Anda di halaman 1dari 7

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BOJONEGORO

BAGIAN HUKUM DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

NOTA DINAS

Kepada
Dari
Tanggal
Nomor
Lampiran
Hal

:
:
:
:
:
:

Yth. Bapak Bupati Bojonegoro


Kepala Bagian Hukum
Oktober 2015
188/
/ 409.12/ 2015
Aturan Hibah Menurut pasal 298 ayat (5)
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah

Sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun


2014 tentang Pemerintah Daerah, dengan hormat bersama ini dapat kami
sampaikan laporkan hasil pembahasan sebagai berikut:
1. Bahwa, berdasarkan Pasal 298 ayat (5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintah Daerah menegaskan bahwa Belanja Hibah
dapat diberikan kepada:
a. Pemerintah Pusat;
b. Pemerintah Daerah Lain;
c. Badan Usaha Milik Negara atau BUMD; dan/atau
d. Badan, Lembaga, dan Organisasi Kemasyarakatan yang berbadan
hukum Indonesia.
2. Bahwa, pada prinsipnya badan hukum adalah badan yang dibentuk
berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku oleh sejumlah orang yang
bekerjasama untuk tujuan tertentu dan dengan demikian badan itu
memiliki hak dan kewajiban.
3. Bahwa, berdasarkan pasal 1653 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
(KUH Perdata) badan hukum menyatakan selain perseroan perdata sejati,
perhimpunan orang-orang sebagai badan hukum juga diakui

undang-

undang, entah badan hukum itu diadakan oleh kekuasan umum atau
diakuinya sebagai demikian, entah pula badan hukum itu diterima sebagai
yang diperkenankan atau didirikan untuk suatu maksud tertentu yang

2
tidak bertentangan dengan undang-undang atau kesusilaan selanjutnya
pasal 1654 menyatakan semua badan hukum yang berdiri dengan sah,
begitu pula orang-orang swasta, berkuasa untuk melakukan perbuatanperbuatan

perdata,

tanpa

mengurangi

perundang-undangan

yang

mengubah kekuasaan itu, membatasinya atau menundukkannya kepada


tata cara tertentu, jadi berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata tersebut diatas Badan Hukum

diakui dengan undang-undang

diantaranya:
a. Badan hukum yang diadakan oleh pemerintah/kekuasaan umum,
misalnya daerah Propinsi, kabupaten/kota, Bank bank yang didirikan
oleh negara dan sebagainya;
b. Badan hukum yang diakui oleh

pemerintah/kekuasaan umum,

misalnya perkumpulanperkumpulan, gereja dan organisasi-organisasi


agama dan sebagainya; dan
c. Badan hukum yang didirikan untuk suatu maksud tertentu yang tidak
bertentangan

dengan

undangundang

dan

kesusilaan,

seperti

Perseroan Terbatas (PT), yayasan, koperasi, dan lain sebagainya.


4. Bahwa, Badan Hukum menurut jenisnya badan hukum dibedakan
dalam:
a. Badan Hukum Publik yaitu badan hukum yang didirikan berdasarkan
peraturan perundang-undangan, yang dijalankan oleh pemerintah atau
badan yang ditugasi untuk itu:
-

Negara Indonesia, dasar adalah Pancasila dan UUD 1945;

Daerah Propinsi dan Daerah Kabupaten/ Kota, dasarnya adalah


Pasal 18, 18 A, dan 18 B UUD 1945 dan kemudian dielaborasi
dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014;

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diatur dalam UndangUndang Nomor 19 Tahun 2003 dan Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD);

b. Badan Hukum Privat yaitu badan hukum yang didirikan berdasarkan


hukum perdata dan bergerak di bidang privat/yang menyangkut
kepentingan orang perorangan, jadi badan hukum privat adalah badan

3
hukum swasta yang didirikan oleh sejumlah orang untu tujuan
tertentu contohnya:
-

Perseroan Terbatas, pendiriannya diatur Undang-Undang Nomor 40


Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

Partai Politik, Pendiriannya datur dalam Undang-Undang Nomor 2


Tahun 2008 tentang Parpol jo Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2008;

Koperasi, Pendiriannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 25


Tahun 1992 tentang Koperasi;

Yayasan, Pendiriannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 17


Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

5. Bahwa, berdasarkan pertimbangan diatas dalam kaitannya dengan


penerima Hibah sebagaimana yang diamanahkan Pasal 298 ayat (5) huruf
d Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
menegaskan bahwa Belanja Hibah dapat diberikan kepada Badan,
Lembaga,

dan

Organisasi

Kemasyarakatan

yang

berbadan

hukum

Indonesia, kami sampaikan sebagai berikut:


a. Bahwa, badan, lembaga, organisasi kemasyarakatan yang berbadan
hukum Indonesia adalah yang didirikan/ dibuat sesuai dengan syarat
dan ketentuan berlaku berdasarkan perundang-undangan.
b. Bahwa, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang
organisasi kemasyarakatan menjelaskan bahwa organisasi masyarakat
dapat berbentuk badan hukum dan tidak berbadan hukum (pasal 10
ayat (1)), selanjutnya pasal 11 ayat (1) menyatakan bahwa organisasi
masyarakat sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 10 ayat (1)
dapat berbentuk perkumpulan atau yayasan.
c. Bahwa, Badan Hukum Perkumpulan sebagaimana pasal 11 ayat (1)
huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 berdasarkan pasal 12
ayat (1) didirikan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1)

Akta pendirian yang dikeluarkan oleh notaris yang memuat AD


dan ART;

4
2)

Program kerja;

3)

Sumber pendanaan;

4)

Surat keterangan domisili;

5)

Nomor pokok wajib pajak atas nama perkumpulan; dan

6)

Surat pernyataan tidak sedang dalam sengketa kepengurusan


atau dalam perkara di pengadilan.

Selanjutya ayat (2) menegaskan bahwa pengesahan sebagai badan


hukum perkumpulan dilakukan oleh Menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia
setelah meminta pertimbangan dari instansi terkait (ayat (3)), hal ini
sesuai dengan Peraturan menteri Hukum dan Hak asasi Manusia
Nomor

Tahun

2014

tentang

Pengesahan

Badan

Hukum

Perkumpulan yang menegaskan bahwa Permohonan Pengesahan


Badan Hukum Perkumpulan diajukan Pemohon kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia.
d. Bahwa, berdasarkan pasal 16 ayat (1) pendaftaran ormas yang tidak
berbadan hukum sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1)
huruf b dilakukan dengan Surat Keterangan terdaftar.
e. Bahwa, berdasarkan pasal 13 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013
tentang Organisasi Kemasyarakatan menyatakan Badan Hukum
yayasan

diatur dan

dilaksanakan

dengan

ketentuan

peraturan

perundang-undangan yaitu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16


Tahun 2001 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2004.
f.

Bahwa, Status badan hukum yayasan sebagaimana pasal 11 ayat (1)


undang-undang Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 sebagaimana
diubah dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 menyatakan
yayasan memperoleh status badan hukum setelah akta pendirian
yayasan, dari memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia,

kecuali

saat

undang-undang

tersebut

mulai

berlaku

yayasan yang sudah didaftarkan di Pengadilan Negeri dan diumumkan


dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia, telah didaftarkan
di Pengadilan Negeri dan mempunyai izin melakukan kegiatan dari

5
instansi terkait tetap diakui sebagai badan hukum dengan ketentuan
dalam jangka waktu paling lambat 3(tiga) tahun terhitung mulai
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tersebut berlaku dan wajib
melakukan

penyesuaian

Anggaran

Dasarnya

dengan

ketentuan

Undang-Undang.
g. Bahwa, pada prinsipnya berdasarkan tinjauan yuridis yang dimaksud
dengan badan, lembaga, organisasi bermasyarakat yang berbadan
hukum

Indonesia adalah dibuat oleh lembaga yang berwenang

dengan syarat-syarat dan ketentuan dan disahkan oleh pihak yang


berwenang sesuai amanah undang-undang yaitu Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia, hal ini sebagaimana dengan pasal 15 ayat (1)
Undang-Undang

Nomor

Kemasyarakatan

yang

berbadan

hukum

17

tahun

secara

tegas

dinyatakan

pengesahan badan hukum,

2013

tentang

menyatakan

terdaftar

Organisasi

bahwa

setelah

ormas

mendapatkan

sedangkan Surat Keterangan Terdaftar

(SKT) bukan syarat berbadan hukum sebagaimana dengan pasal 15


ayat (3) yang menegaskan bahwa dalam hal telah memperoleh status
badan hukum ormas tidak memerlukan surat keterangan terdaftar,
jadi Surat Keterangan Terdaftar adalah bagian yang berbeda dengan
badan hukum, sehingga badan, lembaga kemasyarakatan yang hanya
memiliki Surat Keterangan Terdaftar berdasarkan amanah Pasal 298
ayat (5) Undang-Undang Nomor 24 tahun 2014 tentang Pemerintah
Daerah tidak diperbolehkan mendapatkan Hibah.
h.

Bahwa, perkumpulan-perkumpulan yang dibentuk berdasarkan


keputusan

pejabat

publik

dalam

pembentukannya

harus

atas

perintah undang-undang sebagaimana yang diamanahkan pasal 1653


Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tentang Badan Hukum, selain
perseroan perdata sejati, perhimpunan orang-orang sebagai badan
hukum juga diakui
diadakan

oleh

undang-undang, entah badan hukum itu

kekuasan

umum

atau

diakuinya

sebagai

demikian, entah pula badan hukum itu diterima sebagai yang


diperkenankan atau didirikan untuk suatu maksud tertentu
yang

tidak

bertentangan

dengan

undang-undang

atau

6
kesusilaan, sehingga perkumpulan (badan dan/atau lembaga) yang
dibuat oleh pejabat publik dikatakan berbadan hukum apabila
perkumpulan tersebut memang sudah berbadan hukum (disahkan
oleh

Kementerian

Hukum

dan

Hak

Asasi

Manusia)

dan/atau

pembentukannya atas dasar perintah undang-undang bukan dari


peraturan

perundang-undangan

dibawahnya

atau

turunan

dari

undang-undang tersebut misalnya adalah kelompok tani.


i.

Bahwa, dalam kaitan Belanja Hibah yang diberikan berupa Bantuan


Operasional
Madrasah

Sekolah
Diniah

Daerah

(Madin)

(BOSDA)

dan/atau

kepada
sekolah

Sekolah-Sekolah
swasta

lainnya,

seharusnya diberikan kepada lembaga sekolah yang sudah berbadan


hukum (disahkan oleh Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia)
atau diberikan ke sekolah melalui yayasan yang mendirikan dan
sudah bebadan hukum atau tidak diberikan berupa Hibah melainkan
diberikan berupa belanja langsung berupa Honor untuk guru.
j.

Bahwa, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014


tentang Pemerintah Daerah belum ada peraturan pelaksana dari
Undang-Undang tersebut oleh karena itu berdasarkan pasal 407
menyatakan pada saat undang-undang ini berlaku yang berkaitan
langsung dengan Daerah wajib mendasarkan dan menyesuaikan
pengaturannya pada undang-undang ini, selanjutnya pasal 408
menyatakan pada saat undang-undang ini berlaku semua peraturan
perundang-undangan

yang

berkaitan

dengan

penyelenggaraan

pemerintah daerah dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang belum


diganti dan bertentangan dengan ketentuan dalam undang-undang ini
Peraturan perundang-undangan yang dihasilkan dari Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dinyatakan tetap
berlaku

sepanjang

Peraturan

perundang-undangan

belum

ada

penggantinya dan tidak bertentangan dengan ketentuan dalam


Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan apabila selama 2 tahun
sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah, aturan pelaksana sebagaimana yang dimaksud
pasal 410 maka aturan pelaksana yang terdahulu secara otomatis

7
tetap berlaku, dengan demikian peraturan perundang-undangan yang
mengatur tentang mekanisme hibah tetap berlaku selama tidak
bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang
Pemerintah Daerah.

Demikian untuk menjadi periksa.

KEPALA BAGIAN HUKUM


DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

MOCH. CHOSIM, SH., MM


Pembina
NIP. 19630620 198603 1 016