Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK MESIN

PERAWATAN MESIN POMPA.


Agar awet dan berdaya guna maksimal MESIN POMPA harus dirawat secara
teratur. Dalam keadaan pompa bekerja selama 24 jam terus menerus tanpa
gangguan,
Pemeriksaan dapat dilakukan setiap hari atau 3-4hari sekali, dengan cara
sebagai berikut:
a. Periksa baut-mur yang ada pada pipa pemasukan dan bingkai pompa
b. Kencangkan baud-mur yang kendor, kalau rusak ganti dengan yang baru
c. Periksa Klep katup hantar dalam tabung pompa, lakukan pengecatan
dengan cat
anti karat pada rangka klep dan tabung pompa
d. Periksa apakah pegas masih lentur, jika sudah tidak lentur ganti dengan
yang baru
dan pasanglah seperti keadaan semula.
Untuk merawat dan mengoperasikan PATM sekurang-kurangnya diperlukan
dua
orang tenaga yang terlatih.

2
4

5
7

6
1
3

GAMBAR.01.

8
6

GAMBAR.02.

KET GAMBAR.01.-.02. :
Bagian utama MESIN POMPA PATM yang perlu perawatan adalah sebagai
berikut:

1. Blok cor pompa; blok ini harus dalam keadaan rapat dan tidak
bocor,diperlukan
pengecekan secara visual setiap harinya. Dan
pengecatan
secara berkala 4-6 bulan sekali.
2. Tabung pompa; tabung ini harus dalam keadaan rapat dan tidak
bocor,
diperlukan pengecekan secara visual setiap harinya
pengecekan secara visual setiap harinya. Dan
pengecatan
secara berkala 4-6bulan sekali.
3. Bingkai pompa; bagian ini harus rapat, diperlukan pengecekan dan
pengencangan menggunakan Kunci.
4. Katup pompa; memerlukan pengecekan secara visual dan merata agar
tidak ada
Kebocoran.
5.Paking karet; memerlukan pengecekan secara visual dan merata agar
tidak ada
kebocoran

6.Tuas(handel) katup limpah; bagian ini memerlukan pengecekan


apabila terjadi
kerusakan didalam mesin pompa.
7. Baut-mur; memerlukan pengecekan berkala setiap 3-4hari sekali
menggunakan
Kunci.
8. Katup hantar yang terdiri dari: (a) rangka besi, (b) as,per dan gulagula karet
besi; bagian ini memerlukan pengecekan apabila terjadi suara-suara
aneh dan
pengeluaran fluida (bahan cair) tidak keluar

Peralatan yang digunakan untuk membongkarpasang dan


merawat MESIN POMPA PATM adalah, sebagai berikut;
(a) Kunci inggris (dua buah);
(b) Kunci pas (dua buah);
(c) Obeng dan palu karet;
(d) Papan (panjang 1 m dan lebar 25 cm);
(e) Baud dan mur cadangan;
(f) Suku cadang: per, gula-gula katup hantar, katup limpah

Beberapa hal yang umumnya menyebabkan PATM


tidak
berfungsi sebagaimana mestinya, antara lain :
(a) Bunyi pompa terlalu keras disebabkan oleh udara dalam tabung pompa
kurang
banyak
(b) Per katup hantar patah
(c) Las-lasan rangka klep patah
(d) Baud mur lepas dan terpisah dengan as klep dalam tabung pompa
(e) As katup hantar dan katup limpah patah
(f) Karet pembantu putus
(g) Kebocoran di katup limpah dan bingkai katup
(h) Baud dan mur pada bingkai pompa patah
(i) Las-lasan pada pipa pemasukan patah
(j) Blok pompa kemasukan sampah dan terjepit oleh klep
(k) Debit air dari sumber air berkurang
(l) Bendungan penuh lumpur, pasir dan batu.

Untuk mengatasi hal-hal di atas dilakukan halhal


berikut :
(a) Tutup pipa pemasukan dengan papan agar PATM berhenti
(b)

Tutup stop kran agar air dari pipa penghantar tidak turun kembali (hal ini

tidak
perlu dilakukan jika menggunakan check valve)
(c) Jangan menutup pompa pada bagian katup limbah karena per terus
bergerak
sehingga penutupan dapat mengakibatkan per cepat aus
(d) Buka tabung pompa dengan kunci inggris atau kunci pas, lihatlah
kerusakan
yang ada pada komponen klep, mungkin per, as atau rangka klep harus
diganti
(e) Bila as katup patah, bukalah katup limpah dan gantilah dengan klep baru
(f) Bila perlu, gunakan paking karet rangkap agar bingkai katup tidak bocor
(g) Bila katup limpah berfungsi untuk beberapa saat namun kemudian
berhenti,
biasanya hal ini menunjukan mulut pipa pemasukan tidak terbenam ke air
(h) Bila pompa dapat berfungsi namun air tidak keluar kemungkinan katup
sudah
lemah
(i) Bila air tidak keluar tetapi membalik ke bendungan, kemungkinan per
patah
atau baud-mur terlepas dan dapat diperbaiki dengan membuka tabung
pompa.