Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PENGEMBANGAN NANOPARTIKEL KOLESTEROL OKSIDASE
TERAMOBIL SEBAGAI BIOANODA UNTUK PENGUKURAN
KADAR KOLESTEROL TOTAL

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:
Andrea Faadillah Argadanah
Nubli F. Albana
Ani Rizna Nur Hasanah

G84110078/2011
G84120079/2012
G84130007/2013

INSTITUT PERTANIAN BOGOR


BOGOR
2014

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii


RINGKASAN ........................................................................................................ iv
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................... 1
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................... 2
Kolesterol Oksidase (COX) dan Amobilisasi...................................................... 2
Polianilin ............................................................................................................. 3
BAB 3. METODE PENELITIAN.......................................................................... 3
Waktu dan Tempat .............................................................................................. 3
Alat dan Bahan .................................................................................................... 3
Prosedur Penelitian .............................................................................................. 4
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ..................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 7
LAMPIRAN-LAMPIRAN...................................................................................... 1

iii

RINGKASAN

Kadar kolesterol sebagai faktor risiko utama pemicu salah satu gangguan
kesehatan terbanyak penyebab kematian di Indonesia. Teknik pengukurannya
masih terus dikembangkan untuk menciptakan alat yang terjangkau dan mudah
digunakan oleh masyarakat umum. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan
bioanoda yang dilapisi dengan nanopartikel kolesterol oksidase teramobil
glutaraldehida untuk mengukur konsentrasi larutan standar kolesterol. Keefektifan
tersebut mencakup pengaruh pH dan suhu terhadap kerja elektroda serta
karakteristik kinetika bioanoda tersebut secara voltametri. Target yang ingin
dicapai adalah terciptanya elektrode berbasis reaksi oksidasi kolesterol yang
akurat mengukur kadar kolesterol total dalam sampel makanan ataupun darah
makhluk hidup. Sementara itu, luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah
dapat menjadi salah satu referensi inovasi dalam penemuan strip pengukur
kolesterol yang terjangkau dan mudah digunakan oleh masyarakat. Metode
penelitian meliputi sintesi dan karakterisasi nanoserat polianilin, pengukuran
voltamogram siklik elektroda pasta karbon (EPK) dan elektroda pasta karbon
termodifikasi (EPKT), serta pengujian aktivitas COX pada EPKT. Penelitian
dilakukan selama 5 bulan. Pelaksanaanya berada di Laboratorium Penelitian
Departemen Biokimia dan Fisika IPB serta Laboratorium Pengujian Hasil Hutan
Puslitbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor.

iv

BAB 1. PENDAHULUAN

Laporan WHO tahun 2002 menyebutkan bahwa sekitar 220372 dan


123684 penduduk Indonesia meninggal pertahunnya akibat serangan jantung dan
stroke. Penyakit tersebut berhubungan dengan terjadinya kerusakan pembuluh
darah atau disebut sebagai atherosklerosis. Beberapa faktor risiko yang
mempengaruhi kondisi tersebut antara lain usia, gender, genetik, diabetes
mellitus, dan kadar kolesterol tinggi. Namun, kadar kolesterol yang tinggi dalam
bentuk LDL (Low Density Lipoprotein) dan VLDL (Very Low Density
Lipoprotein) merupakan faktor risiko utama atherosklerosis (Yang et al. 2011).
Kedua molekul tersebut merupakan bentuk molekul pembawa kolesterol dalam
darah. Meskipun begitu, kolesterol juga merupakan molekul penting yang
berperan untuk mensintesis hormon seks seperti endrogen sehingga
keberadaannya dalam tubuh juga sangat diperlukan (Nelson dan Cox 2008).
Saat ini, perkembangan teknologi telah memunculkan metode dan
peralatan baru untuk mendiagnosa kadar kolesterol total yang mencakup LDL,
VLDL, HDL (High Density Lipoprotein), dan kilomikron. Salah satu metode
diagnosa yang berkembang adalah biosensor. Penelitian Busono et al. (2010) telah
menghasilkan prototipe biosensor kolesterol sekali pakai dengan rentang
konsentrasi kolesterol 50-250 mg/dL. Namun, biosensor tersebut masih diujikan
menggunakan larutan standar kolesterol dan menggunakan nanopartikel platina
yang relatif mahal sebagai material penyusun elektroda. Oleh karena itu,
penelitian lebih lanjut diperlukan sebagai bentuk pencarian dan pengembangan
biosensor yang akurat, terjangkau dan mudah digunakan oleh masyarakat umum.
Bioanoda merupakan elektroda yang dikombinasikan dengan komponen
biologis seperti enzim dan merupakan dasar pengembangan biosensor (Wang et
al. 2007). Salah satu enzim yang banyak diteliti dalam pengembangan bioanoda
kolesterol adalah kolesterol oksidase (COX). Proses amobilisasi enzim dianggap
dapat meningkatkan kinerja bioanoda karena enzim dapat digunakan secara
kontinu tetapi tetap stabil dan pemisahan anatar produk dengan enzim dalam
larutan terjadi lebih mudah. Selain itu, nanoserat polianinin sangat berpotensi
menggantikan peran platina sebagai media transfer elektron pada elektroda. Hal
ini dikarenakan sifat konduktivitasnya yang tinggi dan stabil dalam reaksi
enzimatis, dapat berperan sebagai penjerap enzim, mudah disintesis, serta
monomernya murah. Pembentukan polianilin menjadi nanoserat juga dapat
meningkatkan luas permukaan sehingga dapat meningkatkan kemampuannya
mentransfer elektron dari reaksi reduksi-oksidasi (Gospodinova dan Terlemezyan
1998).
Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan bioanoda yang dilapisi dengan
nanopartikel kolesterol oksidase teramobil glutaraldehida untuk mengukur
konsentrasi larutan standar kolesterol. Keefektifan tersebut mencakup pengaruh
pH dan suhu terhadap kerja elektroda serta karakteristik kinetika bioanoda
tersebut secara voltametri. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat
menjadi salah satu referensi inovasi dalam penemuan strip pengukur kolesterol
yang terjangkau dan mudah digunakan oleh masyarakat. Target yang ingin dicapai
dari penelitian ini adalah terciptanya elektrode berbasis reaksi oksidasi kolesterol
yang akurat mengukur kadar kolesterol total dalam sampel makanan ataupun

darah makhluk hidup. Dengan demikian, penelitian ini dapat meningkatkan


perkembangan teknik pengukuran kadar kolesterol yang merupakan salah satu
molekul hayati penting dalam metabolisme tubuh.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Kolesterol Oksidase (COX) dan Amobilisasi


Kolesterol oksidase (COX) merupakan enzim yang mengatalis reaksi
oksidasi dan isomerasasi kolesterol (5-kolesten-3--ol) menjadi kolestenon dan
hidrogen peroksida. Gambar 1 menunjukkan salah satu reaksi yang melibatkan
COX (Vrielink dan Ghisla 2009). Hal ini merupakan reaksi awal dalam degradasi
kolesterol dan sterol alami lainnya pada mikroba (MacLachlan et al. 2000). COX
sebagai oksidase digunakan untuk mengukur kolesterol, sterol pada tanaman, dan
stanol dalam sampel klinis dan makanan (Moreau et al. 2003). COX diidentifikasi
berada dalam strain Streptomyces sebagai sebuah sinyal protein untuk biosintesis
antibiotik antifungal. Sinyal protein tersebut diduga sebagai sensor terhadap fungi
dengan mendeteksi keberadaan senyawa ergosterol (Aparicio dan Martin 2008).
Saat ini, COX yang telah beredar di pasaran berasal dari strain bakteri
Brevibacterium sterolicum dan genus Streptomyces. Karakterisasi COX meliputi
suhu dan pH optimum. Penelitian Li et al. (2010) dan MacLachlan et al. (2000)
menyatakan suhu dan pH optimum COX adalah 45 oC dan 7.5. Aktivitas
enzimatis lebih dari 80% terjadi pada selang pH 6.5-9.0 dan pada temperatur 3548 oC. Nilai Km COX dengan substrat kolesterol adalah 0.524 mM.

Gambar 1 Reaksi oksidasi dan isomerisasi yang dikatalis COX.


Amobilisasi enzim merupakan proses pengendalian pergerakan dan
pertumbuhan secara total atau sebagian pada enzim sel atau organel. Teknik
amobilisasi enzim yang telah umum antara lain pengikatan silang (cross linking),
penjebakan (entrapment), adsorpsi (adsorption), enkapsulasi, dan pengikatan
secara kovalen pada bahan padat pendukung (carrier binding) (Gorecka dan
Jastrzebska 2011). Keuntungan dari amobilisasi enzim adalah aktivitas

enzimatisnya dapat terjaga atau sehingga dapat digunakan berulang kali tanpa
menurunkan kualitasnya. Glutarahdehida (GA) merupakan salah satu bahan yang
digunakan sebagai agen pengikatan silang. Torres et al. (2012) membuktikan
bahwa amobilisasi COX dengan GA dapat meningkatkan ketahanan biosensor
pada suhu ruang dengan penyimpanan yang lama.
Polianilin
Polianilin (PANI) merupakan polimer konduktif yang mempunyai ikatan
rantai terkonjugasi yang tersusun dari monomernya yakni anilin. Polimer ini dapat
membantu perpindahan pasangan elektron dari hasil reaksi enzimatis dalam
elektroda (Keyhanpour et al. 2012). Sintesis polianilin dapat menggunakan
metode polimerisasi interfasial yang mengacu pada penelitian Maddu et al.
(2008). Metode ini berdasarkan proses polimerisasi yang terjadi di antara batas
dua fase larutan yakni fase organik dan fase air. Fase organik terdiri atas monomer
anilin dalam larutan toluena sementara fase air terdiri atas amonium peoksidisulfat
dan HCl. Polimerisasi dicirikan dengan terbentuknya endapan halus berwarna
hijau kebiruan di lapisan antara kedua fase. Lama polimerisasi merubah warna
endapan menjadi kehitaman dan kuantitas yang meningkat pada fase air.
Perubahan warna tersebut menjadi indikator reaksi telah berlangsung sempurna.

BAB 3. METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat


Sebagian besar penelitian ini akan dilakukan di Laboratorium Penelitian
Departemen Biokimia IPB. Pengamatan morfologi nanoserat polianilin dengan
SEM dilakukan di Laboratorium Pengujian Hasil Hutan Puslitbang Keteknikan
Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor. Selain itu, pengukuran
voltamogram siklik dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Departemen Fisika
IPB. Lama penelitian hingga pengelohan data yakni lima bulan dimulai dari bulan
Januari hingga Mei 2015.
Alat dan Bahan
Peralatan yang akan digunakan dalam penelitian ini antara lain alat-alat
gelas, neraca analitik, eDaQ potensiostat-galvanostat yang dilengkapi perangkat
lunak Echem v2.1.0, elektroda Ag/AgCl, sentrifus (Beckman USA Mode J2-21),
kertas membran, kain nilon, pipa kaca (ukuran panjang 4 cm dan 1 cm), tabung
teflon, kawat tembaga, pipet mikro, mortar, parafilm, potentiostat, desikator, pH
meter, Scanning Electron Microscope (SEM), termometer, penangas air, dan
stirrer.
Bahan yang diperlukan dalam penelitian terdiri atas kolesterol oksidase
(COX), bufer sodium fosfat 0.1 M, anilin 1 M, amonium peroksidisulfat, kalium
ferisianida 0.1 M, HCl 1 M, KCl 3 M, toluena, akuabides, parafin, serbuk grafit,
glutaraldehida 2.5%, sampel darah probandus yang telah diketahui kadar
kolesterolnya dan larutan standar kolesterol.

Prosedur Penelitian
Sintesis dan karakterisasi nanoserat polianilin (Modifikasi Maddu et al.
2008)
Nanoserat polianilin disintesis dengan metode polimerase interfasial
sistem dua fase organik dan air. Fase organik terdiri atas larutan anilin 1 M dalam
toluena sebagai pelarutnya dengan volume total 50 mL. Sementara itu, fase air
terdiri atas 50 mL larutan HCl 1 M, 0.6 gram amonium peroksidisulfat. Kedua
larutan fase organik dan air itu dimasukkan ke dalam tabung Eppendorf lalu
diinkubasi semalam agar proses polimerisasi sempurna. Bagian larutan dibuang
dan endapannya dicampurkan dengan akuabides lalu disentrufasi. Proses tersebut
diulang sebanyak tujuh kali. Selanjutnya, endapan dikeringkan dalam desikator.
Pengamatan morfologi nanoserat polianilin dilakukan dengan SEM pada
perbesaran 500 kali dan 7500 kali.
Pengukuran voltamogram siklik Elektroda Pasta Karbon (EPK) dan
Elektroda Pasta Karbon Termodifikasi (EPKT) (Colak et al. 2012)
EPK disiapkan dengan 300 L parafin dicampur dengan 0.45 gram serbuk
grafit di dalam mortar hingga menjadi pasta. Selanjutnya, pasta karbon tersebut
dimasukkan ke dalam tabung elektroda yang disiapkan dari teflon dengan
diameter 0.8 cm dan panjang 3 cm. Pengisian dilakukan hingga memenuhi
bagian tabung. Sementara itu, kontak listrik dibuat dari plat tembaga. Setelah itu,
EPKT disiapkan dengan 2 mg polianilin yang dicampur dalam mortar dengan 100
L parafin dan 0.15 g serbuk grafit lalu dimasukkan ke dalam tabung elektroda
lain yang telah disiapkan. Pengukuran elektrokimia dilakukan menggunakan
seperangkat alat eDaQ potensiostat-galvanostat yang dilengkapi perangkat lunak
Echem v2.1.0. Elektroda pembanding yang digunakan adalah Ag/AgCl sedangkan
elektroda platina sebagai elektroda bantu. EPK dan EPKT berperan sebagai
elektroda kerja secara bergantian. Larutan KCl 3 M sebanyak 3 mL ditambahkan
ke dalam sel elektrokimia tersebut dan voltamogram siklik yang terbentuk
diamati.
Uji aktivitas kolesterol oksidase pada EPKT (Modifikasi Colak et al. 2012
dengan Pundir et al. 2012)
Mula-mula, sebanyak 50 L kolesterol oksidase, 1 mg bovine serum
albumin (BSA), 50 L bufer sodium fosfat dengan pH 6.0-8.0 dalam 0.5 interval,
dan 30 L glutaraldehida 2.5% dicampurkan dalam tabung Eppendorf dan
dikocok perlahan. Selanjutnya, campuran tersebut diinkubasi selama 15 menit
pada suhu 30 oC lalu dieteteskan pada permukaan EPKT dan dikeringkan pada
suhu -4 oC. Setelah elektroda kering, elektroda dibilas beberapa kali dengan bufer
fosfat pH 7.5 untuk menghilangkan enzim ataupun glutaraldehida yang tidak
teramobilisasi. Elektroda disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 4 oC dalam
bufer fosfat 0.1 M pH 7.0 saat tidak digunakan.
Penentuan pH optimum dilakukan dengan memasukkan masing-masing 1
mL larutan bufer sodium fosfat 0.1 M pH 6.0-8.0 dalam 0.5 interval, larutan
kalium ferisianida 0.1 M, dan 180 L standar kolesterol 0.25 M. Elektroda Pt dan
Ag/AgCl
kemudian
digunakan
sebagai
elektroda
pembantu
dan
pembanding.Voltamogram siklik yang terbentuk diamati untuk mendapatkan nilai
pH optimum. Selanjutnya, nilai pH optimum tersebut digunakan pada penentuan

suhu optimum. Mula-mula, sebanyak 1 mL larutan bufer sodium fosfat 0.1 M pH


7.5, larutan kalium ferisianida 0.1 M, dan 180 L standar kolesterol 0.2 mM,
dimasukkan ke dalam sel elektrokimia. Aktivitasnya diukur pada suhu 35 oC, 40
o
C, 45 oC, 50 oC, 55 oC, dan 60 oC dengan bantuan penangas dan termometer.
Voltamogram siklik yang terbentuk diamati untuk mendapatkan nilai suhu
optimum.
Parameter kinetika enzim kemudian ditentukan dengan menggunakan
larutan standar kolesterol dan sampel darah probandus yang telah diketahui kadar
kolesterolnya (pengenceran 10x) sebagai substrat. Konsentrasi larutan standar
kolesterol yang digunakan sebagai kurva Michaelis-Menten antara lain 0.2, 0.8,
3.2, 12.8, 51.2 mM. Pengujian menggunakan 180 L substrat yang dimasukkan ke
dalam sel elektrokimia lalu ditambah 1 mL bufer sodium fosfat 0.1 M pH 7.5 dan
1 mL kalium ferisianida. Elektroda Pt dan Ag/AgCl kemudian digunakan sebagai
elektroda pembantu dan pembanding.Voltamogram siklik yang terbentuk diamati
dan dibuat kurva hubungan konsentrasi kolesterol dan arus yang dihasilkan
(Michaelis-Menten). Hasil dari parameter kinetika ini menjadi bahan
pertimbangan pembuatan prototipe strip pengujian kadar kolesterol total.

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 1 Ringkasan anggaran biaya PKM-P
No
Jenis Pengeluaran
1
Peralatan penunjang
2
Bahan habis pakai
3
Perjalanan
4
Lain-lain
Jumlah

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 2 Jadwal kegiatan penelitian
No
Jenis Kegiatan

Biaya (Rp)
3.350.000,00
4.700.000,00
288.000,00
227.000,00
8.565.000,00

Bulan
1 2 3 4 5

Penyiapan izin penggunaan laboratorium penelitian

Sintesis dan karakterisasi nanoserat polianilin

Pengukuran voltamogram siklik Elektroda Pasta Karbon


(EPK) dan Elektroda Pasta Karbon Termodifikasi (EPKT)

Uji aktivitas kolesterol oksidase sebagai elektroda pada


EPKT

Pembuatan prototipe biosensor kolesterol oksidase

Pengolahan data

DAFTAR PUSTAKA

Aparicio JF, Martin JF. 2008. Microbial cholesterol oxidases: bioconversion


emzymed or signaling proteins. Mol Biosyst. 4: 804-809.
Busono P, Subintoro, Nur H, M Farid W, Saor JD. 2010. Uji sensitifitas dan
linearitas prototip disposable biosensor kolesterol berlapiskan membran
polimer pelindung. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses. 1-8.
Colak O, Arslan H, Zengin H, Zengin G. 2012. Amperometric detection of
glucose by polyaniline-activated carbon composite carbon paste electrode.
Int J Electrochem Sci. 7: 6988-6997.
Gorecka E, Jastrzebska M. 2011. Immobilization techniques and biopolymer
carriers. Biotechnol Food Sci. 75(1): 65-86.
Gospodinova N, Terlemezyan L. 1998. Conducting polymers prepared by
oxidative polymerization: polyaniline. Prog Polym Sci. 23: 1443-1484.
Keyhanpour A, Mohaghegh SM, Jamshidi A. 2012. Glucose oxidase modified
electrodes of polyaniline and poly (aniline-2anilinoethanol) as biosensor:
a comparative study. J Biosens Bioelectron. 3(1): 1-7.
Li Bo, Wei W, Feng Q W, Dong ZW. 2010. Cholesterol oxidase Chol is a critical
enzyme that catalyzes the conversion of diosgenin to 4-ene-3-keto steroid in
Streptomyces virginiae IBL-14. Appl Microbiol Biotechnol. 85: 1831-1838.
MacLachlan J, Wotherspoon AT, Ansell RO, Brooks CJ. 2000. Cholesterol
oxidase: sources, physical properties and analytical applications. J steroid
Biochem Mol Biol. 71: 169-195.
Maddu A, Wahyudi ST, Kurniati M. 2008. Sintesis dan karakteristik nanoserat
polianilin. Jurnal Nano Saintek. 1(2).
Moreau RA, Powell MJ, Hicks KB. 2003. Evaluation of a commercial enzymebased serum cholesterol test kit for anaysis of phytosterol and phytostanol
products. J Agric Food Chem. 51: 6663-6667.
Nakorn PN. 2008. Chitin nanowhisker and chitosan nanoparticles in protein
immobilization for biosensor applications. J Metal Mater Mineral. 18(2):
73-77.
Nelson DL, Cox MM. 2008. Lehninger: Principle of Biochemistry Fifth Edition.
New York (US): WH Freeman and Company.
Pundir CS, Jagriti N, Nidhi C, Preety, Renu S. 2012. An amperometric cholesterol
biosesor based on epoxy resin membrane bound cholesterol oxidase. Indian
J Med Res. 136: 633-640
Torres AC, M Emilia G, Christopher MAB. 2012. Poly(neutral red)/cholesterol
oxidase modified carbon film electrode for cholesterol biosensing.
Electroanalysis. 24(7): 1547-1553.
Vrielink A, Ghisla S. 2009. Cholesterol oxidase: biochemistry and structural
features. The FEBS Journal. 207(1): 6826-6843.
Wang HJ, Zhou CM, Peng F, Yu H. 2007. Glucose biosensor based on platinum
nanoparticels supported sulfonated-carbon nanotubes modified glassy
carbon electrode. Int J Electrochem Sci. 2: 508-516.
Yang JY, Ying L, Shen MC, Kuo CL. 2011. Fabrication of cholesterol biosensor
based on cholesterol oxidase and multiwall carbon nanotube hybrid
composites.
Int
J
Electrochem
Sci.
6:
2223-2234.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

10

11

12

13

Lampiran 2. Justifikasi anggaran kegiatan


1. Peralatan penunjang
Material
Justifikasi
Kuantitas
Pemakaian
Laboratorium Sarana
1 kali
penelitian dan pelaksanaan
peralatan
seluruh
gelas
metode
penelitian
Scanning
Pengamatan
2 kali
Electron
morfologi
Microscope
nanoserat
(SEM)
polianilin
Peralatan
Pembacaan
1 kali
eDaQ
voltamogram
potensiostatsiklik
galvanostat
yang
dilengkapi
perangkat
lunak Echem
v2.1.0
Pembuatan
Target produk
1 kali
prototipe
akhir
peneltian
2. Bahan habis pakai
Material
Justifikasi
Pemakaian
Kolesterol
Bahan utama
oksidase
bioanoda
(COX)
BSA
Senyawa
penstabil
enzim
Bufer sodium Bufer yang
fosfat
sesuai untuk
COX
Glutaraldehida Agen cross
linking COX
Anilin
Monomer
penyusun
polianilin
sebagai
komponen
elektroda
Amonium
Sebagai fase
peroksidisulfat air dalam

Kuantitas
100 U

Harga Satuan
(Rp)
450.000,00

Jumlah (Rp)
450.000,00

100.000,00

200.000,00

200.000,00

200.000,00

2.500.000,00

2.500.000,00

SUB TOTAL (Rp)

3.350.000,00

Harga Satuan
(Rp)
1.840.000,00

Jumlah (Rp)
1.840.000,00

50 g

815.000,00

815.000,00

500 g

590.000,00

590.000,00

10 mL

102.000,00

102.000,00

5 mL

360.000,00

360.000,00

5g

70.000,00

70.000,00

14

Larutan HCl

Larutan
standar
kolesterol
Akuabides
Parafin
Garam KCl

Toluena

Kalium
ferisianida
Serbuk grafit
Pipa kaca
(ukuran
panjang 4 cm
dan 1 cm)
Tabung teflon
Kawat
tembaga
Parafilm

3. Perjalanan
Material
DramagaBogor

DramagaJakarta

sintesis
polianilin
Sebagai fase
air dalam
sintesis
polianilin
Substrat uji

Pelarut
Komponen
elektroda
Komponen
larutan sel
elektrokimia
Sebagai fase
organik dalam
sintesis
polianilin
Komponel sel
elektrokimia
Komponen
elektroda
Komponen
elektroda

Komponen
elektroda
Komponen
elektroda
Penutup
larutan saat
penyimpanan

Justifikasi
Perjalanan
Rute
perjalanan
untuk
pembelian
bahan habis
pakai
Rute
perjalanan
untuk

1L

35.000,00

35.000,00

1L

100.000,00

100.000,00

3L
1L

34.000,00
27.000,00

102.000,00
27.000,00

500 g

214.000,00

214.000,00

1L

100.000,00

100.000,00

50 g

150.000,00

150.000,00

10 g

20.000,00

20.000,00

25.000,00

50.000,00

25.000,00

50.000,00

1 meter

25.000,00

25.000,00

1 box

50.000,00

50.000,00

SUB TOTAL (Rp)

4.700.000,00

Kuantitas
10 kali

Harga Satuan
(Rp)
12.000,00

6 kali

28.000,00

Jumlah (Rp)
120.000,00

168.000,00

15

pembelian
bahan habis
pakai
SUB TOTAL (Rp)
4. Lain-lain
Material

Justifikasi
Pemakaian
Draft proposal Sebagai
pengajuan
bentuk
PKM
pengajuan
tertulis untuk
pendaftaran
PKM
Draft laporan Sebagai
kemajuan
bentuk
pelaporan
sementara
yang tertulis
Draft laporan Sebagai
akhir
bentuk
pelaporan
tertulis yang
digunakan
sebagai materi
pegangan
reviewer
dalam
MONEV
Logbook
Sebagai
pelaporan
kegiatan
penelitian
Pulsa modem Akses pustaka
dan
pengiriman

Kuantitas

288.000,00

2 jilid

Harga Satuan
(Rp)
5000,00

Jumlah (Rp)

6 jilid

7000,00

42.000,00

2 jilid

10.000,00

20.000,00

1 jilid

5000,00

5000,00

3 kali

50.000

150.000

SUB TOTAL (Rp)


Total (Keseluruhan)

227.000,00
8.565.000,00

10.000,00

16

Lampiran 3. Susunan organisasi tim peneliti dan pembagian tugas


No Nama/NIM Program Bidang
Alokasi
Uraian Tugas
Studi
Ilmu
Waktu
(jam/minggu)
1 Andrea FA/
S1
Biokimia
24
-Penyiapan izin
G84110078
penggunaan
laboratorium
penelitian
-Sintesis dan
karakterisasi
nanoserat polianilin
- Pengukuran
voltamogram siklik
Elektroda Pasta
Karbon (EPK) dan
Elektroda Pasta
Karbon
Termodifikasi
(EPKT)
- Pembuatan
nanopartikel kitosan
- Uji aktivitas
kolesterol oksidase
sebagai elektroda
pada EPKT
- Pembuatan
prototipe biosensor
kolesterol oksidase
- Pengolahan data
2

Nubli FA/
G84120075

S1

Biokimia

24

-Sintesis dan
karakterisasi
nanoserat polianilin
- Pengukuran
voltamogram siklik
Elektroda Pasta
Karbon (EPK) dan
Elektroda Pasta
Karbon
Termodifikasi
(EPKT)
- Pembuatan
nanopartikel kitosan
- Uji aktivitas

17

kolesterol oksidase
sebagai elektroda
pada EPKT
- Pembuatan
prototipe biosensor
kolesterol oksidase
- Pengolahan data
3

Ani Rizna
NH/
G84130007

S1

Biokimia

24

-Sintesis dan
karakterisasi
nanoserat polianilin
- Pengukuran
voltamogram siklik
Elektroda Pasta
Karbon (EPK) dan
Elektroda Pasta
Karbon
Termodifikasi
(EPKT)
- Pembuatan
nanopartikel kitosan
- Uji aktivitas
kolesterol oksidase
sebagai elektroda
pada EPKT
- Pembuatan
prototipe biosensor
kolesterol oksidase
- Pengolahan data

18

Lampiran 4. Surat pernyataan ketua peneliti