Anda di halaman 1dari 79

5/16/2015

WIRE ROPE

REFERENSI STANDARD
Referensi

ASME B30.9

ASME B30.10

API Spec 9A & Rp 9B

Rigging Manual

Wire Rope Manufacturer

10:51

WHAT IS WIRE ROPE?


Wire rope terdiri dari satu atau beberapa strands,
dipilin spiral mengelilingi suatu inti dari baja atau
serat.
Wire rope terdiri dari tiga komponen dasar,
Wires (yang membentuk strands)
Inti / core
Strand : pilinan yang mengitari core

10:51

5/16/2015

WHAT IS WIRE ROPE?


Kawat untuk rope, terbuat dari beberapa bahan
seperti baja, besi, dan / atau stainless steel.
Baja karbon tinggi adalah bahan yang paling banyak
digunakan, tersedia dalam berbagai grade, masingmasing memiliki sifat yang terkait dengan kurva
dasar untuk tali kawat baja.
Pembuat wire rope memilih jenis kawat yang paling
tepat untuk tujuan tertentu dari produk jadi.
10:51

COMPONENTS OF WIRE ROPE

Wire Rope

COMPONENTS OF WIRE ROPE


Core

Wire Rope

5/16/2015

COMPONENTS OF WIRE ROPE

Strand

Wire Rope

COMPONENTS OF WIRE ROPE

Wire

Wire Rope

WIRE ROPE NOMENCLATURE


Nomenclature Wire rope juga didifinisikan sebagai
berikut:
Rope Description
Length
Size (diameter)
Preformed (pref) or non-preformed (non-pref)
Direction and type of lay
Finish
Grade of rope
Type of core

10:51

5/16/2015

DIAMETER
Diameter tali kawat adalah diameter lingkaran yang
secara penuh membungkusnya.
Metode pengukuran harus tepat untuk mengetahui
diameter.

10:51

CORE
Ada 3 jenis umum inti wire rope,
serat dan
kawat baja dan
Strand kawat.
Inti Serat umumnya dibuat dari serat alami, baik
manila, sisal atau goni.

10:51

CORE
Beberapa inti serat diproduksi dari polypropylene
atau Nylon, tetapi penggunaan inti serat sintetis
dibatasi pada beberapa jenis penggunaan dari
kemungkinan terpapar bahan kimia yang dapat
merusak serat.

10:51

5/16/2015

CORE
Core yang terbuat dari kawat biasanya wire rope ukuran
kecil cocok untuk dijadikan sebagai inti, ini disebut
independen wire strand core (IWSC)
Jenis lain dari inti baja inti tali kawat independen
(IWRC). Hal ini sama seperti tali terpisah mendukung
helai.

10:51

MANUFACTURING
PROCESS

MANUFACTURING PROCESS
Berikut gambaran secara garis besar proses produksi
wire rope.
Proses produksi wire rope adalah sebagai berikut :
1. Descaling
2. Drawing
3. Patenting
4. Second drawing
5. Galvanizing
6. Stranding
7.
10:51

Closing

5/16/2015

MANUFACTURING PROCESS
Proses produksi wire rope dimulai dari bahan baku
wire rope yaitu wire rod atau kawat batangan.
Wire rod terbuat dari high carbon steel dalam
proses rolling panas, biasanya berdiameter dari 5.5
mm sampai 8 mm.

10:51

1. DESCALING
Proses pertama : descaling atau surface treatment
Pertama wire rod melewati proses descaling yaitu
proses pencucian wire rod dengan bahan kimia
untuk

membersihkan

menyiapkannya

untuk

dari
proses

kotoran
berikutnya

dan
yaitu

drawing.

10:51

2. DRAWING
Proses kedua : drawing
Setelah itu wire rod yang sudah dibersihkan
dimasukkan ke mesin drawing dimana wire rod
ditarik melewati cetakan (dies) sehingga ukurannya
mengecil sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Setelah proses ini wire rod berubah bentuk menjadi
wire.

10:51

5/16/2015

3. PATENTING
Proses ketiga : patenting
Selama proses drawing wire mengalami banyak
tekanan.
Proses berikutnya : patenting wire dipanaskan
untuk menghilangkan tekanan yang dialami
dalam proses drawing.

10:51

4. SECOND DRAWING
Proses keempat : second drawing
Untuk wire rope diameter kecil wire harus
melewati

proses

drawing

kedua

untuk

mendapatkan ukuran diameter wire yang


diinginkan.

10:51

5. GALVANIZING
Proses kelima : galvanizing
Setelah drawing kedua untuk membuat wire
rope galvanis, wire dicelup dalam cairan
zinc.

10:51

5/16/2015

6. STRANDING
Proses keenam: stranding
Proses berikutnya adalah stranding dimana
kumpulan wire dipilin menjadi satu strand.

10:51

7. CLOSING
Proses ketujuh : closing
Proses

terakhir

adalah

closing

dimana

beberapa strand dipilin mengelilingi core


untuk menjadi hasil akhir yaitu: wire rope
atau kawat sling

10:51

MANUFACTURING PROCESS

10:51

5/16/2015

MANUFACTURING PROCESS

10:51

MANUFACTURING PROCESS

10:51

KONSTRUKSI
WIRE ROPE

5/16/2015

KONSTRUKSI WIRE ROPE


Wire rope terdiri dari individual wire yang
digulung

dalam

suatu

strand

dimana

terdapat core/inti didalamnya

10:51

WIRE ROPE KOSTRUKSI

19 wires in strand

Independent wire
Rope core.

6 outer strands
10:51

Konstruksi Wire Rope

10:51

10

5/16/2015

KONSTRUKSI WIRE ROPE


GRADE

GRADE
Grade
Menunjukkan kualitas steel pembuat
wire yang mempunyai bermacam macam
tingkatan

dari

kekuatan,

keuletan,

ketahanan terhadap abrasi dan korosi.

10:51

GRADE
Grade tersebut adalah :
EIPS :
Extra

Improve

Plow

Steel,

digunakan

untuk

maksimum kekuatan yang diperlukan. (120 s/d 130


tons/sq.inch)
IPS :
Improve Plow Steel, merupakan kombinasi yang
bagus tensile strength dan fatigue resistance.
(110 s/d 120 tons/sq.inch)
10:51

11

5/16/2015

KONSTRUKSI WIRE ROPE


ROPE LAY

ROPE LAY
Gulungan Rope (Rope Lay)
Istilah rope lay menandakan arah putaran dari
wire dan strand pada rope yang berpengaruh
pada flexibelitas dan ketahanan terhadap aus.
Regular Lay Wire dalam strand digulung dalam satu
arah sementara strand digulung pada arah yang
berlawanan.

10:51

ROPE LAY
Lang Lay
Wire dalam strand dan strand digulung dengan arah
yang sama.

10:51

12

5/16/2015

ROPE LAY
Right hand regular lay rope
Left hand regular lay wire rope
Right hand Lang lay

10:51

RIGHT HAND REGULAR LAY ROPE


Standard wire rope adalah right hand regular lay rope
(lilitan arah kanan regular) terdiri dari enam strand
dililit ke inti.
Ini adalah jenis tali yang paling umum digunakan.
Dalam tali ini, individu kawat dari strand dililitkan ke
kiri dan strandnya dililit ke arah kanan..

10:51

RIGHT HAND REGULAR LAY ROPE


Diidentifikasi melalui individu kawat yang tergambar
di permukaan tali, dan sejajar dengan sumbu tali.
Strand tergambar sebagai putaran tangan kanan.

10:51

13

5/16/2015

LEFT HAND REGULAR LAY WIRE ROPE


Individu kawat dari strand dililitkan ke arah kanan
dan strand dililitkan ke arah kiri mengelilingi inti.
Pada permukaan rope tergambar individu kawat
sejajar dengan sumbu tali, tetapi strand tergambar
ke arah kiri.

10:51

LEFT HAND REGULAR LAY WIRE ROPE

10:51

RIGHT HAND LANG LAY


Lang lay arah kanan wire rope adalah satu di mana
individu kawat dan strand sama dililit ke arah kanan.
Kabel individu, seperti yang tergambar di permukaan
tali, membuat sudut dengan sumbu ke arah yang
sama dengan strand itu sendiri, tergambar memutar
ke kanan.

10:51

14

5/16/2015

RIGHT HAND LANG LAY


Lang lay rope terdiri dari enam strand mengelilingi
inti dan memiliki banyak kegunaan, terutama dalam
konstruksi dan pertambangan.
Karena lebih fleksibel dan memiliki ketahanan abrasi
yang lebih besar, sebab mempunyai panjang kawat
expose yang lebih besar dari pada rope biasa.
Left lay Lang lay rope dapat diproduksi, tetapi
memiliki aplikasi yang sangat terbatas dan jarang
digunakan.
10:51

RIGHT HAND LANG LAY

10:51

LENGTH OF LAY
Setiap strand wire rope adalah berbentuk bulat.
Jarak diukur sejajar dengan sumbu atau garis
tengah tali di mana strand membuat satu pilinan
lengkap mengitari tali, adalah panjang dari rope lay.

10:51

15

5/16/2015

PREFORMING
Preforming adalah proses di mana setiap individual
strands yang dibentuk secara permanen dalam
bentuk helikal, seperti produk jadi.
Proses ini menyebabkan strand untuk terpilin pada
posisinya dan menghilangkan kecenderungan kawat
dan strand untuk berhambur saat dipotong.

10:51

PREFORMING
Ada banyak keuntungan dari wire rope preformed,
beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Tidak akan terurai saat seizing dilepas.


Lebih mampu menahan kondisi bending yang parah.
Cenderung terikat pada drum diameter kecil lebih
baik daripada tali non-preformed.

Lebih lentur daripada tali non-preformed, yang


membuatnya lebih mudah untuk menginstal dan
10:51

tahan terhadap terjadinya kinks.

KONSTRUKSI WIRE ROPE


WIRE

16

5/16/2015

WIRE
Type kawat, lay dan preforming mempengaruhi kinerja
wire rope dan operasi.
Type dasar kawat yang digunakan dalam rope.
Bright wire (Kawat terang) Kebanyakan rope dengan
kawat uncoated (bright) terbuat dari baja karbon tinggi.
Komposisi

kimia

menggambarkan
kombinasi

dari
variasi

kekuatan

baja
kawat

tarik,

yang
untuk

ketahanan

digunakan
menyediakan
lelah

dan

ketahanan aus pada rope.


10:51

WIRE
Galvanized

wire

Kawat

galvanis.

Ini

sering

digunakan untuk meningkatkan ketahanan korosi dari


wire ropes.

10:51

KONSTRUKSI WIRE ROPE


CORE

17

5/16/2015

CORE
Inti rope membentuk dasar bagi strand.
Fungsi utama dari inti rope adalah sebagai dasar
pada strand - untuk menjaga putaran rope dan
strand diposisinya yang benar selama operasi.
Core atau inti adalah jantung dari rope dan
merupakan komponen dimana strand digulung.
Pimilihan inti akan berpengaruh terhadap kinerja
rope itu.

10:51

CORE
Core
Ada 3 tipe core :
1. Fiber core.
2. Independen Wire Rope Core.
3. Strand core

10:51

FIBRE CORE
Fibre core :
Inti yang terbuat dari fiber keras, umumnya dari
sisal alam/rami, serat manila atau nylon.
Menciptakan wire rope lebih flexible dan elastic.

10:51

18

5/16/2015

WIRE CORE
Wire Core :
Juga disebut Independence Wire Rope Core (IWRC)
inti yang terbuat dari steel.
Cross section lebih tahan terhadap hancur /
gepeng bila digulung atau melewati sheave dan
digulung dalam drum.
Menambah kekuatan rope sekitar 7.5%

tetapi

kurang tahan terhadap shock load.


10:51

WIRE CORE
Inti ini terdiri dari tali kawat kecil dan bertindak
sebagai penahan strands wire rope.
Keuntungan lain dari inti tali kawat independen yang
berkurang peregangan.
Mengurangi kecenderungan untuk memutar.
Tahan dioperasikan saat dioperasikan pada high
temperatures dibanding fiber core.

10:51

STRAND CORE
Strand core :
Suatu strand yang terbuat dari kawat.
Biasanya, strand core digunakan dalam kabel utilitas
saja.

10:51

19

5/16/2015

KONSTRUKSI WIRE ROPE


STRAND

STRAND
Formasi Strand: adalah jumlah dari strands pada
rope, serta jumlah dan susunan kawat pada strands.
Type strand antara lain :
- Single layer formation
- Seale formation
- Multiple layer formation
- Filler formation
- Warrington formation
10:51

- Combination formation

SINGLE LAYER FORMATION


Berikut adalah bentuk dasar yang digunakan :
Formasi lapisan tunggal: dalam desain ini, kawat
luar tergulung melingkari pada suatu kawat center.

10:51

20

5/16/2015

SEALE FORMATION
Formasi Seale: Dalam desain ini, lapisan luar
memiliki kawat besar dengan jumlah tertentu.
Mereka dililitkan mengitari kawat kecil dengan
jumlah yang sama sedemikian rupa sehingga kawat
luar terletak di lembah kawat.

10:51

SEALE FORMATION
Keuntungan dari ini adalah permukaan yang lebih
tahan abrasi.

10:51

MULTIPLE LAYER FORMATION


Formasi lapisan multiple: Dalam desain ini, ada lebih dari
satu operasi. Lapisan terbentuk salah satu saling
melintasi yang lain secara berturut-turut. Ini adalah
formasi lurus dan ukuran kawat yang sama.

10:51

21

5/16/2015

FILLER FORMATION
Formasi Filler: Dalam desain ini, bahkan jumlah kawat
yang diletakkan mengelilingi lapisan dalam dari setengah
jumlah tersebut.
Dalam setiap lembah antara dua lapisan, diisi kawat
kecil. Keuntungan dari konstruksi ini adalah kekuatan
dan kapasitas penyerapan shock lebih besar sebagai
akibat dari desain yang kompak.

10:51

FILLER FORMATION

10:51

WARRINGTON FORMATION
Formasi Warrington: Dalam desain ini, lapisan kawat
berpasangan (satu besar dan satu kecil) diletakkan di
atas lapisan bagian dalam kawat.
Jumlah kawat lapisan dalam adalah setengah dari
lapisan luar.
Dengan

formasi

tersebut

strand

lebih

bulat.

Ini

memberikan permukaan yang lebih tahan aus tanpa


kehilangan fleksibilitas
10:51

22

5/16/2015

WARRINGTON FORMATION

10:51

COMBINATION FORMATION
Formasi Kombinasi: Dalam konstruksi majemuk,
ketika ada lebih dari dua lapisan kawat atas kawat
pusat, kombinasi antara dari dua Filler, Seale dan
Warrington.
Contoh: Pada konstruksi Warrington Seale, lapisan
menengah memiliki hubungan Warrington dengan
lapisan dalam dan hubungan Seal dengan bagian
luar.

10:51

COMBINATION FORMATION

10:51

23

5/16/2015

SIZE

SIZE
Size / Ukuran

Ukuran

wire

rope

diidentifikasikan

panjang

dengan feet dan inch untuk diameternya.

Disarankan

membuat

pengukuran

pada

tempat yang berbeda untuk wire rope 6 strand


dan 4 pengukuran untuk 8 strand.

10:51

PENGUKURAN DIAMETER
Bagaimana mengukur diameter wire rope diameter
yang benar dari wire rope adalah diameter
lingkaran-yang melingkari seluruh strand dan
merupakan

hasil

pengukuran

cros-sectional

terbesar.

10:51

24

5/16/2015

PENGUKURAN DIAMETER
Cara pengukuran diameter wire rope

10:51

MATRIX CONVERSION
Konversi metrik dan kesetaraan (equivalents).
Dalam melakukan pengukuran kearah metrik, akan
menjadi

penambahan

diperlukan

untuk

mengkonversi unit Inggris ke SI (atau metrik), dan


sebaliknya.

10:51

DIAMETER ROPE
Dalam mengukur diameter rope, industry / pabrik
cenderung ke arah konversi "lunak" ke metrik.
Sebagai contoh, diameter 1" dikonversi menjadi
25,4 mm dalam metrik. Menggunakan konversi
lunak, ini diubah ke metrik menjadi ukuran utuh
yang paling hampir sejajar dengan kisaran ukuran
1", atau 26 mm.
Dalam ukuran yang lebih kecil dari 5/8 ", diameter
rope dibulatkan ke 0,5 mm terdekat.
10:51

25

5/16/2015

DIAMETER ROPE
Tabel berikut memberikan setara diameter metrik
terdekat untuk ukuran rope sampai 5 inci.

10:51

DIAMETER ROPE
Nominal wire rope diameter
Inches
1/4
5/16
3/8
7/16
1/2
9/16
5/8
3/4
7/8

Millimeters
6.5
8
9.5
11.5
13
14.5
16
19
22

Inches
2 1/8
2 1/4
2 3/8
2 1/2
2 5/8
2 3/4
2 7/8
3
3 1/8

Millimeters
54
58
60
64
67
71
74
77
80

10:51

DIAMETER ROPE
Nominal wire rope diameter
Inches
1
1 1/8
1 1/4
1 3/8
1 1/2
1 5/8
1 3/4
1 7/8
2

Millimeters
26
29
32
35
38
42
45
48
52

Inches
3 1/4
3 3/8
3 1/2
3 3/4
4
4 1/4
4 1/2
4 3/4
5

Millimeters
83
87
90
96
103
109
115
122
128

10:51

26

5/16/2015

TOLERANSI DIAMETER
Toleransi yang diijinkan untuk diameter wire rope
Wire rope biasanya dibuat sedikit lebih besar dari
ukuran katalognya (atau nominal). Tabel berikut daftar
ukuran toleransi standar wire rope.
Nominal rope

Tolerance

diameter

Under

Over

0 - 1/8

-0

+ 8%

Over 1/8 - 3/16

-0

+ 7%

Over 3/16 - 5/16

-0

+ 6%

Over 5/16

-0

+ 5%

10:51

KEKUATAN DAN BERAT


Sekali lagi, ukuran metrik ini didasarkan pada
konversi "lunak" industri.
Karena minimum breaking force tali dan berat per
satuan panjang bervariasi untuk berbagai type dan
grade tali, faktor konversi berikut ini diberikan untuk
membantu

mengkonversi

angka-angka

yang

butuhkan:

10:51

KEKUATAN DAN BERAT


Untuk mengkonversi berat tali dalam pound per feet
(lb / ft) ke kilogram per meter (kg / m), kalikan
dengan 1,488.
Untuk mengkonversi minimum breaking force tali
dari ton (T) ke kilonewtons (kN), kalikan dengan
8,897; 1 lbs sama dengan 4,448 newton (N).
Untuk mengkonversi minimum breaking force tali
dalam ton (T) ke kilogram (kg), kalikan dengan
907,2.
10:51

27

5/16/2015

DESIGN FACTORS

DESIGN FACTORS
Faktor desain didefinisikan sebagai rasio minimum
breaking force wire rope terhadap beban keseluruhan
yang diharapkan untuk diangkat.
Penggunaan faktor desain menyediakan instalasi tali
dengan kapasitas yang memadai untuk pekerjaan
yang harus dilakukan selama operasi.

10:51

DESIGN FACTORS
Pertimbangan dalam menenetukan faktor desain
meliputi jenis penggunaan, desain peralatan dan
konsekuensi kegagalan.
Dalam

sebagian

berdasarkan
ditentukan

besar

faktor

aplikasi,

desain

yang

pemilihan
tepat

tali
telah

oleh pabrik pembuat peralatan atau

standard.

10:51

28

5/16/2015

DESIGN FACTORS
Standar dan peraturan mengharuskan faktor desain
diberlakukan terhadap minimum breaking force tali
untuk menentukan beban kerja maksimum.
Untuk menentukan beban kerja maksimum operasi
tali dapat digunakan, membagi minimum breaking
force tali dengan faktor desain yang diperlukan.
Ini adalah beban kerja maksimum tali itu.

10:51

DESIGN FACTORS
Note :
Rated capacity dari wire rope menggabungkan kedua
faktor desain dan penyambungan atau efisiensi
splicing.

10:51

SAFETY FACTOR
Untuk mencegah kegagalan dalam penggunaan wire
rope, actual load pada rope harus hanya beberapa
bagian dari breaking load, sehingga diperlukan
namanya faktor safety.

Faktor safety =

Katalog Breaking Load


Maks. Safe Working Load

10:51

29

5/16/2015

SAFETY FACTOR
BREAKING LOAD TESTING

10:51

DESAIN FAKTOR CRANE ROPE


Untuk menahan rated load dan boom pada posisi
berjalan

atau

transit

dan

panjang

boom

yang

rope

yang

direkomendasikan,
Faktor

desain

untuk

running

menggulung pada drum atau melewati sheave


tidak boleh kurang
dari 3,5.
Faktor desain untuk boom pendant atau standing
rope tidak boleh kurang dari 3,0.
10:51

DESAIN FAKTOR CRANE ROPE


Rotation-resistant

ropes

harus

memiliki

faktor

desain 5 atau lebih.


Faktor desain adalah kekuatan total minimum
breaking strength dibagi oleh beban pada rope
saat menahan statis struktur dan rated load.
Minimal breaking strength biasanya disebut
nominal breaking strength.

10:51

30

5/16/2015

KATALOG BREAKING LOAD DARI API SPEC. 9A

10:51

CHOOSING THE RIGHT WIRE


ROPE FOR YOUR APPLICATION

WIRE ROPE REQUIREMENT


Rope

mencakup

kombinasi

karakteristik

yang

memberi mereka kemampuan kinerja tertentu.


Sebelum

memilih,

kenali

karakteristik

khusus

masing-masing tali.

10:51

31

5/16/2015

WIRE ROPE REQUIREMENT


Dalam kebanyakan kasus, tali kawat tidak dapat
meningkatkan untuk kedua baik ketahanan lelah
dan ketahanan abrasi.

10:51

WIRE ROPE REQUIREMENT


Sebagai

contoh,

ketika

menginginkan

meningkatkan ketahanan lelah dengan memilih


strand

lebih banyak kawat, maka tali akan

memiliki ketahanan abrasi kurang karena jumlah


yang lebih besar maka kawat luar memiliki
diameter lebih kecil.

10:51

KARAKTERISTIK DASAR WIRE ROPE


Bila membutuhkan tali kawat dengan ketahanan
abrasi yang lebih besar, pilihannya adalah tali dengan
lebih

sedikit

(dan

lebih

besar)

kawat

untuk

mengurangi efek keausan permukaan.


Tapi itu berarti ketahanan lelah rope akan menurun.
Itu

sebabnya

harus

mempertimbangkan

semua

kondisi operasi dan karakteristik tali.

10:51

32

5/16/2015

KARAKTERISTIK DASAR WIRE ROPE


Bagaimana Anda memilih tali kawat yang paling
cocok untuk pekerjaan Anda?
Berikut ini adalah karakteristik yang paling umum
yang harus dipertimbangkan ketika memilih tali
untuk aplikasi tertentu.

10:51

KARAKTERISTIK DASAR WIRE ROPE


Strength / Kekuatan.
Fatigue resistance / flexible.
Crushing resistance .
Resistance to metal loss / abrasi.
Resistance to rotation

10:51

STRENGTH
Kuat
Harus mempunyai kekuatan yang cukup untuk
menahan

beban

termasuk

safety

faktor

yang

diperlukan.
Kekuatan wire rope tergantung pada ukuran,
grade dan type core (inti)

10:51

33

5/16/2015

STRENGTH
Kekuatan wire rope biasanya diukur dalam ton dari
2.000 lbs.
Kekuatan wire rope ditampilkan sebagai kekuatan
minimum breaking force (MBF) atau kekuatan
nominal (katalog).
Ini mengacu pada angka kekuatan yang dihitung
yang telah diterima oleh industri wire rope.

10:51

STRENGTH
Ketika diuji tension, wire rope harus baru putus di
angka yang sama dengan atau lebih tinggi dari
minimum breaking force yang ditampilkan untuk
wire rope itu.

10:51

STRENGTH
Nilai-nilai dalam pedoman berlaku untuk yang baru,
wire rope belum dipakai.
Suatu

wire

rope

beroperasi pada

sebaiknya

jangan

pernah

atau dekat - breaking force.

Selama masa penggunaan, wire rope kehilangan


kekuatan secara bertahap karena penyebab alami
seperti aus permukaan dan kelelahan logam.

10:51

34

5/16/2015

FATIGUE RESISTANCE
Flexible dan Tahan Terhadap Tekukan
Harus

mempunyai

kemampuan

untuk

melengkung mengikuti sheave dengan ukuran


relative kecil atau menggulung pada drum tanpa
mengalami patah.

10:51

FATIGUE RESISTANCE
Ketahanan lelah.
Ketahanan lelah melibatkan kelelahan logam dari
kawat yang membentuk rope.
Untuk memiliki ketahanan lelah yang tinggi, rope
harus mampu membengkok berulang kali di bawah
tekanan - misalnya, saat melewati sheave.

10:51

FATIGUE RESISTANCE
Secara umum, tali yang terbuat dari banyak kawat
akan memiliki ketahanan lelah lebih besar dari tali
yang sama-ukuran yang terbuat dari lebih sedikit
kawat.
Untuk mengurangi efek kelelahan, tali tidak boleh
membengkok melewati sheave atau drum dengan
diameter sangat kecil sehingga rope menekuk
berlebihan.
10:51

35

5/16/2015

FATIGUE RESISTANCE
Ada rekomendasi yang tepat untuk ukuran sheave
dan drum yang sesuai untuk mengakomodasi ukuran
dan jenis tali.
Strand dengan jumlah wire lebih banyak akan
(ukuran wire lebih kecil) akan lebih tahan tekuk
dibanding dengan jumlah wire lebih sedikit
(ukuran wire lebih besar)

10:51

CRUSHING RESISTANCE
Ketahanan terhadap crushing adalah efek tekanan
eksternal

pada

tali,

yang

merusak

dengan

mendistorsi bentuk penampang tali, strands or core


- atau ketiganya.
Ketahanan terhadap crushing adalah kemampuan
tali

untuk

menahan

atau

melawan

kekuatan

eksternal.

10:51

CRUSHING RESISTANCE
Secara umum, tali IWRC lebih tahan dari tali inti
serat.
Tali Regular lay lebih tahan dari lang lay ropes.

10:51

36

5/16/2015

RESISTANCE TO METAL LOSS


Tahan Terhadap Abrasi
Diperlukan tahan terhadap aus atau abrasi bila
dioperasikan melewati sheave dibawah beban yang
berat atau kontak dengan object yang diam.
Wire luar dengan diameter luar besar akan lebih
tahan terhadap keausan.
Lag Lay lebih tahan aus dibanding regular lay.

10:51

RESISTANCE TO METAL LOSS


Bentuk yang paling umum dari deformasi logam
umumnya disebut "peening" - karena kawat luar
tali tampak seperti

telah "dipalu" di sepanjang

permukaannya.
Peening biasanya terjadi pada drum, disebabkan
oleh kontak rope-to-rope selama spooling tali pada
drum, juga dapat terjadi pada sheave.
10:51

RESISTANCE TO METAL LOSS


Peening menyebabkan metal fatigue, yang bila
berbelok dapat menyebabkan kegagalan kawat.
Peening

menyebabkan

logam

kawat

mengalir

menjadi bentuk baru, ketidakbulatan bentuk juga


mengganggu gerakan kawat saat rope menikung.

10:51

37

5/16/2015

TAHAN PUTAR
Tahan Putar
Wire rope bisa berputar bila digunakan, ini
menyebabkan kesulitan dalam mengendalikan
beban dan menyebabkan wire rope rusak
Special non-rotating rope biasa digunakan untuk
kasus ini.
Regular lay lebih tahan puntir dibanding dengan
lag lay.
10:51

TAHAN KOROSI
Tahan Korosi
Wire rope bisa terkorosi bila kontak dengan
element korosive dan berkarat bila ter-expose
terhadap kondisi atmosferik dalam waktu yang
relative lama.
Galvanized atau stainless sangat bagus untuk
mencegah korosi.
Pelumasan juga dapat menghalangi percepatan
karat.
10:51

WIRE ROPE CARE

38

5/16/2015

WIRE ROPE CARE


MEMPERPANJANG USIA PEMAKAIAN WIRE ROPE
ATAU KAWAT SLING
Usia wire rope tergantung dari 4 hal yaitu :
Penyimpanan,
Penanganan,
Pemakaian, dan
Pemeliharaan.

10:51

PENYIMPANAN WIRE ROPE


1) Penyimpanan Wire Rope
Wire rope harus disimpan ditempat yang kering,
terlindung dari sinar matahari langsung dan air
hujan.
Hindarkan dari tempat tempat korosif.
Jangan simpan dekat uap panas karena dapat
menghilangkan lubrikasi.

10:51

PENYIMPANAN WIRE ROPE


Jika harus disimpan diluar ruangan, harus ditutupi
plastik tahan air supaya tidak cepat berkarat.
Jangan biarkan wire rope bersentuhan langsung
dengan tanah, tataki dengan pallet.

10:51

39

5/16/2015

PENYIMPANAN WIRE ROPE


Hindari tempat yang berdebu, banyak pasir dan
kerikil.
Debu,

pasir

dan

kerikil

dapat

menempel

di

permukaan wire rope sehingga merusakkan wire


rope dan peralatan saat digunakan.
Gulung dengan baik dan hindari tempat yang
banyak lalu lintas kendaraan supaya tidak terlindas
kendaraan yang lalu lalang.
10:51

PENYIMPANAN WIRE ROPE


Jika harus disimpan untuk waktu yang lama,
keringkan, bersihkan dengan baik, beri lubrikasi,
dan tutup dengan pelindung..

10:51

HANDLING WIRE ROPE


2) Handling wire rope
Wire rope harus ditangani dengan hati hati.
Penanganan yang tidak benar dapat mengakibatkan
kink.
Kink terjadi saat kita mengulur wire rope dari
gulungan, ada kalanya wire rope membentuk
lingkaran atau loop. Jika saat loop terjadi kita secara
sengaja atau tidak menarik wire rope maka kink
akan terjadi.
10:51

40

5/16/2015

HANDLING WIRE ROPE

10:51

HANDLING WIRE ROPE


Kink dan hati wire rope yang keluar adalah
kerusakan permanent yang tidak bisa diperbaiki,
supaya wire rope masih bisa dipakai, bagian tersebut
harus dipotong dan dibuang.

10:51

HANDLING WIRE ROPE

10:51

41

5/16/2015

HANDLING WIRE ROPE


Gambar diatas menunjukkan cara mengulur wire rope
yang benar dan salah.
Penanganan

wire

rope

yang

benar

mencegah

terjadinya kink dan hati wire rope keluar sehingga


menambah usia pakai wire rope.

10:51

HANDLING WIRE ROPE


Jangan menyeret wire rope di permukaan yang kotor,
berdebu, banyak pasir dan kerikil karena dapat
menempel dan merusak wire rope dan peralatan saat
dipakai.
Saat

memindahkan

wire

rope

dengan

forklift,

pastikan garpu forklift tidak menusuk body wire rope


karena dapat merusak strand dan wire.

10:51

PEMAKAIAN WIRE ROPE


3) Pemakaian Wire Rope
Supaya usia wire rope optimal, pastikan peralatan
tempat wire rope bekerja dalam kondisi baik.
Pastikan

drum

dan

sheave

ukurannya

sesuai,

permukaannya halus, tidak berkarat, tidak ada


bagian yang terkikis dan dapat berputar dengan
baik.

10:51

42

5/16/2015

PEMAKAIAN WIRE ROPE


Saat menggulung ke dalam drum lapisan pertama
sangat penting karena memberi dukungan pada
wire rope di lapisan lapisan berikutnya. Lapisan
pertama harus digulung rapat dengan tegangan
(tension) yang tepat yaitu 5 - 10% dari WLL.

10:51

PEMAKAIAN WIRE ROPE


wire rope digulung secara tepat

10:51

PEMAKAIAN WIRE ROPE


Gambar 6: wire rope digulung terlalu ketat
Gambar 7: wire rope digulung terlalu longgar
Gambar 8: lapisan pertama digulung tanpa cukup
tegangan

10:51

43

5/16/2015

PEMAKAIAN WIRE ROPE


Setelah

dipasang

bebani

dengan

beban

yang

disarankan sekitar 10% dari WLL. Operasikan dengan


kecepatan rendah beberapa kali.
Tidak memberi beban berlebihan, mengoperasikan
pada kecepatan tinggi, memberi gentakan.

10:51

PERAWATAN WIRE ROPE


4) Perawatan wire rope
Supaya tahan lama wire rope harus dibersihkan dan
diberikan lubrikasi secara berkala.
Wire rope dibersihkan dengan cara disikat dengan
sikat kawat untuk membersihkan dari kotoran, pasir
dan kerikil yang menempel.

10:51

PERAWATAN WIRE ROPE


Setelah dibersihkan berikan lubrikasi pada wire rope.
Lubrikasi membantu wire rope menahan karat,
menjaga wire rope tetap flexible, dan mengurangi
gesekan yang terjadi antar wire dan strand.

10:51

44

5/16/2015

PERAWATAN WIRE ROPE


Lubrikasi dapat diberikan dengan 3 cara:
1. Diteteskan
2. Diaplikasikan menggunakan kuas
3. Disemprotkan
Tempat ideal untuk memberikan lubrikasi pada wire
rope adalah titik titik tempat wire rope ditekuk
contohnya di sheave dan drum supaya lubrikasi bisa
menyerap ke bagian dalam.
10:51

LUBRIKASI
Lubrikasi pada wire rope berfungsi mencegah karat dan
mengurangi gesekan antar strand dan wire didalam
wire rope sehingga memperpanjang usia.
Empat jenis lubrikasi yang umum:
Dry, tanpa gemuk hanya dilapisi minyak ringan
dibagian dalam core dan strand.
Gemuk ringan, warna coklat kekuningan biasa
diaplikasikan pada wire rope galvanis.
10:51

LUBRIKASI
Gemuk hitam. Gemuk hitam pekat, memberi proteksi
yang baik terhadap karat. Ideal digunakan di laut,
konstruksi, dan logging.

10:51

45

5/16/2015

ORDERING A ROPE

ORDERING A ROPE
The following is necessary:
Application / intended use.
Rope length and tolerance where applicable.
Nominal Diameter.
Construction, class or brand name.
Core .................................(FC; FFC; WSC; IWRC)
Rope Grade ......................(Bright; Galvanised)
Lay type............................(Ordinary; Langs)
Lay direction ...................(Left Hand; Right Hand)
10:51

ORDERING A ROPE
Minimum breaking force.
Termination requirements.
Special packaging requirements.
Special identification requirements.
Third party authority ...........(LR; DNV; ABS etc.)

10:51

46

5/16/2015

SINGKATAN

SINGKATAN
Strand construc tion
PRF Preformed
S Seale
W Warrington
WS Warrington Seale
FW Filler Wire
SWS Seale Warrington Seale
SFW Seale Filler Wire
FWS Filler Wire Seale
STY G Type of flattened strand construction with 6
wires forming a triangularshaped strand center
10:51

SINGKATAN
Lays
RR Right regular lay
LR Left regular lay
RL Right lang lay
LL Left lang lay
Type of core
FC Fiber core; natural or synthetic fiber
IWRC Independent wire rope core
SC Strand core

10:51

47

5/16/2015

SINGKATAN
Rope grades
IPS Improved plow steel
GIPS Galvanized improved plow steel
DGIPS Drawn galvanized improved plow steel
XIP Extra improved plow steel
GXIP Galvanized extra improved plow steel
DGXIP Drawn galvanized extra
improved plow steel
XXIP Extra extra improved plow steel
GAC Galvanized aircraft cable
GUC Galvanized utility cable
10:51

SINGKATAN
Special rope descriptions
TBG Tubing; special rope for tubing line applications
in oilfields
TBDL Special rope for rotary drilling line applications
in oilfields
SS Stainless steel
BRIGHT Ropes in which the wires are not coated
SWAGED Rope thats swaged to finished diameter
PFV Polymer-impregnated wire rope

10:51

Flex-X 7CC Extended duty crane and hoist rope

SINGKATAN
PowerMax 8-strand dragline rope
PowerMax MD 8-strand dragline rope designed
specifically for draglines with reverse bend fairlead
systems.
Flex-X A compacted strand wire rope
TUF-MAX Special shovel hoist rope with features to
increase service life
XLT4 High strength, low torque wire rope
7-Flex A seven strand wire rope
PowerFlex A swaged rope with compacted strands;
used in logging applications
10:51

48

5/16/2015

INSPEKSI WIRE ROPE

INSPEKSI WIRE ROPE


Tiga tujuan pemeriksaan
Pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk tiga alasan
sbb:
Memeriksa
penggantian,

kondisi

dan

indikasi

bila

perlu

menemukan kondisi Abrasi, Bending

dan Crushing (ABC) dan penyimpangan pada wire


rope .
Dapat mengindikasikan penggunaan type yang paling
sesuai.
10:51

INSPEKSI WIRE ROPE


Memungkinkan temuan dan koreksi kesalahan dalam
peralatan atau operasi yang dapat menyebabkan
percepatan aus yang mengakibatkan biaya yang
mahal.

10:51

49

5/16/2015

INSPEKSI WIRE ROPE


Pemeriksaan pada item item sbb:
Periksa termination dari rope.
Periksa cacat melingkar cacat, yang menyebabkan
deformasi (flattened) dan aus, yang bisa

parah

pada posisi cross-over. (cross-over hanya jika ada


beberapa layer di drum).
Periksa untuk kawat putus atau aus permukaan.

10:51

INSPEKSI WIRE ROPE


Periksa korosi.
Periksa bagian yang

melingkar

melalui sheave

terhadap kawat putus dan aus.

10:51

INSPEKSI WIRE ROPE


Periksa bagian tali pada equalizer sheave dengan
mengangkat tali untuk melihat bagian bawah.
Periksa deformasi.
Periksa

diameter

Menyimpan

tali

catatan

terhadap

diameter

diameter tali

yang

asli.
diukur

setelah putus dalam periode tertentu. Catat bahwa


tak lama setelah tali dipasang diameter akan sedikit
berkurang.
10:51

50

5/16/2015

INSPEKSI WIRE ROPE


Periksa dengan teliti sepanjang yang berjalan
melalui

blok

sheave,

khususnya

bagian

yang

bersentuhan dengan sheave saat crane dalam


kondisi terbebani.

10:51

FACTORS AFFECTING
ROPE PERFORMANCE

FACTORS AFFECTING ROPE PERFORMANCE


Multi-coiling tali pada drum dapat mengakibatkan
distorsi parah pada lapisan/layer dasar.
Bad coiling (karena berlebihan fleet angles or slack
winding ) dapat menyebabkan kerusakan mekanis,
ditunjukkan sebagai hancur yang parah atau dapat
disebabkan shock loading selama operasi.

10:51

51

5/16/2015

FACTORS AFFECTING ROPE PERFORMANCE


Small diameter sheaves dapat mengakibatkan set
bentuk

permanen

pada

tali,

dan

tentu

akan

menyebabkan kawat putus secara dini karena


kelelahan. torsional.

10:51

FACTORS AFFECTING ROPE PERFORMANCE


Oversize grooves memberikan support yang tidak
mencukupi pada tali menyebabkan peningkatan
tekanan lokal, meratakan / flattening tali dan kawat
patah lebih awal.
Alur yang dianggap kebesaran bila diameter alur
melebihi diameter tali nominal lebih dari 15%.

10:51

FACTORS AFFECTING ROPE PERFORMANCE


Undersize grooves in sheaves akan menghancurkan
dan merusak tali, yang sering menimbulkan pola
keausan yang jelas dan keterkaitan dengan kawat
putus.

10:51

52

5/16/2015

FACTORS AFFECTING ROPE PERFORMANCE


Excessive angle of fleet dapat mengakibatkan
keausan parah tali karena saling gesekan pada
drum.
Kerusakan Rope pada termination dapat ditunjukkan
dari kawat putus.
Sudut fleet berlebihan juga dapat mempengaruhi
rotasi

yang

menyebabkan

ketidakseimbangan

torsional.
10:51

TROUBLESHOOTING GUIDE
Kerusakan

mekanis

yang

disebabkan

oleh

tali

menggesek instalasi struktur yang sedang beroperasi


atau struktur eksternal - biasanya yang bersifat lokal.
Umumnya karena kondisi operasional.
Periksa sheave guards dan support/guide sheaves
untuk memastikan bahwa tali tidak "melompat
keluar" dari sistem reeving.
Review kondisi operasi.
10:51

TROUBLESHOOTING GUIDE
Terbukanya strands pada rotation resistant, dalam
keadaan ekstrim tali dapat membentuk " birdcage
distortion " atau penonjolan inner strands.
Periksa

sheave

and

drum

groove

radii

menggunakan sheave gauge untuk memastikan


bahwa mereka tidak lebih kecil dari tali radius
nominal + 5% .

10:51

53

5/16/2015

TROUBLESHOOTING GUIDE
Periksa fleet angle dalam sistem reeving - fleet angle
in melebihi 1,5 derajat dapat menyebabkan distorsi.
Periksa Metode pemasangan putaran selama
pemasangan dapat menyebabkan rotasi tali yang
berlebihan yang mengakibatkan distorsi.

10:51

TROUBLESHOOTING GUIDE
Periksa apakah tali telah dipotong "di site" sebelum
instalasi atau dipotong untuk menghilangkan bagian
yang rusak dari ujung tali.
Jika demikian, apakah prosedur pemotongan yang
digunakan benar?
Pemotongan yang salah pada rotation resistant
dapat menyebabkan distorsi dalam operasi.
Rope mungkin mengalami shock load.
10:51

TROUBLESHOOTING GUIDE
Periksa ketegangan saat menggulung.
Bridon

merekomendasikan

ketegangan

instalasi

antara 2% dan 10% dari minimum breaking force of


the wire rope.
Harus

diperhatikan

untuk

memastikan

bahwa

ketegangan dipertahankan saat beroperasi.


Ketegangan yang tidak cukup akan menghasilkan
lower

layer

sehingga

lebih

rentan

terhadap

kerusakan.
10:51

54

5/16/2015

TROUBLESHOOTING GUIDE
Review konstruksi wire rope, Tali kawat Dyform lebih
tahan terhadap hancur pada underlying layers dari
konstruksi tali konvensional.
Periksa diameter drum, Ketidakcukupan bending ratio
meningkatan tekanan tekuk.

10:51

WHAT TO LOOK FOR

OVER TENSION

Inilah yang terjadi ketika kawat putus karena beban


tarik melebihi kekuatannya.
Biasanya ditandai dengan " cup and cone "
tergambar pada titik kegagalan.
Penciutan kawat pada titik kegagalan membentuk
cangkir dan kerucut menunjukkan kegagalan telah
10:51

terjadi saat kawat mempertahankan ductility-nya.

55

5/16/2015

FATIQUE

Ini adalah kawat dengan fatigue break yang berbeda.


Ditandai pada ujung persegi tegak lurus kawat.
Putus ini mirip dengan kegagalan kawat di lapangan
yang disebabkan oleh kelelahan.

10:51

FATIQUE

Tali kawat yang telah mengalami tekukan berulang-ulang


melewati sheaves saat beban normal.
Hal ini menyebabkan fatigue break pada individu
kawat putus berbentuk persegi dan biasanya di
mahkota strands.
10:51

FATIQUE

Contoh kegagalan fatigue tali kawat karena beban


berat saat melewati sheave diameter kecil. Putus
pada lembah dari strands disebabkan oleh " strand
nicking." Bisa juga putus pada crown.

10:51

56

5/16/2015

BIRD CAGE

"Sangkar

burung"

disebabkan

oleh

pelepasan

tension tiba-tiba dan akibat rebound rope.


Strand dan kawat tidak kembali ke posisi semula.

10:51

PEENING

Type kegagalan khas rotary Drilling

Line dengan

metode cut-off yang kurang.


Kawat ini telah mengalami peening terus menerus,
menyebabkan fatigue type failures.
Penentuan

jadual

cutoff

secara

rutin

dapat

membantu menghilangkan jenis masalah.

10:51

AUS

Keausan lokal karena melewati lebih dari satu


equalized sheave.
Bahayanya di sini adalah hal itu tidak

terlihat

selama operasi, dan itulah mengapa harus dilakukan


pemeriksaan rutin.
10:51

57

5/16/2015

AUS

Ini adalah tali kawat dengan high strand - suatu


kondisi di mana satu atau lebih strand aus pada salah
satu strands.
Hal ini disebabkan oleh socketing atau seizing yang
tidak tepat , kinks atau doglegs.
Di bagian atas terkonsenterasi aus, berulang setiap
strands keenam pada tali 6 strands.
10:51

KINKED

Sebuah tali kawat tertekuk / kinked ditampilkan di


sini.
Disebabkan oleh tertariknya lingkaran dalam line
yang kendur/ slack line selama pemasangan atau
operasi. Distorsi pada strands dan individu rope.
10:51

SHEAR BREAKS

Berikut adalah tali kawat yang telah melompat dari


sheave.
Tali "menekuk" karena melintasi tepi sheave. Terdapat
dua jenis putus di sini: tertarik putus "cup dan cone"
dan shear breaks / putus geser yang tampak telah
10:51terpotong

pada suatu sudut.

58

5/16/2015

DRUM CRUSHING

Drum crushing disebabkan oleh drum diameter


kecil,

beban

tinggi

dan

beberapa

kondisi

penggulungan.

10:51

SATU ROPE LAY

1 Rope Lay

10:51

END ATTACHMENT
End Attachment

10:51

59

5/16/2015

TWISTED DOGLEG ATAU KINK

10:51

KINKING
Kinking

10:51

OUTSIDE WIRE BREAK


Outside wire break

10:51

60

5/16/2015

WORN ROPE

10:51

FATIQUE BREAK

10:51

SHOCK LOADING
Pope Core/

10:51

61

5/16/2015

CORE BREAK UP

10:51

HIDDEN BREAK BETWEEN STRAND

10:51

Inspeksi Wire Rope (contd)


Valley break

10:51

62

5/16/2015

Inspeksi Wire Rope (contd)

10:51

WIRE ROPE
TERMINATIONS

CHOICE OF END FITTINGS


Pemilihan fitting end yang benar adalah sama
pentingnya dengan ketepatan pemilihan penggunaan
tali kawat.
Pemilihan dan

pemasangan yang tepat sangat

penting untuk menjaga integritas dan kekuatan


rangkaian.
Tergantung pada kesamaan beban dengan tali kawat
yang digunakan.
10:51

63

5/16/2015

CHOICE OF END FITTINGS


Pemilihan fitting akhir dapat ditentukan dengan
berikut:
a. Penggunaan.
b. Konstruksi dan lay dari tali.
c. Faktor Keselamatan dan WLL yang diperlukan.
d. Site atau dibuat pabrik.
Dipasang dan dirakit sesuai dengan spesifikasi
produsen.
10:51

WIRE ROPE TERMINATIONS

10:51

FLEMISH EYE SPLICE


Flemish eye splice adalah dibuat dengan membuka
atau unlaying body rope menjadi dua bagian, satu
memiliki tiga strand dan yang lainnya memiliki tiga
strand tersisa dan inti.
Tali

di-unlayed

untuk

memungkinkan

membuat

loop/lingkaran atau mata yang akan dibentuk dengan


menganyam satu bagian ke bagian lain.

10:51

64

5/16/2015

FLEMISH EYE SPLICE


Strand digulung kembali ke body rope .
Metal sleeves kemudian

dimasukkan melalui ujung

splice dan ditekan (swaged) sebagai pengunci ujung


pada body sling.

10:51

FLEMISH EYE SPLICE


Sling yang menggunakan sleeve yang terbuat dari
kelas atau jenis logam yang berbeda dari body rope
bisa mengalami percepatan kerusakan karena reaksi
elektrokimia antara dua logam, jika penggunaan dalam
air garam atau kondisi payau.

10:51

FLEMISH EYE SPLICE

10:51

65

5/16/2015

FLEMISH EYE SPLICE

10:51

FOLD BACK MECHANICAL SPLICE


Fold back splice ini dibuat dengan membentuk loop
/ lingkaran pada ujung tali, masukkan satu atau
lebih sleeve melalui ujung pendek mata lingkaran
dan menekan sleeve untuk mengunci ujung tali ke
body sling.
Sleeve

dapat

berupa

baja,

stainless

steel,

aluminium atau tembaga.

10:51

FOLD BACK MECHANICAL SPLICE


Kelemahan untuk jenis sling ini adalah bahwa daya
angkat

sling

tergantung

sepenuhnya

pada

integritas penekanan atau swaged.


Bila sleeve gagal, seluruh mata juga akan gagal.
Sling yang memiliki sleeve yang terbuat dari kelas
atau jenis logam dari body rope yang berbeda bisa
mengalami percepatan kerusakan karena reaksi
elektrokimia antara dua logam, jika penggunaan
dalam air garam atau kondisi payau.
10:51

66

5/16/2015

MECHANICAL SPLICE

10:51

ILLUSTRATION

10:51

FOLD BACK MECHANICAL SPLICE

10:51

67

5/16/2015

HAND TUCKED SPLICE


Hand tucked splice dibuat dengan melalukan wire
rope pada mata thimble dan menganyam.
Biasanya, tiga lipatan / selipan (tucks) penuh
mengelilingi strand yang sama pada body rope.
Satu full tuck tambahan digunakan saat menganyam
wire rope yang lebih lentur seperti konstruksi 6 x 36.
Kelemahan jenis splice ini adalah berkurangnya
working load limits sling.
10:51

HAND TUCKED SPLICE


Penggunaan swivel / putar pada pengangkatan single
leg dan menggantung beban yang mungkin berputar
tidak dianjurkan.
Suatu

tag

line

harus

selalu

digunakan

untuk

mencegah rotasi body sling.


Saat body sling berputar, splice akan unlay, tertarik
keluar dan beban akan jatuh.

10:51

HAND TUCKED SPLICE

10:51

68

5/16/2015

BECKET LOOP END


Becket loop ends adalah mechanically spliced ke
ujung

wire

rope

untuk

HANYA

MEMBANTU

KEPERLUAN INSTALASI.
Saat menginstal tali kawat baru perakitan loop
memungkinkan menyambung wire rope baru ke wire
rope lama (existing) tanpa menggunakan wire mesh
grips.
Becket fitting akan sedikit lebih besar dari diameter
tali kawat.
10:51

BECKET LOOP END

10:51

WIRE ROPE CLIPS


WIRE ROPE CLIPS
Wire rope clips berguna untuk instalasi di lapangan.
instalasi yang benar dengan menggunakan kunci
momen, efisiensi terminasi bisa 80%.
Harus mengikuti petunjuk instalasi, minimum klip
dan torsi yang harus digunakan untuk benar-benar
dipatuhi.

10:51

69

5/16/2015

WIRE ROPE CLIPS

10:51

WIRE ROPE CLIPS

10:51

WIRE ROPE CLIPS

10:51

70

5/16/2015

WIRE ROPE CLIPS

10:51

10:51

SPELTER SOCKETS
Spelter soket adalah termination yang baik karena
bisa menawarkan efisiensi 100% ketika dipasang
oleh orang yang berkualifikasi.
Baik untuk wire rope 6 x 7, 6 x 19, atau 6 x 37 IPS,
EIPS, EEIP, RRL, FC atau IWRC.
Soket dirakit dengan zinc atau bahan resin, dan
tersedia sebagai terbuka atau tertutup.
Spelter soket dapat diinstal di lapangan dan dapat
digunakan kembali jika telah diuji MPI dan inspeksi
10:51

visual.

71

5/16/2015

SPELTER SOCKETS

10:51

OPEN SPELTER SOCKETS

10:51

CLOSE SPELTER SOCKETS

10:51

72

5/16/2015

SWAGE SOCKETS
Soket Swage cocok untuk wire rope 6 x 19, atau 6 x
37 IPS, EIPS, EEIP, RRL, dan IWRC. Soket Swage
mempunyai nilai efisiensi 100%.
Soket ditempa dari baja karbon bar khusus dan
swaged (ditekan) ke wire rope menggunakan dies
khusus pada hidrolik bertekanan besar
Soket Swage biasanya digunakan untuk pendant
ropes pada crane.
10:51

OPEN SWAGE SOCKETS

10:51

CLOSE SWAGE SOCKETS

10:51

73

5/16/2015

CLOSE SWAGE SOCKETS

10:51

CLOSE SWAGE SOCKETS

10:51

WEDGE SOCKETS
Soket Wedge cocok untuk sebagian besar konstruksi
wire rope dan memiliki nilai efisiensi 80% breaking
strength.
Soket dapat diinstal di lapangan dengan cepat dan
mudah oleh orang yang kompeten.

10:51

74

5/16/2015

WEDGE SOCKETS
Perakitan dan Keamanan Operasi :

Gunakan hanya dengan standar 6 sampai 8


strand

wire

rope

dengan

ukuran

yang

ditentukan.

Untuk

wire

rope

ukuran

menengah,

menggunakan ukuran socket yang lebih besar


berikutnya

(misalnya.

9/16

menggunakan

socket 5/8).
10:51

WEDGE SOCKETS

Pengelasan pada ekor pada wire rope tidak


dianjurkan.

Panjang ekor dead end harus minimal 6 x


diameter tali tetapi tidak kurang dari 6 inci.

10:51

WEDGE SOCKETS
Untuk penggunaan pada Rotation Resistant wire
ropes pastikan bahwa dead end dilas, dibrazing
atau di-seize sebelum memasukkan wire rope ke
soket wedge untuk mencegah inti selip atau
kehilangan rope lay.
Panjang ekor dead end harus minimal 20 x tali
diameter tetapi tidak kurang dari 6 inci.

10:51

75

5/16/2015

WEDGE SOCKETS
Pilih socket yang benar benar cocok, wedge dan
klip dengan ukuran wire rope.
Sejajarkan dead end section dengan centre line
pin.
Amankan dead end section rope.

10:51

WEDGE SOCKETS
Kencangkan nut pada klip sesuai dengan torsi
yang direkomendasikan.
Jangan memasang dead end ke live end atau
menginstal wedge terbalik.
Gunakan palu untuk seat wedge dan tali sedalam
mungkin ke soket sebelum dibebani.

10:51

WEDGE SOCKETS
Terapkan beban pertama untuk sepenuhnya baji
duduk dan tali kawat di socket.
Beban harus sama atau lebih besar dari beban
yang diharapkan.

10:51

76

5/16/2015

WEDGE SOCKETS

10:51

WEDGE SOCKETS

10:51

WEDGE SOCKETS

10:51

77

5/16/2015

WEDGE SOCKETS

10:51

WEDGE SOCKETS

10:51

WEDGE SOCKETS

10:51

78

5/16/2015

STEEL STOPS (FERRULES)


Baja stops biasanya digunakan pada wire rope 6 x 19
atau 6 x 37 dan diswage ke ujung wire rope untuk
membentuk titik anchor pada winch drum atau
anchor ke fitting baja.
Ferrules tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam
aplikasi di mana beban sepenuhnya digantung
overhead.

10:51

STEEL STOPS (FERRULES)

10:51

TERIMAKASIH

79

Anda mungkin juga menyukai