Anda di halaman 1dari 7

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

NAMA

: INDAH SARI

NPM

: 14213370

MATA KULIAH

: SOFT SKILL PERILAKU KONSUMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
2015/2016

EVALUASI ALTERNATIF SEBELUM PEMBELIAN

A. KRITERIA EVALUASI
Kriteria Evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang dipergunakan dalam
menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai
bentuk,

misalnya

dalam

membeli

rumah

seorang

konsumen

mungkin

mempertimbangkan criteria,kenyamanan, lokasi ,harga dan juga spek hendonik


seperti

gengsi,

kebahagiaan,

kesenangan

dan

sebagainya.

Philip

kolter

mengemukakan, "Konsumen mempelajari merek-merek yang tersedia dan ciricirinya. informasi ini digunakan untuk mngevaluasi semua alternatif yang ada dalam
menentukan keputusan pembeliannya" (1998:170). Beberapa kriteria evaluasi yang
umum adalah :
Harag-harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan
memilih harga yang murah untuk suatu produk yang iya tau spesifikasinya. Namun
jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan
indikator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan
karakteristik produk.
Nama merek-merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian
obat . Nampaknya merek merupakan pengganti mutu dan apeaifikasi produk. ketika
konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang
sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiku kesalahan dalam pembelian.
Negara Asal, negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan
penting dikalangan konsumen. Negara asal sering mencitrakan kualitas produk.
konsumen mungkin sudah tidak meragukan lagi kualitas produk elektronik jepang.
Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss merupakan produk
yang handal tak diragukan.

Saliensi (Atribuk yang mencolok) Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa


kriteria evaluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga
produk

yang

berbeda.

Pada

suatu

produk

mungkin

seorang

konsumen

mempertimbangkan bahwa harga adalah hal penting, tetapi tidsk untuk produk yang
lain. atribut yang mencolok yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut
sebagai atribut determinan.

B. MENENTUKAN ALTERNATIF PILIHAN


Konsumen memproses informasi dari beberapa informasi dan mempuat
pertimbangan untuk memuaskan kebutuhan, konsumen mencari manfaat produk dan
memandang produk sebagai suatub rangkaian atribut, atribut yang menonjol dianggap
penting. Pemasaran perlu menjelaskan manfaat produk dan menentukan atribut yang
menonjol keputusan pembelian konsumen membentuk satu maksud pembeli, ada 2
faktor :
a) Sikap atau pendirian orang lain.
b) Situasi yang tidak diantisipasi
Sejumlah besar penelitian dan strategi pemasaran telah mengasumsikan
pembuat keputusan konsumen rasional dengan yang terdefinisi dengan baik,
preferensi stabil. Konsumen juga dianggap memiliki kemampuan cukup untuk
menghitung pilihan mana yang akan memaksimalkan nilainya, dan akan memilih atas
dasar ini.
1) Pilihan afektif
Pilihan afektif yang paling mungkin ketika motif yang mendasari
consummatory daripada instrumental. Consummatory motif mendasari
perilaku yang secara intrinsik bermanfaat untuk individu yang terlibat. Motif
Instrumental mengaktifkan perilaku yang dirancang untuk mencapai tujuan
kedua.memvisualisasikan bagaimana manfaat yang dirasakan selama dan

setelah pengalaman konsumsi. Hal ini sangat penting bagi merek baru atau
produk dan jasa. Konsumen yang telah memiliki pengalaman dengan sebuah
produk atau merek memiliki dasar untuk membayangkan respon afektif yang
dihasilkan.
2) Atribut berbasis versus atribut proses pilihan
Dua proses pertimbangan yang mungkin digunakan untuk membeli kamera
digital:
Proses 1:
Setelah konsultasi Internet untuk menentukan fitur apa yang paling disukai,
konsumen kemudian pergi ke toko elektronik lokal dan membandingkan
berbagai merek fitur yang paling penting baginya yaitu, otomatis, kamera
ukuran, fitur zoom, dan ukuran penyimpanan. Dia melihat keynggulan
masing-masing model atas atribut dan kesan umum nya model kualitas
masing-masing. Atas dasar evaluasi ini, ia memilih SportZoom Olympus.
Proses 2:
konsumen mengingat bahwa temannya Olympus SportZoom bekerja dengan
baik dan tampak baik,orang tuanya memiliki Easyshare Kodak yang juga
bekerja dengan baik tapi agak besar dan berat, dan tua Fujifilm Finepix tidak
diinginkan serta ia diharapkan . Di toko elektronik setempat ia melihat bahwa
model dan Kodak Olympus memiliki harga yang sama dan memutuskan untuk
membeli SportZoom Olympus.
Contoh pertama di atas adalah pilihan berbasis atribut. Contoh yang kedua
sikap-berbasis-pilihan berdasarkan pilihan sikap. Secara umum, pentingnya membuat
keputusan yang optimal meningkat dengan nilai barang yang sedang dipertimbangkan
dan konsekuensi dari keputusan yang tidak optimal. Semakin mudah untuk
mengakses atribut informasi lengkap suatu merek, pengolahan berdasarkan
atribut,lebih kemungkinan akan digunakan.
C. MENAKSIR ALTERNATIF PILIHAN

Kriteria yang telah di tentukan seperti diatas kemudian akan memunculkan


beberapa alternatif produk, alternatif ini lah yang digunakan konsumen dalam
Menaksir alternatif pilihan. Dalam menaksir suatu alternatif dari pilihan yang ada
maka konsumen harus memikirkan resiko yang akan diterima apabila konsumen
memilih alternatif tersebut, dan meninggalkan alternatif lain yang ada.
Ada tiga sudut pandang dalam menganalisis/menaksir alternatif pilihan
keputusan konsumen :
1. Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang
mengetahui semua alternatif produk yang tersedia dan harus mampu membuat
peringkat dari setiap alternatif yang ditentukan dipertimbangkan dari
kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu
alternatif yang terbaik, disebut economic man.
2. Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai kognitif man atau sebagai problem solver. Kosumen
merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi
informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada
pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk.
Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali
cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan
seringkali

mengambil

jalan

pintas,

untuk

memenuhi

pengambilan

keputusannya pada keputusan yang memuaskan.


3. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli
suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk
favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan
juga dibeli berdasarkan emosi. Anggapan emotional man itu tidak rasional
adalah tidak benar. Mendapatkan produk yang membuat perasaannya lebih
baik merupakan keputusan yang rasional.

D. MENYELEKSI ATURAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Dalam mengambil keputusan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan,
yang paling utama adalah yang paling maksimal dakam memenuhi berbagai kriteria
yang dapat di capai oleh produk. Tingkat tinggi satu atribut tidak dapat mengimbangi
tingkat rendah yang lain. keputusan disjungtif aturan dan kata penghubung dapat
menghasilkan seperangkat alternatif yang bisa diterima, sedangkan sisanya aturan
umumnya menghasilkan satu terbaik alternatif.
1) Kata penghubung Aturan Keputusan
Aturan keputusan kata penghubung menetapkan standar kinerja minimum
yang diperlukan untuk setiap kriteria evaluatif dan memilih yang pertama atau
semua merek yang memenuhi atau melebihi standard minimum. Karena
individu memiliki keterbatasan kemampuan untuk memproses informasi,
aturan kata penghubung yang sering digunakan untuk mengurangi ukuran
tugas pengolahan informasi untuk beberapa tingkat dikelola
2) Disjungtif Aturan Keputusan
Aturan keputusan disjungtif menetapkan tingkat minimum kinerja untuk
setiap atribut yang penting (sering level yang cukup tinggi). Ketika aturan
pengambilan keputusan disjungtif digunakan oleh target pasar, sangat penting
untuk memenuhi atau melampaui konsumen persyaratan pada setidaknya
salah satu kriteria kunci.
3) Eliminasi oleh aspek Aturan Keputusan
Untuk target pasar menggunakan eliminasi oleh aspek aturan, sangat penting
untuk memenuhi atau melampaui satu atau lebih persyaratan konsumen
persyaratan (dalam urutan) dari kriteria yang digunakan dari kompetisi.
4) Leksikografis Aturan Keputusan
Aturan pengambilan keputusan leksikografis mirip dengan eliminasi-oleh
aspek aturan-. Perbedaannya adalah bahwa aturan leksikografis mencari
kinerja maksimum pada setiap tahap, sedangkan eliminasi oleh aspek mencari
kinerja yang memuaskan pada setiap tahap.
5) Kompensasi Aturan Keputusan

Aturan keputusan kompensasi menyatakan bahwa merek yang tingkatan


tertinggi pada jumlah konsumen penilaian dari kriteria evaluatif yang relevan
akan dipilih.memiliki tingkat kinerja pada atau di dekat kompetisi pada
pentingnya fitur lebih karena mereka menerima lebih berat dalam keputusan
daripada atribut lainnya.