Anda di halaman 1dari 20

Lipoma & Kista Atheroma

Disusun oleh : Gassan samman

Lipoma

Lipoma adalah tumor jinak jaringan


lemak yang berada di bawah kulit yang
tumbuh lambat, berbentuk lobul masa
lunak yang dilapisi oleh pseudokapsul
tipis berupa jaringan fibrosa.

Etiologi
Penyebab lipoma belum diketahui dengan
pasti, akan tetapi ada kecenderungan lipoma
dapat diturunkan.
Pada pemeriksaan secara mikroskopis akan
ditemukan suatu tumor yang berbentuk
lobulus yang mengandung sel lemak yang
normal.
Pada pemeriksaan secara sitogenetik, lipoma
sering sekali berhubungan dengan alterasi dari
kromosom 12q, 6p, dan 13q.

Jenis Lipoma
Lipoma Soliter
Kebanyakan lipoma soliter adalah superfisial dan
berukuran kecil. Lipoma soliter bisa tumbuh
dengan kenaikan berat badan dan tidak
menghilang apabila berat badan diturunkan.
Diffuse Kongenital Lipoma
Lipoma diffuse dengan batas tidak tegas
biasanya berlokasi pada daerah belakang badan.
Tumor ini sering meluas ke dalam otot maka
kurang memberikan hasil yang baik dengan
reseksi lokal. Tumor ini terdiri dari jaringan lemak
yang immature.

Lipomatosis Simetris ( Madelung)


Sering dijumpai pada daerah kepala, leher, bahu
dan proximal extremitas atas. Pada anamnesa
sering terdapat riwayat mengkomsumsi alkohol
atau penyakit diabetes mellitus .
Familial Lipomatosis Multiple
Ditandai dengan beberapa benjolan kecil dengan
batas tegas dan "berkapsul. Biasanya terdapat
pada daerah extremitas dan timbul setelah
pubertas . Pada anamnesa didapatkan riwayat
penyakit yang sama pada keluarga.

Penyakit Dercum (Adiposis Dolorosa)


Lipoma yang menimbulkan rasa nyeri. Biasanya dijumpai
pada wanita postmenopausa yang obese ,alcoholism,
ketidakstabilan emosi dan depresi berasosiasi dengan
penyakit ini .
Angiolipoma
Angiolipoma adalah nodul subkutan yang kenyal dan nyeri.
Tumor ini lebih keras daripada lipoma biasa dan multilobulasi.
Hibernomas
Tumor ini tumbuh soliter, nodul yang berbatas tegas dan
biasanya asimptomatik . Biasanya dijumpai pada regio
interskapula, axilla, colli dan mediastinum Secara histologik,
hibernomas terdiri dari lipoblast coklat yang dikenali sebagai
mulberry cells.

Gejala Klinis
Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat
digerakkan, dan tidak nyeri. Pertumbuhannya sangat
lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma
kebanyakan berukuran kecil, namun dapat tumbuh
hingga diameter > 6 cm.
Biasanya suatu lipoma dikulit hanya dirasakan
mengganggu kosmetik oleh penderitanya.Sangat
jarang suatu lipoma dikulit akan menekan struktur
lain yang akan menyebabkan gangguan.
Suatu lipoma sangat jarang berubah menjadi suatu
keganasan, misalnya suatu liposarkoma. Liposarkoma
praktis tidak pernah timbul dari suatu lipoma.

Pemeriksaan Fisik
Nodul subkutan ukuran rata-rata 2 10 cm
Sering berlobus
Mobile
Konsistensi kenyal
Kulit diatas lesi normal
Diagnosis lipoma ditegakkan dari anamnesa ,
gambaran klinis atau dari fine needle biopsy .

Penatalaksanaan
Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan
apapun, kecuali bila berkembang menjadi nyeri dan
mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang
menjalani operasi bedah untuk alasan kosmetik.
1.Konservatif
Mesoterapi
Terapi dengan injeksi NSAIDS, enzim dan hormon.
Namun sekarang yang sering digunakan adalah
lecithin yang mempunyai efek lipolitik.

2. Operatif
Simple surgical excision
Insisi dilakukan pada kulit hingga ke pseudokapsul lipoma,
kemudian masa direseksi. Setelah pendarahan
dihentikan, dijahit dengan absorbable suture setelah itu
luka ditutup (pressure dressing) selama 24 jam untuk
mencegah terjadinya hematoma atau seroma.
Squeeze teknik ( lipoma superficial yang kecil)
Insisi selebar diameter lipoma dilakukan dan bagian
tepi lipoma ditekan supaya massa tersebut keluar.
Kemudian dilakukan diseksi dan kuret
Liposuction
Teknik yang bagus untuk angiolipoma,adiposis dolorosa
dan sindroma Madelung. Kebaikan teknik ini adalah
berkurangnya masa operasi dan insisi lebih kecil.

Teknik Operasi
Bersihkan daerah operasi dengan tindakan aseptik.
Lakukan anestesi lokal field blok infiltrations dengan lidocaine
2%
Tandai batas insisi yang akan dilakukan, linier, dengan
panjang sejajar dengan garis Langers
Insisi kulit sampai subkutis. Sampai jaringan adipose
Pegang tepi insisi dengan klem dan angkat
Lakukan diseksi tumpul dengan klem menelusuri masa
kesekelilingnya
Jepit bagian masa dengan klem, angkat dan teruskan diseksi
tumpul
Jika masa sudah terangkat, potonglah jaringan bagian bawah
Perdarahan dirawat
Jahit luka operasi lapis demi lapis.
Kirim masa untuk pemeriksaan patologi anatomi.

KISTA ATEROMA
Kista ateroma merupakan benjolan yang
terbentuk dari kelenjar keringat (sebacea).
Benjolan tersebut berbentuk bulat dan
berdinding tipis.
Kista ateroma sendiri terbentuk akibat adanya
sumbatan pada muara kelenjar keringat,
maka sering disebut sebagai kista sebacea
atau kista epidermal.

Sekret kelenjar keringat yaitu sebum dan sel-sel mati


tertimbun dan berkumpul dalam kantung kelenjar dan
lama-lama membesar. Masa tumor berbentuk lonjong
sampai bulat, lunak-kenyal , berbatas tegas, berdinding
tipis , tidak terfiksir ke dasar , umumnya tidak nyeri , tetapi
melekat pada dermis di atasnya. Daerah muara yang
tersumbat merupakan tanda khas yang disebut puncta.

Gejala Kista Ateroma


Banyak ditemukan pada bagian tubuh yang banyak
mengandung kelenjar keringat misalnya
muka,kepala,punggung.
Berbentuk bulat , berbatas tegas, berdinding tipis ,
dapat digerakkan, melekat pada kulit di atasnya.
Berisi cairan kental berwarna putih abu-abu , kadang
disertai bau asam.
Jika terjadi peradangan kista akan berwarna merah
dan nyeri.

Penyebab Kista Ateroma


Terjadinya kista ateroma disebabkan karena adanya
sumbatan pada muara kelenjar keringat yang
disebabkan oleh :
Infeksi
Trauma (luka/benturan)
Jerawat

Terapi Kista Ateroma


Jika terjadi infeksi sekunder dan abses maka
dilakukan pembedahan dan evakuasi nanah. Pada
diberikan antibiotik selama 2 minggu. Setelah 3-6
bulan , dapat dilakukan operasi.
Penatalaksanaan kista ateroma dilakukan dengan
mengambil benjolan dengan menyertakan kulit dan
isinya , tujuannya mengangkat seluruh bagian kista
hingga ke dindingnya secara utuh. Bila dinding kista
tertinggal saat eksisi , kista dapat kambuh , oleh
karena itu harus dipastikan seluruh dinding kista
telah terangkat.

EKSISI KISTA SEBASEA


Prosedur
Suntikkan anestesi lokal di sekeliling lesi.
Buat insisi berbentuk elips di atas kista
termasuk punctum jika terlihat

Cengkeram kista dengan menarik potongan kulit dan


dengan seksama diseksi pada kedua sisi untuk
membebaskan kista dari lemak dan jaringan subkutan
sekitarnya.
Jahit kulit dengan benang non-serap berukuran 2/0
atau 3/0.

Pokok-pokok penting
1. Jika kista pecah, hapus kotoran (debris)
dengan hati-hati dan pastikan semua dinding
kista diangkat. Jika dinding kista gagal
diangkat seluruhnya, kemungkinan kista bisa
kambuh lagi.
2. Jika kista jelas terinfeksi, lakukan drainase,
eksisi dan luka dibiarkan terbuka. Atau
operasi bisa ditunda sampai infeksi telah
mereda. Kista yang terinfeksi lebih sukar
dieksisi dan cenderung lebih banyak
vaskularisasi dibanding kista yang takterinfeksi.

Anda mungkin juga menyukai