Anda di halaman 1dari 19

1"

PRINSIP PRINSIP FISIOLOGI SEL


Akmarawita Kadir., dr., M.Kes., AIFO

Manusia adalah makhluk multi seluler ,jumlah sel yang menyusun tubuh manusia
diperkirakan 75 triliun , sel ini terorganisir menjadi jaringan , organ sistem .tubuh
manusia mempunyai 9 sistem yaitu sistem rangka , saraf , otot , pencernaan makanan ,
pernapasan , peredaran darah , urine , reproduksi dan hormon . pada tubuh manusia
sel merupakan unit hidup dasar , hal ini dimungkinkan karena sebuah sel mempunyai
kelengkapan yang cukup untuk menyelenggarakan suatu bentuk atau aktivitas
kehidupan .di alam dapat dijumpai suatu bentuk kehidupan lain, yaitu kehidupan sub
atau pre seluler seperti virus , ditinjau dari kelengkapan strukturnya bentuk kehidupan
sub selulernya ini lebih sederhana dari kelengkapan struktur sebuah sel , tetapi sudah
menunjukkan suatu bentuk aktivitas kehidupan . Sesuai dengan banyaknya aktivitas
fungsional yang dilakukan oleh tubuh maka terdapat banyak jenis sel di dalam tubuh
yang struktur dan kelengkapan nya bersesuaian dengan jenis dan fungsi yang
dipikulnya masing masing. Karena struktur dan kelengkapan antara satu jenis sel
dengan jenis lain yang berbeda beda . Tetapi meskipun demikian masih terdapat
keserupaan struktur dari sel sel tersebut, karena meskipun tiap jenis sel mempunyai
fungsi khusus yang berbeda beda , tetapi sel sel ini masih juga menyelenggarakan
fungsi dasar yang serupa misalnya pengangkutan zat zat nutrisi dan zat asam ,
pembuangan sisa metabolism sintesis tenaga dan sebagainya , struktur dan fungsi
dasar inilah yang menjadi tujuan pembahasan di dalam bab ini.
Bagian Bagian Sel :
- Membran plasma
- Sitoplasma
- Nukleus
- Organel
Molekul Penyusun Sel :
- Air & Elektrolit
- Protein
- Lipid
- Karbohidrat
- Asam Nukleat
Keseluruhan bahan penyusun sel ini disebut sebagai PROTOPLASMA
Macam Sel :
- Prokaryote
o Tanpa membran inti sel
o Contoh: Bakteri
# Eukaryote
o Memiliki membran inti sel

2"
o Contoh: Tumbuhan, Hewan, Jamur
Berikut gambar perbedaan antara prokaryote dan eukaryote :

Gambar 1. Prokaryote dan Eukaryote

3"
Air dan Elektrolit
Medium cair dari seluruh protoplasma adalah
air, yang meliputi 70- 80 % dari seluruh
massa protoplasma. Air merupakan pelarut
sebagian dari bahan kimia , sehingga air
merupakan medium reaksi
kimia dan
medium transportasi bahan bahan dari satu
bagian ke bagian lain dari tubuh. Bahan yang
tidak larut di dalam air akan terdapat dalam
bentuk suspensi.
Elektrolit yang penting dari protoplasma
adalah kalium , magnesium , fosfat , sulfat ,
bikarbonat dan dalam jumlah yang lebih
sedikit natrium , klorida dan kalsium.
Gambar 2. Air dalam Protoplasma

Elektrolit ini menyediakan bahan anorganik untuk reaksi kimia di dalam sel dan pada
sel tertentu berperan pula untuk menyelenggarakan mekanisme yang lebih spesifik
seperti penjalaran impuls elektrokimia pada sel saraf dan kontraksi pada sel otot
Protein
Protein merupakan kurang lebih 20 % dari massa protoplasma . dari sudut fungsinya
dapat dibedakan beberapa macam protein seperti protein struktural , enzym, serta
nukleo protein .Protein struktural merupakan bagian dari kerangka jaringan . Protein
ini dapat dijumpai hamper di setiap bagian sel seperti membran , mitokondria ,
endoplasmik reticulum dan sebagainya .Protein ini berbentuk fibriler .Enzim
mempunyai peranan yang penting pada reaksi biokimia dan karena nya enzim
mempunyai peranan kendali terhadap metabolisme di dalam sel . Berlainan dengan
protein struktural yang berbentuk fibriler maka enzim biasanya berbentuk globuli
.Nukleo protein terdapat di dalam inti .Protein ini berkaitan dengan kromosom dan
disebut kromatin.
Lemak
Lemak merupakan massa protoplasma dengan jumlah kurang lebih 2 3 % jenis
lemak yang banyak terdapat adalah trigiliserida , kolesterol dan lemak fosfat .Lemak
fosfat terdapat dalam konsentrasi tinggi pada membran sel dan unit membran dari
organel organel .Salah satu fungsi penting dari lemak adalah merupakan sekat
pemisah antara suatu kompartemen cair tubuh dengan yang lain.

4"

Karbohidrat
Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber tenaga . Sebagai sumber tenaga
karbohidrat terdapat dalam bentuk glukosa dan glikogen .Bentuk lain dari senyawa
karbohidrat adalah sebagai glikoprotein .Bahan ini terdapat dalam ruang antar sel dan
bahan sekresi seperti mucus dan beberapa jenis hormon
Asam Nukleat
Ada dua macam asam nukleat pada protoplasma yaitu :
# ARN (Asam Ribosa Nukleat)
# AND (Asam Deoksi ribosa Nukleat)
Fungsi nya adalah :
# Mengontrol aktivitas biosintesis pada sel
# Membawa informasi genetik.
Sel adalah bahan pembangun tubuh
mahluk hidup termasuk manusia, triliunan
sel
di
dalam
tubuh
manusia
diklasifikasikan menjadi sekitar 200 jenis
sel yang berbeda berdasarkan variasi
spesifik dalam struktur dan fungsinya.

Gambar 3. Sel dan Struktur sel di lihat dari mikroskop cahaya (dimodifikasi dari Guyton and Hall :
Textbook of Medical Physiology, 2011)

5"

Ada beberapa prinsip dari teori sel adalah :


# Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil yang mampu menjalankan
proses-proses kehidupan
# Aktivitas fungsional masing-masing sel bergantung pada sifat struktural spesifik
sel
# Sel adalah bahan pembangun semua mahluk hidup
# Struktur dan fungsi organisme akhirnya bergantung pada karakteristik struktur
individual dan kolektif dari kemampuan fungsional sel-selnya
# Semua sel baru dan kehidupan yang baru berasal dari sel yang sudah ada
# Karena sifat kontinuitas dari kehidupan ini maka sel semua organisme pada
hakikatnya memiliki struktur dan fungsi serupa.
Membran sel (Plasma Membrane)
1.
2.
3.
4.

Disebut juga membran plasma (bedakan membran organela)


Dibentuk oleh lipid dan protein
Membatasi bagian dalam dan luar sel, yaitu cairan ekstra sel (ECF)
Sel hidup adalah sistem terbuka tk transform enersi, transpor material.

Gambar 4. Membran Sel dan receptor

Struktur Membran plasma


1. Lipid : terutama phospholipid yaitu phosphatidyl ethanolamine & cholesterol
Phospholipid bersifat ampifilik, ekor hidrofobik, kepala hidrofilik Karena itu,
fosfolipid membentuk 2 lapisan = phospholipid bilayer
2. Protein : terikat pada membran, trans membran misalnya reseptor protein

6"

Gambar 5. Struktur Membran sel (dimodifikasi dari Guyton and Hall : Textbook of Medical
Physiology, 2011)

Lipid bilayer (lapisan ganda lemak) sangat penting karena mempunyai fungsi sebagai
:
# Membentuk struktur dasar membran. Fospolipid dapat dilihat sebagai pagar kayu
yang mengelilingi sel.
# Bagian dalamnya yang hidrofobik berfungsi sebagai sawar / barier bagi bahan
larut air antara Cairan interstisial (CIS) dan Cairan ekstraselular (CES). Bahan
yang larut air tidak dapat larut dan menembus lipid bilayer. Melalui barier ini sel
dapat mempertahankan berbagai campuran dan konsentrasi zat terlarut di dalam
dan di luar sel.
# Menentukan sifat cair membran.
Membran Protein / Protein membran melaksanakan fungsi-fungsi antara lain :
# Meyeleksi ion-ion yang masuk melewati chanel (saluran / kanal), sebagai contoh
ion Na+ hanya dapat melewati chanel khusus Na+ , atau Ion K+ hanya dapat
melewati chanel khusus K+ .
# Sebagai carier molekul (molekul pembawa) yang memindahkan bahan tertentu
untuk menembus membran, dimana bahan itu tidak dapat menembus membran
tersebut, contoh sel kelenjar tiroid, dimana sel ini satu-satunya dalam tubuh yang
menggunakan iodium, sehingga haya membran plasma sel kelenjar tiroid yang
memiliki carier untuk iodium, sehingga sel ini dapat memindahkan unsur iodium
dari darah ke dalam sel kelenjar tiroid.
# Sebagai Doking-marker acceptors (akseptor penanda penambatan/pengikat),
seperti kunci dan anak kunci. Contohnya seperti kejadian vesikel yang mebawa
bahan-bahan kimia yang permukaannya apabila merinteraksi dengan membran
sel akan mengeluarkan bahannya (vesikel sekretorik) dengan cara eksositosis.
# Sebagai Membrand-bound Enzim (enzim terikat membran), dapat mengontrol
reaksi kimia tertentu di permukaan dalam atau luar sel, contoh pada proses

7"

relaksasi otot rangka, membran sel otor rangka mengandung enzim yang dapat
merusak chemical messenger untuk kontraksi otot, sehinga otot dapat relaksasi.
Sebagai receptors, membran protein dapat mengenali dan dapat berikatan dengan
molekul spesifik di lingkungan sel. Pengikatan ini nantinya akan memicu
serangkaian proses di membran sel dan intra sel. Dengan cara inilah messenger
(pembawa pesan) yang beredar dalam darah hanya dapat mempengaruhi sel-sel
spesifik tidak semua sel yang ada didalam tubuh. Contohnya kelenjar hipofisis
anterior mengeluarkan Thyroid Stimulating Hormon (TSH) ke dalam darah.
Hormon ini hanyadapat melekat pada permukaan sel kelenjar tiroid untuk
merangsang sekresi hormon tidoid. Tidak ada sel lain yang memiliki reseptor
TSH, sehingga hanya sel tiroid yang dipengaruhi oleh TSH meskiun distribusi
horomon ini luas.
Sebagai Cell adhesion molecule / CAM (Molekul perekat sel), pada permukaan
membran sel CAM tampak menonjol membentuk lengkung atau kait yang
digunakan oleh sel-sel untuk beriikatan atau berkaitan. Contohnya pada
Chaderins, proses ini seperti risleting (zipper) untuk menghubungkan antara sel
dengan sel lain. Contoh lain adalah Integrin, CAM secara mekanis
menghubungkan lingkungan eksternal sel dan komponen internal sel. Integrin
juga dapat menalurkan sinyal regulatorik melalui membran sel ke kedua arah.
CAM juga berperan penting pada respon peradangan dan penyembuhan luka.
Berperan penting dalam kemampuan sel mengenal diri (cell identitiy markers)
yaitu sel dari jenis yang sama yang penting untuk interaksi antar sel.

Membran Karbohidrat berfungsi sebagai Self identity markers (penanda identitas diri)
Cel To Cell Adhesions (Perlekatan Antar Sel)
Beberapa sel melekat dengan sel lainnya secara tidak langsung tetapi distukan oleh
Ekstraselular Matrix (ECM) yang berfungsi sebagi lem antar sel terdiri dari :
# Collagen
# Elastin
# Fibronectin
Beberapa sel melakat langsung dan berkontak fisik dengan sel sekitarnya dalam satu
jaringan melalui taut khusus (Special sel junction) antara lain :
# Desmosomes (adhering juntions)
Berfungsi sebagai spot rivers (paku) yang menyatukan 2 sel yang bedekatan tetapi
tidak bersentuhan, paling banak terdapat di jaringan yang mengalami peregangan
seperti, kulit, jantng, dan rahim.

8"

Gambar 6. Desmosome

Tight junctions (impermeable juctions)


Sel-sel yang berdekatan merekat erat satau sama
lain di titik-titik kontak langsung singga
mengikat antar kedua sel. Contohnya epitel
yang melapisi bagian dalam saluran cerna
memisahkan makanan dean getah pencernaan.
Sehingga hanya makanan yang telah tercerna
sempurna saja yang mampu melewati dari
pencernaan ke dalam darah. Dalam arti kata
bahwa tight juction mencegah kebocoran dari
dalam pencernaan ke dalam darah dari zat-zat
yang tidak diperlukan. (bersifat impermeabel
sehingga dapat melewati celah antar sel).
Gambar 7. Tight Juctions

9"
#

Gap junctions (communicating junctions)


Dalam interaksi antar sel ini terdapat celah antara sel-sel yang berdekatan, yang
disatukan oleh saluran penghubung kecil yang dibentuk oleh connexon. Gab
Junctions adalah berfungsi untuk komunikasi antar sel, dan sangat banyak
ditemukan di otot jantung terutama otot kontraktil (hukum all or none), beberapa
jaringan bukan otot seperti jaringan ovarium.

Gambar 8. Gap juctions

Sitoplasma
Sitoplasma adalah suatu bahan koloid .Hal ini disebabkan karena di samping bahanbahan yang larut air , di dalam sitoplasma juga terdapat bahan-bahan serta bentukan bentukan yang tidak larut tetapi melayang di dalamnya .Bentukan-bentukan khusus
ini disebut organel. Organel ini dapat melayang karena permukaan membrannya
bersifat hidrofilik sehingga dapat menarik air. Sehingga sitoplasma adalah sebagai
cairan sel dalam sel, disebut juga dengan cytosol karena mirip dengan jelly (koloid),
dan berfungsi sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel.

10"

Gambar 9. Sel dan Orgenel di modifikasi dari : Addison Wesley Longman, 1999

Organel
Organel adalah bentukan yang menyelenggarakan fungsi yang khusus di dalam sel.
Terdapat banyak macam organel di dalam sel, ada yang permanen dan ada yang non
permanen antara lain :
Permanen (selalu ada dalam organel sel tertentu) :
1. Endoplasmic Retikulum
2. Golgi Apparatus
3. Mitokondria
4. Ribosome
5. Peroksisom
6. Lysosome
7. Cytoskeleton
# Mikro filamen
o Silia ,
o Centriole
# Mikrotubule
8. Nucleus

11"
Non Permanen (terbentuk dalam situasi khusus) :
1. Endosome
2. Fagosome
3. Vesicle transport
Endoplasmic Retikulum
Organel ini terbentuk tubulus dan vesicle yang tidak teratur .Ruang di dalam vesicle
berisi bahan cair yang disebut matriks endoplasmic. Ruang ini berhubungan dengan
sisterna peri nukleus dari membran inti dan ruang pada Golgi kompleks .Ruang dari
endoplasmic retikulum juga mempunyai muara langsung pada membran sel .Terdapat
dua jenis endoplasmic retikulum yaitu yang granular atau kasar dan non granular atau
halus. Yang granular mengandung ribosom yang berperan pada sintesis protein.
Protein yang disintesis pada endoplasmic retikulum adalah jenis protein sekresi
seperti enzim , hormon dan sebagainya . Terdapat pula ribosom lain yang tidak terkait
dengan endoplasmic retikulum .Ribosom jenis ini disebut ribosom bebas . Jenis
ribosom ini menyintesis protein sitoplasma yang menjunjung kehidupan sel atau
protein khusus seperti hemoglobin. Pada sel sekresi (sel yang mensekresi bahan
tertentu ) endoplasmic retikulum halus berfungsi untuk sintesis senyawa ateroid ,
sedang pada sel lain seperti liver dapat berfungsi sebagai tempat detoksifikasi.
Sarcoplasmic retikulum yang terdapat pada sel otot merupakan modifikasi dari
endoplasmic retikulum dan berfungsi untuk mempercepat penyebaran potensial aksi.

Gambar 10. Endoplasmic Retikulum kasar dan halus

12"

Gambar 11. Sarcoplasmic Reticulum pada sel otot

Golgi Apparatus
Organel ini berbentuk sebagai tubulus dan vesicle yang bersusun .Rongga pada
tubulus dan vesicle ini berhubungan dengan rongga pada endoplasmic reticulum .Hal
ini ada hubungannya dengan fungsi yang disandang nya yaitu sebagai tempat
penyimpanan sementara , sekaligus merupakan tempat pengemasan dari bahan
bahan yang disintesis endoplasmic retikulum .Hasilnya adalah berupa butir atau
granula sekresi. Di samping itu pada golgi juga disintesis senyawa polisakarida atau
penambahan gugus karbohidrat seperti glikoprotein yaitu senyawa kombinasi
karbohidrat dengan protein .Pada golgi juga di buat jenis organel lain yaitu lysosome
yang berisi enzim-enzim pencerna.

Gambar 12. Apparatus Golgi

13"

Gambar 13. Proses pada Apparatus Golgi

Mitokondria
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil tenaga yang diperlukan oleh sel ,
karena itu organel ini banyak terdapat pada sel sel yang memerlukan banyak tenaga
seperti sel otot dan sel kelenjar . produk yang dihasilkan adalah berupa senyawa ATP
yang merupakan sumber tenaga utama dari sel sel tubuh .Bentuk dan ukurannya
bervariasi akan tetapi umumnya berbentuk sebagai sosis .Membrannya berlapis dua
.Membran luarnya berfungsi sebagai tempat transportasi bahan yang diperlukan oleh
mitokondria dan juga mengandung enzim untuk oksidasi biologis .Membran
dalamnya berlipat lipat , lipatan lipatan ini akan memperluas permukaannya
sehingga dengan demikian akan meningkatkan kemampuan dan efisiensinya .Lipatan
lipatan ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian dasar ,tangkai dan kepala .Bagian
dasar mengandung enzim enzim untuk transfer elektron sedang bagian tangkai dan

14"
kepala mengandung enzim yang berhubungan sintesis ATP seperti adenosine
tripospatase .Pada mitokondria terdapat pula DNA meskipun dalam bentuk yang lebih
sederhana. Ini adalah satu satunya DNA yang terdapat diluar inti. Adanya DNA ini
merupakan salah satu penyebab kemampuan mitokondria untuk mengadakan
multiplikasi sehingga jumlahnya dapat bertumbuh banyak. Di samping itu juga secara
terbatas mitokondria dapat menyintesis protein untuk memenuhi kebutuhannya.

Gambar 14. Struktur mitokondria. (dimodifikasi dari Guyton and Hall : Textbook of Medical
Physiology, 2011)

Lysosome
Organel ini bentuknya tidak teratur , diliputi suatu membran dan mengandung enzim
enzim pengurai. Enzim enzim ini dapat mengurai komponen sel seperti protein ,
polisakarida dan senyawa senyawa yang lain .Hasil kerja enzim ani adalah suatu
senyawa yang lebih sederhana seperti asam amino , glukosa dan fosfat yang dapat
berdifusi ke dalam sitoplasma , karena proses urai dari bahan bahan ini terjadi di
dalam lysosome sendiri .produk produk yang tidak terurai akan di ekskresi atau
kadang kadang tetap tinggal di dalam lysosome .Pada fagosit lysosome berperan
untuk mengurai bahan bahan berbahaya yang dimakan oleh fagosit seperti kuman
dan bagian bagiannya .Pada leukosit lysosome tampak sebagai granula granula
dan merupakan bagian dari sistem pertahanan badan pada sel kelenjar tiroksin
lysosome berfungsi pada proses pelepasan hormone tiroksin dari senyawa induknya.
Beberapa penyakit tampaknya sudah ada kaitannya dengan fungsi dari lysosom,
seperti pada silicosis dan arthritis. Pada silicosis partikel partikel silika dimakan
oleh fagosit paru sedang pada arthritis gout asam urat lah yang dimakan fagosit sendi.
Kedua peristiwa ini dapat merangsang terlepasnya enzim hidrolase pada permukaan
sel yang dapat merusakkan jaringan di sekitarnya atau menginduksi timbulnya proses
peradangan, kegagalan lysosome mencerna atau membuang timbunan bahan bahan
tertentu merupakan pula bagian dari berlangsungnya proses ketuaan seperti terjadinya
penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan atherosclerosis.

15"
Beberapa keadaan dapat mempengaruhi stabilitas membrane lysosome misalnya
intoksikasi vitamin A memudahkan pecahnya membran, sedang obat obat
golongan kortikosteroid memperkuatnya.

Gambar 15. Formasi dan Fungsi lysosome

Cytoskeleton
Cytoskeleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yang berbeda, yaitu:
mikrofilamen, microtubules, dan Intermediate filamen / filamen antara.
Fungsi Cytoskeleton adalah sebagai berikut:
(1). Memberikan kekuatan mekanik pada sel
(2). Menjadi kerangka sel
(3). Membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian yang lain.
Mikrofilamen
Organel ini berdiameter kurang dari 250 A0 dengan panjang satu sampai beberapa
mikron .Organel ini dianggap sebagai kerangka sel .Tetapi selain sebagai penguat dan
penentu bentuk, tubulus mikro juga mempunyai peran sebagai jalur gerakan granula
sekresi ke dinding sel, pada pertumbuhan serat saraf .Transport sarksoplasma, pada
silia dan pembelahan sel .Pembentukan dan fungsi dari tubulus mikro ini dipengaruhi
oleh suhu dan dihambat oleh colchicines dan vinblastine. Sentriol dan silia adalah
tubulus tubulus mikro yang teroganisir secara khusus. Sentriol sendiri terdiri dari 9
tripet dan berperan pada proses pembelahan sel yaitu pada tahap pemisah dari
kromosom. Struktur pada silia agak berbeda dengan sentriol, yaitu : 10 doublet , yang

16"
9 terletak pada dindingnya sedang yang satu terletak di tengahnya .Organel ini
berperan pada aktifitas pergerakan pada sel .

Gambar 16. Microtubule dan Microfilamen

Microtubule
Filamen ini terdiri dari kontraktil protein aktin. Peranannya adalah pada fungsi
pergerakan sel seperti pada sel otot dan vili dari mukosa usus .Pada sel otot dan
pangkal vili, aktin bekerja sama dengan molekul myosin, Aktifitasnya dapat dihambat
oleh cytochalasine

Gambar 17. Microtubule, Microfilamen, intermediate filament

17"
Intermediate Filamen / Filamen antara (Serabut antara)
Filamen antara adalah rantai molekul protein yang berbentuk untaian yang saling
melilit. Filamen ini berdiameter 8-10 nm. Disebut serabut antara karena berukuran
diantara ukuran mikrotubulus dan mikrofilamen. Serabut ini tersusun atas protein
yang disebut fimetin. Akan tetapi, tidak semua sel tersusun atas fimetin, contohnya sel
kulit tersusun oleh protein keratin.
Mikrosom Dan Peroksisom
Bila sel dihancurkan kemudian suspensi nya diputar maka akan dapat dihasilkan
berbagai macam komponen endapan. Inti akan mengendap terlebih dulu , kemudian
akan diikuti oleh mitokondria. Bila kecepatan putar ditingkatkan sampai kekuatan
100.000 gravitasi, dapat dipisahkan suatu sedimen yang disebut mikrosom .Termasuk
di dalam sedimen ini adalah ribosom. Bila kecepatan putar dipertinggi lagi maka akan
dipisahkan partikel yang lebih kecil lagi yang di sebut peroksisom .Partikel ini
mengandung enzim enzim yang ada hubungannya dengan metabolisme peroksida ,
seperti sintesis karbohidrat dari lemak dan degradasi purine.

Gambar 18. Mikrosom Dan Peroksisom

18"

Inti ( Nukleus )
Inti terdapat pada sel sel manusia maupun binatang yang mengadakan pembelahan
.Bila sel terbelah dua maka bagian yang mengandung inti dapat terus hidup sedang
bagian yang tidak mengandung inti akan mati .Sebagian besar dari komponen inti
adalah kromosom yang merupakan cetak biru dari segala ciri makhluk yang
bersangkutan .Kromosom ini berkaitan dengan protein dan disebut kromatin .Secara
kimiawi kromosom tersebut tersusun oleh molekul deoxyribonuleis acid
( DNA).Pada DNA terdapat gene yang merupakan unit sifat dari individu yang
bersangkut .karena adanya DNA maka inti adalah merupakan pusat control dari sel
.Hal ini disebabkan karena DNA mengontrol sintesa dari enzim enzim yang
menentukan proses metabolisme di dalam sel .

Gambar 19. Struktur Nukleus (dimodifikasi dari Guyton and Hall : Textbook of Medical Physiology,
2011)

Anak Inti ( Nucleolus )


Organel ini dijumpai di dalam inti , tidak dibatasi membran dan mengandung RNA
ribosomal ( r-RNA ) .RNA ribosomal ini merupakan inti pembentukan ribosome,
yaitu suatu organel dimana proses sintesis protein akan berlangsung. RNA
menentukan jenis protein yang akan dibuat . Terdapat tiga macam RNA yaitu m-RNA
( messenger RNA ) , t- RNA ( transfer RNA ) , dan r-RNa. Ketiganya dibuat oleh
DNA. Pada sel yang sedang tumbuh anak inti ini bertambah banyak jumlahnya .

19"
Membran Inti
Inti diliputi oleh selaput atau membran berlapis dua yang disebut amplop .Masing
masing lapis tebalnya kurang lebih 70 80 angstrom dengan lebar celah sekitar 250
angstrom dan disebut sisterna perinukleus .Dengan demikian keseluruhan membran
inti mempunyai tebal kurang lebih 400 angstrom .Membran inti mempunyai
permeabilitas yang tinggi sehingga molekul molekul yang berukuran besar pun
mudah melewatinya. Hal ini disebabkan karena membran inti memang mempunyai
pori
yang cukup lebar yaitu berdiameter sekitar 300 1000 angstrom .Pori ini bukanlah
merupakan sekedar lubang yang sederhana akan tetapi mempunyai struktur yang
kompleks sehingga ada yang menyebutnya sebagai annuli . Pada tempat tempat
tertentu , bagian luar dari membran inti berkesinambungan dan membran endoplasmic
retikulum.