Anda di halaman 1dari 39

Oleh: Satria Utama

0710660037

Latar Belakang

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Ruang Lingkup Wilayah


Kec.
Ponggok

Kec.
Srengat

Kota.
Blitar

Kec.
Kademang

Ruang Lingkup Materi

Kerangka Pemikiran

Variabel Penelitian
Tujuan
Mengetahui kesiapan
kawasan subsektor
perikanan budidaya di
Kec. Sanankulon Kab.
Blitar sebagai kawasan
minapolitan

Variabel

Kondisi Geografis

Komoditas unggulan
Subsistem Minabisnis Hulu

Subsistem Minabisnis OnFarm

Subsistem Minabisnis Hilir

Subsistem Minabisnis
Penunjang

Sub Variabel

Topografi
Curah hujan
Jenis tanah
Produksi komoditas
Benih
Pakan dan obat
Peralatan Budidaya
Lahan
Modal
Tenaga kerja
Proses pembenihan
Proses pembesaran
Proses panen
Distribusi pemasaran
Informasi pemasaran
Sarana pasar
Sarana sub-raiser
Sarana uji kualitas untuk
ikan hias
Sarana penyediaan
perlatan
Sarana penyediaan pakan
dan obat
Sarana penyediaan modal
Penyuluhan dan pelatihan

Populasi & Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah para pembudidaya ikan di Kecamatan Sanankulon
Kabupaten Blitar. Adapun jumlah para pembudidaya ikan di Kecamatan Sanankulon
Kabupaten Blitar sebanya 172 orang, yaitu 93 orang pembudidaya ikan konsumsi dan 79
orang pembudidaya ikan hias.
Sampel menurut Sugiyono (2010), adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki populasi untuk diteliti. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan
dengan menggunakan teknik probability sampling dan non probability sampling. Teknik
probability sampling yang digunakan adalah teknik random sampling, sedangkan non
probability sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling.

Metode Pengumpulan Data dan


Analisis Data

Kriteria Kesesuaian dengan


Rencana Kebijakan

Kriteria Komoditas Unggulan


Analisis LQ
Kecamatan Sanankulon
Komoditas
Ikan hias

Nilai Produksi

Total Produksi

Nilai Produksi

Total Produksi

(Rp. 1000)

(Rp. 1000)

(Rp. 1000)

(Rp. 1000)

97263700

Ikan konsumsi

1429291

98692991

LQ>1 Berpotensi

Kabupaten Blitar

898037450
103041300

1001078750

LQ
1,09859665
0,140699

Analisis Growth - Share


Komoditas

Nilai Produksi (Rp. 1000)

Growth

2008

2012

Ikan hias

294044190

898037450

67,25702

Ikan konsumsi

10695625

103041300

89,62006

Komoditas

Nilai Produksi (Rp. 1000)

Share

Kecamatan Sanankulon

Kabupaten Blitar

Ikan hias

97263700

898037450

10,8307

Ikan konsumsi

1429291

103041300

1,387105

sebagai komoditas
unggulan

Kriteria Kondisi Geografis

Kriteria Kelayakan Lingkungan


Berdasarkan
pembobotan
Permen
Pekerjaan Umum No. 41/ PRT/ M/ 2007,
Kec. Sanankulon memiliki bobot nilai
75. Bobot tersebut berdasarkan interval
kelas
yang
yang
ditentukan
menggunakan
metode
walpole,
merupakan kawasan dengan fungsi
kawasan budidaya
Ketersediaan lahan untuk
pengembangan kawasan
budidaya di Kec. Sanankulon
masih tersedia sebanyak
1095 Ha.

Kriteria Keberadaan Mata Rantai


Kegiatan Perikanan Budidaya
Benih
Pakan dan
Obat
Peralatan
Budidaya

Distribusi
Pemasaran
Informasi
Pemasaran

Lahan
Modal
Tenaga Kerja
Proses
Produksi

Subsistem Minabisnis Hulu

Subsistem Minabisnis On-Farm

Subsistem Minabisnis Hilir

Konsum
en

Kriteria Keberadaan
Sarana Fas. Pendukung
penyedia
pakan
sudah
tetsedia.
Untuk
obat
belum

Sarana
penyedia
modal
sudah
tersedia
Penyuluha
n dan
Pelatihan
sudah
tersedia

Belum
Tersedia
Sarana
Sub Raiser

Saran
a

Infrastruktur untuk
pengairan berkondisi baik
Infrastruktur jalan
berkondisi baik

Kelembag
aan sudah
tersedia

Belum
Tersedia
Sarana Uji
Kualitas
Sarana
penyedia
peralatan
tersedia
namun
masih
belum
lengkap

Kriteria Keberadaan Kelembagaan


Pemerintah Daerah

Kriteria Ketersediaan Data dan


Informasi

Analisis Kesiapan Kec. Sanankulon


Sbg Kaw. MInapolitan
Analisis kesiapan bertujuan untuk mengetahui kesiapan Kecamatan
Sanankulon sebagai kawasan minapolitan. Kesiapan ditinjau
berdasarkan syarat syarat yang telah ditetapkan dalam Keputusan
Kriteria
Kondisi Eksisting
Keterangan
Skor
Menteri
No.
18 Tahun

Kesesuaian
Di
dalam
Kurang 2011.
siap,

dengan salah
satu rencana
yaitu:
Rencana
Strategis
Rencana Tata
Ruang Wilayah
(RTRW)
Rencana
Zonasi, dan/
atau Rencana
Zonasi
Pengelolaan
Wilayah Pesisir
dan Pulau
Pulau Kecil
Kabupaten atau
Kota (RZWP-3K)
Rencana
Pembangunan
Investasi Jangka
Menengah
Daerah.
Memiliki
komoditas
unggulan
dibidang

Rencana
Tata
Ruang Wilayah
(RTRW),
Kecamatan
Sanankulon
merupakan sub
satuan wilayah
B, dengan salah
satu
kegiatan
utama
pengembangan
perikanan
budidaya darat.

Komoditas ikan
hias merupakan
komoditas
unggulan.

karena
didukung oleh
salah
satu
rencana
yaitu
Rencana
Tata
Ruang Wilayah
Kabupaten
Blitar.

Siap,
karena
sudah
memenuhi
seluruh kriteria

Analisis Kesiapan Kec. Sanankulon


Sbg Kaw. MInapolitan
Analisis kesiapan bertujuan untuk mengetahui kesiapan Kecamatan
Sanankulon sebagai kawasan minapolitan. Kesiapan ditinjau
berdasarkan syarat syarat yang telah ditetapkan dalam Keputusan
Kriteria
Kondisi Eksisting
Keterangan
Skor
Menteri
No. 18 Tahun
Terdapat sistem

Ketersediaan
Kurang 2011.
Siap,
mata rantai
kegiatan yaitu
mulai dari hulu,
on-farm, dan hilir
yang saling
terkait.
Hulu meliputi:
Ketersediaan dan
kualitas benih
Ketersediaan
pakan dan obat
Ketersediaan
peralatan
budidaya
On-farm meliputi:
Ketersediaan
lahan
Ketersediaan
modal
Ketersediaan
tenaga kerja
Proses produksi
Hilir meliputi:
Informasi
pemasaran produk
Distribusi
pemasaran produk

benih ikan koi di


Kecamatan
Sanankulon
sudah terpenuhi
melalui
pembenihan
yang dilakukan
sendiri
oleh
para
pembudidaya.
Untuk
pakan
sudah terpenuhi
namun
untuk
obat
belum
tersedia. Untuk
obat
para
petani
harus
pergi
keluar
kecamatan
untuk
membelinya.
Ketersediaan
peralatan
budidaya untuk
ikan
koi
di
Kecamatan
Sanankulon
belum lengkap
karena
para

karena
masih
ada
kriteria
yang
perlu
dilengkapi.

Analisis Kesiapan Kec. Sanankulon


Sbg Kaw. MInapolitan
Analisis kesiapan bertujuan untuk mengetahui kesiapan Kecamatan
Sanankulon sebagai kawasan minapolitan. Kesiapan ditinjau
berdasarkan syarat syarat yang telah ditetapkan dalam Keputusan
Kriteria
Kondisi Eksisting
Keterangan
Skor
Menteri
18 Tahun

Tersedia
Belum No.
tersedia
Kurang 2011.
siap,

fasilitas
pendukung,
yaitu:
Sarana sub
raiser
Sarana uji
kualitas ikan
Sarana
penyedia
peralatan
budidaya
Sarana
penyedia pakan
dan obat
Sarana
penyedia modal
Penyuluhan dan
pelatihan
Kelembagaan
Pembudidaya
Infrastruksur
yang memadai

sarana
sub
raiser
di
Kecamatan
Sanankulon
Belum tersedia
sarana
uji
kualitas ikan di
Kecamatan
Sanankulon
Sarana
penyedia
peralatan
budidaya sudah
tersedia namun
belum lengkap
dalam
memenuhi
kebutuhan
peralatan
budidaya para
pemudidaya.
Untuk
sarana
penyedia pakan
sudah tersedia
namun
untuk
sarana
penyedia obat
belum tersedia.
Sarana

karena
masih
ada kriteria
kriteria
yang
belum
terpenuhi.

Analisis Kesiapan Kec. Sanankulon


Sbg Kaw. MInapolitan
Analisis kesiapan bertujuan untuk mengetahui kesiapan Kecamatan
Sanankulon sebagai kawasan minapolitan. Kesiapan ditinjau
berdasarkan syarat syarat yang telah ditetapkan dalam Keputusan
Kriteria
Kondisi Eksisting
Keterangan
Skor
Menteri
No. 18 Tahun
2011.

Adanya
Seluruh
Belum
siap,

komitmen
daerah, berupa
kontribusi
pembiayaan,
personil, dan
fasilitas
pengelolaan
dan
pengembangan
minapolitan,
meliputi:
Kesesuaian
dengan
Rencana
Strategis dan
Tata Ruang
Daerah dan
Nasional,
Masuk ke dalam
RPIJM,
Penetapan oleh
bupati,
Penyusunan
rencana induk,
rencana
pengusahaan,
dan rencana
tindak,
Kontribusi

komitmen
daerah tersebut
sudah
ada,
namun
belum
mengarah
kepada
Kecamatan
Sanankulon.
fokus
masih
kepada
kecamatan lain
yaitu
Kecamatan
Nglegok.

seluruh
komitmen
masih
fokus
kepada
kecamatan lain.

Analisis Kesiapan Kec. Sanankulon


Sbg Kaw. MInapolitan

Skor total dari hasil penjumlahan adalah 21. Berdasarkan nilai


total tersebut, Kec. Sanankulon masuk ke dalam kategori
kawasan kurang siap. Kurang siap, karena masih terdapat
kriteria yang belum lengkap dan terpenuhi.

Analisis Pola Ruang


Analisis pola ruang bertujuan untuk melihat distribusi
kegiatan kawasan perikanan budidaya di Kecamatan
Sanankulon Kabupaten Blitar.

Analisis Struktur Ruang


Rentang

jarak, ditinjau
dari waktu
tempuh yang
dibutuhkan
untuk
mencapai
pusat kota

Waktu Tempuh

Kriteria Jarak

(menit)
5 10
11 15
16 20

Dekat
Sedang
Jauh

Waktu
Tempuh
(Menit)

Nilai

Plosoarang

Jauh

Tuliskriyo

Jauh

Sedang

Purworejo

Jauh

Bendosari

Jauh

Sanankulon

Sedang

Kalipucung

Sedang

Sumber

Sedang

Sumberjo

Dekat

Jeding

Dekat

Gledug

Dekat

Sumberingin

Dekat

Nama Desa

Bendowulung

Analisis Struktur Ruang


Nama Desa

SarPras,
ditinjau dari
ketersediaan
sarana dan
prasrana
yang ada di
tiap taiap
desa

Plosoarang

Jumlah
Sarana dan
Prasarana
(Unit)
3

Nilai
1

Tuliskriyo

Bendowulung

Purworejo

Bendosari

Sanankulon

Kalipucung

Sumber

Sumberjo

Jeding

Gledug

Sumberingin

Analisis Struktur Ruang


Penentuan
hierarki fungsi
kawasan
ditentukan
berdasarkan
jumlah total
dari seluruh
kriteria yang
terdapat pada
Interval
Hierarki
pola ruang
Fungsi Kawasan

Hierarki

Interval Kelas

Fungsi

23
45
67

Kawasan
Hinterland
Sub Pusat
Pusat

Penentuan Hierarki
Fungsi Kawasan
Nilai
Kriteria
Nilai
Nama Desa
Nilai Jarak
Sarana
Jarak Menuju Pudat
Prasarana
Kota
1
Plosoarang
Waktu
Jauh
tempuh
=1 1
Tuliskriyo
1 Sedang = 2 1
menuju
pusat
2 Dekat = 3
kota
Bendowulun
1
Saranagdan Prasarana
Pasar
1
Purworejo
1
Sub Raiser
1
1
UjiBendosari
kualitas ikan
2 Kurang memadai
Sanankulon
2
Penyedia
(4) = 1
peralatan
Kalipucung
1
2 Cukup memadai
Penyedia pakan
2 (5)
=2 1
Sumber
dan
obat
3 Lengkap
Penyedia
modal
Sumberjo
1
memadai (>5)= 3
Jaringan irigasi
3
Jeding
1
Jaringan jalan
3
Gleduglistrik
1
Jaringan
3
Sumberingin
3

Total Nilai

Fungsi

Hinterland

Hinterland

Hinterland

Hinterland

Hinterland

Sub Pusat

Hinterland

Hinterland

Sub Pusat

Sub Pusat

Sub Pusat

Pusat

Analisis Potensi Masalah

Fisik Dasar

Analisis potensi dan masalah bertujuan untuk


mengidentifikasi berbagai potensi dan masalah terkait
dengan pengembangan kawasan perikanan budidaya di
Variabel
Potensi
Masalah
Kecamatan
Sanankulon.

Subsistem Minabisnis Hulu

Curah hujan di Kecamatan


Sanankulon merupakan curah
hujan dengan klasifikasi rendah.
Topografi di Kecamatan
Sanankulon berada pada
ketinggian 242 245 m dpl
dengan kelerengan 0 2%.
Topografi ini sangat cocok untuk
kawasan budidaya ikan koi.
Kecamatan Sanankulon memiliki
jenis tanah subur yang mudah
diolah.
Benih ikan budidaya di
Kecamatan Sanankulon 100%
berasal dari desa sendiri. Benih
diperoleh dari hasil pemijahan
sendiri.
Kualitas benih di Kecamatan
Sanankulon 85% memiliki
kualitas baik.
Reputasi mengenai kualitas ikan
koi yang baik di luar daerah.

Tidak menentunya curah hujan


memberikan dampak buruk
pada kesehatan ikan budidaya.

Variasi benih yang dihasilkan di


Kecamatan Sanankulon tidak
begitu banyak. Karena induk
yang digunakan merupakan
induk dari hasil pembesaran
benih sebelumnya.
Para pembudidaya masih
kesulitan dalam memenuhi
kebutuhan obat untuk
kesehatan ikan koi.
Masih terdapat peralatan untuk
kegiatan budidaya yang belum

Uji Validitas & Reliabilitas


Uji validitas merupakan uji untuk mengetahui apakah faktor
yang memepengaruhi pengembangan kawasan subsektor
perikanan budidaya di Kecamatan Sanankulon Kabupaten
Konstruk BlitarNilai
Korelasi
valid
danPearson
reliabel. Hasil Uji
Kondisi klimatologi
kawasan
Kondisi topografi
kawasan
Jenis tanah kawasan
Kesesuaian lahan
kawasan
Ketersediaan lahan
kawasan
Ketersediaan dan
kemudahan
mendapatkan benih ikan
Kualitas benih ikan
Ketersediaan dan
kemudahan
mendapatkan pakan
dan obat
Ketersediaan dan
kemudahan
mendapatkan peralatan
budidaya
Ketersediaan dan
kemudahan
mendapatkan modal

0,349

-0,195 26
Terdapat
0,99
konstruk
yang
-0,114
valid0,491
dan
reliabel dan 6
0,280
konstruk
yang
0,453
tidak valid
dan
0,233
reliabel

Valid

Tidak Valid
Tidak Valid
Tidak Valid
Valid
Valid
Valid
Valid

0,231

Valid

0,296

Valid

Analytical Hierarchy Process


Variabel AHP

Variabel AHP

Peringkat
Faktor Berpengaruh VariabelVariabel AHP Bobot Total
Faktor Berpengaruh
Kondisi klimatologi
Ketersediaan sarana
kawasan
pasar
Lahan
Sarana dan
Ketersediaan lahan
0,591 Ketersediaan sarana1sub
kawasan
raiser
Prasarana
Ketersediaan dan
Ketersediaan sarana uji
kemudahan mendapatkan
Pemasaran
0,462 kualitas ikan
2
Benih
benih ikan
Ketersediaan sarana
Kualitas benih ikan Lahan
0,369 penyedia peralatan 3
Ketersediaan dan
budidaya
Benih
0,367
kemudahan mendapatkan
Pakan dan Obat
Ketersediaan sarana4
pakan dan obat
penyedia pakan dan obat
Tenaga
Kerja
0,293
Ketersediaan sarana5
Ketersediaan dan
modal
kemudahan mendapatkan
Peralatan Budidaya
Modal
0,265
6
Keberadaan penyuluhan
peralatan budidaya
dan pelatihan
Ketersediaan dan
Pakan
dan
Obat
0,164
7
Keberadaan kelembagaan
kemudahan mendapatkan
Modal
Kondisi jaringan jalan
modal
Proses Produksi
0,152 Kondisi jaringan irigasi
8
Ketersediaan tenaga kerja
Tenaga Kerja
Kondisi jaringan listrik
Proses pembenihan
Proses pembesaranPeralatan Budidaya
Proses Produksi
0,144 Kemudahan mendapatkan
9
Proses panen
angkutan transportasi
Informasi pemasaran
Kebijakan daerah
Pemasaran
Distribusi pemasaran
Transportasi
0,105
10
Kebijakan

0,087

11

Variabel AHP

Sarana dan Prasarana

Transportasi
Kebijakan

Arahan STR Pengembangan


Subsektor Perikanan Budidaya

Kegiatan Kawasan
Pusat pengumpulan hasil produksi dari
daerah daerah hinterland
Pusat penyedia induk dan benih ikan
bagi kawasan hinterland
Pusat penyedia
pakan
dan obat terkait
Kegiatan
Kawasan
perikanan
budidaya
bagi
kawasan
Pusat penyedia
pakan
dan
obat terkait
hinterland
perikanan budiaya bagi kawasan sub
Pusat penyedia peralatan terkait
pusat dan budiaya
hinterland
perikanan
bagi kawasan
Pusat
penyedia
peralatan
terkait
hinterland
perikanan
budiaya
bagiperikanan
kawasan sub
Pusat
informasi
terkait
pusat
dan
hinterland
budidaya bagi kawasan hinterland
Pusat penyedia
distribusi sarana
hasil produksi
ke luar
Pusat
peralatan
wilayah
Kecamatan
Sanankulon
budidaya di hinterland
Pusat penyedia
informasi sarana
terkait pakan
perikanan
Pusat
dan obat
budidaya
bagi
kawasan
sub
pusat
dan
bagi perikanan budidaya di hinterland
hinterland
Pusat
pelatihan dan penyuluhan bagi
Pusat
penyedia
sarana
pasar bagi
perikanan
budidaya
di hinterland
perikanan
budidayabagi
di kawasan
sub
Pusat
kelembagaan
perikanan
pusat
dan
hinterland
budidayaKegiatan
di hinterland
Kawasan
Pusat penyedia sarana
sub raiser bagi
Daerah
untuk
produksi
perikanan
perikanan
budidaya
di kawasan
sub
budidaya,
mulai
dari
pembenihan,
pusat dan hinterland
pembesaran,
hingga
panen
Pusat penyedia
sarana
uji kualitas bagi
perikanan budidaya di kawasan sub
pusat dan hinterland
Pusat penyedia sarana peralatan
budidaya di kawasan sub pusat dan
hinterland
Pusat penyedia sarana pakan dan obat
bagi perikanan budidaya di kawasan sub

Arahan Kegiatan Pengembangan


Subsektor Perikanan Budidaya

Variabel Berpengaruh
Sarana dan Prasarana
Ketersediaan sarana pasar
Ketersediaan sarana sub raiser
Ketersediaan sarana uji kualitas
ikan
Ketersediaan sarana penyedia
peralatan budidaya
Ketersediaan sarana penyedia
pakan dan obat
Ketersediaan sarana modal
Keberadaan penyuluhan dan
pelatihan
Keberadaan kelembagaan
Kondisi jaringan jalan
Kondisi jaringan irigasi
Kondisi jaringan listrik

Ranking AHP
1

Arahan Kegiatan Pengembangan


Pengadaan sarana pasar khusus
untuk kegiatan perikanan
budidaya. Sarana pasar dibangun
pada kawasan minapolis. Sarana
pasar dibangun dengan bentuk
berupa kios kios.
Pengadaan sarana sub raiser yang
berlokasi di kawasan minapolis.
Sub raiser dibangun dengan tujuan
sebagai tempat untuk
mengkarantina ikan dan tempat
untuk kompetisi ikan.
Pengadaan sarana uji kualitas ikan
yang berlokasi di kawasan
minapolis. Sarana uji kualitas ikan
berfungsi sebagai tempat
pemberian label kelayakan ekspor
bagi ikan ikan yang akan
didistribusikan ke wilayah
domestik maupun internasional.
Melengkapi kebutuhan peralatan
budidaya yang belum tersedia,
melalui kerjasama dengan pihak
penyedia peralatan budidaya.
Pemenuhuhan kebutuhan
dilakukan dengan membentuk
koperasi yang berfungsi sebagai
sarana penyedia seluruh

Kesimpulan

Saran