Anda di halaman 1dari 19

Deep Vein Thrombosis

Everdina Ester
102009126
Judo arifin
102013012
Nevy Olianovi
102013101
Gita nur azizah
102013182
Evialy hady
102013287
Caesar swempi gaidaka
102013312
Yohana elviani jemumu
102013458
Muhammad naqib syahmi bin said jaafar
102013494

E9

ANAMNESIS
Identitas.
KU
RPS

RPD
Riwayat

Kesehatan
Keluarga
Riwayat sosial
Seorang pria 65 tahun, sedang dirawat diruang rawat inap,
mengeluh betis kirinya sakit disertai bengkak dan kemerahan
sejak 4 jam lalu. Pasien sudah 2 hari dirawat setelah
menjalani operasi penggantian sendi panggul kiri 2 hari lalu.

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan secara
kondisi kesadaran umum dari
umum
pasien dan keadaan umum pasien

TTV

Inspeksi

Tungkai yang memerah


(eritema)
Edema tungkai unilateral

Palpasi

Kenaikan suhu kulit dan


nyeri pada daerah betis
kiri.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan

D-Dimer: tes darah yang digunakan


sebagai tes penyaringan untuk menentukan
apakah ada bekuan darah.
Doppler ultrasound: menentukan kecepatan aliran
darah dan pola aliran dalam sistem vena dan
permukaan.
Duplex ultrasonic scanning: gambaran vena
Pletismografi vena: mendeteksi perubahan dalam
volume darah vena di tungkai
Venografi : dianggap paling dipercaya untuk
evaluasi dan perluasan penyakit vena.

Diagnosis Kerja:
Deep Vein Thrombosis
Trombosis Vena Dalam (Deep Vein Thrombosis (DVT))
adalah suatu keadaan yang ditandai dengan
ditemukannya bekuan darah di dalam vena dalam.
Trombus bisa terjadi di vena superfisial maupun di
vena dalam, tetapi yang berbahaya adalah yang
terbentuk di vena dalam, karena seluruh atau
sebagian dari trombus bisa pecah, mengikuti aliran
darah dan tersangkut di dalam arteri yang sempit
di paru-paru sehingga menyumbat aliran darah.
V ena-vena di betis adalah vena-vena yang paling sering
terserang.

Etiologi
Faktor

resiko timbulnya trombosis vena:


Tindakan operatif
Operasi dalam bidang ortopedi dan trauma
pada bagian panggul dan tungkai bawah.
Beberapa faktor yang mempermudah:
Terlepasnya plasminogen jaringan ke dalam
sirkulasi darah karena trauma pada waktu di
operasi.
Statis aliran darah karena immobilisasi selama
periode preperatif, operatif dan post operatif.
aktifitas fibrinolitik, 24 jam pertama sesudah
operasi.

Etiologi
Faktor

resiko timbulnya trombosis vena:

Kehamilan

dan persalinan
Infark miokard dan payah jantung
Immobilisasi yang lama dan paralisis
ekstremitas.
Immobilisasi yang lama akan
menimbulkan statis aliran darah.
Obat-obatan konstraseptis oral
Obesitas dan varices
Proses keganasan

Epidemiologi
Insidens trombosis vena di masyarakat sangat
sukar diteliti, sehingga tidak ada dilaporkan
secara pasti.
Di Amerika Serikat, dilaporkan 2 juta kasus
trombosis vena dalam yang di rawat di rumah
sakit dan di perkirakan pada 600.000 kasus
terjadi emboli paru dan 60.000 kasus meninggal
karena proses penyumbatan pembuluh darah.

Patofisiologi
Triad

of Virchow, terdapat 3 faktor : kelainan dinding


pembuluh darah, perubahan aliran darah dan perubahan
daya beku darah.
Patogenesis terjadinya trombosis vena adalah sebagai
berikut:
Statis Vena
Aliran darah pada vena cendrung lambat, bahkan statis
pada daerah yang mengalami immobilisasi dalam waktu
yang cukup lama.
Kerusakan pembuluh darah, Melalui:
Trauma langsung yang mengakibatkan faktor pembekuan.
Permukaan vena yang menghadap ke lumen dilapisi oleh
sel endotel: Apabila endotel mengalami
kerusakanmengaktifkan sistem pembekuan darah.
Perubahan daya beku darah: pembekuan darah atau
fibrinolisis .

Gambaran Klinis

Nyeri

Intensitas nyeri tidak tergantung kepada besar dan luas


trombosis. Trombosis vena di daerah betis menimbulkan
nyeri di daerah tersebut dan bisa menjalar ke bagian medial
dan anterior paha.

Pembengkakan

Timbulnya edema disebabkan oleh sumbatan vena di bagian


proksimal(lokasi: di bawah sumbatan dan tidak nyeri ) dan
peradangan jaringan perivaskuler (lokasi: daerah trombosis
+ nyeri).

Perubahan warna kulit

Ditemukan hanya 17%-20% kasus. Pucat atau ungu.

Diagnosis Banding
Penyakit oklusi arteri perifer
Pada penyempitan arteri tungkai yang terjadi
secara perlahan, gejala pertamanya adalah nyeri,
sakit, kram atau rasa lelah pada otot kaki selama
melakukan aktivitas; atau disebut dengan
klaudikasio intermiten.
Nyeri biasanya dimulai di tungkai bawah atau
kaki, sifatnya berat dan menetap, dan akan
memburuk jika penderita mengangkat tungkainya.
Untuk mengurangi nyeri, penderita bisa
menggantung kakinya di samping tempat tidur
atau istirahat duduk dengan kaki tergantung ke
bawah

Diagnosis Banding
Tromboflebitis superfisialis
Pembuluh darah subkutan di ektremitas atas
dan bawah
Nyeri yang disertai rasa terbakar yang
biasanya lebih nyeri daripada trombosis vena
profunda karena ujung-ujung saraf kulit
berdekatan dengan letak proses
peradangannya.
Dapat timbul manifestasi sistemik berupa
demam dan malaise.
Pada ekstremitas bawah dapat disebabkan
oleh varises vena atau trauma.

Diagnosis Banding
Selulitis
Suatu penyebaran infeksi bakteri ke dalam
kulit dan jaringan di bawah kulit. Dapat
masuk ke dalam pembuluh getah bening dan
aliran darah.
Kulit yang terinfeksi menjadi merah, panas
dan nyeri.
Sering pada tungkai (tibia dan kaki), lengan,
kepala dan leher.
Disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan
Streptococcus.
Selulitis dapat sembuh bila diberikan
antibiotik penisilin.

Penatalaksanaan

Pengobatan pertama pada trombosis vena dalam :


antikoagulan (Heparin)
Pemberian antikoagulan resiko terjadinya emboli paru dan
mencegah perluasan trombus.
Heparin diberikan secara infus intravena dengan dosis 80
unit/kg dan kemudian dilanjutkan dengan infuse 18 unit/kg
disesuaikan dengan keadaan pasien. (min: 5 hari)
Pemberian heparin dilanjutkan dengan antikoagulan oral
yang bekerja dengan menghambat faktor pembekuan yang
memerlukan vitamin K, seperti warfarin ataupun coumarin
Berlanjut selama 3 minggu hingga 6 bulan
Dosis dari warfarin dimonitor dengan tes-tes darah yang
mengukur waktu prothrombin.

Komplikasi
Emboli

paru: Emboli pulmonal yang


sederhana gangguan pernafasan
dan nyeri dada. Emboli pulmonal
yang besar pingsan dan kematian
secara tiba-tiba.
Varises vena perdarahan varises,
dermatitis, tromboplebitis, selulitis,
dan ulkus.

Pencegahan
Jika

baru saja menjalani pembedahan mayor


atau baru saja melakukan perjalanan panjang,
sebaiknya melakukan gerakan menekuk dan
meregangkan pergelangan kakinya sebanyak 10
kali setiap 30 menit.
Stoking pneumatik. (digunakan sebelum, selama
dan sesudah pembedahan sampai penderita
bisa berjalan kembali).
Sering menggerakan kaki selama melakukan
perjalanan dengan pesawat maupun mobil, dan
situasi lain di mana paien duduk dalam waktu
yang lama.

Prognosis
Dengan

terapi yang tepat dan adekuat,


prognosis selalunya baik.

Kesimpulan
Trombosis vena cukup sering ditemukan pada
penderita yang di rawat di rumah sakit,
terutama terjadi pada immobilisasi yang lama
dan post operatif ortopedi.
Faktor resiko trombosis vena adalah operasi,
kehamilan, immobilisasi, kontrasepsi oral,
penyakit jantung, proses keganan dan
obesitas.
Manifestasi kliniknya tidak spesifik, sehingga
memerlukan pemeriksaan obyektif lanjutan.
Pengobatan yang di anjurkan adalah
pemberian heparin dan dilanjutkan dengan
anti koagulan oral.