Anda di halaman 1dari 10

Sejarah Aristektur Barat

(Renaissance)

Dosen :
Ir. Farida Murti, MT

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kelompok : E
Reza Noviansyah
Rokhmatulloh
Arif Prasetyo
M. Riza Taqwim
Reza Fahmi
Ahmad Anas Zulfaikrom

Kelas : R
(1441401964)
(1441401932)
(1441401911)
(1441401996)
(1441401980)
(1441401925)

Fakultas Teknik Arsitektur


Semester Gasal Tahun Ajaran 2015/2016
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Judul
Penerbit
Pengarang

: The story of Architecture from antiquity to the present


: Konemann mbH, German, 1995
: Gymper, Jam

ERA RENAISSANCE
Renaissance mempunyai arti menghidupkan kembali kebudayaan masa lalu,budayabudaya klasik pengaruh zaman Romawi dan Yunani. Era Renaissance ini dimulai dari abad XIVXVII sekitar tahun 1300.Pada masa ini, dunia keagamaan berkembang dengan pesat, terutama
agama Kristen, sehingga pengaruh otorita seorang pemimpin gereja sangat kuat. Bersamaan
dengan itu adalah tumbuhnya dan berseminya benih-benih ambisius dari ilmu untuk menjajarkan diri dengan agama, yang pada saatnya nanti, akan menggantikan agama dalam perannya
sebagai penguasa semesta dan penguasa manusia. Mereka pun menganggap abad renaissance
ini sebagai satu-satunya masa yang membawa perubahan mendasar bagi umat manusia, yaitu
paham yang menaruh perhatian pada masalah dunia, masyarakat yang praktis dan sadar diri serta
perubahan sekuler.Tidak seperti masa sebelumnya yang lebih menitik beratkan pada masalah
keagamaan serta perhatian pada akhirat.
Tak hanya kehidupan sosial masyarakat dan religi yang sangat kuat, namun juga memiliki
arsitektur yang berbeda.Di masa ini para arsitektur dan seniman ikut berusaha menghidupkan
kembali kebudayaan klasik zaman Yunani dan Romawi namun dengan pemikirannya
sendiri.Arsitektur Renaissanse (yang berjaya dalam abad 1517 M) memperlihatkan sejumlah
ciri khas arsitektur.
Dalam masa Renaissance ini terjalinlah kesatuan gerak dalam berarsitektur, yakni kesatuan gerak nalar dan gerak rasa.Di masa ini pula arsitektur Yunani dan Romawi ditafsir kembali
(reinterpretation) dengan menggunakan nalar (di-matematik-kan) dengan tetap mempertahankan
rupa-pokok Yunani (pedimen dan pilar/kolom yang menandai konstruksi balok dipikul tiang))
serta Romawi (bangun dan konstruksi busur, yakni konstruksi bagi hadirnya lubangan pada
konstruksi dinding pemikul).Setelah tahun 1600-an, arsitektur Renaisans mulai meninggalkan
gaya-gaya klasik, kemudian disambung dengan kebudayaan Barok (Baroque) dan Rococo.Barok
dan Rococo dianggap merupakan bentuk dari kebudayaan Renaisans.
A. Ciri-ciri Umum bangunan di era renainssance.

Pola tata ruang ( di luar benteng) (extra-muros >< intra muros

Bentuk dan pandangan dari luar cenderung mendatar.

garis-garis horisontal dari dekorasi, bertolak belakang dengn Gotik

Bangunan melebar, datar, dan tipis (lebar banding panjang berbedanya besar)

Garis-garis lantai di bawah dan di atas diekspos menjadi garis horisontal, terkesan yang
satu menumpuk di atas lainnya.

Bangunan-bangunan umum penting (istana, gereja, balaikota dll) diletakkan dalam ujung
sumbu jalan atau taman luas terbuka

Palladisso Brama
B. Faktor-faktor Munculnya Renaissance
Middle Age merupakan zaman dimana Eropa sedang mengalami masa suram.Berbagai
kreativitas sangat diatur oleh gereja.Dominasai gereja sangat kuat dalam berbagai aspek
kehidupan.Agama Kristen sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah.Seolah raja tidak mempunyai kekuasaan, justru malah gereja lah yang mengatur
pemerintahan. Berbagai hal diberlakukan demi kepentingan gereja, tetapi hal-hal yang
merugikan gereka akan mendapat balasan yang sangat kejam. Contohnya, pembunuhan
Copernicus mengenai teori tata surya yang menyebutkan bahwa matahari pusat dari tata surya,
tetapi hal ini bertolak belakang dari gereja sehingga Copernicus dibunuhnya.
Pemikiran manusia pada Abad Pertengahan ini mendapat doktrinasi dari gereja.Hidup
seseorang selalu dikaitkan dengan tujuan akhir (ekstologi).Kehidupan manusia pada hakekatnya
sudah ditentukan oleh Tuhan.Maka tujuan hidup manusia adalah mencari keselamatan.Pemikiran
tentang ilmu pengetahuan banyak diarahkan kepada theology.Pemikiran filsafat berkembang
sehingga lahirfilsafat scholastik yaitu suatu pemikiran filsafat yang dilandasi pada agama dan
untuk alat pembenaran agama.Oleh karena itu disebut Dark Age atau Zaman Kegelapan.

Dengan adanya berbagai pembatasan yang dilakukan pihak pemerintah atas saran dari
gereja maka timbulah sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan pembaharuan di bidang
kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan di Italia pada pertengahan abad XIV.Sebelum gereja

mempunyai peran penting dalam pemerintahan, golongan ksatria hidup dalam kemewahan,
kemegahan, keperkasaan dan kemasyuran.Namun, ketika dominasi gereja mulai berpengaruh
maka hal seperti itu tidak mereka peroleh sehingga timbullah semangat renaissance.
Menurut Ernst Gombrich munculnya renaissance sebagai suatu gerak kembali di dalam
seni, artinya bahwa renaissance tidak dipengaruhi oleh ide-ide baru. Misalnya, gerakan PraRaphaelite atau Fauvist merupakan gerakan kesederhanaan primitif setelah kekayaan gaya Gotik
Internasional yang penuh hiasan.
Menurut Prancis Michel De Certeau renaissance muncul karena bubarnya jaringanjaringan sosial lama dan pertumbuhan elite baru yang terspesialisasi sehingga gereja berusaha
untuk kembali mendesak kendali dan manyatukan kembali masyarakat lewat pemakaian berbagai
teknik visual-dengan cara-cara mengadakan pameran untuk mengilhami kepercayaan, khotbahkhotbah bertarget dengan menggunakan citra-citra dan teladan-teladan dan sebagainya yang
diambil dari pemikiran budaya klasik sehingga dapat mempersatukan kembali gereja yang
terpecah-belah akibat skisma (perang agama).
Renaissance muncul dari timbulnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan
mengubah perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadioptimistis.Hal ini juga
menyebabkan dihapuskannya system stratifikasi sosial masyarakat agraris yang feodalistik.Maka
kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan feodal menjadi masyarakat yang bebas. Termasuk
kebebasan untuk melepaskan diri dari ikatan agama sehingga menemukan dirinya sendiri dan
menjadi focus kemajuan. Antroposentrisme menjadi pandangan hidup denganhumanisme
menjadi pegangan sehari-hari.Selain itu adanya dukungan dari keluarga saudagar kaya semakin
menggelorakan semangat Renaissancesehingga menyebar ke seluruh Italia dan Eropa.
C. Karakteristik Renaissance
Renaissance merupakan titik awal dari sebuah peradaban modern di Eropa.Essensi dari
semangat Renaissance salah satunya adalah pandangan manusia bukan hanya memikirkan nasib
di akhirat seperti semangat Abad Tengah, tetapi mereka harus memikirkan hidupnya di dunia
ini.Renaissance menjadikan manusia lahir ke dunia untuk mengolah, menyempurnakan dan
menikmati dunia ini baru setelah itu menengadah ke surga.Nasib manusia di tangan manusia,
penderitaan, kesengsaraan dan kenistaan di dunia bukanlah takdir Allah melainkan suatu keadaan
yang dapat diperbaiki dan diatasi oleh kekuatan manusia dengan akal budi, otonomi dan bakatbaktnya.Manusia bukan budak melainkan majikan atas dirinya.Inilah semangat humanis,
semangat manusia baru yang oleh Cicero dikatakan dapat dipelajari melalui bidang sastra,
filsafat, retorika, sejarah dan hukum.
Dengan semakin kuatnya Renaissance sekularisasi berjalan makin kuat.Hal ini
menyebabkan agama semakin diremehkan bahkan kadang digunakan untuk kepentingan
sekulerisasi itu sendiri. Semboyan merekareligion was not highest expression of human

values.Bahkan salah seorang yang dilukiskan sebagai manusia ideal renaissance Leon Batista
Alberti (1404-1472), secara tegas berani mengatakan Man can do all things if they
will.Renaissance mengajarkan kepada manusia untuk memanfaatkan kemampuan dan
pengetahuannya bagi pelayanan kepada sesama.Manusia hendaknya menjalani kehidupan secara
aktif memikirkan kepentingan umum bukan hidup bersenang-senang dalam belenggu moral dan
ilmu pengetahuan di menara gading.Manusia harus berperan aktif dalam kehidupan, bukan sifat
pasif seraya pasrah pada takdir.Namun, manusia menjadi pusat segala hal dalam kehidupan atau
Antoposentrisme.
Manusia renaissance harus berani memuji dirinya sendiri, mengutamakan
kemampuannya dalam berfikir dan bertindak secara bertanggung jawab, menghasilkan karya
seni dan mengarahkan nasibnya kepada sesama.Keinginan manusia untuk menonjolkan diri baik
dari keindahan jasmani maupun kemampuan intelektual-intelektualnya.Keinginannya itu
dituangkan dalam berbagai karya seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni music dan lainlain.Ekspresi daya kemampuan manusia terus berkembang sampai saat ini sehingga di zaman
modern ini pun tidak ada lagi segi kehidupan manusia yang tidak ditonjolkan.

Judul
Penerbit
Pengarang

: Architectural Theory : From the Renaissance to the Present


: Koln: Taschen, 2006
: NEBOIS, Thierry

SEBASTIANO SERLIO
BIOGRAFI
Masih samar laporan tentang kisah hidup Serlio
dan khususnya periode pelatihan, di Bologna,
sebagai pelukis perspektif. Dari kampung halaman,
setelah bekerja di Pesaro, ia pindah ke Roma sekitar
1514. Sulit untuk merekonstruksi kegiatan selama
periode Romawi, meskipun tentu tampaknya telah
menjadi bagian dari lingkaran Baldassare Peruzzi,
yang memberikan dia dengan penelitian, tanaman
dan gambar arsitektur, banyak digunakan dalam
Perjanjian, sebagaimana diakui oleh Serlio.
Lolos dari karung Roma (1527), pada tahun
1528 ia berlindung, serta seniman lainnya di Venice
di mana ia tiba begitu lelah dan sakit bahwa ia berpikir yang tepat untuk mendikte
kehendak. Di Veneto, di mana ia tetap sampai 1541, ia
menghadiri intelektual, penulis dan artis seperti Titian,
Michele Sanmicheli, Aretino dan Francisco de Hollanda, dan
bahkan lingkungan terinspirasi evangelis dan antipaus. Meskipun tidak risuscendo untuk membangun
diri secara profesional di lingkungan yang sulit Venetian, membantu untuk menyebarkan bahasa
arsitektur klasik sekolah Romawi di Venesia, pada tahun 1528 pubblicandovi sembilan papan
didedikasikan untuk pesanan arsitektur dicatat oleh Agostino Veneziano, yang sangat populer
dan, pada tahun 1537 dan pada tahun 1540, dua jilid pertama dari risalah (Buku IV dan Buku III,
di menekan Francesco Marcolini da Forli. Peluang profesional sedikit dan tampaknya telah
terlibat dalam proyek Palazzo Zen, yang umumnya dikaitkan dan dari San Francesco della
Vigna. Pada tahun 1539 Serlio pergi ke Vicenza sebagai konsultan untuk Basilika dan sangat
mungkin tahu Palladio.
Dia meninggalkan pada tahun 1541, ke Perancis di mana ia telah dipanggil oleh Francis I,
sebagai "pelukis dan arsitek Raja" di pengadilan Fontainebleau. Bahkan Serlio tidak punya cara
untuk mewujudkan karya yang signifikan untuk komisi kerajaan, menemukan oposisi di
pembangun utama Perancis yang tidak bisa menggantikan berbagai lokasi konstruksi,
menemukan, banyak kekecewaannya, akan semakin dikeluarkan dari kehidupan artistik
pengadilan bahkan jika ia diberikan peran perencanaan dalam pembuatan tepat di pekarangan
istana Fontainebleau. Tanpa peran sebenarnya beroperasi di istana, ia mengabdikan dirinya

untuk risalahnya dan direncanakan masih bekerja untuk pelanggan mulia lainnya seperti
Kardinal dari Tournon dan Kardinal Ippolito d'Este.
Setelah kematian raja, itu lebih terpinggirkan oleh penggantinya Henry II. Dia tinggal
untuk jangka waktu di Lyon (1549-1553). Pada tahun 1553 ia kembali ke Fontainebleau.

Tujuh Buku Arsitektur (Sebastiano Serlio)


1. Buku IV
Facade gereja, ukiran kayu dari Buku IV yang
diterbitkan di Venesia pada 1537Yang pertama
akan diterbitkan adalah Kitab IV (Istilah umum
arsitektur, 1537), yang didedikasikan untuk
pesanan arsitektur dan teori mereka, pengolahan
yang diadakan Vitruvius ini, tetapi juga karya
sezamannya, terutama karya-karya dan gambar
oleh Peruzzi dan Bramante, diperoleh selama
periode Romawi lama. Buku ini digambarkan
dengan proyek-proyek mereka, dalam kurang
lebih teoritis, termasuk beberapa bangunan yang
fasad di Serlio menggabungkan bahasa klasik
dari sekolah Romawi dengan tradisi Venesia, menciptakan sebuah model yang akan
mempengaruhi perkembangan tipologi arsitektur bangunan Venetian. Penting adalah laporan
berita tentang teknik dekorasi dicat fasad. Untuk memahami pentingnya Perjanjian Serlio harus
ingat bahwa buku keempat diterjemahkan ke dalam Flemish hanya dua tahun setelah edisi
pertama di Jerman pada 1542, di Perancis pada tahun 1545, di Spanyol pada tahun 1550. Sejak
jilid pertama ini Serlio menyajikan rencana umum pekerjaan yang akan berkembang.
2.
Buku III
Berikut Buku III (buku ketiga, yang disertakan dan menjelaskan barang antik dari Roma), yang
diterbitkan pada tahun 1540, didedikasikan untuk Francis I, membuatnya mendapatkan, atas
permintaannya, undangan untuk melakukan perjalanan ke Prancis di pengadilan, di
Fontainebleau.Bersamaan dengan ilustrasi dari monumen kuno adalah bangunan modern
termasuk tanaman dari Bramante, Raphael dan Peruzzi untuk Santo Petrus.Terutama penting dari
sudut pandang dokumenter pandang, mereka adalah gambar yang menggambarkan beberapa
proyek dari Bramante dalam draft asli, seperti Kuil San Pietro di Montorio.
3.
Buku I dan II
Buku I dan II (pertama dan buku kedua Arsitektur), salah satu yang didedikasikan untuk
geometri dan dasar-dasar matematika arsitektur dan lainnya serta prospek dan menetapkan
desain, diselesaikan selama tinggal di Fontainebleau dan diterbitkan di Paris pada 1545 dalam

edisi bilingual, serta berikut Book V, dengan terjemahan dari arsitek Jean Martin yang akan di
tahun-tahun berikutnya penerjemah Prancis lebih dulu dari Vitruvius
4.
Buku V
Juga di Perancis, pada tahun 1547, diterbitkan Kitab V, yang memperlakukan berbagai bentuk
candi suci di berbagai jenis pentagonal, melingkar: berbagai solusi, memanjang (lih kemudian
Santo Petrus, lima kubah), meja dengan dua menara lonceng yang akan pengaruh yang besar di
Sisilia).
5.
Extraordinario Buku
Keluar pada tahun 1551 di Lyon, Kitab Extraordinario Lampiran tidak termasuk dalam editorial
rencana Serlio telah mengusulkan tiga belas tahun lalu.Di dalamnya, sebuah antologi benar
lisensi Mannerist, Serlio menunjukkan cipta dan semangat antivitruviano tertentu, menawarkan
solusi arsitektur menakjubkan berdasarkan penggunaan rangka pengusiran ke desa dan pedesaan.
Ini adalah buku yang terdiri hampir secara eksklusif dari gambar, dicetak oleh array
tembaga,mengandung 50 proyek portal monumental disertai dengan keterangan singkat dan

6.
Buku VII
Sekarang tua dan dalam kesulitan keuangan setelah kematian Francis I, selama Lyon, Serlio
menjual manuskrip antik Jacopo Strada, yang telah dicetak secara anumerta, di Frankfurt, Kitab
VII (1575) yang berkaitan dengan istana dan villa , yaitu "yang habitationi dari semua derajat
homini", hingga perencanaan kota. Selain banyak solusi arsitektur, Serlio juga menyajikan
variasi "untuk kostum Franza" menerima unsur-unsur dari tradisi bangunan yang telah bertemu
di Perancis dalam koeksistensi eklektik gaya yang berbeda. Ada dua versi yang berbeda dari
naskah buku yang tampaknya menunjukkan, dalam gambar, sebuah evolusi dalam 40-an, dengan
ditinggalkannya "lisensi" Mannerist.
7.

Buku VI

Buku VI disusun selama periode Lyon dalam dua versi berturut-turut, adalah arsitektur sipil
sebagai Kitab VII, dan khususnya dari "habitationi dari semua derajat huomini yang". Setelah
kematian James Jalan tetap tidak diterbitkan selama berabad-abad, meskipun telah berspekulasi
bahwa ia memiliki distribusi tertentu, baik di Perancis dan di Italia, misalnya, di antara para
arsitek abad keenam belas Cremona dan Francesco Giuseppe Dattaro
8.
Buku VIII
Serlio juga meninggalkan studi tentang Castramentatio, membangun kembali struktur indikasi
militer Romawi Polybius. Naskah, ilustrasi dan siap untuk cetak keliru dianggap oleh Road,
bahwa ia tidak bisa menerbitkannya, sebagai Buku VIII tambahan, yang didedikasikan untuk
militer. Naskah dengan teks dalam bahasa Latin dan Italia, yang diawetkan di Monaco dari
Bavaria

Karya
Pentingnya teoritis karya Serlio,
yang memiliki penyebaran belum
pernah terjadi sebelumnya, telah
dibayangi pekerjaannya sebagai
seorang arsitek.Terutama yang
mampu berolahraga di Perancis,
bahkan dalam lingkungan
profesional dan tidak sepenuhnya
terlibat dalam bahasa teknis
arsitektur klasik. Definisi korpus
karyadilakukan di Perancis, antara
kepastian dan fungsi, masih dalam
pembuatan.Karya di mana dia
mampu menunjukkan
kemampuan desain mereka, menciptakan sebuah sintesis antara dua budaya membangun, adalah
Castle of Ancy-le-Franc, di Tonnerre, dimulai pada 1546) di Burgundy untuk pelindung
berbudaya Antoine III de Clermont, dengan koeksistensi elemen khas dan konstruktif Prancis
dengan bahasa arsitektur yang berpendidikan tinggi mengacu arsitektur Romawi, kuno dan
modern. Halaman dalam, misalnya, adalah reinterpretasi dari Bramante halaman atas dari
Belvedere (halaman Pigna), dengan pilaster dipadankan, dalam suksesi umum didefinisikan
ritme girder.
Karya arsitektur lainnya:
- Karya di Castle of Fontainebleau. Sebuah Serlio dikaitkan, bukan tanpa ketidakpastian, yang
"Courtyard kuda putih" dan sebuah portal besar yang disebut "Portico Serlio".

- Htel de Ferrare, di Paris ("Big Sepatu") (1544-1546, hancur kecuali portal) yang didirikan di
Perancis, untuk lebih dari satu abad, bentuk standar Htel particulier.
- Kikir Palace di Bologna
Sebastian Serlio (1475 1554) menghasilkan teks penting berikutnya, volume pertama
yang muncul di Venesia pada tahun 1537, melainkan berjudul Regole generali d .
Architettura (atau Aturan Umum Arsitektur).Hal ini dikenal sebagai Buku Keempat Serlio
sejak itu adalah keempat dalam rencana asli Serlio tentang sebuah risalah dalam tujuh buku.
Secara keseluruhan, lima buku telah diterbitkan.

Dekorasi Interior
Layak untuk diingat juga serliana kontribusi terhadap sejarah desain panggung, yang
tonggak dari evolusi adegan kebangkitan. Sudah di 1539, di Vicenza, Serlio telah bekerja untuk
membangun sebuah teater sementara, terbuat dari kayu, untuk representasi selingan, dengan
ayat-ayat mengapung, tarian Moor, yang terinspirasi oleh solusi dari teater Yunani-Romawi:
struktur antara yang lebih besar yang sampai sekarang dikandung.
Tetapi terutama dalam bukunya Buku Kedua dari Perspectiva, menguraikan teori-teorinya pada
'baru' mengatur desain, memperkenalkan penggunaan adegan terbuat dari perspektif tiga dimensi
dan, di atas panggung miring (di mana desainer lain sebelum dia, seperti sendiri Master
Baldassare Peruzzi, digunakan latar belakang dicat sederhana, dalam perspektif ', tapi duadimensi, dengan paling sedikit unsur lega). Ilustrasi tentang teori Vitruvius pada tiga jenis dasar
adegan teater Romawi ('tragis', 'lucu' dan 'satir') akan menjadi, meskipun kritik dari desainer lain
dan arsitek (seperti Daniele Barbaro yang menantang kecerdikan tidak melakukan bertepatan
dengan sudut pandang pemandangan dengan sudut pandang penampil) titik acuan untuk
menentukan praktek teater di tahun-tahun mendatang, untuk mendamaikan, seperti sisa budaya
artistik waktu itu, model klasik Latin dan persyaratan baru representasi yang realistis dari dunia.