Anda di halaman 1dari 27

Laporan Kasus

DERMATITIS KONTAK ALERGI


(DKA)
Yohannes Adinatha
0602005047
Pembimbing :
dr. I Made Gede Palguna, SpKK
dr. Ketut Suteja Wibawa, Sp. KK. M. Kes

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA


DI BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
RSUD BULELENG, SINGARAJA
APRIL 2010

PENDAHULUAN
Dermatitis :: peradangan
Dermatitis
peradangankulitfaktor
kulitfaktor
eksogen&faktor endogen
effeff
& Sx
eksogen&faktor
endogen
& Sx
dermatitis eksogen Dermatitis kontak
dermatitis eksogen Dermatitis kontak
(DKI&DKA)
(DKI&DKA)
DKA os hipersensitif
DKA os hipersensitif
uji tempel (patch test) u/ dx DKA
uji tempel (patch test) u/ dx DKA

TINJAUAN PUSTAKA

Def : raeksi imunologik os yg terlalu sensitif


thd bahan kimia
Epid : -DKA 7 % pekerjaan.
-dpt terjadi pd aemua umur, tp sngat jrg
pd anak2 & usila

Etiopatogenesis :
-E/ bhn kimia sederhana dgn BM rendah
(<500 d) yg blm diproseshapten
-Faktor2 yg mempengaruhi DKA:

potensi sensitisasi allergen, dosis / unit area,st.


imun, luas daerah yg terkena, lama pajanan,
oklusi, suhu & kelembaban lingkungan,
vehikulum Ph.

Gell dan Coombs : DKA adl reaksi


Hipersensitivitas tipe lambat (tipe IV).
Melibatkan 2 fase :
Fase Sensitisasi
Fase Elisitasi

Fase Sensitisasi (fase induksi/fase aferen) :


hapten

Sel LE
Pino/endositosis

reaksi alergen
tipe IV

Complex
hapten protein
APC

IL1 & IL 2

Duktus
Lmpatikus

Th1

T helper

antigen

IL2

recognition

T-

Memor
y

Fase Elisitasi (fase eferen)


Akibat pajanan ulang antigen sitokin oleh sel T IL2
IFN
Keratinosit prod ICAM-1 Eikosanoidsel
mast&makrofaghistamin (vasodilatasi & permeabilitas )
Eritema, edema & vesikula (dermatitis)skuamasi,
kerusakan sel Langerhans & sel keratinosit + pelepasan
PGE-1,2

Gambaran Klinis
Os umumnya mengeluh gatal
Klasifikasi :

Fase akut : 24-48 jam pd tmpt trjadi kontak. Bervariasi ringan


(eritema&edema) /berat (+ vesikel/bula yg pecah jd erosi&eksudasi)
Lesi cenderung menyebar&batas - jelas.
Fase Sub akut : eritema, edema ringan, vesikula, krusta & papul2
Fase Kronis : karena kontak yg berulang. Lesi cenderung simetris,
batas kabur, likenifikasi, papula, skuama, terlihat bekas garukan(erosi
atau ekskoriasi, krusta serta eritema ringan)

Walaupun bahan yang dicurigai telah dihindari, bentuk


kronis ini sulit sembuh spontan o/ umumnya terjadi kontak
dgn bahan lain yang tdk dikenal

predileksi regional u/ memudahkan cari bahan


penyebab:
Tangan : deterjen, antiseptik, getah sayuran/tanaman,
semen dan pestisida

Lengan : jam tangan (nikel), sarung tangan karet,


debu semen&tanaman.
Aksila: bahan pengharum/deodoran
Wajah : kosmetik, obat topikal, alergen yang ada di
udara, nikel (tangkai kaca mata), lipstik, pasta gigi dan
getah buah-buahan, cat kuku, cat rambut, perona mata dan
obat mata

Telinga : Anting atau jepit telinga terbuat dari nikel


tangkai kaca mata, cat rambut dan alat bantu pendengaran

Leher dan Kepala: kalung dari nikel, cat kuku


(yang berasal dari ujung jari), parfum, alergen di
udara dan zat warna pakaian

Badan : pakaian, zat warna, kancing logam, karet


(elastis, busa ), plastik&deterjen.

Genitalia : antiseptik, obat topikal, nilon, kondom,


pembalut wanita

Dx
- Anamnesis
- Px fisik (predileksi & eff)
- Px penunjang : Uji tempel
Histolopatologi
Ddx
- DKI
- D. A
- Dermatomikosis

Penatalaksanaan
prinsip: ID, KIE, Tx yg sesuai
Pencegahan : hindari bahan alergen
Pengobatan :

Topikal : kompres (basah), kering (krim: steroid, AB &


antimilotik)
Sistemik: Antihistamin, Kortikosteroid

Prognosis : DKA tanpa gejala penyerta (D.A) umumnya


baik

Laporan Kasus

DERMATITIS KONTAK
ALERGI (DKA)
OLEH
Yohannes Adinatha
0602005047

IDENTITAS
Nama
: Luh Suarnadika
Umur
: 49 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat
: Kubutambahan
Agama
: Hindu
Suku
: Bali.
Bangsa
: Indonesia
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Penjual canang
Status
: Menikah
Tgl Pemeriksaan : 5 April 2010

ANAMNESIS

Keluhan utama: Gatal, panas dan nyeri pada kedua tangan bagian
ujung jari
Perjalanan penyakit:
os datang dengan keluhan gatal yg sangat, disertai rasa panas &
nyeri pd ke2 tangan bagian ujung-ujung jari sjk 1 mggu sblm
kunjungan (29/3/2010).
Awalnya dirasakan << gatal pd ujung-ujung jari ke2 tangan,
kemudian sering digaruk + perubahan warna jadi kemerahan. Gatal
muncul hampir setiap saat dan ganggu aktivitas sehari2. U/ - gatal,
os sempat merendam di dlm air hangat.
2 hr sjk gatal, muncul gelembung2 air + nanah & menjadi luka
akibat digaruk. Setelah itu, terjadi pengelupasan kulit pd semua
ujung2 jari, disertai rasa panas & nyeri spt ditusuk2 jarum. Pd
perabaan bagian luka terasa sakit.

ANAMNESIS

Riwayat pengobatan:
os sempat ke puskesmas 2 hari sblm kunjungan ke poli & dpt bbrp obat
minum & salep. Namun, keluhan menetap.
Bulan Januari yll, os sempat datang berobat ke poli dgn keluhan yg sama,
berupa gatal yg sgt+pengelupasan kulit & kemerahan pd ke2 kaki. Stlh
pengobatan, kondisi kakinya berangsung membaik. Os jg melakukan tes
alergi (++++ alergi thd telur, kacang, tempe, tahu, debu)

Riwayat penyakit sebelumnya: Riwayat penyakit keluarga: -

Px FISIK:

Status present : dbn


Status general: dbn
Status dermatologis
Lokasi : Ke2 tangan bagian ujung jari
Eff. : Patch eritema satu ruas jari dgn batas
tdk tegas ditutupi skuama dgn fisura hampir disemua
permukaan kulit ujung jari & erosi pd tangan kanan
jari ke 3.

DIAGNOSIS BANDING

Dermatitis kontak iritan (DKI)


Dermatitis atopik

Px PENUNJANG

Tes Tempel

DIAGNOSIS KERJA

Dermatitis kontak alergi (DKA)

PENATALAKSANAAN
Pengobatan :
Topikal : - Inerson cream 15 gr

- Salticin cream 10 gr
dicampurkan kemudian dioleskan pada lesi 2 kali sehari
Sistemik :
- Prednison tablet 4 mg ( 2-2-0)
- Interhistin tablet 50 mg ( 3 x 1)
KIE :
- Memberi penjelasan kepada keluarga tentang penyakit pasien, dari

jenis penyakit, penyebab, perjalanan penyakit sampai prognosisnya.


- Meminta pasien menghindari bahan alergen, misalnya dengan
menggunakan sarung tangan atau plastik ketika membuat canang.
- Menggunakan terapi yang telah diberikan sesuai dengan anjuran
dokter dan apabila keluhan masih timbul, penderita diharapkan
kontrol ulang ke poli kulit & kelamin

PEMBAHASAN

DKA adl reaksi hipersensitifitas tipe lambat


(tipe IV). DKA dpt trjadi pd semua usia, tp sgt
jrg pd usia anak2 & usila
Dx ditegakkan dr ax yg cermat & px klinis
serta px penunjang yg tepat.

49 thn dgn keluhan gatal yg sgt, kemerahan,


muncul gelembung air serta trjd pengelupasan
kulit pd semua ujung2 jari ke2 tangan selama 1
mggudermatitis bsifat kronis.

Riwayat pekerjaan os, sbg pembuat canang. Dlm


pembuatan canang, os sll kontak dgn bunga2 yg
dipergunakan.(Riwayat kontak dgn suatu bahan bbrp x &
dlm jangka waktu lama srta adanya tanda2 suatu
dermatitis terutama pd daerah kontak) dermatitis
kontak alergi (DKA)
Krn gatal yg sgt, os sering menggarukerosirasa
nyeri/perih.

Ddx DKA : DKI, krn g/ klinik yg hampir sama


yaitu terlihat kulit yg eritema, batas tdk tegas,
brskuama, papul & fisura. Namun dr riwayat
ax DKA (pekerjaan os sbg pembuat
canangsering kontak langsung dgn bunga
terutama getah bunga tersebut sebagai bahan)
alergen
U/ menegakkan dx DKAtes tempel (patch tes)
Dx : DKA ec getah bunga

Ddx: D.A, krn os memiliki riwayat alergi thd


bbrp jenis makanan. Sedangkan lokasitdk
mendukung D.A dewasa (predileksi:bagian
lipat siku, lipat lutut, di samping dahi dan
sekitar mata).

Penatalaksanaan
Prinsip: ID, KIE, Tx yg sesuai
Pencegahan : hindari bahan alergenminta os pakai sarung
tangan ketika kerja

Pengobatan :
Topikal : - Inerson cream 15 gr Desoksimetason (anti inflamasi
topikal tergolong steroid poten kuat,krn sudah kronis)
- Salticin cream 10 gr Gentamicin sulfat (antimikrobial
krn erosi berpotensi infeksi sekunder)

Sistemik: Prednison tablet 4 mg

( 2-2-0) Kortikosteroid (sbg


anti inflamasi krn curiga proses imunologi, diberikan 2 tab pagi, 2 tab
siang, potensi kerja sedangletak lesi yg muncul pd kulit lap keratin
tebal)
- Interhistin tablet 50 mg ( 3 x 1) Mebhidrolina
napadisilat 50 mg/tablet (antihistamin u/ - gatal krn release histamin)

Prognosis : DKA tanpa gejala penyerta (D.A) umumnya baik

SIMPULAN

DKA adl reaksi hipersensitifitas tipe lambat (tipe IV) yg melibatkan 2 fase
yaitu fase Sensitisasi & fase Elisitasi.
Dermatitis kontak umumnya mempunyai gambaran klinis dermatitis, yaitu
terdapat efloresensi kulit yang bersifat polimorf dan berbatas tidak tegas & dpt
dibagi jadi 3, yaitu dermatitis akut, subakut dan kronis.
U/ menetapkan bahan alergen penyebab dermatitis kontak alergik diperlukan
ax yg teliti, riwayat penyakit yg lengkap, px fisik & uji tempel.
Kriteria dx DKA adalah :
1. Adanya riwayat kontak dengan suatu bahan satu kali tetapi lama,
beberapa kali atau satu kali tetapi sebelumnya pernah atau sering kontak
dengan bahan serupa.
2. Terdapat tanda-tanda dermatitis terutama pada tempat kontak.
3. Terdapat tanda-tanda dermatitis disekitar tempat kontak dan lain
tempat yang serupa dengan tempat kontak tetapi lebih ringan serta timbulnya
lebih lambat, yang tumbuhnya setelah pada tempat kontak.
4. Rasa gatal
5. Uji tempel dengan bahan yang dicurigai hasilnya positif.

Prinsip tx DKA adl Id penyebab & sarankan os u/ menghindari


dan terapi individual yg sesuai.
Pengobatan : Sistemik Prednison gol kortikosteroid u/
antiinflamasi & imunosupresan
Antihistamin : Interhistin (Mebhidrolina
napadisilat u/ - gatal.
Topikal Kompres terbuka (basah), krim (kering)
Antiinflamasi dan antimikrobial
Di samping pengobatan secara farmakologis, juga penting
adanya KIE terhadap pasien dan keluarganya guna melakukan
pencegahan terjadinya DKA
Prognosis DKA tergantung faktor yang mempengaruhi, yaitu
penyebab dermatitis kontak, kapan terapi mulai dilakukan,
apakah pasien sudah menghindari faktor pencetusnya, terjadinya
kontak ulang dan adanya faktor individual seperti atopi.