Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM TEKONOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI


UPN VETERAN JAWA TIMUR

Praktikum
Percobaan
Tanggal
Pembimbing

: _Biokimia Pangan_______
: _RESPIRASI___________
: _13 November 2013_____
: _Ir. Murtiningsih________

Nama
NPM/Semester
Romb/Grup
NPM/Teman Praktek

: _Nur Diana Septi__


: _1233010021 / III_
: _ I / E___________
: _1233010019_____
_1233010020_____
_1233010022_____
_1233010026_____

LAPORAN RESMI

__________________________________________________________
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua sel aktif terus menerus melakukan respirasi, sering menyerap O2 dan
melepaskan CO2 dalam volume yang sama. Namun seperti kita ketahui, respirasi lebih dari
sekadar pertukaran gas secara sederhana. Proses keseluruhan merupakan reaksi oksidasireduksi, yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2 dan O2 yang diserap direduksi menjadi H2O,
Pati, fruktan, sukrosa, atau gula yang lainnya, lemak, asam organik, bahkan protein dapat
bertindak sebagai substrat respirasi. (Salisbury & Ross, 1995).
Respirasi merupakan proses katabolisme atau penguraian senyawa organik menjadi
senyawa anorganik. Respirasi sebagai proses oksidasi bahan organik yang terjadi didalam sel
dan berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Dalam respirasi aerob diperlukan oksigen
dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana
oksigen tidak atau kurang tersedia dan dihasilkan senyawa selain karbondiokasida, seperti
alkohol, asetaldehida atau asam asetat dan sedikit energi. Secara umum, respirasi karbohidrat
dapat dituliskan sebagai berikut:
C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energy
Proses respirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses
transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen
yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi
melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya
dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang
antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel
bagi kedua gas tersebut. Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam
proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus krebs, dan transpor elektron.

1.2

Tujuan Praktikum
Mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim.
Mengidentifikasi pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim.
Membuktikan bahwa pH mempengaruhi aktivitas enzim.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Respirasi dalam arti luas adalah pertukaran gas antara organisme dengan lingkungannya,
sedangkan dalam arti yang khusus yaitu adanya pengambilan gas Oksigen dan pelepasan gas
Karbondioksida. Pengambilan Oksigen ini ada yang secara langsung melalui udara dan ada yang
mengambil melalui medium cair yang berada disekeliling mereka. Respirasi terbagi atas yaitu
Respirasi Eksternal, yang merupakan pertukaran udara yang terjadi antara organisme dengan
udara disekeliling mereka dan Respirasi Internal, merupakan pertukaran udara yang terjadi antara
sel dengan organ didalamnya (Willey, 1982).
Respirasi merupakan suatu proses pelepasan energi kimia molekul organik di dalam sel.
Energi molekul organik adalah energi matahari yang disimpan di dalamnya, terjadi pada proses
fotosintesis. Pada proses fotosintesis terjadi adanya pembentukan gula dari molekul-molekul
karbohidrat dan air dengan bantuan cahaya matahari (Dwijoseputro, 1994).
Menurut Dwijoseputro (1989) Respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme
atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan tadi ditimbulkan untuk meyelenggarakan proses
proses kehidupan. Reaksi dari respirasi adalah sebagai berikut:
C6H12O6 + 6O2

6CO2 + 6H2O + 675 kal

Menurut Willey (1982), menyatakan bahwa respirasi adalah suatu bahan dari proses
reaksi oksidasi bahan organik sel yang melepaskan energi. Energi yang dihasilkan dapat berupa
ATP, NADPH, NADH, dan FADH. Dari pengertian yang daitas dapat disimpulkan bahwa reaksi
yang terjadi pada saat respirasi berlangsung yaitu :
C6H12O6

6O2

6CO2

6H2O

Energi

Respirasi adalah proses pelepasan energi kimia, molekul molekul organik dalam sel
pada mitokondria. Pada proses fotosintesis terjadi pembentukan gula dan molekul CO2 dan H2O
dengan bantuan energi matahari. Pelepasan energi kimia dalam proses respirasi ini terjadi
melalui 2 proses penting yaitu proses oksidasi dan reduksi, proses oksidasi disini terjadi
pelepasan hydrogen atau hidrogenase dimana pada proses aerobik penerima hydrogen yang
terakhir adalah O2, disini O2 sebagai adaptor, proses perombakan molekul dimana akibat dari
oksidasi ikatan karbon dari molekul dirombak sehingga menjadi molekul karbon kecil terbalik
dan kemudian molekul tersebut dirombak lagi sehingga akhirnya hanya tinggal satu
karbondioksida dan proses reduksi yaitu suatu reaksi yang melibatkan oksigen dengan
penambahan elektron dari satu atom atau senyawa ( Suseno, 1978 ).
Respirasi bukanlah proses pertukaran gas sederhana saja. Proses keseluruhan merupakan
reaksi reduksi oksidasi yaitu senyawa organik dioksidasi menjadi CO2, sedangkan O2 yang
diserap direduksi menjadi air (H2O). Sebagai substrat respirasi yaitu pati, fruktan, sukrosa atau
gula lainnya, lemak, asam organic dan bahkan protein pada keadaan tertentu (Burhan dkk, 1977).
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi
melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia

ATP untuk kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan. Respirasi juga
biasa dikatakan reaksi oksidasi organ untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk aktifitas
sel dan kehidupan tumbuhan dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi tinggi (Garderner, 1991).
Respirasi merupakan proses penggunaan makanan yang mengakibatkan pembentukan
ATP, kemudian dirubah menjadi ADP dan menghasilkan energi. Jadi respirasi dapat
didefenisikan sebagai proses penguraian bahan organik menjadi energi. Semua sel aktif terusmenerus melakukan respirasi menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida dalam volume
yang sama. Pati, fruktan, sukrosa, gula, dan asam organik serta protein dalam keadaan tertentu
dapat bertindak sebagai substrat respirasi (Darmawan dan Baharsjah, 1983).
Respirasi merupakan rangkaian dari 50 atau lebih reaksi komponen, bukanlah reaksi
tunggal. Respirasi merupakan oksidasi (dengan produk yang sama seperti pembakaran) yang
berlangsung di medium air, dengan pH mendekati netral, pada suhu sedang, dan tanpa asap.
Pemecahan bertahap dan berjenjang molekul besar merupakan cara untuk mengubah energi
menjadi ATP. Lebih lanjut, sejalan dengan berlangsungnya pemecahan, kerangka karbon antara
disediakan untuk menghasilkan berbagai produk esensial lainnya dari tumbuhan. Produk ini
meliputi asam amino untuk protein, nukleotida untuk asam nukleat, dan prazat karbon untuk
pigmen porfirin (seperti klorofil dan sitokrom) dan untuk lemak, sterol, karotenoid, pigmen
flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin (Salisbury dan
Ross, 1995).
Proses yang terjadi didalam respirasi sel adalah pemecahan ikatan-ikatan dalam molekul
organik, terutama ikatan antara atom karbon dengan atom yang menyimpan energi dalam jumlah
besar. Ada beberapa cara dimana energi kimia dilepaskan. Salah satu cara yang paling penting
adalah pengeluaran hidrogen dari suatu bahan bakar yang dikenal dengan istilah dehidrogenasi.
Pada proses dehidrogenasi diperlukan penerima atau akseptor hidrogen (hydrogen acceptor)
(Kimball, 1983).
Berdasarkan kebutuhannya terhadap oksigen respirasi terbagi atas 2 macam, yaitu
Respirasi anerob dan aerob, respirasi anerob tidak memerlukan oksigen tetapi penguraian bahan
organiknya tidak lengkap. Respirasi macam ini jarang terjadi hanya dalam keadaan khusus.
Dimana substrat respirasi anerob adalah glukosa, yang reaksinya adalah : C6H12O6
2C2H5OH + 2 CO2 + ATP Respirasi aerob memerlukan oksigen untuk menghasilkan tenaga
(ATP), yang reaksinya adalah : C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O Hc - 2880 kJ (Burhan,
1997).
Greulach and Adam ( 1976 ) menyatakan bahwa produk akhir fotosintesis adalah gula,
oksigen dan air. Produk ini merupakan substansi yang nantinya digunakan dalam respirasi
aerobic, sedangkan hasil akhir dari respirasi adalah karbondioksida dan air yang merupakan
substansi yang digunakan dalam fotosintesis. Menurut Salisburry dan Ross (1978) gas O2 pada
respirasi aerobik digunakan untuk oksidasi reduksi bahan makanan. Pada respirasi atau oksidasi
akan dihasilkan CO2 .

Energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dapat digunakan
untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumb uhan. Bila tumbuhan sedang
tumbuh, laju respirasi meningkat sebagai akibat dari permintaan pertumbuhan, tapi beberapa
senyawa yang hilang dialihkan ke dalam reaksi sintesis dan tidak pernah muncul sebagai CO2
(Salisbury dan Ross, 1995).
Bahan bakar yang paling banyak digunakan adalah glukosa. Pembakaran sempurna
glukosa menjadi CO2 menghasilkan energi 686 kilokalori energi bebas. Tetapi dalam reaksi ini
hampir semua energi bebas dibebaskan sebagai panas yang dalam jumlah sedang hanya cukup
untuk menjaga sel agar tetap hangat. Dan tetap tidak cukup untuk melangsungkan reaksi
anabolik. Namun, demikian sel hidup mampu mengkatalisis glukosa menjadi sedemikian rupa
sehingga menghasilkan energi bebas untuk membentuk molekul-molekul ATP (Kimball,1983).
Jika karbohidrat, misalnya sukrosa, fruktan, atau pati merupakan substrat respirasi dan
jika mereka secara sempurna dioksidasi, maka volume O2 yang diambil persis berimbang
dengan CO2 yang dilepaskan. Nisbah CO2 terhadap O2 ini disebut kuosien respirasi atau RQ,
sering hampir mendekati satu. Contoh, RQ yang diperoleh dari daun berbagai jenis tumbuhan
rata-rata 1,05. biji yang sedang berkecambah dari tumbuhan serealia dan kacang-kacangan
seperti kapri dan kacang, yang mengandung pati sebagai cadangan makanan utama, juga
menunjukkan RQ sekitar 1,0. tapi, biji berbagai tumbuhan lain banyak mengandung lemak atau
minyak yang kaya hidrogen dan rendah kandungan oksigennya. Bila minyak dan lemak
dioksidasi selama perkecambahan, RQ sering hanya 0,7, sebab cukup banyak oksigen diperlukan
untuk mengubah hidrogen menjadi H2O dan mengubah karbon menjadi CO2 (Salisbury dan
Ross, 1995).
Reaksi respirasi merupakan kebalikan dari ringkasan reaksi fotosintesis. Proses respirasi
mengalami tiga tahap reaksi yang terpisah. Glikolisis terjadi di sitosol, siklus krebs tau siklus
asam sitrat terjadi dalam matriks mitokondria, transfer electron terjadi pada membran Krista
mitokondria. Beberapa bahan organic yang digunakan sebagai substrat respirasi harus dirombak
jadi molekul gla heksosa terlebih dahulu. Karbohirat cadangan pada tumbuhan umumnya berupa
pati, fruktan, sukrosa maupun karbohidrat kompleks lainnya ( Salisbury dan Ross, 1995 ).
Respirasi dapat dibagi menjadi tiga tahapan reaksi yaitu tahap pertama adalah proses
glikolis. Pola umum dari proses ini adalah penguraian karbohidrat secara bertingkat akan dirubah
menjadi Phospogliseraldehid, kemudian menjadi asam piruvat dan asam piruvat dirubah lagi
menjadi asam oksalat. Tahapan berikutnya adalah lingkaran krebs disebut juga lingkaran asam
sitrat atau lingkaran asam trikarboksilat. Reaksi tersebut merupakan reaksi lingkaran dimana
pada pokoknya asam oksalat akan diubah menjadi CO2 , dan tahap ketiga adalah lingkaran
sitokrom (transfer electron), dalam proses ini tingkat dari akseptor yang satu ditransfer kepada
yang lain. Kemudian sitokrom dan akhirnya kepada CO2 dengan membentuk H2O, pada transfer
tadi dihasilkan energi yang ditangkap oleh ADP menjadi ATP ( Hidayat, 1974 ).
Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi adalah ketersediaan substrat yang dimana laju
respirasi daun sering lebih cepat segera setelah matahari tenggelam saat kandungan gula tinggi.

Daun bagian bawah ternaungi respirasi lebih lambat dari daun sebelah atas yang terkena cahaya
matahari berhubung kandungan pati dan gula, ketersediaan O2, pada akar, batang, dan daun
sedikit mempengaruhi respirasi karena sitokrom oksidase mempunyai afinitas yang tinggi
terhadap oksigen biarpun konsentrasi hanya 0,05 %, suhu ; peningkatan suhu sampai 40 C atau
lebih menurunkan respirasi, karena enzim mengalami denaturasi (rusaknya bentuk tiga dimensi
enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan subtratnya) untuk mencegah
metabolik yang semestinya terjadi, jenis dan umur tanaman ; umunya bakteri, fungi, dan
ganggang berespirasi lebih cepat dibandingkan dengan tumbuhan berbiji. Berdasarkan bobot
kering hanya mengandung sedikit makanan dan tidak mempunyai sel nonmetabolik. Respirasi
tinggi selama pertumbuhan vegetatif yang pesat, rendah saat pembuangan. Sebagian besar
respirasi pada tumbuhan dewasa dilakukan oleh daun, akar yang muda, bunga yang sedang
tumbuh waktu buah masih muda (Burhan, 1997).
Pasokan O2 juga mempengaruhi respirasi, tapi peranannya sangat berbeda, bergantung
pada jenis tumbuhan bahkan bagian tumbuhan. Keragaman normal kandungan O2 udara terlalu
kecil untuk mempengaruhi respirasi sebagian besar daun dan batang. Lagi pula, laju penetrasi O2
ke dalam daun, batang, dan akar biasanya cukup untuk memepertahankan tingkat pengambilan
normal O2 oleh mitokondria, terutama karena sitokrom oksidase mempunyei afinitas yang tinggi
terhadap oksigen sehingga akan tetap berfungsi walaupun konsentrasi O2 di udara hanya sekitar
0,05% (Drew, 1988).
Pengukuran respirasi dilakukan dengan mengetahui jumlah O2 yang dikonsumsi juga
dapat dilakukan electron oksigen. Dengan mengukur konsumsi O2 dan produk CO2 dapat
diketahui dengan jalur mana yang dilalui respirasi. Perbandingan antara CO2 dan O2 dinamakan
dengan koefisien respirasi. Biasanya koefisien respirasi tergantung pada substrat, misalnya
glikolisis. Bila satu molekul gula dioksidasi sempurna maka hasilnya adalah 6 atom karbon
dibebaskan dari gula dan keluar sebagai CO2. 12 atom H dikeluarkan dari gula pada reaksi.
Reaksi berikutnya bergabung dengan atom O yang berasal dari oksigen atmosfer, membentuk 16
molekul air (Loveles,1991).

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1 Tempat dan Waktu


Praktikum uji Respirasi ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 13 November 2013 pada
pukul 09.00 sampai selesai, di Laboratorium Biokimia Pangan Jurusan Teknologi Pangan,
Fakultas Teknologi Industri, UPN Veteran Jawa Timur.
3.2 Alat dan Bahan
Alat : - Pompa udara
- Labu erlenmeyer
- Gelas ukur
- Stoples
- Selang udara

Bahan : - Bermacam-macam sayuran (wortel)


- NaOH jenuh
- Ca(OH)2
- HCl 0.1 N
- Indikator phenolphtalin

- Buret
- Stopwatch
- Kertas Aluminium
3.3 Metode Percobaan
1. Masukkan sayuran segar ke dalam erlenmeyer cucuk
2. Hubungkan erlenmeyer cucuk tersebut dengan tabung reaksi yang sudah berisi Ca(OH) 2
atau air kapur jenuh.
3. Hubungkan saluran yang ditutup erlenmeyer dengan cucuk erlenmeyer yang sudah diisi
larutan alkali (KOH atau NaOH) 6 N.
4. Udara dari pompa masuk pertama kali melalui alkali, masuk ke ruangan sayur segar dan
kemudian yang terakhir ke larutan Ca(OH)2
5. Amati kekerruhan yang terjadi pada air kapur yang menandakan adanya CO 2 yang
dihasilkan dari respirasi.
6. Pindahkan larutan Ca(OH)2 hasil perlakuan ke dalam tabung erlenmeyer
7. Lakukan titrasi dengan HCl pada tabung erlenmeyer tersebut dengan indikator pp.
8. Lakukan titrasi blanko
9. Hitung volume HCl untuk menentukan CO2 yang terperangkap.
10. Kecepatan respirasi = mg CO2 / kg bahan / detik

BAB IV
HASIL PRAKTIKUM dan PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum


NO
1
2
3
4
5
6

BAHAN
Cabe rawit
Kangkung
Buncis
Kacang panjang
Terong
Wortel

VOLUME HCl
10.7 ml
9.1 ml
9.3 ml
9.8 ml
10.1 ml
10 ml

KECEPATAN RESPIRASI
0.002 mgr/kg.sec
0.042 mgr/kg.sec
0.037 mgr/kg.sec
0.024 mgr/kg.sec
0.017 mgr/kg.sec
0.019 mgr/kg.sec

4.2 Pembahsan
Percobaan ini adalah suatu bentuk analisa aktivitas enzim amilase yang ditujukan
untuk mengetahui pengaruh pH, konsentrasi dan suhu terhadap aktivitas enzim amilase.
Amilase adalah sebuah enzim yang berfungsi untuk memecahkan ikatan glikosidik yang
dimiliki oleh suatu karbohidrat. Ikatan glikosidik yaitu ikatan khas yang terdapat pada
karbohidrat. Dengan perombakan oleh amilase, suatu bentuk polisakarida dapat diubah
menjadi bentuk intermedietnya, yaitu disakarida. Amilase dapat dihasilkan di beberapa
kelenjar eksokrin didalam tubuh, diantaranya pankreas dan lain-lain.
Respirasi adalah proses oksidasi dari produk digesti dalam sel untuk melepaskan
energy yang diperlukan dalam berbagai aktivitas organisme hidup. Proses tersebut
mencakup suatu rantai reaksi yang majemuk dan menyangkut berbagai tahapan dan
dibantu oleh berbagai enzim. Tahapan pertama bersifat anaerobic, tanpa oksigen bebas,
dan tahapan terakhir memerlukan oksigen bebas, jadi tahapan terakhir itu bersifat
aerobic. Selanjutnya ADP diubah menjadi ATP yang merupakan sumber energy bagi
semua jenis reaksi selular. Respirasi sebagai suatu proses oksidasi yang terdiri banyak
tahapan reaksi dan juga respirasi adalah oksidasi selular di mana energy yang disimpan
dalam molekul-molekul makanan dilepaskan dan digunakan oleh sel. Dalam reaksi
tersebut, H2O dan CO2, merupakan hasil akhir dan energy terlepas.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Semakin asam pH semakin cepat enzim bereaksi. Namun enzim memiliki pH optimum
yaitu pada pH 4 dan pH 10.
5.2 Saran
Diharapkan praktikan lebih teliti lagi dalam melakukan pengujian agar diharapkan hasil
yang didapatkan lebih maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Burhan, dkk. 1977, Fisiologi Tanaman, PT Bina Aksara, Jakarta


Burhan, Walyati dkk, 1997, Buku Ajar Fisiologi Tumbuhan., Universitas Andalas. Padang.
Darmawan dan Baharsjah, 1983, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia. Jakarta.
Drew, M. C, 1988, Effects Of Flooding Oxygen Deficiencion Plant Nutrition, Advebces in Plant
Nutritions, New York..
Dwidjoseputro, D, 1980, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta
Dwidjoseputro, D, 1989, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia , Jakarta
Dwidjoseputro, 1994, Dasar-Dasar Ilmu Tanaman,PT Gramedia, Jakarta
Gardner, F. P. R. Brent pearce dan Goger L. Mitchell, 1991, Fisiologi Tanamanan
Greulach,V.A and J.E. Adam.1976, Plant and Introduction to Modern Botany, John Willey and
Sons, New York
Hidayat,E.B, 1974, Biologi, ITB, Bandung
Jumin, H. B. 2002, Agro Ekologi, Suatu Pendekatan Fisiologis, Rajawali, Jakarta.
Kimball, John. W, 1983, Biologi Jilid I Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.
Loveless,A.R.1991, Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik1, Gramedia,
Jakarta
Mitchel, 1956, General Physiology, M. C GrowHill Book Company, New York
Salisburry,F.B dan Ross,W.C, 1995, Fisiologi Tumbuhan Jilid 2, ITB Press, Bandung
Suseno,H. 1978, Ekofisiologi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB, Bogor
Willey, J. 1982, Study Guide to Accompany Botany, New York , Chesther Bistane Toronto,
Singapore
Tim Pengajar Biokimia Pangan. 2013. Buku Petunjuk Praktikum Biokimia Pangan. Surabaya:
Program Studi Teknologi Pangan Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Teknologi
Industri UPN Veteran Jawa Timur.