Anda di halaman 1dari 38

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

1. Hari ke 1: Senin, tgl 24 feb 2014


No.
1

Kegiatan Pekerjaan
Pengenalan depo
farmasi Kemoterapi RIK
( Pav.parahyangan)

Uraian
1. Jenis pasien
Depo ini melayani pasien Rawat inap umum,
JKN (BPJS) dan kontraktor perusahaan.
2. Jangkauan pelayanan
Depo farmasi Kemoterapi pada hari kerja
melayani pencampuran obat kemoterapi dari
ruangan:
a. RIK 1
b. RIK 2
c. RIK 3
d. RIK 4
e. HCU RIK
f. Mawar (fresia 3)
g. Anyelir (fresia 1)
h. Anturium
i. Aglonema
j. Kana
k. Alamanda
l. Kenanga 2
m. Asnawati
Sedangkan pada hari libur depo kemoterapi RIK
jangkauan pelayanannya di tambah dari ruangan :
a.
b.
c.
d.

Kenanga 1
Obgin kemuning
Bedah umum kemuning
Bedah wanita kemuning

3. Waktu pelayanan
Depo kemoterapi RIK melayani pencampuran
obat sitotoksik setiap hari dari Senin-Minggu
Sift 1: Dari jam 07.00- 14.0
Sift 2: Dari jam 14.00- 21.00
4. Sumber daya manusia
Pada hari kerja :
Sift 1: Apoteker 1 orang
Asisten apoteker 3 orang
Sift 2: Asisiten apoteker 1 orang
Pada hari libur
Sift 1: Asisten apoteker 1 orang
Sift 2: Asisten apoteker 1 orang
5. Sistem distribusi
Individual prescription (IP)
Yaitu permintaan obat yang ditulis oleh dokter
di lembar pencampuran obat sitotoksik.

6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defecta.
Petugas depo menginput data yang berisi daftar
BMHP

yang

dibutuhkan.

Selanjutnya

melaporkan no permintaan defecta ke petugas


gudang farmasi. Jadwal defecta untuk depo
kemoterapi

dilakukan

seminggu

kali.

Permintaan BMHP akan dikirim petugas gudang


pada hari defecta.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat dengan memperhatikan
LASA (look a like sound alike) terutama
memisahkan penyimpanan obat yang sama
b.

tetapi dosis yang berbeda.


Obat yang penyimpanannya harus di suhu

dingin atau sejuk disimpan dalam lemari es.


c. Penyimpanan alat secara terpisah.
d. Penyimpanan APD (Alat perlindungan diri)
disimpan di lemari khusus.
e. Penyimpanan infus terpisah di tempat yang
mudah di jangkau.

8. Alur pelayanan resep


a. Menerima order pencampuran dari ruangan
yang di tulis oleh dokter berisi nama
obat,dosis,pelarut,volume, rute dll.
b. Melakukan pengkajian resep berdasarkan
kelengkapan administrasi, farmasetik, dan
klinis.
c. Memasukan data ke komputer dan print
kwitansi. Data yang dimasukan ke komputer
yaitu nomor SEP, nama pasien, nama
dokter, diagnosa, nama penanggungjawab
depo, nama obat, jumlah obat.
d. Membuat etiket obat.
e. Menyiapkan obat dan pelarut sesuai dengan
order pencampuran.
f. pencampuran obat kemoterapi
g. Memberikan
etiket
sesudah

proses

pencampuran.
h. Sebelum diserahkan ke pasien, obat atau alat
kesehatan yang sudah disiapkan diperiksa

apakah sudah sesuai dengan resep atau


i.
-

tidak.
Serah terima

obat

kemoterapi dengan

transporter atau perawat ruangan.


Suhu kulkas 1 kulkas 2 dan suhu ruangan di
tulis, dapat dilihat grafik penurunan dan
penaikan suhu setiap harinya.sebagai evaluasi
kesesuaian penyimpanan obat yang benar.

Dilakukan pengkajian lembar pencampuran


dilihat nama obat,dosis,jenis pelarut dan volume

pelarut apakah sudah sesuai atau tidak.


Membuat etiket dan menyiapkan obat dan

pelarutnya.
pelarut yang tidak sesuai volume yang di minta
dengan volume sediaan standar maka di lakukan

pengurangan atau penambahan volume.


Pencampuran obat kemoterapi dilakukan oleh

petugas farmasi yang lain.


Memasukan botol infus yang sudah di campur
dengan obat kemoterapi ke dalam box antar

khusus yang tertutup.


Serah terima dengan perawat Asnawati dengan
menandatangani lembar form pencampuran.

2.

mengisi form suhu

Mengecek persediaan obat, mencocokan stok


obat real dengan stok obat yang di tulis di kartu
stok.

3.

Stok obat di perkirakan cukup untuk jangkauan


pelayanan selama 1 minggu ke depan. Dan

3.Melayani order

apabila stok obat kurang dilakukan defecta obat

pencampuran dari

ke gudang dengan mengisi program defecta

ruangan Asnawati

secara komputerisasi yang sudah online ke


gudang.
-

Memberikan informasi ke gudang kode defecta

PengkajianPenyiapan

etiket

penyiapan

pelarut penyiapan obat pencampuran


pemeriksaan kesesuaian serah terima obat

dengan transporter.
-

Billing pemakaian obat dan alat yang di pakai ke


computer

.
-

Mengecek kesesuaian obat yang datang dengan


form antar dari gudang kesesuaian jenis dan

4.

4.Defecta Obat rutin ke


gudang.

jumlah.
Memberikan informasi kepada gudang apabila
ada yang tidak sesuai dan meminta informasi

kenapa obat yang di pesan tidak dating.


Validasi no.ID serah di computer

Melayani order
5.

pencampuran dari
Ruangan RIK, Mawar,
Alamanda dan entry
data kekomputer.

Membereskan defecta
6.

dan mengecek obat yang


datang dari gudang.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


2. Hari ke 2 : selasa ,25 feb 2014

No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Membereskan defectaan

dari gudang.
2.

Melayani

Membereskan obat yang di minta sift 1.


Biasanya obat-obatan yang hari sebelumnya

resep

Ruangan

dari

tidak datang dan validasi ID serah di computer.


PengkajianPenyiapan etiket penyiapan
pelarut penyiapan obat pencampuran

Mawar,

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat

Anyelir, Alamanda, Rik

dengan transporterBilling pemakaian obat


dan alat yang di pakai ke computer.

3.

Mencatat suhu

4.

Melayani

resep

dari

mencatat suhu kulkas 1, kulkas 2 dan suhu


ruangan.

PengkajianPenyiapan

etiket

penyiapan

pelarut penyiapan obat pencampuran

kenanga2 dan anturium

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat


dengan transporterBilling pemakaian obat
dan alat yang di pakai ke computer.

5.

Di tulis nama pasien , No.medical record,

Menulis daftar pasien

regimen,

yang dilayani tanggal 25

pencampuran dan nama dokter. Sebagai bahan

Maret 2014

laporan bulanan.

jumlah

pencampuran,

petugas

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


1. Hari ke - 3
No

:Rabu, 26 maret 2014

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

.
1

Kunjungan
farmasi ICU

ke

depo

1. Jangkauan pelayanan
a. (General Intensive Care Unit/ GICU)
b. (Cardiac Intensive Care Unit/CICU)
c. (Perina Insentive Care Unit/ PICU)
d. (Neonatal Insentive Care Unit/NICU)
2. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP) .
Floor Stock (FS)
Yaitu persediaan lengkap di ruangan dalam
jumlah dan jenis terbatas,.
3. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau alat
kesehatan di lembar resep atau Kartu Obat
Pasien (KOP).
b. Kartu Obat Pasien diserahkan ke depo
farmasi oleh perawat ruangan, kemuadian
resep dianalisa oleh apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Melayani permintaan BMHP via telpon
dari ruangan perawatan
d. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih

program

memasukan

nomor

pelayanan

pasien,

identitas

pasien,

mengisi data nama ruangan, nama dokter,


diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi data
BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data yang
di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan
e. Menyiapkan obat atau alat kesehatan sesuai
f.

dengan jumlah yang tertera pada etiket.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai

g.

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan

diperiksa

oleh

apoteker

kemudian di serahkan kepada perawat


ruangan beserta dengan bon bukti transaksi.
-

Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan

pelarut penyiapan obat pencampuran


pemeriksaan kesesuaian serah terima obat
dengan transporter Billing pemakaian obat
-

dan alat yang di pakai ke komputer.


Konfirmasi ke ruangan fresia penulisan no.
medrek tidak jelas.

2.

Melayani order

pencampuran dari ruang

ruangan.

RIK 3, Mawar, kenanga 2,

Anturium.
3.

Mencatat suhu kulkas 1, kulkas 2 ,dan suhu

Pencatatan obat kosong di buku TAP

Konfirmasi ke ruangan

4.
Mencatat suhu

5.
Mencatat obat kosong
Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2. Hari ke - 4
No.

: kamis,27 feb 2014

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

1.

Defecta obat yang

Defecta obat-obat yang fast moving atau regimen

obat yang sering dipakai, yaitu:


Regimen folfox ( Oxaliplatin, Leucovorin,5fu)
Regimen CHOP(Cycloposfamid,doxorubicin,

vincristine)
Regimen Mabhtera,Regimen Erbitux.
Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan

kosong

Melayani order obat dari

pelarut penyiapan obat pencampuran

ruangan Asnawati

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat


dengan transporter Billing pemakaian obat dan
-

3.

4.

obat-obat dan alat yang di pakai oleh pasien agar

Konfirmasi No.SEP ke
petugas penata jasa

alat yang di pakai ke komputer.


No. SEP pasien di perlukan untuk entry data

dapat di cover oleh BPJS.


Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan

Asnawati.

pelarut penyiapan obat pencampuran

Melayani order

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat

pencampuran dari

dengan transporter Billing pemakaian obat dan

ruangan RIK 4,RIK 3,


RIK 2, Kana.

alat yang di pakai ke computer


Konfirmasi dosis kepada perawat adanya ketidak
sesuaian penulisan obat di order pencampuran

5.

dan regimen.

Konfirmasi ke perawat
lewat telfon.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

1. Hari ke - 5 : jumat, 28 feb 2014


No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

1.

Kunjungan
farmasi RIK 3

ke

depo

1. Sistem distribusi
Unit Dose Dispensing (UDD)
Floor Stock (FS)
.
2. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
3. Cara penyimpanan BMHP
f. Penyimpanan obat disusun berdasarkan
alfabetis.
g. Penyimpanan obat yang besifat high alert
disimpan terpisah.
h. Penyimpanan alat
berdasarkan

kesehatan

ukuran

dan

disususn
frekuensi

i.

pemakaian.
Penyimpanan cairan infus disimpan dan

j.

disusun ditempat yang mudah dijangkau.


Obat narkotik dan psikotropik disimpan
dalam lemari terpisah dan terkunci, setiap

pengambilannya harus selalu distock.


k. Obat yang penyimpanannya harus di suhu
l.

dingin atau sejuk disimpan dalam lemari es.


Obat disimpan berdasarrkan jenis sediaan
yaitu tablet, injeksi, sirup, infus, sediaan
topikal dan alat kesehatan.

4. Alur pelayanan resep


Alur pelayanan Unit Dose Dispensing (UDD)
a. Dokter menulis intruksi pengobatan
pada buku medrek pasien.
b. Perawat membawa buku medrek pasien
ke depo.
c. Pengkajian

resep

berdasarkan

kelengkapan administrasi, farmasetik,


dan klinis oleh petugas depo.
d. Bila obat terjadwal petugas mencatat
intruksi pengobatan di kartu obat pasien
dan formulir obat terjadwal meliputi
nama pasien, nomor medrek, status
pasien (BPJS, umum, kontraktor), kamar
pasien, tanggal mulai terapi, nama
dokter, nama obat, aturan pakai, rute
pemberian dan jadwal pengkonsumsian
obat pasien.

e. Bila obat tidak terjadwal, dituis dilembar


obat pencatatan BMHP meliputi tanggal
pemeriksaanobat atau alat kesehatan,
jumlah, shift, nama petugas depo dan
nama perawat yang meminta obat atau
f.

alat kesehatan.
Petugas
depo

yang

memorsi,

menyiapkan obat dalam bentuk satuan


dosis perpasien untuk pemakaian 24 jam
dan

pemeriksaan

ulang

untuk

menghindari kesalahan dan dicatat di


kartu catatan obat pasien.
g. Tiap shift perawat akan mengambil obat
yang sudah diporsi di depo.
h. Perawat mendistribusikan obat kepada
pasien sesuai formulir jadwal obat
i.

pasien.
Shift 1

petugas

depo

melakukan

pengecekan pemakaian obat atau alat


j.

kesehatan (terpakai atau tidak)


Entry data serta print out

bon

pemakaian.
-

Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan


pelarut penyiapan obat pencampuran
pemeriksaan kesesuaian serah terima obat
dengan transporter Billing pemakaian obat

dan alat yang di pakai ke computer


Pasien Alamanda obatnya sebagian tidak
tertanggung BPJS di karenakan tidak memenuhi
retriksi, maka pasien yang besangkutan harus

2.

terlebih dahulu membayar obat tersebut di

Melayani order

apotek pusat.dan melampirkan kwitansi

pencampuran dari

bersamaan dengan order pencampuran ke depo

anturium, RIK 3,
Kenanga2.
3.

kemoterapi.
Suhu kulkas 1, suhu kulkas 2 dan suhu ruangan
Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan

Konfirmasi obat pasien

pelarut penyiapan obat pencampuran

Alamanda ke apotek

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat

pusat.

dengan transporter Billing pemakaian obat

dan alat yang di pakai ke computer

Memberikan informasi ketersedian leucovorin di


depo kemoterapi.

Di tulis nama pasien , No.medical record,

4.

Mencatat suhu

5.

Melayani order

regimen,

pencampuran dari

pencampuran dan nama dokter. Sebagai bahan

ruangan Alamanda

laporan bulanan.
-

jumlah

pencampuran,

petugas

Order pencampuran pasien kenanga 1,Bedah


umum kemuning,bedah wanita kemuning, obgin
kemuning untuk pelayanan tanggal 29 dan 30

6.

Memberikan informasi
ke Apotek pusat
ketersediaan obat.

7.

Mencatat daftar pasien


yang di layani selama
sift 2.
Menerima order

8.

pencampuran dari depo


eicman

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Hari ke - 6 : senin, 3 maret 2014


No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

1.

Kunjungan

ke

depo

farmasi Rawat inap 1

1. Jangkauan pelayanan
Melayani pasien rawat inap ruang Amarilis,
Azalea,

Adenium,

Aglonema,

Anturium,

Alamanda, Perinatologi, Fresia 1-3, Flamboyan,


Klinik Spesialis Urologi, Asnawati, dan Instalasi
Pelayanan Jantung, Nuklir, MIC dan pasien
rawat jaln poliklinik.
2. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan yang
ditulis oleh dokter di lembar resep.
One Day Daily Dispensing (ODDD)
Yaitu sistem penyaluran BMHP pasien untuk
kebutuhan sehari. (untuk hari libur diberikan
pada hari kerja sebelumnya)
Unit Dose Dispensing (UDD)
Yaitu obat yang disiapkan untuk 1x minum.
Floor Stock (FS)
3. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta. .
4. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat disusun

berdasarkan

alfabetis. Penempatan rak obat generik dan


paten ditempatkan terpisah.
b. Penyimpanan obat yang besifat high alert
disimpan terpisah.
c. Penyimpanan
alat

kesehatan

disususn

bedasarkan ukuran dan frekuensi pemakaian.


d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan disusun
ditempat yang mudah dijangkau.
e. Obat narkotik dan psikotropik disimpan dalam
lemari
f.

terpisah

dan

terkunci,

setiap

pengambilannya harus selalu distock.


Obat yang penyimpanannya harus di suhu

dingin atau sejuk disimpan dalam lemari es.


g. Obat disimpan berdasarrkan jenis sediaan yaitu
tablet, injeksi, sirup, infus, sediaan topikal dan
alat kesehatan
.
5. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau alat

kesehatan di lembar resep atau Kartu Obat


Pasien (KOP).
b. Kartu Obat Pasien diserahkan ke depo
farmasi oleh perawat ruangan, kemuadian
resep dianalisa oleh apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Melayani permintaan BMHP via telpon dari
ruangan perawatan
d. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih
memasukan

program
nomor

pelayanan

pasien,

identitas

pasien,

mengisi data nama ruangan, nama dokter,


diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi data
BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data yang
di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan
e. Menyiapkan obat atau alat kesehatan sesuai
f.

dengan jumlah yang tertera pada etiket.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah disiapkan
diperiksa oleh apoteker kemudian di serahkan

kepada perawat ruangan atau keluarga pasien.


Mengecek persediaan obat, mencocokan stok
obat real dengan stok obat yang di tulis di kartu
stok.-->Stok obat di perkirakan cukup untuk
jangkauan pelayanan selama 1 minggu ke
depan. Dan apabila stok obat kurang dilakukan
defecta obat ke gudang dengan mengisi program
defecta di komputer.-->Memberikan informasi

2.

Defecta obat ke gudang

ke gudang kode defecta


Suhu kulkas 1,2 dan suhu ruangan.
Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan
pelarut penyiapan obat pencampuran
pemeriksaan kesesuaian serah terima obat
dengan transporter Billing pemakaian obat
dan alat yang di pakai ke computer

Konfimasi obat mabhtera ke pasien apakah


sudah mengambil jatah free dari perusahaan
obat, di karenakan siklus ke 7 pasien harus bawa

obat sendiri tidak dari persediaan depo.


Pengkajian Penyiapan etiket penyiapan

3.

Mencatat suhu

4.

Melayani order

pelarut penyiapan obat pencampuran

pencampuran dari

pemeriksaan kesesuaian serah terima obat

Asnawati

dengan transporter Billing pemakaian obat


dan alat yang di pakai ke computer

5.

Konfirmasi obat ke
pasien

6.

Melayani order
pencampuran dari
ruangan kenanga 2, RIK
3, RIK 4, mawar dan
aglonema.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

2. Hari ke - 7 : Selasa,4 Maret 2014


No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Kunjungan

ke

depo

1. Jangkauan pelayanan

farmasi rawat inap 2

Depo farmasi rawat inap 2 melayani pasien

(Kemuning)

rawat inap ruang kemuning 1-5, HCU


Kemuning, Kenaga 1-2, NCCU, HCCU,
2. Sistem distribusi
Individual prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan yang
ditulis oleh dokter di lembar resep
One Day Daily Dispensing (ODDD)
Yaitu sistem penyaluran BMHP pasien untuk
kebutuhan sehari. (untuk hari libur diberikan
pada hari kerja sebelumnya)
Floor Stock (FS)
3. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
4. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau alat
kesehatan di lembar resep atau Kartu Obat
Pasien (KOP).
b. Kartu Obat Pasien diserahkan ke depo
farmasi oleh perawat ruangan, kemuadian
resep dianalisa oleh apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Melayani permintaan BMHP via telpon dari
ruangan perawatan
d. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih

program

pelayanan

pasien,

memasukan nomor identitas pasien, mengisi


data nama ruangan, nama dokter, diagnosa,
tanggal pelayanan, mengisi data BMHP
(nama obat, jumlah dan cara pemakaian),
memeriksa kembali data yang di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan
e. Menyiapkan obat atau alat kesehatan sesuai
f.

dengan jumlah yang tertera pada etiket.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai

g.

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah

disiapkan diperiksa oleh apoteker kemudian


di serahkan kepada perawat ruangan atau
keluarga pasien.

Mengetahui,
Pembimbing

Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )
NIP. 196707052001122001

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


5. Hari ke - 15
No.
1.

:17 maret 2014

Kegiatan Pekerjaan
Kunjungan depo farmasi
anggrek (poli Spesialis)

Uraian
1. Jenis pasien yang dilayani
Depo farmasi anggrek melayani pasien
rawat jalan dengan status umum

dan

kontraktor.
2. Jangkauan pelayanan
Depo farmasi spesialis melayani resep dari
semua poli spesialis di RSUP dr. Hasan Sadikin.
3. Waktu pelayanan
Depo farmasi anggrek rawat jalan hanya
melayani pada hari kerja.
Senin-kamis jam 07.00 s/d 15.30
Jumat
jam 07.00 s/d 16.00
4. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia di depo farmasi
anggrek (poli spesialis) tediri dari:
Apoteker: 1 orang
Asisten apoteker: 3 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan yang
ditulis oleh dokter di lembar resep.
6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
Petugas depo menginput data yang berisi daftar
BMHP

yang

melaporkan

nomor

dibutuhkan.
permintaan

Selanjutnya
defecta

ke

petugas gudang farmasi. Jadwal defecta untuk


depo spesialis dilakukan setiap hari rabu atau
kamis. Permintaan BMHP akan dikirim petugas
gudang pada hari selanjutnya.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat disusun berdasarkan
alfabetis. Rak penyimpanan obat generik
dan obat paten dipisahkan.

b. Penyimpanan obat yang besifat high


alert disimpan terpisah.
c. Penyimpanan alat kesehatan disususn
berdasarkan

ukuran

dan

frekuensi

pemakaian.
d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan
disusun ditempat yang mudah dijangkau.
e. Obat narkotik dan psikotropik disimpan
dalam lemari terpisah dan terkunci,
setiap pengambilannya
f.

harus selalu

distock.
Obat yang penyimpanannya harus di
suhu dingin atau sejuk disimpan dalam

lemari es.
g. Obat disimpan

berdasarrkan

jenis

sediaan yaitu tablet, injeksi, sirup, infus,


sediaan topikal dan alat kesehatan.
8. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau
alat kesehatan di lembar resep.
b. Resep dokter diserahkan ke

depo

farmasi oleh pasien atau keluarga pasien,


kemuadian

resep

dianalisa

oleh

apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih program pelayanan pasien,
memasukan

nomor

identitas

pasien,

mengisi data nama poli, nama dokter,


diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi
data BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data
yang di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan.
d. Memberikan bon total harga obat kepada
pasien atau keluarga pasien yang harus
dibayarkan pada loket bank mandiri.
e. Menyiapkan obat atau alat kesehatan
sesuai dengan jumlah yang tertera pada

f.

etiket.
Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai

g.

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan

diperiksa

oleh

apoteker

kemudian di serahkan kepada pasien


atau

keluarga

mengembalikan

pasien
bukti

dengan
kwitansi

pembayaran dari bank mandiri.


Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


6. Hari ke - 16
No.

Kegiatan Pekerjaan

: 18 maret 2014
Uraian

1.

Kunjungan depo farmasi


Rawat jalan umum

1. Jenis pasien yang dilayani


Depo rawa jalan umum melayani pasien
dengan status umu dan kontraktor.
2. Jangkauan pelayanan
Depo farmasi rawat jalan umum melayani
resep dari semua poli di RSUP dr. Hasan
Sadikin, antara lain:
Poli anak, gastro, kardio, endokrin,
Bedah,

paru

hematologi,

hemodialisa, dll.
3. Waktu pelayanan
Depo farmasi rawat jalan umum hanya
melayani pada hari kerja.
Senin-kamis jam 07.00 s/d 15.30
Jumat
jam 07.00 s/d 16.00
4. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia depo farmasi rawat
jalan terdiri dari:
Apoteker: 1 orang
Asisten apoteker: 3 orang
Reseptur: 1 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu

permintaan

obat

atau

alat

kesehatan yang ditulis oleh dokter di


lembar resep.
6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
Petugas depo menginput data yang berisi
daftar BMHP yang dibutuhkan. Selanjutnya
melaporkan nomor permintaan defecta ke
petugas gudang farmasi. Jadwal defecta
untuk depo farmasi rawat jalan dilakukan
setiap hari selasa dan kamis. Permintaan
BMHP akan dikirim petugas gudang pada
hari berikutnya.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat disusun berdasarkan
alfabetis. Rak obat generik dan paten
dibuat terpisah.
b. Penyimpanan obat yang besifat high

alert disimpan terpisah.


c. Penyimpanan alat kesehatan disususn
berdasarkan

ukuran

dan

frekuensi

pemakaian.
d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan
disusun

ditempat

yang

mudah

dijangkau.
e. Obat narkotik dan psikotropik disimpan
dalam lemari terpisah dan terkunci,
setiap pengambilannya harus selalu
f.

distock.
Obat yang penyimpanannya harus di
suhu dingin atau sejuk disimpan dalam

lemari es.
g. Obat disimpan

berdasarrkan

jenis

sediaan yaitu tablet, injeksi, sirup, infus,


sediaan topikal dan alat kesehatan
8. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau
alat kesehatan di lembar resep.
b. Resep dokter diserahkan ke

depo

farmasi oleh pasien atau keluarga


pasien, kemuadian resep dianalisa oleh
apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih program pelayanan pasien,
memasukan nomor identitas pasien,
mengisi data nama poli, nama dokter,
diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi
data BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data
yang di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan.
d. Memberikan bon total harga obat
kepada pasien atau keluarga pasien yang
harus dibayarkan pada loket bank
mandiri.
e. Menyiapkan obat atau alat kesehatan

sesuai dengan jumlah yang tertera pada


f.

etiket.
Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai

g.

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan

diperiksa

oleh

apoteker

kemudian di serahkan kepada pasien


atau

keluarga

mengembalikan

pasien
bukti

dengan
kwitansi

pembayaran dari bank mandiri.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

7. Hari ke - 20

: 24 maret 2014

No.
1.

Kegiatan Pekerjaan
Kunjungan depo farmasi
Rawat jalan JKN

Uraian
1. Jenis pasien yang dilayani
Depo rawat jalan JKN hanya melayani asien
dengan status BPJS.
2. Jangkauan pelayanan
Depo farmasi rawat jalan umum melayani
resep dari semua poli di RSUP dr. Hasan
Sadikin, antara lain
a. Poli anak
b. Poli gastro
c. Poli kardio
d. Poli endokrin
e. Poli bedah
f. Poli paru
g. Poli hematologi
h. Poli hemodialisa, dll.
3. Waktu pelayanan
Senin-kamis jam 7.00 s/d 15.30
Jumat jam 07.00 s/d 16.00
4. Sumber daya manusia
sumber daya manusia yang ada di depo
farmasi JKN terdiri dari:
apoteker: 1 orang
asisten apoteker: 19 orang
reseptur: 2 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan
yang ditulis oleh dokter di lembar resep.
6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
Petugas depo menginput data yang berisi daftar
BMHP

yang

dibutuhkan.

Selanjutnya

melaporkan nomor permintaan defecta ke


petugas gudang farmasi. Jadwal defecta untuk
depo

JKN

dilakukan

setiap

hari

kamis.

Permintaan BMHP akan dikirim petugas gudang


pada hari jumat.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat disusun berdasarkan
farmakologi dan alfabetis.
b. Penyimpanan obat yang besifat high alert
disimpan terpisah.
c. Penyimpanan alat
berdasarkan

ukuran

kesehatan
dan

disususn
frekuensi

pemakaian.
d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan
disusun ditempat yang mudah dijangkau.
e. Obat narkotik dan psikotropik disimpan
dalam lemari terpisah dan terkunci, setiap
f.

pengambilannya harus selalu distock.


Obat yang penyimpanannya harus di suhu

dingin atau sejuk disimpan dalam lemari es.


g. Obat disimpan berdasarrkan jenis sediaan
yaitu tablet, injeksi, sirup, infus, sediaan
topikal dan alat kesehatan
8. Alur pelayanan resep
Alur individual prescription (IP)
a. Dokter menulis permintaan obat atau
alat kesehatan di lembar resep.
b. Resep dokter diserahkan ke

depo

farmasi oleh pasien atau keluarga


pasien, kemuadian resep dianalisa oleh
apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih program pelayanan pasien,
memasukan nomor identitas pasien,
mengisi data nama poli, nama dokter,
diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi
data BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data
yang di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan.
d. Menyiapkan obat atau alat kesehatan
sesuai dengan jumlah yang tertera pada
etiket.
e. Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan kemudian diberi etiket sesuai
f.

dengan nama obat atau alat kesehatan.


Obat atau alat kesehatan yang sudah
disiapkan

diperiksa

oleh

apoteker

kemudian di serahkan kepada perawat


ruangan.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


8. Hari ke - 17
No.

Kegiatan Pekerjaan

: 19 maret 2014
Uraian

1.

Kunjungan depo farmasi


EU 1

1. Jenis pasien yang dilayani


Depo farmasi EU1 melayani pasien dengan
status umum, kontraktor, jamkesda dan
BPJS.
2. Jangkauan pelayanan
Melayani pasien ruangan SW, RGB, ruang
obgin, IHC dan UGD.
3. Waktu pelayanan
Shift 1: jam 07.00 s/d 14.00
Shift 2: jam 14.00 s/d 21.00
Shift 3: jam 21.00 s/d 07.00
4. Sumber daya manusia
Apoteker: 1 orang
Asisten apoteker: 12 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan yang
ditulis leh dokter di Kartu Obat Pasien (KOP)
atau di lembar resep.
Unit Dose Dispensing (UDD)
Yaitu obat yang disiapkan untuk 1x minum.
Floor Stock (FS)
Yaitu persediaan lengkap di ruangan dalam
jumlah

dan

jenis

terbatas,

dimana

yang

disediakan berupa BMHP dasar dan sediaan live


saving yang digunakan untuk keadaan segera
dan juga BMHP yang sering dipakai.
Fungsi dari sistem ini yaitu mempercepat
pelayanan

obat

membutuhkan

kepada

pertolongan

pasien
cepat.

yang
Barang

disimpan dalam trolly terkunci yang berada di


tiap ruangan.
6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
Petugas depo menginput data yang berisi daftar
BMHP

yang

dibutuhkan.

Selanjutnya

melaporkan nomor permintaan defecta ke


petugas gudang farmasi. Jadwal defecta untuk
depo farmasi EU1 dilakukan setiap hari selasa
dan jumat. Permintaan BMHP akan dikirim
petugas gudang pada hari itu juga.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan
obat

disusun

berdasarkan alfabetis.
b. Penyimpanan obat yang besifat high
alert disimpan terpisah.
c. Penyimpanan alat kesehatan disususn
berdasarkan

ukuran

dan

frekuensi

pemakaian.
d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan
disusun ditempat yang mudah dijangkau.
e. Obat narkotik dan psikotropik disimpan
dalam lemari terpisah dan terkunci, setiap
f.

pengambilannya harus selalu distock.


Obat yang penyimpanannya harus di suhu
dingin atau sejuk disimpan dalam lemari

es.
g. Obat disimpan berdasarrkan jenis sediaan
yaitu tablet, injeksi, sirup, infus, sediaan
topikal dan alat kesehatan.
8. Alur pelayanan resep
Aur pelayanan individual prescription (IP)
Dimulai dari dokter atau perawat datang
ke depo farmasi EU1 dan menuliskan
permintaan BMHP di formulir BMHP
atau lembar resep. Kemudian asisten
apoteker menyiapkan BMHP sesuai
permintaan untuk diserahkan kepada
dokter atau perawat. Setelah itu petugas
depo entry data ke komputer, kemudian
print semua perincian semua BMHP
yang digunakan oleh pasien untuk
penyelesaian masalah administrasi oleh
keluarga pasien.
Alur pelayanan Unit Dose Dispensing
(UDD)
a. Dokter menulis intruksi pengobatan
pada buku medrek pasien.
b. Perawat membawa buku medrek pasien
ke depo.
c. Pengkajian

resep

berdasarkan

kelengkapan administrasi, farmasetik,


dan klinis oleh petugas depo.
d. Bila obat terjadwal petugas mencatat

intruksi pengobatan di kartu obat pasien


dan formulir obat terjadwal meliputi
nama pasien, nomor medrek, status
pasien (BPJS, umum, kontraktor), kamar
pasien, tanggal mulai terapi, nama
dokter, nama obat, aturan pakai, rute
pemberian dan jadwal pengkonsumsian
obat pasien.
e. Bila obat tidak terjadwal, dituis dilembar
obat pencatatan BMHP meliputi tanggal
pemeriksaanobat atau alat kesehatan,
jumlah, shift, nama petugas depo dan
nama perawat yang meminta obat atau
f.

alat kesehatan.
Petugas
depo

yang

memorsi,

menyiapkan obat dalam bentuk satuan


dosis perpasien untuk pemakaian 24 jam
dan

pemeriksaan

ulang

untuk

menghindari kesalahan dan dicatat di


kartu catatan obat pasien.
g. Tiap shift perawat akan mengambil obat
yang sudah diporsi di depo.
h. Perawat mendistribusikan obat kepada
pasiensesuai
i.

pasien.
Shift 1

formulir

petugas

jadwal

depo

obat

melakukan

pengecekan pemakaian obat atau alat


j.

kesehatan (terpakai atau tidak)


Entry data serta print out

bon

pemakaian.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

( Dra. Pratiwi )
NIP. 196707052001122001

Pembimbing Akademi Farmasi

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


9. Hari ke - 18
No.
1.

: 20 maret 2014

Kegiatan Pekerjaan
Kunjungan depo farmasi
Asnawati

Uraian
1. Jenis pasien yang dilayani
Depo farmasi asnawati melayani pasien
dengan status umum dan BPJS.
2. Jangkauan pelayanan
Depo farmasi asnawati melayani pasien
kemoterapi dari poli spesialis rawat jalan.
3. Waktu pelayanan
Waktu pelayanan hanya pada hari kerja dan
jam kerja saja
Hari senin-kamis: jam 07.00 s/d 15.30
Hari jumat: jam 07.00 s/d 16.00
4. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia yang ada terdiri dari:
Apoteker: 1 orang
Asisten apoteker: 1 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan
yang ditulis oleh dokter di lembar resep.
6. Sumber BMHP
Berasal dari gudang IFRS dengan sistem
defekta.
Petugas depo menginput data yang berisi
daftar BMHP yang dibutuhkan. Selanjutnya
melaporkan nomor permintaan defecta ke
petugas gudang farmasi. Jadwal defecta
untuk depo asnawati dilakukan setiap hari
senin dan kamis. Permintaan BMHP akan
dikirim petugas gudang pada hari itu juga.
7. Cara penyimpanan BMHP
a. Penyimpanan obat disusun berdasarkan
alfabetis.
b. Penyimpanan obat yang besifat high alert
disimpan terpisah.

c. Penyimpanan
berdasarkan

alat

kesehatan

ukuran

dan

disususn
frekuensi

pemakaian.
d. Penyimpanan cairan infus disimpan dan
disusun ditempat yang mudah dijangkau.
e. Obat yang penyimpanannya harus di suhu
dingin atau sejuk disimpan dalam lemari
f.

es.
Obat disimpan berdasarrkan jenis sediaan
yaitu tablet, injeksi, sirup, infus, sediaan
topikal dan alat kesehatan.

8. Alur pelayanan resep


Alur pelayanan individual prescription (IP)
a. Dokter menulis obat dan alat kesehatan
dilembar resep.
Karena asnawati hanya pelayani pasien yang
akan melakukan tindakan kemoterapi maka,
dokter akan selalu menuliskan dosis obat
kemo yang dibutuhkan pasien pada regimen,
lembar

pencampurandan

melengkapi

administrasi yang harus ditulis pada protokol


terapi.
b. Resep, regimen, protokol terapi dan lembar
pencampuran akan dikaji ulang di depo
farmasi.
c. Protokol terapi selanjutnya di acc oleh tim
verifikator dan tim JKN.
d. Resep, regimen, protocol
dikembalikan

ke

petgas

terapi
depo

akan

farmasi,

selanjutnya depo farmasi menyiapkan obat


dengan dosis dan jumlah obat yang sudah di
acc oleh petugas verifikator.
e. Fotocopy regimen dan lembar pencampuran
beserta obat yang telah disiapkan diserahkan
kepada transpoter ruangan selanjutnya akan
dilakukan
pencampuran.

Mengetahui,

pencampuran

diruangan

Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


10. Hari ke - 19
No.

Kegiatan Pekerjaan

: 21 maret 2014
Uraian

Kunjungan depo farmasi


Teratai

1. Jenis pasien yang dilayani


Depo farmasi teratai melayani

pasien

dengan status umum, jamkesda, kontraktor


dan BPJS.
2. Jangkauan pelayanan
Pasien rawat jalan poli teratai.
3. Waktu pelayanan
Hari senin-kamis: jam 07.00 s/d 15.30
Hari jumat: jam 07.00 s/d 16.00
4. Sumber daya manusia
Apoteker: 1 orang
Asisten apoteker: 2 orang
5. Sistem distribusi
Individual Prescription (IP)
Yaitu permintaan obat atau alat kesehatan yang
ditulis leh dokter di Kartu Obat Pasien (KOP)
atau di lembar resep.
6. Sumber BMHP
obat-obat yang digunakan untuk terapi pasein
poli teratai berasal dari Departemen Kesehatan.
Permintaan kebutuhan obat dilakukan setiap 3
bulan sekali.
Departemen Kesehatan akan mengirimkan obat
sesuai dengan kebutuhan dan permintaan yang
diajukan ke Gudang IFRS. Selanjutnya depo
farmasi teratai akan melakukan permintaan obat
(defecta) ke gudang sesuai kebutuhan.
Obat yang digunakan untuk terapi pasien teratai
diberikan secara gratis.
7. Cara penyimpanan BMHP
Obat disimpan di rak secara alfabetis dan
pada suhu ruangan.
8. Alur pelayanan resep
a. Dokter menulis permintaan obat di
lembar resep.
b. Lembar resep dibawa oleh pasien atau
keluarga pasien ke depo farmasi teratai.
kemuadian

resep

dianalisa

oleh

apoteker depo.
Menambah atau mengurangi obat atas
intruksi dokter.
c. Memasukan data pemakaian BMHP tiap
pasien
Memilih program pelayanan pasien,
memasukan nomor identitas pasien,

mengisi data nama poli, nama dokter,


diagnosa, tanggal pelayanan, mengisi
data BMHP (nama obat, jumlah dan cara
pemakaian), memeriksa kembali data
yang di input,
Mencetak data sesuai kebutuhan.
d. Menyiapkan obat sesuai dengan jumlah
yang tertera pada etiket.
e. Obat yang sudah disiapkan kemudian
diberi etiket sesuai dengan nama obat
f.

atau alat kesehatan.


Obat yang sudah disiapkan diperiksa
oleh apoteker kemudian di serahkan

kepada pasien atau keluarga pasien.


g. Pencatatn dan pemberkasan.

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing

Akademi

Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3. Hari ke - 3 :26 maret 2014


No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Bimbingan

Materi:

pengantar

PKL

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

( Dra. Pratiwi )

Profil RSHS dan instalasi farmasi


Farmasi produk
Pengadaan barang
Program DOTS dan MDR
Materi JKN
Perencanaan dan penerimaan barang

Pembimbing Akademi Farmasi

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001

AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


4. Hari ke 7

:4 maret 2014

No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Pelatihan

Materi:

Penanganan

Bahan Berbahaya dan


Beracun

Pre test
Kebijakan rumah sakit terkait penanganan B3
Building learning comitmen
Pengertian B3, klasfikasinya dan regulasi

penanganan B3
Ruang lingkup

penanganan B3
Pengelolaan limbah padat di RSHS
Pengelolaan limbah cair di RSHS
Label, symbol B3 dan material safety data sheet

penilaian

proper

dalam

(MSDS)

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing Akademi Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

5. Hari ke 8
No.

:5 maret 2014

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Pelatihan
bahan

penanganan
beracun

dan

berbahaya

Materi dan praktek:


-

Manajemen risiko B3
Identifikasi risiko B3
Pengertian dan klasifikasi limbah radioaktif
Regulasi terkait limbah radio aktif
Kewajiban penghasil limbah radioaktif
Tanggap darurat keboocoran radiasi
Simulasi tanggap darurat kebocaoran radiasi
Diskusi dan evauasi tanggap darurat b3 dan
radiasi

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing

Akademi

Farmasi

( Dra. Pratiwi )

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

NIP. 196707052001122001
AGENDA KEGIATAN HARIAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

6. Hari ke - 9

:6 maret 2014

No.

Kegiatan Pekerjaan

Uraian

Pelatihan

Materi dan praktek:

bahan

penanganan
beracun

berbahaya

dan

Standar tempat pnyimpanan B3


Prosedur pengunaan alat pelindung diri
Prosedur penanganan kecelekaan terkait B3
Prosedur pelaporan kecelakaan kerja
Manajemen penanggulangan darurat B3
Penanggulangan darurat tumpahan B3
Praktek penanganan tumpahan B3
Post test

Mengetahui,
Pembimbing Instansi

Pembimbing

Farmasi

( Dra. Pratiwi )
NIP. 196707052001122001

( Drs. Tonni Sumarsono, Apt., MM )

Akademi