Anda di halaman 1dari 8

Kisah Nabi Musa as dan Firaun

Kisah tentang Nabi Musa dan Firaun adalah kisah yang penuh dengan ibrah. Tiga agama samawi
mengungkapkan kisah itu dengan versi berbeda. Bagi kita umat Islam,banyak sekali pelajaran
yang bisa diambil. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran surat Al Qashas ayat 3,"Kami
membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firaundengan sebenarnya untuk orangorang yang beriman"
Kisah Nabi Musa
Musa lahir pada pasa kepemimpinan Firaun yang dzalim.Silsilah Musa adalah Musa bin Imran
bin Fahis bin 'Azir bin Lawi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim bin Azara bin Nahur bin Suruj bin
Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh Dalam wikipidia disebutkan
masa itu adalah pemerintahan Maneftah yang berkuasa pada tahun 1213-1203 SM. Selain
dzalim, Firaun juga sangat arogan. Dia menganggap dirinya sebagai Tuhan dan sangat takut
kekuaaannya kan hilang. Apalagi ketika ada paranormal yang menafsirkan mimpi Firaun,Firaun
bermimpi Mesir tebakar dan semua penduduk mati kecuali orang Israil,bahwa ada lelaki Israil
yang akan merebut kekuasaan Firaun. Maka Firaun pun memerintahkan agar semua bayi lakilaki yang lahir dibunuh.
Khawatir bayinya akan dibunuh,ibunda Nabi Musa yang bernama Yukabad mendapatkan ilham
dari Allah agar membuang Nabi Musa ke sungai Nil. Bayi Musa pun ditemukan oleh Asiyah
yang merupakan istri Firaun. Melihat bayi yang tampan dan menggemaskan hati Asiyah
langsung terpikat. Beliau meminta kepada Firaun agar Musa tidak dibunuh dan Musa dipelihara
sebagai anak angkat. Firaun yang awalnya ingin membunuh sang bayi akhirnya mengabulkan
permintaan istrinya. Atas kehendak Allah Musa disusui oleh Yukabad karena saat disusui orang
lain Musa tidak mau. Kakak Musalah yang menyarankan pada keluarga Firaun agar Musa
disusui oleh Yukabad.
Dalam kemegahan istana Firaun,Musa tumbuh menjadi pemuda yang kuat ,cerdas,dan suka
membela kaum tertindas. Hingga terjadi suatu peristiwa yang membuatnya terusir dari istana.
Peristiwa itu terjadi ketika Musa melihat bani Isral bernama Samiri sedang berkelahi dengan
kaum Firaun bernaam Fatun. Kondisi Samiri terdesak dan dia meminta tolong pada Musa. Musa
pun membantunya dengan memukul Fatun yang mengakibatkan Fatun mati. Orang-orang Firaun
tidak terima dan mengejar Musa. Musa pun melarikan diri.
Dalam pelarian diri inilah Musa bertemu dengan Nabi Syuaib dan putrinya . Hingga akhirnya
Musa bekerja sebagai pembantu dan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Shafura. Setelah
lebih dari sepuluh tahun hidup di luar Mesir,Musa pun memutuskan untuk kembali ke Mesir. Di
perjalanan pulang inilah Musa mendapatkan wahyu kenabian,tepatnya di Bukit Thur Sina.
Wahyu diberikan langsung oleh Allah. Lihat Al Quran surat An Nissa : 164 dan Thahaa : 13.
Selain wahyu kenabian,Nabi Musa mendapat mukjizat berupa tongkat yang beliau bawa bisa
berubah menjadi ular dan tangan saat dikepit lalu dikeluarkan menjadi putih bercahaya tanpa

cacat. Allah pun memmerintahkan agar Nabi musa berdakwah kepada Firaun dengan ditemani
sadaranya yang bernama Harun. Al Quran surat Taaha :43-44."Pergilan kamu berdua kepada
Firaun,karena dia benar-benar telah melampui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepada
Firaun dengan kata-kata yang lemah lembut,mudah-mudahan dia sadar dan takut''
Kemudian pergilah Nabi Musa ditemani Harun berdakwah kepada Firaun dan rakyatnya. Ada
beberap pelajaran yang bisa kita ambil dalam proses dakwah Nabi Musa :
1. Nabi Musa berdakwah dengan mengutamakan metode dialog dan diplomasi yang cerdas
QS Taaha :
47," Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah: Sesungguhnya kami
berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu
menyiksa mereka . Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas
kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti
petunjuk''
48. Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang
yang mendustakan dan berpaling .
49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?
50. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu
bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk
51. Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab Tuhan
kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
2. Jasa Firaun yang pernah menjadi orang tua angkat tidak membuat Nabi Musa merasa sungkan
untuk mendakwahi Firaun
Ketika menemui Firau untuk berdakwah,Firaun mengungkit tentang jasanya membesarkan
Musa.
Al Quran surat Al Qashas
18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu
kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu
19. dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk
golongan orang-orang yang tidak membalas guna
20. Berkata Musa: "Aku telah melakukannya, sedang aku di waktu itu termasuk orang-orang
yang khilaf.
21. Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku
memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak
Bani Israil"22.
3. Dalam berdakwah di kalangan masyarakat yang sangat senang terhadap ilmu sihir,Musa
diberikan mukjizat bisa mengubah tongkatnya menjadi ular dan tangannya bercahaya setelah
dikepit. Hal inilah yang menjadi pembuka hidayah bagi para ahli sihir kepercayaan Firaun
QS Taahaa

64. Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris.
dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini
65. (Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang
melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?"
66. Berkata Musa: "Silahkan kamu sekalian melemparkan". Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkattongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka
67. Maka Musa merasa takut dalam hatinya
68. Kami berkata: "janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
69. Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang
mereka perbuat. "Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir
(belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang".
70. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud,seraya berkata: "Kami telah percaya
kepada Tuhan Harun dan Musa".
71. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin
kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu
sekalian.Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan
bersilang secara bertimbal balik , dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada
pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih
pedih dan lebih kekal siksanya".
72. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti
yang nyata (mu'jizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah
menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.Sesungguhnya kamu
hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja
73. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahankesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih
baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".
4. Bertaubatnya Firaun ketika ruh sudah ada di panggal tenggorokan adalah sia-sia
QS Yunus
90. Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala
tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah
hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang
dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)"
91. Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak
dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
92. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu [704] supaya kamu dapat menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah
dari tanda-tanda kekuasaan Kami

Kisah : Nabi Ibrahim AS


Sajadah Muslim Nabi Ibrahim adalah putra Aazar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau bin
Falij bin Aabir bin Shalih bin Afrakhsyad bin Saam bin Nuh (baca Kisah Nabi Nuh AS). Nabi
Ibrahim dilahirkan disebuah tempat bernama Faddam Aram yang termasuk wilayah kerajaan
Babilon. Kerajaan Babilon pada waktu itu diperintah oleh seorang raja yang bengis dan
mempunyai kekuasaan absolute yaitu Namrud. Ia seorang raja yang tidak mau lengser dan ingin
berkuasa terus-menerus bahkan ingin hidup terus-menerus. Karena itu ia tak segan-segan untuk
membodohi rakyatnya agar menyembah berhala. Bahkan ia juga memproklamirkan dirinya
sebagai salah satu Tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Sehingga segala perintahnya tak
ada yang berani membangkang.
Sebelum Nabi Ibrahim lahir, raja Namrud pernah bermimpi melihat seorang anak lelaki
melompat masuk ke dalam kamarnya lalu merampas mahkota dan menghancurkannya. Esok
harinya ia memanggil tukang ramal dan tukang tenung untuk menafsirkan mimpinya itu.
Menurut tukang ramal, anak laki-laki dalam mimpi sang raja itu kelak akan meruntuhkan
kekuasaan sang raja. Tentu saja raja namrud murka. Ia memerintahkan kepada para prajuritnya
untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru saja lahir. Ketika Ibrahim lahir, kedua orang
tuanya bersembunyi di dalam gua. Sejak bayi hingga menginjak remaja ia dibesarkan di dalam
gua. Ia tidak pernah melihat dunia luar.
Ibrahim Mempergunakan Akalnya untuk berpikir
Rasa ingin tahu merasuki jiwa Ibrahim, selama ini ia hanya melihat bongkahan batu dan tanah di
dalam gua. Ketika ibunya sedang pergi ke kota mencari makanan, ia pun mencoba keluar gua.
Begitu menapakkan kakinya di luar gua, Ibrahim tercengang. Ia benar-benar takjub melihat alam
yang sangat luas, gunung-gunung menjulang tinggi, langit biru terbentang luas, ombak laut
berkejar-kejaran. Di siang hari ia melihat cerahnya mentari, di malam hari ia melihat sinar bulan
yang menerangi malam.
Sejak kecil Nabi Ibrahim sudah mendapat petunjuk dari Tuhan, ia merasa heran melihat orangorang yang menyembah patung padahal patung-patung itu tak bisa bicara, tak bisa melihat, tak
bisa mendengar dan tak bisa memberikan pertolongan. Mengapa mereka menyembah benda mati
? demikian pertanyaan yang timbul di benak Ibrahim. Jika ia bertemu dengan unta, kambing
dan domba-domba selalu bergolak pertanyaan dalam hatinya, siapakah yang menciptakan semua
itu ?
Ibrahim ingin mencari siapakah yang berkuasa atas semua ini, siapakah seharusnya yang pantas
dijadikan Tuhan dan wajib disembah ? Ketika malam tiba, ia melihat bulan dan bintang-bintang,
namun bulan itu akhirnya tenggelam tak tampak lagi. Pada siang hari ia melihat matahari, namun

disenja hari matahari itu juga tenggelam tak Nampak lagi. Ibrahim berkata dalam hatinya : Aku
tidak suka bertuhan yang tenggelam itu. Akhirnya Ibrahim dapat menemukan kesimpulan, akal
pikirannya yang masih suci bersih itu memutuskan bahwa Tuhan adalah Yang menciptakan
semua alam ini. Berkata dalam hatinya : Tuhanku adalah yang menciptakan langit dan bumi,
Tuhanku yang menciptakan manusia, tetumbuhan, hewan dan apa-apa saja yang terdapat di
muka bumi ini.
Ibrahim bergaul dengan kaumnya
Sesudah dewasa dan berita tentang pembunuhan bayi-bayi sudah sirna. Ibrahim diijinkan kedua
orang tuanya keluar dari gua untuk hidup ditengah-tengah masyarakat. Kesedihan menggoroti
hatinya, ternyata masyarakat disekitarnya sudah bobrok mental dan akhlaknya. Akal pikiran
mereka benar-benar sudah tumpul sehingga patung dan batu-batu bergambar mereka jadikan
Tuhan yang disembah-sembah. Ayah Ibrahim sendiri adalah tukang pembuat patung yang dijual
ke masyarakat banyak, dan ayahnya juga menyembah patung yang dibuatnya sendiri.
Ibrahim kemudian mengadu kepada Tuhan : Ya Tuhan, aku sedang menderita, derita batin. Aku
melihat kemungkaran dan kesesatan, untuk apakah gerangan akal pikiran yang dikaruniakan
Tuhan kepada mereka ? Apakah akal pikiran itu hanya digunakan untuk mencari kekayaan dan
berbuat kerusakan belaka. Oh Tuhanku, tunjukilah aku kalau Tuhan tidak menunjuki aku,
sesungguhnya aku akan menjadi orang yang tersesat dan berbuat aniaya.
Lalu Allah memberikan petunjuk kepadanya, ia diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Ia diberi
Wahyu sehingga keyakinan tentang adanya Tuhan bukan sekedar kesimpulan akal pikirannya
belaka melainkan berasal dari ketetapan Tuhan. Allah mengajarkan segala rahasia yang ada di
balik alam nyata ini, bahwa di balik alam nyata ini ada juga alam ghaib. Setiap manusia yang
mati kelak akan dibangkitkan lagi di alam akhirat.
Ibrahim Meyakinkan Dirinya
Nabi Ibrahim sebenarnya sudah percaya akan adanya hari pembalasan di akhirat. Pada suatu hari
ia ingin memperoleh petunjuk yang lebih nyata dan meyakinkan hatinya. Maka berdoalah ia
kepada Tuhan : Ya, Tuhanku perlihatkanlah kepadaku, bagaimana Engkau menghidupkan
orang-orang mati. Allah menjawab permintaan Ibrahim itu dengan sebuah pertanyaan :
Apakah kamu belum percaya Ibrahim ? Nabi Ibrahim menjawab : Saya telah percaya tetapi
supaya bertambah yakin hati saya.
Tuhan kemudian memerintahkan Ibrahim mengambil empat ekor burung. Keempatnya dipotongpotong dan tubuhnya dicerai beraikan atau dipisah-pisahkan. Potong-potongan kecil dari
keempat burung itu dilumatkan kemudian dijadikan empat onggok masing-masing onggokan
diletakan di puncak empat bukit yang letaknya berjauhan. Ibrahim kemudian diperintahkan
mengambil burung-burung yang sudah hancur tadi. Tiba-tiba saja burung itu hidup lagi seperti
sedia kala dan menghampiri Nabi Ibrahim.
Kini bertambah yakinlah Ibrahim akan kekuasaan Allah yang menghidupkan sesuatu yang sudah
mati. Allah kemudian berfirman kepada Ibrahim : Demikian pula Aku akan membangkitkan
manusia yang sudah mati untuk dihidupkan di alam akhirat, dan akan dihisap amal perbuatannya
sewaktu di dunia. Dan semua manusia akan menerima balasannya sendiri-sendiri.

Ajakan kepada Ayahnya Meninggalkan Berhala


Sebelum Nabi Ibrahim mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan terhadap berhala,
pertama kali yang diajaknya menyembah Allah adalah ayahnya sendiri. Ayah Ibrahim yang
bernama Aazar adalah pembuat patung berhala, ia memperingatkan ayahnya dengan bahasa yang
lemah lembut penuh kesopanan : Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang
tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun ? Wahai ayahku,
sesungguhnya aku mempunyai ilmu yang diberikan Allah dan tidak mungkin diberikan
kepadamu. Maka ikutilah nasihat-nasihatku, nsicaya akan menunjukan kepadamu jalan yang
lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka
kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, sesungguhnya aku kuatir engkau akan
ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau akan menjadi kawan dari setan.
Tapi ayahnya tidak mau mengikuti ajakan Ibrahim. Berkata ayahnya, Bencikah kamu terhadap
Tuhanku, Ibrahim ? Jika kamu tidak berhenti mengajakku niscaya aku akan merajammu.
Tinggalkanlah aku buat waktu yang lama. Karena ayahnya tidak mau mengikuti ajakannya ia
hanya berkata : Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun
bagimu pada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik padaku. Dan aku akan menjauhkan diri
dari padamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Dan aku akan berdoa kepada
Tuhanku. Mudah-mudahan aku tidak kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku.
Doa atau permohonan Nabi Ibrahim untuk ayahnya tak lain adalah karena kasih sayangnya
selaku anak kepada ayahnya. Namun setelah Allah menerangkan bahwa ayah Ibrahim adalah
musuh Allah maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Tak ada beban moral lagi selaku anak
kepada ayahnya seperti tersebut dalam Al-Quran : Dan permintaan ampun dari Ibrahim untuk
ayahnya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkan kepada ayahnya itu. Maka
tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari
padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang lembut hatinya lagi penyantun.
Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala
Nabi Ibrahim adalah seorang cerdas dan ahli logika serta strategi yang ulung, ia ingin berdialog
dengan Raja Namrud di hadapan orang banyak dengan cara ia hancurkan lebih dulu berhalaberhala yang menjadi sesembahan Raja Namrud dan rakyatnya. Hal itu ia lakukan ketika sang
raja dan semua rakyat sedang berpesta hari raya dengan berburu di tengah hutan. Disaat rumah
penyembahan berhala kosong maka Ibrahim masuk membawa kapak. Berhala-berhala kecil dan
sedang dihancurkannya, lalu kapak yang dibawanya itu diletakkan di leher berhala yang paling
besar.
Raja Namrud dan pengikutnya kembali dari perburuan dengan wajah gembira. Mereka akan
mengadakan pesta pora sambil menyembah berhala diruang pemujaan. Namun betapa terkejut
mereka saat melihat berhala-berhala itu telah cerai berai. Kurang ajar siapa yang berani
menghancurkan berhala kita ? Raja Namrud meluapkan amarahnya. Tidak seorang pun
menjawab, namun ada seorang saksi yang melihat bahwa hanya Ibrahim saja yang tidak ikut
berburu ke hutan dengan alas an perutnya sakit. Tangkap dia dan bawa ke hadapanku !
Perintah Raja Namrud. Ibrahim kemudian ditangkap, dalihnya karena hanya ia seorang yang
tidak ikut keluar kota untuk berburu hewan. Pastilah ia yang melakukan penghancuran ini.

Ia dibawa ke hadapan Raja Namrud, disaksikan rakyat banyak ia diinterogasi. Ibrahim


tersenyum, memang inilah yang diharapkannya. Bertanya Raja namrud : Apakah kamu yang
menghancurkan berhala-berhala itu ? Bukan ! jawab Ibrahim. Ibrahim ! Sergah Raja Namrud.
Cukup banyak bukti yang menunjukkan kaulah pelakunya. Tak usah mungkir ! Bukan aku
pelakunya ! Jawab Ibrahim untuk memancing emosi Raja Namrud. Ia ingin mengajak dialog raja
itu.
Baiklah Raja Namrud, kata Ibrahim, saya punya pikiran, kamu juga punya pikiran. Kalau mau
mencari tahu siapa pelaku penghancuran berhala-berhala itu maka tanyakanlah kepada berhala
yang paling besar itu. Bukankah kapak itu menggantung di lehernya, berarti berhala paling besar
itu pelakunya.raja Namrud berang mendengar ucapan itu : Hai Ibrahim kau sungguh bodoh ?
dimana otakmu ? masak patung seperti itu akan saya ajak bicara mana mungkin dia bias bicara ?
Kau jangan mengada ngada !
Hai Raja namrud ! Kata Ibrahim dengan lantangnya, siapa sebenarnya yang bodoh. Mengapa
patung yang tak dapat bicara dan bergerak kau jadikan Tuhan yang harus disembah. Mengapa
patung dan berhala yang tak dapat melindungi dirinya itu kalian puja-puja, bukanlah ini
kebodohan yang teramat sangat ? Raja Namrud dan pengikutnya terdiam mendengar jawaban
Ibrahim itu. Sebagian masyarakat akalnya sehat membenarkan ucapan Nabi Ibrahim itu, namun
mana berani mereka angkat bicara. Sementara Raja Namrud dan pengikutnya tak dapat
membantah. Hanya amarah yang timbul di hatinya, dan langsung Raja Namrud memerintahkan
Ibrahim untuk ditangkap dan diikat.
Apa hukuman yang pantas dijatuhkan untuknya ? Taya Raja Namrud kepada para penasihatnya.
Bakar ! bakar saja dia sampai mati ! jawab para penasihat kerajaan. Kayu-kayu segera
dikumpulkan, Ibrahim diletakkan di atasnya dalam keadaan terikat kemudian dibakarlah ia
hingga kayu yang bertumpuk-tumpuk itu habis. Raja Namrud dan rakyatnya mengira Ibrahim
akan hangus menjadi abu. Namun setelah api itu padam Ibrahim masih segar bugar. Itulah
mujizat Nabi Ibrahim. Tak mempan terbakar.
Dialog Ibrahim dengan Raja namrud
Sesudah Ibrahim dibakar tidak mati, sebenarnya banyak rakyat yang mau mengikuti ajarannya.
Tapi karena takut pada ancaman Raja Namrud, maka mereka masih banyak yang kafir. Nabi
Ibrahim pun meneruskan dakwahnya untuk mengajak manusia hanya menyembah Allah. Hal ini
membuat murka Raja namrud. Suatu hari Nabi Ibrahim dipanggil menghadap ke istana Raja
Namrud. Engkau telah menyebarkan fitnah yang jahat sekali, Kata Raja Namrud, Adakah
Tuhan selain aku ? Akulah Tuhan yang harus kamu sembah. Aku dapat megatur dan merusak
segala-galanya. Siapakah yang lebih tinggi kekuasaannya dari pada aku ? Hukum yang
kutetapkan mesti berlaku, keputusanku pasti berjalan. Semua orang tunduk kepadaku, mengapa
kau menantangku ?
Dengan tenang Ibrahim menjawab : Tuhanku adalah Allah. Dialah yang kusembah, dia telah
menciptakan kamu dan aku yang asalnya tidak ada. Ia sanggup mematikan dan menghidupkan
siapa saja yang dikehendaki-Nya. Ia adalah pencipta langit dan bumi. Raja Namrud menyanggah
jawaban Ibrahim itu dengan pendapatnya yang konyol Aku juga bias menghidupkan dan

mematikan. Benarkah ? Tanya Nabi Ibrahim. Raja namrud kemudian memerintahkan pengawal
untuk megeluarkan dua orang narapidana. Kemudian Namrud mengambil pedang, salah seorang
dari narapidana itu dipenggal lehernya sampai mati, seorang lagi diampuni, dibiarkan hidup.
Lalu Namrud berkata : Begitulah caranya aku menghidupkan dan mematikan.
Itu bukan mematikan, melainkan membunuh dengan cara biadab dan kejam. Kata Ibrahim,
Tuhanku bias menjalankan matahari dari timur ke barat, jika kau memang berkuasa namrud,
cobalah kau jalankan matahari itu dari barat ke timur ! Namrud terbungkam tak bias bicara.
Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Ibrahim. Namrud
terbungkam tak bisa bicara. Tantangan Nabi Ibrahim benar-benar membuatnya keok, tak bisa
membantah lagi, ia benar-benar telah dijatuhkan oleh kecerdasan akal Nabi Ibrahim. Sejak saat
itu Namrud menganggap Ibrahim sebagai musuh besarnya.
Ibrahim Hijrah ke Mesir
Karena Negeri babilon tidak aman lagi bagi Ibrahim dan istrinya maka ia memutuskan untuk
pindah ke Syam (Palestina). Bersama Nabi Luth yang kemudian juga menjadi Nabi dan beberapa
pengikutnya ia meninggalkan Babilon (baca Kisah Nabi Luth AS). Namun tidak berapa lama di
Negeri Palestina diserang bahaya kelaparan dan penyakit menular. Ibrahim dan pengikutnya
kemudian pindah ke Mesir. Mesir pada waktu itu diperintah oleh Raja kejam dan suka berbuat
seenaknya. Raja Mesir suka merampas wanita-wanita cantik walapun wanita itu bersuami.
Ketika Raja Mesir mendengar bahwa Sarah adalah perempuan yang cantik maka Ibrahim dan
Sarah dipanggil menghadap. Ibrahim berdebar, Raja Mesir memang mempunyai kebiasaan aneh,
yaitu merampas istri orang yang berwajah cantik sekedar untuk menunjukkan betapa besar
kekuasaannya, tak seorang pun berani menghalangi perbuatannya. Setelah menghadap Raja
Mesir ia ditanya : Siapakah perempuan itu ? Saudaraku, jawab Ibrahim, sengaja ia
berbohong, sebab jika ia berkata terus terang tentu ia akan dibunuh Raja Mesir dan istrinya akan
dirampas. Perbuatan Ibrahim ini menjadi kaidah, boleh berbohong dalam keadaan terdesak dan
terancam bahaya.
Nabi Ibrahim dan istrinya boleh tinggal di istana, pada suatu hari Sarah dapat menyembuhkan
sakit Raja Mesir yaitu sepasang tangan Raja itu mengatup rapat tak dapat digerakkan, atas
jasanya itu Sarah kemudian diberi hadiah seorang budak perempuan bernama Hajar. Dan dengan
ikhlas hajar kemudian diberikan kepada Ibrahim untuk dijadikan Istri. Di Mesir, Ibrahim dapat
hidup tentram dan makmur. Hartanya melimpah ruah. Tapi justru ini menjadikan iri hati bagi
penduduk asli Mesir. Maka Ibrahim kemudian memutuskan kembali ke Palestina. Sejak saat itu
Palestina dijadikan tempat tinggalnya. Di jadikan tanah airnya dan dijadikan tempat untuk
menyembah Allah. Di Negeri Palestina itu Hajar melahirkan seorang anak lelaki yang bernama
Ismail. Tak lama kemudian Sarah juga melahirkan anak laki-laki dan dinamakan Ishak.