Anda di halaman 1dari 8

Diskusi Kasus

TINEA KORPORIS et KRURIS

Oleh
Andre Hidayat, S.Ked
04084811416097

Pembimbing
Dr. Fitriani, SpKK

BAGIAN/DEPARTEMEN DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2015
0

HALAMAN PENGESAHAN
Diskusi Kasus
Judul:
Tinea Korporis et Kruris
Oleh:
Andre Hidayat, S.Ked
04084811416097
Pembimbing:
Dr. Fitriani, SpKK
Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian kepaniteraan
klinik senior di Departemen Dermatologi dan Venereologi Rumah Sakit Umum Pusat Dr.
Mohammad Hoesin Palembang Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Periode 24
Agustus 2015 25 September 2015.

Palembang, September 2015


Pembimbing,

Dr. Fitriani,SpKK

STATUS PASIEN
I.

IDENTIFIKASI
Nama
Usia
Jenis Kelamin
Pendidikan
Pekerjaan
Status
Agama
Alamat

:
:
:
:
:
:
:
:

An. RM
15 tahun
Laki-laki
SMP
Siswa
Belum menikah
Islam
Perum GCP blok N-18 RT 064 RW 066 Kelurahan
Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang
No. Rekam Medik
: 910318
Kunjungan pertama pasien ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSMH
Palembang pada hari Selasa, tanggal 1 September 2015, pukul 13.00 WIB.

II.

ANAMNESIS (Autoanamnesis, Selasa, Juli 2015, pukul 10.00 WIB)


Keluhan Utama:
Timbul bercak merah kehitaman dan bintil merah di perut, paha, dan
bokong yang bertambah banyak sejak 2 pekan yang lalu.
Keluhan Tambahan:
Gatal
Riwayat Perjalanan Penyakit:
Kisaran 4 bulan yang lalu, pasien mengeluh timbul beberapa buah bintil
kemerahan sebesar ujung jarum pentul di perut bawah. Keluhan disertai dengan
gatal terutama saat berkeringat. Pasien menggunakan salep ketepeng angso duo
yang dibelinya sendiri. Keluhan gatal pasien berkurang namun bintil merah tetap
ada. Riwayat konsumsi obat jangka panjang disangkal. Riwayat menderita kencing
manis disangkal
Kisaran 2 bulan yang lalu, bintil merah bertambah banyak ke kedua paha,
ukuran ujung jarum pentul. Timbul bercak merah seukuran uang logam Rp 100
hingga seukuran telapak tangan orang dewasa di perut bawah hingga ke kedua
paha, juga timbul sisik berwarna putih. Keluhan disertai dengan gatal terutama
berkeringat, sehingga pasien sering menggaruk bercak merah tersebut hingga
menjadi lecet. Pasien tidak berobat.
Kisaran 3 pekan yang lalu bercak merah di perut dan paha bertambah luas
ke bokong seukuran telapak tangan orang dewasa. Bercak berwarna merah
berubah warna menjadi kehitaman. Bintil di perut dan paha juga bertambah
2

banyak hingga ke bokong. Pasien lalu berobat ke Poliklinik Dermatologi dan


Venerologi RSMH Palembang.
Riwayat Penyakit Dahulu:
Timbul keluhan serupa berupa bercak merah disertai bintil merah yang terasa
gatal terutama saat berkeringat sebelumnya disangkal.
Riwayat Penyakit Keluarga:
Kakak pasien pernah mengalami keluhan serupa berupa bercak merah disertai
bintil merah di lipat paha sekitar satu tahun yang lalu namun telah sembuh
Riwayat Higienitas:

Pasien mandi tidak teratur 1-2x sehari dengan air ledeng dan sampo
Pasien jarang mengganti pakaian saat berkeringat.
Pasien sering memakai handuk bersama dengan anggota keluarga lain.

Riwayat Sosial Ekonomi:


Pasien masih bersekolah di SMK negeri dan tidak bekerja. Pasien memiliki dua
orang saudara laki-laki. Ayah pasien bekerja sebagai penarik becak dengan
penghasilan tidak menentu. Ibu pasien tidak bekerja.
Kesan: sosial-ekonomi menengah ke bawah.

III.

PEMERIKSAAN FISIK (Selasa, 1 September 2015, pukul 13.00 WIB)


Status Generalis
Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Frekuensi Napas
Temperatur
BB
TB
IMT
Status Gizi

: Baik
: Kompos mentis
: 100/70 mmHg
: 78 x/menit
: 22 x/menit
: 36,3 oC
: 42 kg
: 158 cm
: 16,82 kg/m2
: Underweight

Keadaan Spesifik
3

Kepala
- Mata

: Konjungtiva

palpebra

ODS

tidak

anemis,

tidak

ditemukan konjungtivitis, sklera ODS tidak ikterik


- Hidung
: Tidak ada sekret dan deformitas
- Telinga
: MAE AD/AS lapang, membran timpani intak
- Mulut
: Stomatitis tidak ditemukan, chelitis tidak ada
- Tenggorokan : Arkus faring simetris dan tidak hiperemis.
- Leher
: JVP 5-2 cmH2O
Toraks
- Pulmo
: Simetris, tidak ada retraksi dinding dada, suara napas
- Cor
Abdomen
KGB
Ekstremitas

vesikuler normal, ronkhi tidak ada, wheezing tidak ada.


: HR: 78 x/m, BJ I-II normal, murmur tidak ada, gallop
tidak ada.
: Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba membesar,
bising usus normal.
: Tidak ada pembesaran pada inspeksi dan palpasi KGB di
regio inguinal.
: Akral hangat, tidak ada edema.

Status Dermatologikus
Regio abdominalis, femoralis, dan glutealis dextra et sinistra
Patch eritem-hiperpigmentasi, multipel,polisiklik,ireguler, numular hingga plakat,
diskret sebagian konfluen ditutupi skuama putih, sedang, selapis, kering. Pada
bagian tepi tampak papul dan erosi multipel

Gambar 1. Regio abdominalis

Gambar 2. Regio femoralis dekstra et


sinistra

Gambar 3. Regio glutealis dextra et sinistra

IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
An. RM datang ke poliklinik dermatologi dan veneorologi RSMH dengan keluhan
Pemeriksaan Kerokan Kulit
Dilakukan kerokan kulit pada regio umbilical, inguinal dan coxae dengan
penambahan larutan KOH 10%, dilihat dengan mikroskop cahaya dengan pembesaran
objektif 40x, pembesaran okuler 10x tidak ditemukan hifa panjang bersekat dan spora.

Spora

Hifa panjang
bersekat

Gambar 4. Pemeriksaan kerokan kulit dengan penambahan larutan KOH 10%

V.

RESUME
An. RM datang ke poliklinik dermatologi dan veneorologi RSMH dengan keluhan
timbul bercak merah kehitaman dan bintil merah di perut, kedua lipat paha,
selangkangan, dan bokong yang bertambah banyak sejak dua pekan yang lalu.
Keluhan disertai dengan gatal terutama saat berkeringat. Kisaran 4 bulan yang lalu
pasien mengeluh timbul papul eritem, multipel, diskret di regio abdominalis. Pasien
menggunakan salep asam salisilat yang dibeli sendiri. Keluhan gatal berkurang tetapi
papul tidak hilang. Kisaran 2 bulan yang lalu timbul patch eritem multipel, polisiklik,
5

ireguler, anular-plakat, konfluen sebagian diskret di regio abdominalis dan femoralis


disertai papul multipel, diskret di tepi lesi. Terdapat juga erosi multipel di tepi lesi.
Terdapat juga skuama putih, sedang, selapis, kering pada tepi lesi. Kisaran 3 pekan
yang lalu, patch eritem menjadi hiperpigmentasi

yang semakin meluas ke regio

glutealis dextra et sinistra. Pasien kemudian berobat ke Poliklinik Dermatologi dan


Veneorologi RSMH Palembang.
VI. DIAGNOSIS BANDING
-

Tinea korporis et kruris

Kandidiasis kutis

VII. DIAGNOSIS KERJA


Tinea korporis et kruris

VIII. PEMERIKSAAN ANJURAN


- Biakan pada Agar Dekstrose Saboraud

IX. PENATALAKSANAAN
Umum :
-

Memberikan informasi kepada pasien bahwa penyakitnya disebabkan oleh infeksi


jamur dan dapat menular.

Menyarankan pasien untuk menjaga daerah di sekitar paha, selangkangan, bokong


dalam keadaan kering dan tidak lembab dengan mengganti pakaian lebih sering,
terutama bila berkeringat.

Menyarankan pasien untuk menggunakan pakaian dan dalaman yang terbuat dari
bahan yang dapat menyerap keringat seperti katun dan tidak ketat.

Menyarankan pasien untuk tidak menggunakan handuk dan pakaian bersama-sama


dengan anggota keluarga lain.

Khusus:
6

Topikal
- Krim ketokonazol 2%, dioleskan 2kali/hari selama 4 pekan.
Sistemik
-

Tablet

X. Prognosis
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad functionam

: bonam

Quo ad sanationam

: bonam