Anda di halaman 1dari 19

Tetralogy of Fallot

EVERDINA ESTER 102009126


JUDO ARIFIN

102013012

N E V Y O L I A N OV I

102013101

G I TA N U R A Z I Z A H
E V I A LY H A DY

102013182
102013287

C A E S A R S W E M P I G A I DA KA 1 0 2 0 1 3 3 1 2
YO H A N A E LV I A N I J E M U M U

102013458

M U H A M M A D N AQ I B S YA H M I B I N S A I D JA A FA R

E9

102013494

Skenario 7
Laki-laki 21/2 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan membiru.
Kurang lebih usia 2 tahun pernah mengalami keluhan serupa
saat habis BAB. Saat bayi menyusui hanya sebentar-sebentar
dan cepat lelah

Anamnesis
Komplikasi,
Pencegaha
n,
Prognosis
Penatalaksana
an

Anak
laki-laki
21/2
tahun
membir
u

Manisfestasi
Klinis

PF, PP

WD, DD

Etiologi
Epidemiologi

Anamnesis
KU
RPS
RPD
Rkehamilan
Rimunisasi
RPK
RPS

Pemeriksaan Fisik
TTV : Nadi 150x/menit, FP 52x/menit, suhu 36,3
Antropometri : KMS
Inspeksi : deformitas, ictus cordis, malar flush
Palpasi : ictus cordis
Perkusi : kardiomegali
Auskultasi : bunyi jantung(Normal/Murmur)

Pemeriksaan
Penunjang

Laboratorium : Hb, Ht, leukosit, thrombosit,


analisa gas darah
Radiologi : penurunan aliran darah pulmonal,
apex jantung terangkat (boot shape) akibat
hipertrofi ventrikel kanan
EKG : deviasi kompleks QRS ke kanan
Ekokardiografi : dilatasi aorta, overriding aorta,
dilatasi ventrikel kanan, penurunan aliran darah
ke paru-paru

Working Diagnosis
Tetralogi Fallot (TOF)
Penyebab utama penyakit jantung bawaan sianotik
Ventricular Septal Defect(VSD), Overriding aorta, hipertrofi ventrikel kanan,
stenosis pulmonal

Differential
Diagnosis

Atresia Trikuspid
Tidak ada sambungan AV yang benar ->
ventrikel kanan hipoplasia -> jantung tidak
mampu mendistribusi oksigen dengan baik
Sianosis, takipnea, oedema, asites, holosistolik
murmur

Atresia Pulmonal
Disertai VSD, bentuk ekstrim TF
Katup pulmonal atresia -> tiada darah dari
ventrikel kanan -> aorta
Sinosis berat, dyspnea, takipnea, penurunan
vaskularisasi

Double Outlet Right Ventricle


Bila ada PS, sianosis dan SEM
di LUSB terdengar lebih jelas,
PBF menurun.
bila tidak ada PS, terdengar
PSM di LLSB akibat VSD.
Gagal jantung kanan lebih
jelas karena PBF meningkat,
Hasil EKG menunjukan
RAD,RAH, RVH

Etiologi
Multifaktorial
Faktor endogen
Penyakit genetik: kelainan kromosom
Penyakit kronis misalya DM, hipertensi, penyakit jantung
Faktor eksogen
Riwayat kehamilan ibu
Ibu menderita penyakit infeksi: rubella
Pajanan terhadap sinar X

Epidemiologi
Paling sering
Di Amerika serikat angka kejadiannya mencapai 3-6 dari 10000
kelahiran.
Lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita

Patofisiologi
Stenosis pulmonal
Defek septum
ventrikel (VSD)
Overriding aorta
Hipertrofi dinding
ventrikel kanan

Sesak nafas jika melakukan


aktivitas
Setelah melakukan aktivitas,
Gejala Klinis
anak selalu jongkok.
Kesulitan menyusu
BB tidak bertambah
Pertumbuhan berlangsung
lambat
Perkembangan anak yang
buruk
Sianosis
Clubbing Finger
Sesak nafas jika melakukan
aktivitas
Setelah melakukan aktivitas,

aliran balik (venous return)


dari tubuh bagian bawah
menjadi berkurang>>
kenaikan saturasi oksigen
arteri. Diduga pula pada
posisi tersebut resistensi
vaskuler perifer meningkat
sedangkan resistensi vaskuler
paru tetap, sehingga aliran
darah ke paru bertambah,
yang akan menambah
saturasi arterial.

Penatalaksanaan
Medika mentosa
Morfin sulfat 0,1-0,2 mg/kg IV : menekan pusat pernafasan dan mengatasi takipneu
Natrium bikarbonat 1 Meq/kgBB IV : mengatasi asidosis
Bila tidak teratasi -> Propanolol 0,01-0,25mg/kgBB IV : menurunkan denyut jantung
Transfusi darah
Prostaglandin E1 : mengatasi sianosis

Non medika mentosa


Jongkok
Hygiene mulut dan gigi
Hindari dehidrasi

Tindakan Pembedahan
Koreksi total
Menutup defek pada septum ventrikel
Membuka obstruksi pada saluran aliran keluar ventrikel kanan
Memperbaiki stenosis arteri pulmonalis

Bedah paliatif ( shunt Blalock-Taussig, shunt BlalockTaussig modifikasi)


Anak dengan hipersianotik berat dan berulang
Bila arteri koronaria melintasi saluran aliran keluar RV, koreksi ditunda
sehingga anak mampu menerima darah dari saluran keluar ventrikel kanan
ke arteri pulmonalis

Komplikasi
Gagal jantung kongestif (CHF)
Aritmia jantung
Endokarditis bakterialis
Hipertensi
Tromboemboli
Abses otak
Perdarahan GIT
Gagal tumbuh

Preventif
Pemeriksaan antenatal
ini juga yang dikenal dengan skrinning TORCH
Menghindari penggunaan obat-obatan yang berpotensi menganggu
janin
Menghindari rokok dan alkohol
Menghindari beberapa hal antara lain, paparan sinar X, paparan asap
rokok baik aktif maupun pasif dan polusi asap kendaraan dengan
menggunakan masker pelindung

Prognosis
Tergantung beratnya stenosis pulmonal dan
terbentuknya
sirkulasi kolateral
Baik setelah pembedahan.

Kesimpulan
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan dan gejala klinis, pasien didiagnosa
menderita penyakit jantung kongenital tipe sianosis yaitu Tetralogi Fallot.