Anda di halaman 1dari 6

PEMBIAYAAN PENDIDIKAN

Dari sekian sumber daya pendidikan yang dianggap penting adalah uang.
Pendidikan tidak akan berjalan tanpa adanya pembiayaan atau uang. Uang
termasuk sumber daya yang terbatas, oleh karena itu uang perlu dikelola dengan
efektif dan efisien agar membantu pencapaian tujuan pendidikan.
Organisasi pendidikan dikategorikan sebagai organisasi publik nirlaba
(non profit), oleh karena itu manajemen keuangannya memiliki keunikan sesuai
dengan misi dan karakteristik pendidikan. Lembaga pendidikan (sekolah) pada
umumnya tidak langsung menanggung seluruh biaya, karena gaji guru dan sarana
pendidikan dominan bersumber dari pemerintah bagi sekolah negeri atau yayasan
bagi sekolah swasta.
Pembiayaan pendidikan adalah kemampuan internal system pendidikan
untuk mengelola dana dana pendidikan secara efisien. Makin efisien sistem
pendidikan itu makin kurang pula dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tujuannya dan akan lebih banyak dicapai dengan anggaran yang tersedia.
Pendidikan yang bermutu merupakan suatu investasi yang mahal.
Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi
yang besar untuk industri pendidikan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung
biaya (cost sharing) pendidikan pada hakekatnya akan memberi sesuatu kekuatan
kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan
pendidikan. Hal ini berlainan sekali dengan keadaan negara berkembang dimana
ada keengganan masyarakat untuk membagi beban pendidikan, tampak dan relatif

Rendah investasi dalam bidang pendidikan.


Pembiayaan sebagai salah satu komponen sistem pendidikan memerlukan
kajian yang lebih mendalam dan penelitian yang lebih cermat, agar penggunaan
dana dana yang tersedia tepat, sehingga pengaruhnya akan terlihat langsung
terhadap kuantitas dan kualitas hasil pendidikan.
Pendidikan yang murah dan berkualitas merupakan salah satu tuntutan
reformasi yang harus diwujudkan, namun demikian pendidikan yang berkualitas
akan senantiasa membutuhkan biaya yang cukup banyak.
Permasalahan Pembiayaan Pendidikan
Permasalahan pendidikan nasional tak pernah usai, lebih khusus lagi jika
menyangkut masalah pembiayaan pendidikan, siapapun mengakui makin
mahalnya biaya pendidikan untuk memasuki jenjang pendidikan saat ini. Memang
tidaklah salah jika dikatakan pendidikan bermutu membutuhkan biaya. Namun
persoalannya, daya finansial sebagian masyarakat di negeri ini masih belum
memadai akibat sumber pendapatan yang tak pasti.
Pemerintah memang tidak lepas tangan membiayai pendidikan. Untuk
bidang pendidikan khusus siswa SD dan SMP, pemerintah telah menggulirkan
program bantuan operasional sekolah (BOS). Namun dana BOS tetaplah terbatas,
apalagi jika bicara dana BOS khusus buku yang masih minim untuk membeli satu
buku yang berkualitas. Dengan masih terbatasnya dana BOS itu mungkin ada
yang berdalih jika pemerintah sekedar membantu dan meringankan beban
masyarakat miskin. Jika benar demikian, maka pemerintah bisa dikatakan tidak
peka.

Dilihat dari konstitusi, pemerintah bertanggung jawab mutlak membiayai


anak anak usia sekolah untuk menempuh jenjang pendidikan dasar. Lalu muncul
pertanyaan atas dasar apa pula pihak sekolah seringkali menarik pungutan
pungutan kepada siswa dan orang tua siswa.
Setiap orang selalu mengharapkan komitmen pemerintah agar tidak
berlepas tangan. Kesadaran terhadap pentingnya pendidikan harus dimiliki para
penyelenggara Negara untuk lebih memprioritaskan pembangunan manusia
melalui pendidikan. Ilmu adalah investasi, ilmu dapat diperoleh melalui
pendidikan, pola pikir semacam ini yang harus selalu ditanamkan dan dipahami
baik pada diri, keluarga, masyarakat dan terlebih lagi para penyelenggara Negara.
Hasil pendidikan yang tidak bisa dinikmati seketika mungkin memberatkan para
penyelenggara Negara yang bermental pragmatis alias ingin menikmati hasil
dengan segera. Yang perlu diingat, pendidikan merupakan aspek fundamental
meningkatkan kualitas individu individu manusia sehingga memiliki kemampuan
dan daya adaptabilitas terhadap perkembangan zaman.

Sumber sumber Pembiayaan Pendidikan SLTP/ Sederajat


A.

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS)


Bantuan Operasional Sekolah atau yang disingkat dengan BOS adalah

program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan


biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana
program wajib belajar. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi
dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS.

a.

Tujuan BOS
Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban

masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun


yang bermutu.
Secara khusus program BOS bertujuan untuk:
1.

Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan


SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali
pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf
internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus
tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga
sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih;

2.

Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan


dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta;

3.

Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.


b.

Sasaran Program dan Besar Bantuan


Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD dan SMP, termasuk SMP

(SMPT) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKBM) yang diselenggarakan


oleh masyarakat, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia.
Program Kejar Paket A dan Paket B tidak termasuk sasaran dari program BOS ini.
Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah pada tahun anggaran 2012,
dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:
1. SD/SDLB

Rp 580.000,-/siswa/tahun

2. SMP/SMPLB/SMPT

Rp 710.000,-/siswa/tahun

B.

Dana yang berasal dari APBD


Dana pendidikan yang berasal dari APBD dapat diperuntukan sama

dengan dana yang berasal dari APBN, yaitu bisa untuk pendanaan rutin dan juga
bisa untuk pendanaan pembangunan, hal itu tergantung pada kebutuhan yang
diperlukan oleh sekolah. Untuk rutin contohnya membayar gaji tenaga honorer
atau guru bantu, sedangkan untuk pembangunan dapat direalisasikan untuk
rehabilitas gedung, sarana olah raga dan sejenisnya.
C.
Dana yang Berasal dari Orang Tua Murid
Sekolah mempunyai badan perkumpulanbagi orang tua murid. Nama
badan tersebut sekarang ini adalah Komite Sekolah. Lembaga ini sangatlah
berperan, salah satunya adalah membantu sebagai penyandang dana bagi sekolah
dalam penyelenggaraan program programnya. Namun belakangan dana dana ini
mulai dibatasi oleh berbagai kebijakan pemerintah terutama untuk sekolah dasar
dan sekolah lanjutan pertama, yang tujuannya untuk mendukung program
pemerintah mengenai wajib belajar ditingkat pendidikan dasar, tetapi dibalik
kebijakan kebijakan itu pemerintah tidak mempunyai kekuasaan untuk
menanggung semua pendanaan untuk program program suatu lembaga
pendidikan.
D.
Dana dari Sumber Lain
Dana dari sumber lain dari tiga sumber diatas, sifatnya tidak mengikat dan
lebih bersifat partisifasi sukarela seperti para alumni, infak dan sedekah dari para
dermawan, serta sumbangan badan badan usaha atau sejenisnya.
Daftar Pustaka:
Kompri. 2014. Manajemen Pendidikan 2. Bandung: CV. Alfabeta
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) Tahun 2012. http://bos.kemdikbud.go.id/home/about