Anda di halaman 1dari 6

Lampiran

Surat Keputusan Direktur


Rumah Sakit Umum Full Bethesda
Nomor : 127/SK.Dir/RSUFB/VI/2015
Tanggal
: 21 Juni 2015

KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI


Rumah Sakit Umum Full Bethesda
1. PENDAHULUAN
Rumah Sakit Umum Full Bethesda mempunyai misi salah satu diantaranya adalah menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat
kesehatan. Dalam menjalankan misi tersebut perlu didukung oleh semua elemen yang ada di rumah sakit.
Pelayanan Farmasi Rumah Sakit adalah bagian yang tak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah
Sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang rasional, bermutu dan
terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Kegiatan pelayanan farmasi Rumah Sakit yang utama adalah pengelolaan dan penggunaan perbekalan
farmasi yang diselenggarakan secara berdaya guna dan berhasil guna. Dengan demikian perlu adanya
perumusan Kebijakan Pelayanan Farmasi yang sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor:
1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.
2. FALSAFAH, VISI, DAN MISI INSTALASI FARMASI
Falsafah:
"PELAYANAN FARMASI YANG RAMAH SABAR KASIH DAN SAYANG, YANG BERMUTU DAN
TERJANGKAU BERORIENTASI PADA KESEMBUHAN, KESELAMATAN JIWA & KEPUASAN
PASIEN"
Visi:
"INSTALASI FARMASI YANG MENGUTAMAKAN KUALITAS
TERWUJUDNYA PELAYANAN MEDIK PRIMA DI RUMAH SAKIT"

PELAYANAN

MENUJU

Misi
:
a. Memberikan pelayanan farmasi yang berkualitas dan terjangkau melalui penerapan asuhan kefarmasian
berorientasi pada tercapainya hasil pengobatan yang optimal terhadap pasien dalam upaya meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
b. Menyelenggarakan pelayanan farmasi rumah sakit sesuai dengan standar dan prosedur.
c. Bertanggung jawab atas pengelolaan farmasi rumah sakit yang berdaya guna dan berhasil guna.
d. Memberikan pelayanan unggulan.
e. Meningkatkan mutu tenaga kefarmasian melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan keprofesian.

3. TUJUAN PELAYANAN FARMASI


a. Melangsungkan dan mengembangkan pelayanan farmasi yang optimal baik dalam keadaan biasa maupun
dalam keadaan gawat darurat sesuai dengan keadaan pasien maupun fasilitas yang tersedia.
b. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan professional berdasarkan prosedur kefarmasian, sumpah, peraturan
dan perundang-undangan dan etika profesi.
c. Melaksanakan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mengenai obat.
d. Menyediakan perbekalan farmasi yang bermutu untuk kepentingan pelayanan kesehatan di rumah sakit,
mengelola dan mengawasi penggunaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
e. Melakukan dan memberikan pelayanan yang bermutu melalui analisa, telaah, dan evaluasi pelayanan.
f. Menjalankan pengawasan obat berdasarkan aturan-aturan yang berlaku.
g. Mengadakan penelitian di bidang farmasi dan peningkatan metoda.
h. Mendorong karyawan dan lingkungan untuk belajar seumur hidup (life-long learner).

4. FUNGSI PELAYANAN FARMASI


a. Pengelolaan perbekalan farmasi
Perbekalan farmasi yang dikelola oleh Instalasi Farmasi meliputi obat, bahan baku obat, alat
kesehatan habis pakai, reagensia, film dan kontras radiologi, gas medik, cairan antiseptik dan desinfektan,
nutrisi enteral dan parenteral, kosmetika, bahan konservasi dan dekoratif gigi. Seluruh perbekalan farmasi

yang digunakan di Rumah Sakit harus melalui Instalasi Farmasi (Kebijakan Satu Pintu) dan dikelola
secara efisien sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen operasi. Pengelolaan perbekalan farmasi dimulai
dari proses seleksi (pemilihan obat), perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi serta
penggunaan.
Tugas Instalasi Farmasi dalam pengelolaan perbekalan farmasi meliputi proses:
1. Pemilihan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
2. Perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal
3. Pengadaan perbekalan farmasi berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat sesuai ketentuan yang
berlaku.
4. Produksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
5. Penerimaan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
6. Penyimpanan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan kefarmasian.
7. Pendistribusian perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan di Rumah Sakit.
8. Melakukan pencatatan dan pelaporan persediaan perbekalan farmasi di rumah sakit.
9. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap persediaan perbekalan farmasi di rumah sakit yang
diperlukan bagi kegiatan pelayanan.
b. Pelayanan kefarmasian (asuhan kefarmasian) dalam penggunaan obat dan alat kesehatan
Asuhan kefarmasian dalam penggunaan obat dan alat kesehatan adalah pendekatan profesional yang
bertanggung jawab dalam menjamin penggunaan obat dan alat kesehatan sesuai indikasi, efektif, aman
dan terjangkau oleh pasien melalui penerapan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan perilaku apoteker
serta bekerjasama dengan pasien dan profesi kesehatan lain.
Tugas Instalasi Farmasi dalam pelayanan kefarmasian meliputi proses:
1. Pengkajian instruksi pengobatan/resep pasien.
2. Identifikasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat dan alat kesehatan.
3. Mencegah dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat dan alat kesehatan.
4. Memantau efektifitas dan keamanan penggunaan obat dan alat kesehatan.
5. Memberikan informasi kepada petugas kesehatan,pasien/keluarga.
6. Memberi konseling kepada pasien/keluarga.
7. Melakukan pencatatan setiap kegiatan.
8. Melaporkan setiap kegiatan.
5. CAKUPAN PELAYANAN FARMASI
a. Pemilihan perbekalan farmasi.
b. Perencanaan perbekalan farmasi.
c. Pengadaan perbekalan farmasi.
d. Penerimaan perbekalan farmasi.
e. Penyimpanan perbekalan farmasi.
f. Pengemasan kembali.
g. Distribusi perbekalan farmasi.
h. Penyediaan informasi dan edukasi.
i. Asuhan kefarmasian.
6. SISTEM PELAYANAN FARMASI
a. Pemilihan perbekalan farmasi
Jumlah dan perbekalan farmasi terutama obat yang beredar di Indonesia semakin hari semakin
berkembang, sehingga perlu rasionalisasi di dalam pemilihan dan penggunaan di Rumah Sakit. Proses
seleksi merupakan proses kegiatan sejak dari meninjau masalah kesehatan yang terjadi di Rumah Sakit,
identifikasi pemilihan terapi, bentuk dan dosis, menentukan kriteria pemilihan dengan memprioritaskan
obat esensial, standarisasi sampai menjaga dan memperbaharui standar obat. Proses seleksi bertujuan
menjamin penggunaan obat yang rasional, pengelolaan perbekalan farmasi yang efektif dan berkualitas.
Pemilihan perbekalan farmasi di Rumah Sakit Umum Full Bethesda dilaksanakan oleh Panitia
Farmasi dan Terapi (PFT) dengan melibatkan peran aktif apoteker sebagai sekretaris. Formularium
Rumah Sakit Umum Full Bethesda adalah daftar obat yang diterima/disetujui oleh PFT untuk digunakan
di Rumah Sakit Umum Full Bethesda dan dapat dievaluasi, direvisi dan disuplementasi pada setiap batas
waktu yang ditentukan. Proses evaluasi, revisi dan suplementasi dilakukan oleh PFT secara reguler
berdasarkan usulan dari dokter/SMF dan masukan dari Instalasi Farmasi.
b. Perencanaan Perbekalan Farmasi
Perencanaan perbekalan farmasi di Rumah Sakit Umum Full Bethesda dilaksanakan agar tidak
terjadi penumpukan maupun kekosongan perbekalan farmasi. Perencanaan perbekalan farmasi dilakukan
2

oleh Kepala Instalasi dibantu oleh Apoteker Penanggung Jawab Bidang Perbekalan sesuai dengan
formularium dan suplemen formularium serta perbekalan farmasi lainnya menggunakan metode konsumsi
dan epidemiologi. Unit-unit di luar Instalasi Farmasi mengusulkan perencanaan di unitnya masing-masing
kepada Kepala Instalasi Farmasi untuk kemudian dilakukan crosscheck dengan data distribusi.
Perencanaan dilaksanakan dengan mempertimbangkan:
1) Sisa stok
2) Kejadian stock out
3) Trend penggunaan
4) Usulan perencanaan dari unit
5) Analisis Pareto ABC dan VEN
6) Anggaran tahun sebelumnya
c. Pengadaan Perbekalan Farmasi
Pengadaan Perbekalan Farmasi dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) berdasarkan usulan dari
Instalasi Farmasi. Pengadaan perbekalan farmasi dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.
d. Penerimaan Perbekalan Farmasi
Perbekalan farmasi yang diadakan melalui pembelian setelah dikirim oleh distributor/rekanan diterima
oleh tim penerima barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
e. Penyimpanan Perbekalan Farmasi
Merupakan kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut persyaratan yang ditetapkan:
a. dibedakan menurut bentuk sediaan dan jenisnya,
b. menurut suhu dan kestabilannya,
c. mudah tidaknya terbakar,
d. tahan/tidaknya terhadap cahaya.
e. Penyusunan obat secara alfabetis dan mengikuti system FEFO/FIFO (First Expired First Out/First
In First Out).
f.

Distribusi Perbekalan Farmasi


Merupakan kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di Rumah Sakit untuk pelayanan individu
dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta untuk menunjang pelayanan medis.
Sistem distribusi perbekalan farmasi yang diselenggarakan:
1. Distribusi perbekalan Farmasi untuk pasien rawat inap.
2. Distribusi perbekalan Farmasi untuk pasien rawat jalan.
3. Distribusi perbekalan farmasi untuk unit penunjang/instalasi lain/ruang rawat.
4. Apabila diperlukan, Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Full Bethesda dapat menerima dan
melayani resep dari luar Rumah Sakit, dan Apoteker diperkenankan melakukan dispensing obat-obat
bebas, obat bebas terbatas dan Obat Wajib Apotek (OWA) untuk kepentingan karyawan rumah sakit
dan keluarganya, serta pasien rumah sakit lainnya.

g. Penyediaan informasi dan edukasi


Penyediaaan informasi dan edukasi dilaksanakan dengan sasaran dokter, perawat, dan tenaga medis lain,
pasien dan keluarga pasien. Informasi dan edukasi diberikan secara aktif dan pasif, sedangkan untuk
pasien rawat jalan diberikan pada saat pasien menerima obat.
h. Pelayanan farmasi klinik
Ruang lingkup kegiatan pelayanan farmasi klinis adalah meliputi:
1. Pengkajian instruksi pengobatan/resep pasien.
2. Identifikasi dan mencegah DRP (Drug Related Problem)
3. Pelayanan Informasi Obat
4. Melakukan konseling
5. Monitoring efek samping
6. Menganalisa efektifitas dan biaya
7. Pemantauan penggunaan obat
8. Pengkajian penggunaan obat
9. Melakukan pencatatan setiap kegiatan
10. Melaporkan setiap kegiatan
11. ORGANISASI PELAYANAN FARMASI

Instalasi Farmasi dikepalai oleh seorang Kepala Instalasi dan dibagi menjadi 5 bagian. Kepala Instalasi
dibantu oleh Koordinator Instalasi Farmasi yang mengkoordinasi kelima bagian tersebut. Bagian-bagian
tersebut adalah Bagian perbekalan farmasi, bagian mutu, bagian pelayanan, bagian pendidikan dan pelatihan,
serta bagian pelayanan farmasi klinik. Kepala Instalasi Farmasi dan Koordinator Instalasi Farmasi adalah
Apoteker. Staf Instalasi Farmasi yang lain adalah tenaga Asisten Apoteker, administrasi, dan kurir.

Direktur
Rumah Sakit Umum Full Bethesda

Dr. Antonius Simangunsong, SpA,MHA,PhD.

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR


Rumah Sakit Umum Full Bethesda
NOMOR: 127/SK.Dir/RSUFB/VI/2015 HK.03.06/I/04939/2012
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI
DIREKTUR Rumah Sakit Umum Full Bethesda

Menimbang

a. bahwa pembangunan di bidang pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan


kefarmasian di Rumah Sakit Umum Full Bethesda bertujuan untuk meningkatkan mutu
dan efisiensi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Full Bethesda.
b. bahwa untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pengelolaan perbekalan farmasi dan
pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Umum Full Bethesda perlu adanya suatu
Standar Pelayanan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemberian
Pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit.

Mengingat
:

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.


2. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi
dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 3781).
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1197/MENKES/SK/X/2004
Tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 012 tahun 2012 tentang Akreditasi Rumah Sakit.

MEMUTUSKAN
Menetapkan

Kesatu

: Instalasi Farmasi memiliki fungsi dalam pengelolaan perbekalan farmasi dan


pelaksanaan pelayanan kefarmasian dalam sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit
yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang rasional,
bermutu dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Kedua

: Tugas Instalasi Farmasi dalam pengelolaan perbekalan farmasi meliputi proses:


1. Pemilihan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan pelayanan Rumah Sakit.
2. Perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi secara optimal.
3. Pengadaan perbekalan farmasi berpedoman pada perencanaan yang telah dibuat
sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Produksi perbekalan farmasi untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di
Rumah Sakit.
5. Penerimaan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang
berlaku.
5

6. Penyimpanan perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan


kefarmasian.
7. Pendistribusian perbekalan farmasi ke unit-unit pelayanan di Rumah Sakit.
8. Pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi yang
diperlukan bagi kegiatan pelayanan.
Ketiga

: Tugas Instalasi Farmasi dalam pelayanan kefarmasian meliputi proses:


1. Pengkajian instruksi pengobatan/resep pasien.
2. Identifikasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat dan alat kesehatan.
3. Mencegah dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan penggunaan obat dan alat
kesehatan.
4. Memantau efektifitas dan keamanan penggunaan obat dan alat kesehatan.
5. Memberikan informasi kepada petugas kesehatan,pasien/keluarga.
6. Memberi konseling kepada pasien/keluarga.
7. Melakukan pencatatan setiap kegiatan.
8. Melaporkan setiap kegiatan

Keempat

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan/kekuarangan dalam surat keputusan ini, maka akan dilakukan perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di
Pada tanggal
Direktur

: Deli Serdang
: 21 Juni 2015

Dr. Antonius Simangunsong, SpA,MHA,PhD.

Tembusan :
1. Wakil direktur Administrasi Umum dan Keuangan Rumah Sakit Umum Full Bethesda
2. Wakil direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Full Bethesda