Anda di halaman 1dari 20

TEORI PERMAINAN

(GAME THEORY)

Teori permainan (game theory)


adalah suatu pendekatan matematis untuk
pengambilan keputusan dari dua pihak atau
lebih yang berada pada situasi persaingan dan
konflik
Contoh : Pertempuran militer, kampanye
politik, periklanan dan pemasaran
Pihak-pihak yang bersaing disebut dengan
pemain (players)
Pemain diasumsikan bersifat rasional dan
cerdas : masing-masing pihak mengambil
strategi yang rasional untuk memenangkan
persaingan dan mengetahui strategi pihak

MODEL MODEL TEORI PERMAINAN

Model-model teori permainan dapat


diklasifikasikan berdasarkan :
jumlah pemain,
jumlah keuntungan dan kerugian
jumlah strategi yang digunakan dalam
permainan

Berdasarkan Jumlah
Pemain
bila jumlah pemain adalah dua,
permainan disebut sebagai
permainan dua-pemain (two
person game).
bila jumlah pemain adalah N (dengan
N 3 ), permainan disebut permainan
N-pemain

Berdasarkan jumlah keuntungan


dan kerugian
jumlah keuntungan dan kerugian
adalah nol, disebut permainan jumlahnol (zero sum game)
jumlah keuntungan dan kerugian
adalah jumlah-konstan (constant
sum game)
Sebaliknya, bila tidak sama dengan
nol, permainan disebut permainan
bukan jumlah-nol (non zero-sum
game).

Contoh Permainan dua orang


dengan jumlah nol (two-person
zero-sum game)
Dalam permainan catur kedua belah
pihak setuju bahwa yang kalah harus
membayar Rp. 10.000,00 kepada yang
menang

UNSUR-UNSUR DASAR TEORI PERMAINAN


Contoh permainan dua-pemain jumlah-nol (2person zero-sum game

MATRIKS PAY
OFF

Pemain B

Pemain A

B1

B2

B3

A1

A2

MATRIKS PAY OFF adalah matriks


pembayaran

Angka-angka dalam matriks pay of, atau


biasanya disebut matriks permainan,
menunjukkan hasil-hasil (atau pay ofs) dari
strategi-strategi permainan yang berbeda-beda.
Hasil-hasil ini dinyatakan dalam suatu bentuk
ukuran efektivitas, seperti uang, persentase
market share, atau kegunaan.
Dalam permainan dua pemain jumlah-nol,
bilangan-bilangan positif menunjukkan
keuntungan bagi pemain baris (atau maximizing
players), dan merupakan kerugian bagi pemain
kolom (atau minimizing player). Sebagai contoh,
bila pemain A mempergunakan strategi A1 dan
pemain B memilih strategi B2, maka hasilnya A
memperoleh keuntungan 9 dan B kerugian 9.

Suatu strategi permainan adalah rangkaian


kegiatan atau rencana yang menyeluruh dari
seorang pemain , sebagai reaksi atas aksi yang
mungkin dilakukan oleh pemain lain yang
menjadi pesaingnya.
Dalam hal ini dianggap bahwa suatu strategi
tidak dapat dirusak oleh para pesaing atau faktor
lain.
Pemain A mempunyai 2 strategi (A1 dan A2) dan
pemain B mempunyai 3 strategi (B1, B2, dan
B3).
Aturan-aturan permainan menggambarkan
kerangka dengan mana para pemain memilih

Nilai permainan adalah hasil yang diperkirakan


per permainan atau pay of rata-rata dari
sepanjang rangkaian permainan, dimana kedua
pemain mengikuti atau mempergunakan strategi
mereka yang paling baik atau optimal.
Suatu permainan dikatakan adil (fair) apabila
nilainya nol, dimana tak ada pemain yang
memperoleh keuntungan atau kemenangan.
Pemain dikatakan tidak adil (unfair) apabila
nilainya bukan nol.
Suatu strategi dikatakan dominan bila setiap pay
off dalam strategi adalah superior terhadap
setiap pay off yang berhubungan dalam suatu
strategi alternatif.

Suatu strategi optimal adalah rangkaian


kegiatan atau rencana yang menyeluruh, yang
menyebabkan seorang pemain dalam posisi
yang paling menguntungkan tanpa
memperhatikan kegiatan-kegiatan para
pesaingnya.
Tujuan dari model permainan adalah
mengidentifikasikan strategi atau rencana
optimal untuk setiap pemain. Dari contoh, di
atas, strategi optimal untuk A adalah A2, B3
adalah strategi optimal untuk B.

PERMAINAN DUA-PEMAIN JUMLAH-NOL

Ada 2 tipe permainan 2-pemain jumlah-nol,


yaitu
permainan strategi murni (setiap pemain
mempergunakan strategi tunggal),
dan permainan strategi campuran (kedua
pemain memakai campuran dari beberapa
strategi yang berbeda).

Permainan Strategi Murni


Dalam permainan strategi murni, strategi optimal untuk
setiap pemain adalah dengan mempergunakan strategi
tunggal. Dalam permainan ini, pemain baris (maximizing
player) mengidentifikasikan strategi optimalnya melalui
aplikasi kriteria maksimin (maximin). Sedangkan pemain
kolom (minimizing player) menggunakan kriteria minimaks
(minimax) untuk mengidentifikasikan strategi optimalnya.
Dalam hal ini nilai yang dicapai harus merupakan maksimum
dari minimaks dan minimum dari maksimin kolom. Pada
kasus tersebut titik equilibrium telah dicapai dan titik ini
sering disebut titik pelana (saddle point).
Bila nilai maksimin tidak sama dengan nilai minimaks, titik
pelana tidak akan dicapai, sehingga permainan tidak dapat
dipecahkan dengan mempergunakan strategi murni. Jadi,
kasus ini harus dipecahkan dengan strategi campuran.

Perusahaan B

A1
Perusahaan A
A2
Maksimum
kolom

Minimum

B1

B2 B3

4 maksimin

Baris

minimaks

Kriteria maksimin : cari nilai-nilai minimum setiap baris. Maksimum


diantara nilai-nilai minimum tersebut adalah nilai maksimin. Untuk
strategi ini, strategi optimal adalah baris dimana terdapat nilai maksimin.
nilai-nilai minimum kedua baris adalah 1 dan 4. maksimum dari nilai-nilai
minimum ini adalah 4, sehingga nilai maksimin = 4.

Kriteria minimaks : cari nilai-nilai maksimum setiap kolom. Minimum di


antara nilai-nilai maksimum tersebut adalah nilai minimaks. Untuk
permainan strategi-murni, strategi optimal adalah kolom di mana terdapat
nilai minimaks. Tiga nilai maksimum kolom yaitu 8, 9, dan 4. minimum dari

Permainan strategi
campuran

Dari tabel diatas, diketahui bahwa nilai maksimin tidak sama dengan
nilai minimaks. Oleh karena itu, tidak dapat diketemukan titik
pelana. Kemudian dengan menerapkan aturan dominan, dalam tabel
6.3, strategi B3 didominasi oleh B2, sehingga kolom B3 dapat
dihilangkan. Setelah kolom B3 dihilangkan, dapat diketahui juga
bahwa strategi A2 didominasi oleh strategi A1. strategi A2

Matriks permainan telah berubah menjadi permainan 22,


seperti tabel 6.4 di bawah ini.
Tabel 6.4. reduced game
matrix
Perusahaan B
Minimum baris
B1
B2
A1
Perusahaan A
A2
Maksimum
kolom

2 maksimin

5
6

Minimaks

Anggap bahwa digunakan strategi A1 dengan Probabilitas


p, dan untuk A2 dengan probabilitas 1-p.
Anggap bahwa B menggunakan strategi B1, maka
keuntungan yang diharapkan A adalah:
Bila, apapun strategi yang digunakan A, perusahaan B
meresponnya dengan strategi S1, maka :
2p + 6(1-p)
= 2p + 6 6p = 6 4p
Bila, apapun strategi yang digunakan A, perusahaan B
meresponnya dengan strategi S2, maka :
5p + 1(1-p) = 5p + 1 1p = 1 + 4p
Bila kedua hasil persamaan tersebut digabung, maka :
6 4p = 1 + 4p
5 = 8p
P = 5/8 = 0,625

Dan apabila nilai p = 0,625, maka nilai (1-p) adalah (1 0,625)


= 0,375,
sehingga kedua nilai probabilitas untuk strategi S1 dan S2
milik perusahaan A sudah diketahui nilainya. Apabila kedua
nilai probabilitas tersebut dimasukkan dalam kedua
persamaan di atas, maka keuntungan yang diharapkan oleh
perusahaan A adalah :
Dengan persamaan ke-1
Dengan persamaan ke2
= 2p + 6(1-p)
= 5p + 1(1-p)
= 2 (0,625) + 6 (0,375)
= 5 (0,625) + 1 (0,375)
= 3,5
= 3,5
Perhatikan, bahwa keduanya menghasilkan keuntungan yang
diharapkan adalah sama, yakni sebesar 3,5. Coba diingat di
atas, bahwa sebelum menggunakan strategi campuran ini
keuntungan perusahaan A hanya sebesar 2, berarti dengan
digunakan strategi campuran ini, keuntungan perusahaan A
bisa meningkat 1,5 menjadi 3,5.

Dengan cara serupa, dapat dihitung pay off yang diharapkan


untuk perusahaan B. probabilitas untuk strategi B1 adalah q
dan B2 adalah 1-q.
Bila, apapun strategi yang digunakan B, perusahaan A
meresponnya dengan strategi S1, maka :
2q + 5(1-q)
= 2q + 5 5q = 5 3p
Bila, apapun strategi yang digunakan B, perusahaan A
meresponnya dengan strategi S2, maka :
6q + 1(1-q)
= 6q + 1 1q = 1 + 5p
Bila kedua hasil persamaan tersebut digabung, maka :
5 3q = 1 + 5q
4 = 8q
Q = 4/8
= 0,5
Dan apabila nilai p = 0,5, maka nilai (1-p) adalah (1 0,5) =
0,5, sehingga kedua nilai probabilitas untuk strategi S1 dan S2
milik perusahaan B sudah diketahui nilainya.

Apabila kedua nilai probabilitas tersebut dimasukkan dalam


kedua persamaan di atas, maka kerugian minimal yang
diharapkan oleh perusahaan B adalah :
Dengan persamaan ke-1
Dengan persamaan
ke-2
= 2q + 5(1-q)
= 6q + 1(1-q)
= 2 (0,5) + 5 (0,5)
= 6 (0,5) + 1 (0,5)
= 3,5
= 3,5
Perhatikan, bahwa keduanya menghasilkan kerugian minimal
yang diharapkan adalah sama, yakni sebesar 3,5. Coba diingat
di atas, bahwa sebelum menggunakan strategi campuran ini
kerugian minimal perusahaan B adalah sebesar 5, berarti
dengan digunakan strategi campuran ini, kerugian minimal
perusahaan B bisa menurun sebesar 1,5 menjadi 3,5.