Anda di halaman 1dari 15

OSTEOPOROSIS

KELOMPOK _3

NAMA-NAMA KELOMPOK
Kelompok 3 / 5a / S1 Kep
1. Anita Astuti
( 13.321.0005 )
2. Choirul Arifin ( 13.321.0012 )
3. Elsa Lahudin
( 31.321.0020 )
4. Ingga Rahasti Sunarto ( 13.321.0031 )
5. Titin Suhartini
( 13.321.0051 )

DEFINISI
Osteoporosis adalah gangguan metabolisme tulang
dimana massa tulang menurun, komponen matrik yaitu
mineral dan protein berkurang, resorpsi terjadi lebih cepat
dari pada formasi tulang sehingga tulang menjadi tipis.
Osteoporosis adalah kelainan dengan penurunan masa
tulang total. Pada kondisi ini terdapat perubahan pergantian
tulang homeostatis normal, kecepatan resorbsi tulang lebih
besar daripada kecepatan pembentukan tulang, yang
mengakibatkan
masa
penurunan
tulang
total.
(Brunner&suddarth,2000).

ETIOLOGI
Penyebab primer

Penyebab sekunder

Penyebab secara kausal

FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PENGURANGAN
MASSA TULANG PADA USIA LANJUT
1. Determinan Massa Tulang
Faktor ginetik
Faktor mekanik
Faktor makan dan hormon

2. Determinan Penurunan Massa Tulang


Faktor genetik
Faktor mekanik
Faktor makan dan hormon
Kalsium
protein
Esterogen
Rokok,Kopi,Alkohol

MANIFESTASI KLINIS
1.

2.

3.

4.
5.
6.

Dengan melemah dan kolapsnya korpus vertebra, tinggi


seseorang dapat berkurang atau timbul kifosis dan individu
menjadi bungkuk (kadang-kadang disebut dowagers
hamp).
Korpus vertebra menunjukan adanya perubahan bentuk,
pemendekan dan fraktur kompresi.Hal ini mengakibatkan
berat badan pasien menurun dan terdapat lengkung
vertebra abnormal (kiposis).
Osteoporosis pada kolumna femoris sering merupakan
predisposisi terjadinya fraktur patologik (yaitu fraktur
akibat trauma ringan), yang sering terjadi pada pasien usia
lanjut.
Nyeri dengan atau tanpa fraktur yang nyata
Rasa sakit oleh karena adanya fraktur pada anggota gerak
Sakit hebat dan terlokalisasi pada vertebra yg terserang.
Bagian-bagian tubuh yang sering fraktur adalah
pergelangan tangan, panggul dan vertebra

KLASIFIKASI
Osteoporosis
Primer

Osteoporosis
Sekunder

PATHOFISIOLOGI

KOMPLIKASI
Osteoporosis mengakibatkan tulang secara
progresif menjadi panas, rapuh dan mudah
patah. Osteoporosis sering mengakibatkan
fraktur. Bisa terjadi fraktur kompresi
vertebra torakalis dan lumbalis, fraktur
daerah kolum femoris dan daerah
trokhanter, dan fraktur colles pada
pergelangan tangan . Penurunan fungsi, dan
Nyeri dengan atau tanpa fraktur yang nyata.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Radiologi
2. CT-Scan
3. Pemeriksaan laboratorium

PENATALAKSANAAN
1. Pengobatan
2. Pengobatan patah Tulang pada Osteoporosis.
3. Meningkatkan pembentukan tulang, obat-obatan
yg dapat meningkatkan pembentukan tulan
adalah Na-fluorida dan steroid anabolic
4. Menghambat resobsi tulang, obat-obatan yang
dapat mengahambat resorbsi tulang adalah
kalsium, kalsitonin, estrogen dan difosfonat.

ASUHAN KEPERWATAN
A.PENGKAJIAN
. Anamnese
. TTV
B.RIWAYAT KESEHATAN
. Riwayat kesehatan sekarang
. Riwayat kesehatan dahulu
. Riwayat kesehatan keluarga
. Riwayat psikologi

NEXT.....
C.PEMERIKSAAN FISIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.

B1 (Breathing)
B2 ( Blood)
B3 ( Brain)
B4 (Bladder)
B5 ( Bowel)
B6 ( Bone)

DIAGNOSA KEP
1. Nyeri yang berhubungan dengan dampak sekunder dari
fraktur vertebra.
2. Risiko cedera yang berhubungan dengan dampak
sekunder perubahan skeletal dan ketidakseimbangan
tubuh ditandai dengan klien mengeluh kemampuan gerak
cepat menurun, tulang belakang terlihat bungkuk.
3. Kurang pengetahuan mengenai proses osteoporosis dan
program terapi yang berhubungan dengan kurang
informasi, salah persepsi ditandai dengan klien
mengatakan kurang ,mengerti tentang penyakitnya, klien
tampak gelisah.

KALANGKONG
THANK YOU
MATUR SUWUN
TERIMAKASIH
...........................