Anda di halaman 1dari 4

Apa saja yang termasuk dalam dasar penagihan pajak menurut Pasal 18 Undang-Undang

Nomor 16 TAHUN 2000!


Dasar yang dipakai dalam melakukan penagihan pajak adalah Surat Tagihan Pajak, Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, Surat Ketetapan
Pembetulan, Surat Ketetapan Keberatan, dan Putusan Banding,
Pada dasarnya besarnya utang pajak dihitung sendiri oleh Wajib Pajak. Apabila terdapat
kekeliruan atau kesalahan dalam penghitungan pajak terhutang tersebut, maka Direktur Jenderal
Pajak dapat menerbitkan Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, atau Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan . Dalam hal tagihan pajak tersebut tidak dibayar pada
tanggal jatuh tempo, penagihannya dapat dilakukan dengan Surat Paksa.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Surat Tagihan Pajak (STP);


Surat Ketetapan Pajak (SKP);
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB);
Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKPBT);
Surat Keputusan Pembetulan;
Surat Keputusan Keberatan;
Putusan Banding;
Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD);
Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB);
Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar Tambahan (SKPDKBT);
Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar
(SKBKB);
Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar
Tambahan (SKBKBT);
Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (STB);
Surat ketetapan sejenis yang memuat besarnya jumlah utang pajak.

Dasar-dasar Penagihan Pajak


Menurut pasal 1 angka 9 Undang-undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak
dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah drngan Undang-undang no.19 tahun 2000
dijelaskan pengertian Penagihan Pajak yaitu sebagai berikut:
"Penagihan Pajak adalah serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak melunasi utang
pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan, melaksanakan
penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa, mengusulkan pencegahan,
melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan,dan menjual barang yang telah
disita."
Pengertian di atas mengandung arti bahwa penagihan merupakan serangkaian kegiatan yang di
mulai dengan tindakan-tindakan yang berupa teguran atau peringatan, dan dilanjutkan dengan
tindakan-tindakan yang lebih bersifat memaksa agar utang pajak segera dilunasi oleh
penanggung pajak. Tujuan penagihan pajak adalah agar penangggung pajak melunasi utang
pajaknya berikut dengan biaya penagihan pajak.
Penanggung pajak merupakan orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas
pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak dan memenuhi kewajiban Wajib Pajak
menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Wajib Pajak diwakili dalam hal:
a. Badan oleh pengurus
b. Badan yang dinyatakan pailit oleh kurator
c. Badan dalam pembubaran oleh orang atau badan yang ditugasi untuk melakukan pemberesan
d. Badan dalam proses likuidasi oleh likuidator
e. suatu warisan yang belum terbagi oleh salah seorang ahli warisnya, pelaksana wasiatnya atau
yang mengurus harta peninggalannya
f. anak yang belum dewasa atau orang yang berada dalam pengampuan oleh wali pengampunya

Dalam Pasal 18 UU KUP di atur bahwa, Surat Tagihan Pajak, Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar, serta Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, dan Surat Keputusan Pembetulan,
Surat Keputusan Keberatan, Putusan Banding, serta Putusan Peninjauan Kembali, yang
menyebabkan jumlah pajak yang masih harus dibayar bertambah, merupakan dasar penagihan
pajak. Termasuk dalam pengertian ini adalah Surat Tagihan Pajak Pajak Bumi dan Bangunan
(STPPBB), untuk Pajak Bumi dan Bangunan dan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan Bangunan Kurang Bayar (SKBKB), Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan Kurang Bayar Tambahan (SKBKBT), serta Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas
Tanah dan Bangunan (STB).
penagihan pajak tidak luput dari pengertian utang pajak dan pajak terutang. banyak orang
mengira hal tersebut adalah sama tetapi hal tesebut adalah berbeda
berikut adalah pengertian dari ke tiganya yaitu :
Penagihan Pajak menurut Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang
Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor
19 Tahun 2000 adalah sebagai berikut: Serangkaian tindakan agar Penanggung Pajak
melunasi utang pajak dan biaya penagihan pajak dengan menegur atau memperingatkan,
melaksanakan penagihan seketika dan sekaligus, memberitahukan Surat Paksa,
mengusulkan pencegahan, melaksanakan penyitaan, melaksanakan penyanderaan, menjual
barang yang telah disita.
Utang pajak adalah pajak yang masih harus dibayar termasuk sanksi administrasi berupa
bunga, denda atau kenaikan yang tercantum dalam surat ketetapan pajak atau surat
sejenisnya berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan. Surat ketetapan pajak
tersebut dapat meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar Tambahan sedangkan surat sejenisnya dapat berupa Surat Tagihan Pajak atau
Surat Tagihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
Pajak terutang adalah pajak yang masi harus di bayar pada suatu saat,dalam masa
pajak,dalam tahun pajak,atau bagian tahun pajak yang sesuai dengan ketentuan perundangundangan perjakan.