Anda di halaman 1dari 17

BAB 23

AUDIT SALDO KAS

Kelompok 2 :
1.
2.
3.
4.

Nurul Fajriah
Nur C Afifi
Dina Islami Rosyida
Marietha Ayu Safitri

(023131223)
(023131236)
(023131237)
(023131239)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TRISAKTI
2015 / 2016

KAS DI BANK DAN SIKLUS TRANSAKSI


Dalam audit atas kas, auditor harus membedakan antara verifikasi rekonsiliasi saldo
laporan bank oleh klien dengan saldo buku besar, dan verifikasi bahwa pencatatan kas
dalam buku besar merefleksikan dengan benar seluruh transaksi kas yang terjadi
sepanjang tahun. Verifikasi rekonsiliasi klien ke akun saldo bank dan buku besar lebih
mudah, tetapi bagian terpenting dalam total audit dalam perusahaan adalah adanya
verifikasi bahwa pencatatan transaksi kas dilakukan dengan benar. Misalnya, setiap salah
saji berikut ini menghasilkan kesalahan dalam pembayaran atau menyebabkan kesalahan
dalam penerimaan kas, tetapi tak satupun dapat ditemukan dalam audit atas rekonsiliasi
bank :

Kesalahan dalam menagih konsumen

Pencurian kas dengan menghambat pembayaran kas dari konsumen sebelumnya


dicatat, dengan akun dianggap sebagai piutang tak tertagih

Duplikasi pembayaran faktur vendor

Pembayaran tidak benar atas biaya pribadi pejabat perusahaan

Pembayaran atas bahan baku yang tidak pernah diterima

Pembayaran atas karyawan lebih besar daripada jam kerja aktualnya

Pembayaran atas bunga pada pihak luar jumlahnya lebih besar dibandingkan
tingkat bunga sebenarnya

Seluruh jenis salah saji biasanya ditemukan sebagai bagian dari pengujian atas
rekonsiliasi bank. Hal ini meliputi :

Kesalahan dalam memasukkan cek yang tidak dicairkan didalam daftar cek
beredar, meskipun telah dicatat dalam jurnal pengeluaran kas

Kas yang diterima dari klien masih dalam perjalanan pada tanggal neraca, tetapi
sudah dicatat dalam penerimaan kas pada tahun berjalan

Setoran dicatat sebagai penerimaan kas mendekati akhir tahun, disetorkan pada
bank dibulan yang sama, dan dimasukan dalam rekonsiliasi bank sebagai setoran
dalam perjalanan

Pembayaran atas weswl bayar didebet langsung dari saldo bank oleh bank, tetapi
tidak dimasukkan dalam catatan klien.

JENIS-JENIS AKUN KAS UMUM


Sebelum membahas mengenai pengujian klien atas rekonsiliasi bank klien, akan dibahas
terlebih dahulu tentang jenis akun kas yang digunakan oleh banyak perusahaan karena
pendekatan yang digunakan akan berbeda pada setiap akunnya. Berikut adalah jenis-jenis
dari akun kas :
Akun Kas Umum
Akun kas umum adalah titik fokus bagi banyak perusahaan karena semestinya seluruh
penerimaan kas dan pengeluaran kas mengalir melalui akun ini. Misalnya, pengeluaran
dalam siklus akusisi dan pembayaran biasanya dibayar melalui akun kas umum, dan
penerimaan kas dalam siklus penjualan dan penagihan juga disetorkan ke dalam akun
tersebut.
Akun Impres
Pada umumnya banyak perusahaan yang mengunakan akun impres. Misalnya, membuat
akun penggajian impres terpisah untuk meningkatkan pengendalian internal pembayaran
gaji. Saldo tetap, misalkan Rp. 5.000.000,- dibuat dalam akun bank penggajian. Segera
sebelum setiap periode pembayaran, suatu cek atas transfer elektronik ditarik pada akun
kas umum untuk menyetorkan total jumlah penggajian bersih ke akun penggajian. Setelah
cek untuk gaji dilakukan pada akun penggajian impres, akun bank seharusnya memiliki
saldo Rp. 5.000.000,-. Satu-satunya setoran ke dalam akun adalah untuk penggajian
mingguan dan semi bulanan dan satu-satunya pengeluaran adalah pembayaran cek
kepada karyawan. Terdapat jenis akun impres lain yang terdiri atas satu akun bank untuk
penerimaan dan pengeluaran. Perusahaan bisa saja memilikin akun ini untuk setiap divisi

berbeda. Seluruh penerimaan disetorkan ke dalam akun impres dan totalnya dipindahkan
ke akun umum secara periodik. Akun pengeluaran dibentuk berbasis impres, tetapi
dengan cara yang berbeda dengan akun pengajian impres.
Akun Bank Cabang
Akun bank cabang berguna untuk membangun relasi dengan bank dalam komunitas lokal
dan memungkinkan sentralisasi operasional pada tingkat cabang. Dalam beberapa
perusahaan, penyetoran dan pengeluaran untuk setiap cabang dibuat dalam akun yang
berbeda, dan kelebihan kas secara periodik dikirimkan ke akun bank umum pada kantor
pusat. Akun cabang dalam ini seperti akun umum, tetapi pada tingkat cabang.
Dana Kas Kecil Impres
Dana kas kecil impres bukan merupakan akun bank, tetapi hampir sama dengan kas pada
bank. Kun kas kecil biasanya merupakan akun kas yang simpel untuk keperluan biaya
yang mendadak. Akun ini digunakan untuk pengeluaran kas berjumlah kecil yang lebih
mudah dibayarkan jika menggunakan uang tunai dibandingkan dengan cek atau untuk
memudahkan karyawan dalam mencairkan cek gaji atau pribadi.
Setara Kas
Perusahaan ini biasanya menginvestasikan kelebihan akumulasi kas dalam bagian
tertentu dalam suatu siklus, dimana kas tersebut akan diperlukan dalam waktu dekat dan
bisa disebut setara kas yang sangat likuid. Setara kas meliputi deposito berjangka,
sertifikat deposito, dan dana pasar uang. Setara kas bisa sangat material dan dimasukan
dalam laporan keuangan sebagai keuangan dari akun kas jika merupakan investasi jangka
pendek yang siap dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang pasti, dan tidak dapat
dirisiko signifikan atas perubahan nilai dari perubahan tingkat bunga. Sekuritas yang
dapat diperdagangkan dan investasi berbunga dengan jangka waktu yang lebih panjang
bukan merupakan setara kas.

AUDIT ATAS KAS UMUM


Pada

pengujian

saldo

akhir

tahun

dalam

akun

kas

umum,

auditor

harus

mengakumulasikan bukti yang cukup memadai untuk mengevaluasi apakah kas,


sebagaimana dinyatakan dalam neraca, dinyatakan dan diungkapkan dengan wajar sesuai
lima dari keenam tujuan audit-terkait saldo untuk seluruh pengujian perincian saldo
(keberadaan, kelengkapan, akurasi , pisah batas, dan kecocokan perincian). Hak atas kas
umum, klasifikasinya dalam neraca, dan nilai realisasi kas tidak dapat diaplikasikan.
Metodologi untuk kas pada akhir tahun sama dengan saldo akun neraca lainya.
Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien Yang mempengaruhi Kas (Tahap I)
Banyak perusahaan yang tidak memiliki risiko bisnis yang cukup signifikan dalam
memengaruhi saldo kas. Risiko bisnis klien dapat muncul dari kebijakan menajemen kas
yang tidak memadai atau penanganan dana yang dilakukan pihak luar.
Risiko bisnis klien lebih banyak muncul dari setara kas dan jenis investasi lainya.
Beberapa perusahaan yang menyediakan jasa keuangan mengalami kerugian besar akibat
aktivitas perdagangan oleh perorangan yang disembunyikan dengan salah menyajikan
saldo investasi dan kas. Auditor harus memahami risiko dari kebijakan dan strategi
investasi klien, sama halnya dengan pengendalian manajemen yang dapat memperburuk
risiko tersebut.
Menetapkan Salah Saji yang Dapat Diterima dan Menilai Risiko Bawaan (Tahap I)
Saldo kas tidak material dalam kebanyakan audit, tetapi transaksi kas yang memengaruhi
saldo ini sifatnya hampir selalu sangat material. Oleh karena itu, sering muncul potensi
salah saji material dalam kas.

Oleh karena kas lebih mudah dicuri dibandingkan aset lainya, terdapat risiko bawaan
cukup tinggi untuk tujuan keberadaan, kelengkapan dan akurasi. Tujuan ini biasanya akan
berfokus pada audit saldo kas. Risiko bawaan relatif kecil untuk tujuan lainya.

Menilai Risiko Pengendalian (Tahap I)


Pengendalian internal atas saldo kas akhir tahun dalam akun umum dapat dibagi menjadi
dua kategori, yaitu:
1. Pengendalian atau siklus transaksi yang memengaruhi pencatatan penerimaan kas
dan pengeluaran kas.
2. Rekonsiliasi bank independen
Pada bab ini, kita membahas pengendalian yang memengaruhi pencatatan transaksi kas,
yang penting dalam penelitian dan pengendalian untuk kas. Misalnya dalam siklus
akuisisi, pengendalian utama meliputi pengendalian pembagian tugas yang memadai
antara penandatangan cek dan fungsi utang dagang,penandatanganan cek hanya
dilakukan oleh personel yang berwenang, menggunakan cek yang bernomor urut yang
dicetak pada kertas khusus, adanya telaah yang saksama atas dokumen pendukung
sebelum cek ditandatangani oleh personel yang berwenang, dan verifikasi internal yang
memadai. Jika penegendalian yang memengaruhi kas terkait transaksi beroperasi efektif,
maka risiko pengendalian berkurang sebagaimana pengujian audit untuk rekonsiliasi
bank akhir tahun.
Pengendalian yang penting atas saldo akhir kas adalah rekonsiliasi bank secara bulanan
dari akun bank umum berbasis waktu oleh personel yang independen dari pihak yang
menangani atau mencatat transaksi kas. Jika suatu perusahaan melakukan rekonsiliasi
bank dengan memakan waktu lama, maka nilai pengendalian akan turun dan
memengaruhi penilaian auditor atau risiko pengendalian kas. Rekonsiliasi membantu
mencatat akuntansi agar mencerminkan saldo kas yang lama antar saldo kas aktual di
bank setelah mempertimbangkan transaksi-transaksi yang memerlukan rekonsiliasi.

Lebih penting lagi, verifikasi atas transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dapat
dilakukan dalam rekonsiliasi yang independen. Jika laporan bank diterima dalam keadaan
tertutup oleh pihak yang merekonsiliasi dan pengendalian fisik dilakukan atas laporan
bank tersebut sampai rekonsiliasi diselesaikan, maka cek dibatalkan, duplikat slip
setoran,
Dokumen lain yang termasuk dalam laporan bank dapat diperiksa tanpa perlu
khawatir akan diganti, dihapus atau ditambahkan. Rekonsiliasi bank dilakukan dengan
hati-hati oleh pihak klien dengan melakukan tindakan berikut ini:
o

Membandingkan cek yang dibatalkan dengan catatan pengeluaran kas atas


tanggal, dibayarkan kepada siapa, dan berapa jumlahnya.

Memeriksa tanda tangan, personel otorisasi, dan pembatalan atas cek


dibatalkan.

Membandingkan setoran ke bank dengan tanggal, pembeli, dan jumlah


pada pencatatan setoran kas.

Memeriksa urutan nomer pada cek dan memeriksa jika ada yang hilang.

Merekonsiliasi seluruh bagian yang menyebabkan perbedaan antara saldo


buku dengan saldo bank dan memeriksa kewajaranya dalam bisnis klien.

Merekonsiliasi total debet pada laporan bank dengan total catatan


pengeluaran kas.

Merekonsiliasi total kredit pada laporan bank dengan total catatan


penerimaan kas.

Menindaklanjuti cek beredar dan peringatan penghentian pembayaran.

Banyak paket peranti lunak akuntansi yang menyediakan rekonsiliasi bank sebagai
bagian dari prosedur bulanan. Meskipun peranti lunak mengurangi tindakan klerikal
dalam melakukan rekonsiliasi bank, pihak yang menyiapkan harus tetap melakukan
banyak prosedur pada daftar di atas. Pengendalian atas rekonsiliasi bank dilakukan pada
saat personel yang kompoten menelaah rekonsiliasi bank sesegera mungkin setelah
selesai.

Mendesain dan Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substansif Atas


Transaksi (Tahap II)
Oleh karena saldo kas dipengaruhi oleh seluruh siklus, kecuali persediaan dan
pergudangan, maka sejumlah besar transaksi akun memengaruhi kas.
Dalam bab-bab sebelumnya, telah membahas secara terperinci mengenai pengujian
pengendalian dan pegujian substansif yang memadai untuk audit setiap siklus. Misalnya,
pengendalian atas penerimaan kas. Transaksi kas diaudit melalui pengujian siklus
transaksi tersebut.
Mendesain dan Melakukan Prosedur Analitis (Tahap III)
Dalam audit, rekonsiliasi bank pada akhir tahun di audit secara luas. Dengan
menggunakan prosedur analitis, pengujian atas kewajaran saldo kas tidak terlalu penting
dibandingkan area audit lainya.
Auditor biasanya membandingkan saldo akhir pada rekonsiliasi bank, setoran dalam
perjalanan, cek beredar, dan jenis rekonsiliasi lainya dengan rekonsiliasi yang dilakukan
pada tahun-tahun sebelumnya. Auditor juga membandingkan saldo akhir kas dengan
saldo bulan-bulan sebelumnya. Prosedur analtis ini dapat ditemukan salah saji pada kas.
Mendesaian Pengujian Perincian Saldo Kas (Tahap III)
Titik awal verifikasi saldo dalam akun bank umum adalah dengan mendapatkan
rekonsiliasi bank dari klien dengan memasukkan dokumentasi auditor. Untuk mengaudit
kas dibank, auditor melakukan verifikasi apakah rekonsiliasi bank yang diterima klien
sudah benar. Tujuan audit-terkait saldo dan pengujian perincian saldo dalam audit kas
yang paling penting adalah keberadaan, kelengkapan, dan akurasi, oleh karena itu harus
diperhatikan. Auditor juga melakukan pengujian yang berhubungan dengan keempat
tujuan penyajian dan pengungkapan, seperti menelaah hasil pertemuan dewan direksi dan
penyajian utang untuk menentukan apakah ada restriksi atas kas yang harus diugkapkan.

Dalam area audit lainya, prosedur audit aktual bergantung pada materialitas dan risiko
dalam kas yang sudah diidentifikasi auditor pada audit di bagian lainya.
Ketiga prosedur ini harus ditambahkan dalam pembahasan permintaan konfirmasi bank
sangat penting dan kompleks: laporan bank atas pisah batas dan pengujian rekonsiliasi
bank.
Permintaan atas Konfirmasi Bank
Meskipun tidak disyaratkan oleh standar audit, auditor biasanya meminta konfirmasi dari
setiap bank atau institusi keuangan lainnya yang berbisnis dengan klien, kecuali jika
terdapat sejumlah besar akun yang tidak aktif. Jika bank tidak menjawab permintaan
konfrimasi, maka auditor perlu mengirimkan permintaan kedua atau meminta klien
berkomunikasi dengan bank untuk meminta mereka melengkapi dan mengembalikan
konfirmasi kepada auditor, agar memudahkan auditor maupun pihak bank yang diminta
mengisi konfirmasi, di Amerika Serikat, AICPA menyetujui penggunaan formulir bank
standar.
Pentingnya konfirmasi bank dalam audit lebih dari sekedar verifikasi saldo kas aktual.
Bank mengonfirmasi informasi pinjaman dan saldo bank dalm formulir yang sama.
Infromasi pada wesel bayar pada bank, hipotek, dan utang lainnya biasanya memasukkan
jumlah dan tanggal pinjaman, tanggal jatuh tempo pinjaman, tingkat bunga, dan adanya
jaminan.
Bank tidak bertanggung jawab untuk mencari untuk mencari pencatatan atas saldo bank
atau pinjaman selain yang dimasukkan dalam formulir dari klien KAP. Laporan di bagian
bawah formulir meminta bank menginformasikan kepada KAP semua pinjaman yang
tidak dimasukkan dalam konfirmasi dari bank yang memiliki informasi tersebut. Dampak
dari tanggung jawab yang terbatas ini dalah untuk mensyaratkan auditor agar memenuhi
tujuan kelngkapan atas saldo dan utang bank yang tidak tercatat dengan cara lain. Sama
halnya, bank tidak perlu menginformasikan kepada auditor mengenai persyaratan kredit,
persyaratan saldo kompensasi, atau kewajiban kontinjen ketika kewajiban dijaminkan.
Jika auditor menginginkan konfirmasi tas jenis informasi ini, maka mereka harus

mendapatkan konfirmasi yang terpisah dari institusi keuangan yang dapat menjawab
pertanyaan tersebut.
Setelah auditor menerima konfirmasi bank secara lengkap, saldo dalam akun bank yang
dikonfirmasi oleh bank garus ditelusuri ke saldo yang disebutkan dalam konfirmasi bank.
Sama halnya dengan informasi lain, dalam konfirmasi, juga garus ditelusuri ke skedul
audit lainnya. Jika konfirmasi bank tidak sesuai dengan skedul audit, maka auditor harus
memeriksa selisihnya.
Permintaan atas Laporan Bank Pisah Batas
Laporan bank atas pisah batas adalah laporan bank pada periode tertentu dan pembatalan
cek terkait, duplikan slip setoran, dan dokumen lain yang termasuk dalam laporan bank,
dikirimkan oleh bank ke kantor KAP. Tujuan dari laporan bank atas pisah batas adalah
untuk memberikan verifikasi bagian yang direkonsiliasi pada rekonsiliasi bank klien di
akhir tahun dengan bukti yang tidak dapat diakses ke klien. Untuk memenuhi tujuan ini,
auditor meminta klien agar bank mengirimkan laporan langsung kepada auditor dalam
waktu 7 samoai 10 hari setelah tanggal neraca.
Banyak auditor melakukan verifikasi periode laporan bank jika laporan pisah batas tidak
diterima langsung dari pihak bank. Tujuan adalah untuk menguji apakah karyawan klien
tidak memasukkan, menambahkan, atau menggantikan dokumen sesuai dengan laporan.
Pengujian ini jelas dilakukan untuk salah saji yang disengaja. Auditor melakukan
verifikasi berikut ini dalam bulan setelah tanggal neraca:

Memeriksa saldo seluruh cek yang dibatalkan, memo debet, setoran, dan memo
kredit.

Melakukan verifikasi saldo laporan bank saat penjumlahan dilakukan.

Menelaah bagian dari penjumlahan untuk memastikan sudah dibatalkan oleh bank
pada periode yang tepat dan tidak ada penghapusan atau penggantian.

Pengujian Rekonsiliasi Bank


Rekonsiliasi bank yang dilakukan dengan benar oleh pihak independen merupakan
pengendalian internal penting atas kas. Auditor menguji rekonsiliasi bank untuk
menentukan apakah pihak klien sudah menyiapkan rekonsiliasi dengan hati-hati dan
melakukan verifikasi apakah saldo bank yang dicatat klien sama jumlahnya dengan kas di
bank, kecuali bila ada setoran dalam perjalanan, cek beredar, dan jenis rekonsiliasi
lainnya. Dalam verifikasi rekonsiliasi, auditor menggunakan informasi dalam laporan
bank atas pisah batas untuk melakukan verifikasi kewajaran rekonsiliasi. Verifikasi
auditor dalam rekonsiliasi meliputi beberapa prosedur:

Melakukan verifikasi bahwa rekonsiliasi bank klien akurat secara matematis.

Menelusuri saldo konfirmasi bank dan atau saldo awal pada laporan pisah batas
ke saldo per bank pada rekonsiliasi bank utnuk memastikan jumlahnya sama.

Menelusuri cek yang ditulis dan dicatat sebelum akhir tahun dan dimasukkan ke
laporan bank atas pisah batas ke daftar cek beredar pada rekonsiliasi bank dan
juga jurnal pengeluaran kas dalam periode neraca atau periode sebelumnya.
Seluruh cek yang dikliring bank setelah tanggal neraca dan dimasukkan dalam
jurnal pengeluaran kas harus dimasukkan dalam daftar cek beredar. Jika cek
dimasukkan dalam jurnal pengeluaran kas, maka seharusanya dianggap cek
beredar karena tidak dikliring di bank sebelum tanggal neraca, maka tidak boleh
dimasukkan dalam rekonsiliasi bank.

Memeriksa seluruh cek yang jumlahnya besar dan termasuk dalam daftar cek
beredar yang belum dikliring oleh bank pada laporan pisah batas. Langkah
pertama dalam pemeriksaan ini harus dilakukan dengan menelusuri jumlah yang
belum dikliring dalam jurnal pengeluaran kas. Alasan mengapa cek belum
diuangkan, harus dibahas dengan klien, dan jika auditor khawatir telah terjadi
kecurangan, maka vendor yang termasuk dalam saldo utang dagang harus
dikonfirmasi untuk menentukan apakah vendor tersebut sudah mengakui
penerimaan kas dalam pecatatannya. Ditambah lagi, cek yang dibatalkan perlu
diperiksa sebelum tanggal terakhir audit jika memang ada.

Menerima kas yang tidak disetorkan ke bank di akhir tahun harus ditelusuri ke
laporan pisah batas untuk memastikan bahwa kas tersebut disetorkan segera di
awal tahun berikutnya.

Memperhatikan jenis rekonsiliasi lain ke laporan bank dan rekonsiliasi bank. Hal
ini meliputi biaya jasa bank, kesalahan dan pembetulan bank, dan transaksi tak
tercatat yang didebet atau dikredit langsung ke akun bank oleh pihak bank. Jenis
rekonsiliasi ini perlu di investigasi untuk memastikan sudah diperlukan dengan
benar oleh klien.

PROSEDUR BERORIENTASI KECURANGAN


Kecurangan atas saldo kas umum ini terjadi karena tidak memadainya pemisahan tugas
antara pemegang kas dan pencatatn transaksi kas dalam pencatatan akuntansi dan
kurangnya rekonsiliasi bank bulanan yang independen. Prosedur yang harus dilakukan
auditor untuk menemukan kecurangan atas penerimaan kas meliputi, mempertimbangkan
sifat dari kurangnya pengendalian internal, jenis kecurangan yang dapat terjadi dari
kekurangan tersebut, potensi materialitas kecurangan, konfirmasi piutang dagang,
pengujian yang dilakukan untuk menemukan pencurian uang, penelaahan aktivitas akun
kas atas transaksi yang tidak lazim, pemeriksaan persetujuan dan dokumen pendukung
untuk piutang tidak tertagih dan retur dan cadangan penjualan, serta prosedur audit yang
palin efektif untuk menemukan kecurangan. Prosedur untuk menemukan kecurangan
berikut langsung terkait dengan saldo kas akhir tahun;
Perluasan Pengujian atas Rekonsiliasi Bank
Jika rekonsiliasi bank dapat dengan sengaja salah saji, maka perlu dilakukan perluasan
pengujian atas rekonsiliasi bank akhir tahun. Prosedur yang dilakukan auditor :
1. Memulai rekonsiliasi bank untuk bulan/tahun tertanggal, dan membandingkan seluruh
bagian rekonsiliasi dengan cek yang dibatalkan dan dokumen lainnya dalam laporan bank
tertanggal.

2. Membandingkan sisa cek yang dibatalkan dan slip setoran dalam laporan bank
tertanggal dengan jurnal pengeluaran dan penerimaan kas bulan/tahun tertanggal.
3. Menelusuri seluruh bagian yang tidak jelas dalam rekonsiliasi bank dan jurnal
penerimaan dan pengeluaran kas ke rekonsiliasi bank klien untuk memastikan semua
sudah dimasukkan.
4. Melakukan verifikasi seluruh bagian rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank dari jurnal
untuk rekonsiliasi bank tertanggal yang belum dikliring ke bank.
Pembuktian Kas
Auditor menggunakan pembuktian kas untuk menentkan apakah,

Seluruh penerimaan kas yang tercatat telah disetorkan.

Seluruh setoran ke bank dicatat dalam pencatatan akuntansi

Seluruh pengeluaran kas dibayarkan oleh bank

Seluruh jumlah yang dibayarkan oleh bank sudah dicatat.

Pembuktian kas meliputi empat rekonsiliasi berikut ini :


1. Rekonsiliasi saldo pada laporan bank dengan saldo buku besar pada awal
periodepembuktian kas.
2. Rekonsiliasi penerimaan kas yang disetorkan ke bank dengan penerimaan yang tercatat
dalam jurnal penerimaan kas pada periode tertentu.
3. Rekonsiliasi cek yang dibatalkan di kliring bank dengan yang dicatatdalam jurnal
pengeluaran kas untuk periode tertentu.
4. Rekonsiliasi saldo laporan bank dengan saldo buku besar pada akhir periode
pembuktian kas.
Saat melakukan pembuktian kas, auditor menggabungkanpengujian susbtantif atas
transaksi dan pengujian perincian saldo. Pembuktian kas merupakan metode yang sangat

baik dalam membandingkan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dengan akun
bank dan rekonsiliasi bank.

Pengujian Transfer Antarbank


Ada beberapa hal yang perlu diaudit atas jadwal transfer antarbank, yaitu sebagai berikut:

Keakuratan informasi pada jadwal transfer antarbank harus diverifikasi. Auditor


harus mempertimbangkan informasi pengeluaran dan penerimaan pada skedul ke
pencatatan pengeluaran dan penerimaan kas untuk memastikan akurasinya.

Transfer antarbank harus dicatat, baik di bank penerima maupun bank pengirim.
Asumsikan terdapat Rp 10.000.000 dipindahkan dari bank A ke bank B, tetapi
hanya pengeluarannya yang dicatat, maka ini adalah bukti pencurian uang yang
ditutupi.

Tanggal pencatatan pengeluaran dan penerimaan untuk setiap transfer harus


dilakukan di tahun fiskal yang sama. Jika penerimaan kas dicatat pada tahun
fiskal berjalan dan pengeluaran kas dicatat setelah tanggal neraca, maka hal
tersebut bisa saja dilakukan untuk menutupi berkurangnya kas.

Pengeluaran

pada

skedul

transfer

antarbank

harus

dimasukkan

atau

dikeluarkandengan benar dari rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai cek beredar.
Dalam akun kas umum harus dimasukkan sebagai cek beredar pada transfer
rekonsiliasi

bank.

Kurang

saji

cek

beredar

pada

rekonsiliasi

bank

mengindikasikan adanya kemungkinan kiting.

Skedul tranfer antarbank harus dimasukkan atau dikeluarkan dengan benar dari
rekonsiliasi bank akhir tahun sebagai setoran dalam perjalanan. Untuk akun
tabungan dan penggajian harus mengindikasikan setoran dalam perjalanan untuk
transfer rekonsiliasi bank. Lebih saji atas setoran dalam perjalanan pada
rekonsiliasi bank mengindikasikan adanya kemungkinan kiting.

Meskipun pengujian audit atas transfer antarbank biasanya dimaksudkan untuk


menemukan kecurangan, tindakan ini juga bisa dilakukan banyak transfer antarbank
tanpa memerhatikan pengendalian internal. Bila ada kemungkinan kiting, maka dapat
mengakibatkan salah perhitungan antara kas dan utang dagang.

AUDIT ATAS AKUN BANK PENGGAJIAN IMPRES


Pengujian atas rekonsiliasi bank untuk penggajian tidak akan memakan waktu jika
terdapat akun impres untuk penggajian dan rekonsiliasi independen atas akun bank,
seperti yang dijelaskan pada akun umum. Biasanya, bagian yang direkonsiliasi adalah cek
beredar. Cek beredar tersebut akan langsung jelas ketika cek diterbitkan. Dalam
pengujian saldo akun bank untuk penggajian, auditor harus mendapatkan rekonsiliasi
bank, konfirmasi bank, dan laporan bank atas pisah batas. Prosedur rekonsiliasi sama
dengan kas umum, kecuali pengujian pada cek beredar yang biasanya terbatas untuk
pengujian kewajarannya. Biasanya, diperlukan perluasan prosedur bila pengendalian
tidak memadai atau jika akun bank tidak direkonsiliasi dengan saldo kas impres pada
buku besar.

AUDIT ATAS KAS KECIL IMPRES


Kas kecil adalah akun yang unik. Meskipun jumlahnya tidak material, banyak auditor
melakukan verifikasi kas kecil karena terdapat potensi kecurangan dan klien
mengharapkan auditor memeriksa akun tersebut meski jumlahnya tidak material.
Pengendalian Internal atas Kas Kecil
Pengendalian internal yang paling penting dalam kas kecil adalah penggunaan dan impres
yang merupakan tanggung jawab perorangan. Dana untuk kas kecil tidak dapat
digabungkan dengan penerimaan lainnya, dan dana harus disimpan terpisah dari aktivitas
lainnya. Pembatasan juga harus dilakukan atas pengeluaran dari kas kecil, sama halnya

dengan jumlah total dana. Jenis pengeluaran yang dilakukan dari transaksi kas kecil harus
jelas didefinisikan sesuai kebijakan perusahaan.
Saat pengeluaran kas dilakukan dari kas kecil, pengendalian internal yang memadai
mensyaratkan adanya tanda tangan personel yang berwenang pada formulir kas kecil
yang bernomor urut. Total dari kas aktual dan cek dananya, ditambah total formulir kas
kecil yang disebut dalam buku besar.
Perhitungan mendadak secara periodik dan rekonsiliasi dana kas kecil harus dilakukan
oleh auditor internal atau personel lain yang berwenang. Saat saldo kas kecil tinggal
sedikit, cek dari akun kas umum harus dibuat untuk mengisi kas kecil. Cek harus ditulis
dengan jumlah yang sama dengan voucher bernomor urut yang dijadikan bukti
pengeluaran aktual sebelumnya. Voucher ini harus diverifikasi oleh petugas utang dagang
dan dibatalkan agar tidak digunakan kembali.
Pengujian Audit atas Kas Kecil
Penekanan dilakukan pada verifikasi kas kecil atas pengujian transaksi kas kecil
dibandingkan saldi akhir tahun. Bahkan jika dana kas kecil jumlahnya kecil, terdapat
potensi kecurangan transaksi jika dana sering dikeluarkan atau digunakan.
Dalam pengujian kas kecil, auditor pertama kali harus menentukan prosedur klien dalam
menangani dana. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan pengendalian internal bersama
pemegang kas kecil dan memeriksa dokumen atas beberapa transaksi. Saat hasil penilaian
risiko pengendalian adalah rendah dan hanya sedikit pengeluaran dilakukan selama tahun
berjalan, biasanya auditor tidak melakukan pengujian lebih lanjut karena tidak material.
Ketika auditor menguji kas kecil, dua prosedur utamanya adalah menghitung saldo kas
kecil dan melanjutkan dengan pengujian terperinci atas satu atau dua transaksi
pengeluaran. Prosedur utama harus meliputi:

Menjumlahkan voucher pendukung kas kecil yang menunjukkan jumlah


pengeluaran

Memperhatikan urutan voucher kas kecil

Memeriksa otorisasi dan pembatalan voucher kas kecil

Memeriksa kewajaran dokumen pendukung, biasanya terdiri atas gulungan


register kas, faktur, dan bukti penerimaan.

Pengujian kas kecil dapat dilakukan sewaktu-waktu selama tahun berjalan, tetapi agar
memudahkan, biasanya dilakukan pada tanggal interim. Jika saldo dana kas kecil
diperkirakan material, hal ini jarang terjadi, maka saldo tersebut harus diperhitungkan
pada akhir tahun. Pengeluaran yang belum diganti harus diperiksa sebagai bagian dari
penentuan apakah biaya yang belum tercatat jumlahnya material.