Anda di halaman 1dari 2

A.

Syarat mutu air menurut british standart (BS 3148-80)


kreteria ini adalah kreteria yang harus dipenuhi oleh air yang akan digunakan sebagai campuran
beton. Jika ketentuan-Ketentuan ini tidak terpenuhi, sebaiknya air tidak digunakan untuk membuat
campuran beton. Syarat-syarat tersebut adalah :
a) Garam-garam anorganik
Konsentrasi garam-garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diijinkan.
b) NaCL dan sulfat
konsentrasi sebesar 20000 ppm pada umumnya masih diijnkan.
c) Air Asam
penggunaan air dengan pH diatas 3,00 harus dihindarkan
d) Air biasa
Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0,5 % berat semen ,maka waktu pengikatan biasanya akan
semakin cepat. gula sebanyak 0,25 % akan mempengaruhi kekuatan beton.
e) Air gula
apabila kadar gula dinaikan hingga mencapai 0,2 % dari berat semen ,maka waktu pengikatan
biaasanya akan semakin cepat. gula sebanyak 0,25 % akan mempengaruhi kekuatan beton.
f) Minyak
Konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapat mempengaruhi kekuatan beton hingga 20%.
g) Rumput Laut
Rumput laut yang tercampur dalam air, dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan beton
secara signifikan.
h) Zat organik , Lanau dan bahan-bahan terapung
Kira-kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan halus yang berasaldari batuan masih
diijinkan.
i) Pencemaran limbah industry atau air limbah
Air ini sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diuji untuk mengetahui
pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya.

B. Menurut (SK SNI S-04-1989 F) yaitu sebagai berikut :

Air harus bersih

Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 2 gram /liter.

Tidak mengandung lumpur minyak dan benda terapan lain yang bisa dilihat secara visual.
Benda-benda tersuspensi ini tidak boleh lebih dari 2 gram per liter.

Tidak mengandung garam yang dapat merusak beton (asam, zat organik) lebih dari 15 gram /
liter.

Tidak mengadung senyawa sulfat (SO3) lebih dari 1 gram / liter.

Tidak mengandung chlorida (cl) lebih dari 0,5 gram / liter. Khusus untuk beton prategang
kandungan khlorida tidak boleh lebih dari 0,05 gram / liter.

C. Menurut (SK SNI 03-2847-2002)

Air yang dapat digunakan dalam proses pencampuran beton adalah sebagai berikut :
1. Air yang digunakan pada campuran beton harus bersih dan bebas dari bahanbahan merusak yang mengandung oli, asam, alkali, garam, bahan organik, atau
bahan-bahan lainnya yang merugikan terhadap beton atau tulangan.
2. Air pencampur yang digunakan pada beton prategang atau pada beton yang
didalamnya tertanam logam aluminium, termasuk air bebas yang terkandung
dalam agregat, tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang
membahayakan.
3. Air yang tidak dapat diminum tidak boleh digunakan pada beton, kecuali
ketentuan berikut terpenuhi:
1) Pemilihan proporsi campuran beton harus didasarkan pada campuran beton
yang menggunakan air dari sumber yang sama.
2) Hasil pengujian pada umur 7 dan 28 hari pada kubus uji mortar yang dibuat
dari adukan dengan air yang tidak dapat diminum harus mempunyai kekuatan
sekurang-kurangnya sama dengan 90% dari kekuatan benda uji yang dibuat
dengan air yang dapat diminum. Perbandingan uji kekuatan tersebut harus
dilakukan pada adukan serupa, terkecuali pada air pencampur, yang dibuat
dan diuji sesuai dengan Metode uji kuat tekan untuk mortar semen hidrolis
(Menggunakan spesimen kubus dengan ukuran sisi 50 mm) (ASTM C 109 ).