadangkala
juga terdengar saat inspirasi. Suara pernafasan ini di hasilkan saat udara
mengalir melalui sluran pernafasan yang menyempit.
JENIS WHEEZING :
a) Wheezing monofonik
Wheezing monofonik merupakan nada musik tunggal. Nada
musik ini timbul akibat bronchus tunggal menyempit hingga
hampir tertutup lengkap. Bunyi mungkin terdengar pada
seluruh siklus respirasi bila stenosis kaku. Bila obstruksi
berubah-ubah karena bronkus yang fleksibel berubah posisi
pada waktu bernafas, wheezing mengkin hanya terdengar pada
sebagian siklus respirasi. Wheezing monofonik mungkin tunggal
atau multiple dan merupakan tanda khas dari asma. Pada
penderita dengan wheezing monofonik multiple, nada individual
sering mulai dan berakhir pada saat yang berlainan tetapi
tumpang tinding.
b) Wheezing polifonik
Wheezing tipe ini dihasilkan oleh kompresi dinamik dari bronki
sentral dan merupakan tanda penyakit saluran napas obstruktif
kronik yang sering dijumpai. Manfaat klinik dari wheezing
polifonik adalah menunjukkan adanya obstruksi jalan napas
yang luas, terutama bila timbul pada waktu ekshalasi tanpa
tenaga.

d. Ronchi adalah bunyi gaduh yang dalam. Terdengar selama ekspirasi.


Penyebabnya gerakan udara melewati jalan napas. Contohnya seperti suara
ngorok.
Ronchi terbagi menjadi 2 :
a) Rochi kering : suatu bunyi tambahan yag terdengar kontinyu
terutama waktu ekspirasi disertai adanya mucus/secret pada
bronkus. Ada yang high pitch (menciut) misalnya pada asma
dan low pitch karena secret yang meningkat pada bronkus
yang besar yang dapat juga terdengar waktu inspirasi.
b) Ronchi basah (krepitasi) : bunyi tambahan yang terdengar
tidak kontinyu pada waktu inspirasi seperti bunyi ranting
kering yang terbakar, disebabkan oleh secret di dalam alveoli
atau bronkiolus.
Referensi : Dorland, W.A.N. 2010. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 31. Alih Bahasa:
Elseria N Retna. Jakarta: EGC. pp : 1557, 2080, 2425.
Kumar, V, Cotran, R.S, dan Robbins, S.L. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins Edisi 7.
Alih Bahasa : Brahm U. Pendit. Jakarta: EGC.