Anda di halaman 1dari 9

UJIAN PERCEPATAN

LAPORAN INDIVIDU
30 JULI 2013

ROLE PLAY, LOKMIN PUSKESMAS, POA

NAMA

NURHOLIS MAJID

STAMBUK

09 777 018

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS AL-KHAIRAAT
2013

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..............................................................................................................................i
FUNGSI PUSKESMAS............................................................................................................1
AZAZ PENYELENGGARAAN PUSKESMAS......................................................................2
ROLE PLAY..............................................................................................................................4
LOKA KARYA MINI................................................................................................................4
PLAN OF ACTION...................................................................................................................6

FUNGSI PUSKESMAS
Puskesmas memiliki wilayah kerja yang meliputi satu kecamatan atau sebagian dari
kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografi dan keadaan infrastruktur
lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas. Untuk
perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang dengan unit
pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas pembantu dan puskesmas
keliling. Khusus untuk kota besar dengan jumlah penduduk satu juta jiwa atau lebih, wilayah
kerja puskesmas dapat meliputi satu kelurahan. Puskesmas di ibukota kecamatan dengan jumlah
penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan puskesmas Pembina yang berfungsi sebagai pusat
rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi.
Menurut Trihono (2005) ada 3 (tiga) fungsi puskesmas yaitu:
a. pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan yang berarti puskesmas selalu
berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor
termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga
berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Disamping itu puskesmas
aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap
program pembangunan diwilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan,
upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan.
b. Pusat pemberdayaan masyarakat berarti puskesmas selalu berupaya agar perorangan
terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha
memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat
untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan
termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan
memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan
masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi,
khususnya sosial budaya masyarakat setempat.

c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama berarti puskesmas bertanggung jawab


menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu
dan berkesinambungan.
4 AZAZ PENYELENGGARAAN PUSKESMAS
Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus
menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu.
Azas penyelenggaraan puskesmas tersebut dikembangkan dari ketiga fungsi puskesmas.
Dasar pemikirannya adalah pentingnya menerapkan prinsip dasar dari setiap fungsi puskesmas
dalam menyelenggarakan setiap upaya puskesmas, baik upaya kesehatan wajib maupun upaya
kesehatan pengembangan. Azas penyelenggaraan puskesmas yang dimaksud adalah azas
pertanggungjawaban wilayah, azas pemberdayaan masyarakat, azas keterpaduan dan azas
rujukan.
a. Azas

pertanggungjawaban

wilayah

berarti

puskesmas

bertanggung

jawab

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah


kerjanya. Untuk ini puskesmas harus melaksanakan berbagai kegiatan seperti
menggerakkan

pembangunan

berbagai

sektor

tingkat

kecamatan

sehingga

berwawasan kesehatan, memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap


kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, membina setiap upaya kesehatan strata
pertama yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya
dan menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer) secara merata dan
terjangkau di wilayah kerjanya.
b. Azas pemberdayaan masyarakat

berarti

puskesmas

wajib

memberdayakan

perorangan, keluarga dan masyarakat, agar berperan aktif dalam penyelenggaraan


setiap upaya puskesmas. Untuk itu, berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun
melalui pembentukan Badan Penyantun Puskesmas (BPP). Beberapa kegiatan yang
harus dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara
lain adalah upaya kesehatan ibu dan anak (posyandu, polindes dan bina keluarga
balita), upaya pengobatan (posyandu, pos obat desa ), upaya perbaikan gizi
(posyandu, panti pemulihan gizi, keluarga sadar gizi), upaya kesehatan sekolah
(dokter kecil, penyertaan guru dan orang tua/wali murid, saka bakti husada dan pos

kesehatan pesantren), upaya kesehatan lingkungan (kelompok pemakai air bersih, dan
desa percontohan kesehatan lingkungan), upaya kesehatan usia lanjut ( posyandu
usila dan panti werda), upaya kesehatan kerja (pos upaya kesehatan kerja), upaya
kesehatan jiwa (posyandu, tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat), upaya
pembinaan pengobatan tradisional (taman obat keluarga dan pembinaan pengobatan
tradisional) serta upaya pembinaan dan jaminan kesehatan (dana sehat, tabungan ibu
bersalin, mobilisasi dana keagamaan).
c. Azas keterpaduan untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya hasil
yang optimal, penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus diselenggarakan secara
2
terpadu, jika mungkin sejak dari tahap perencanaan. Ada dua macam keterpaduan

yang perlu diperhatikan yaitu keterpaduan lintas program dan keterpaduan lintas
sector
- Keterpaduan lintas program adalah upaya memadukan penyelenggaraan berbagai
-

upaya kesehatan yang menjadi tanggung jawab puskesmas.


keterpaduan lintas sektor merupakan upaya memadukan penyelenggaraan upaya
puskesmas (wajib, pengembangan dan inovasi) dengan berbagai program dari
sektor terkait tingkat kecamatan termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia

usaha.
d. Azas rujukan digunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama,
kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas. Padahal puskesmas berhadapan
langsung dengan masyarakat dengan berbagai permasalahan kesehatannya. Untuk
membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan tersebut dan juga
untuk meningkatkan efisiensi, maka penyelenggaraan setiap upaya puskesmas (wajib,
pengembangan dan inovasi) harus ditopang oleh azas rujukan.

1. Role Play (Memainkan Peran)

Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk


memainkan peranan.
Membuat 3 kelompok menjadi 3 PUSKESMAS, yaitu contoh:
a. Puskesmas Kota, dengan kasus DBD.
b. Puskesmas Terpencil (Gunung), dengan kasus Diare.
c. Puskesmas Kepulauan, dengan kasus Hyperbaric
Peran di 3 puskesmas dengan melakukan loka karya mini (lokmin). Kemudian
menentukan siapa yg menjadi Camat/kades, kapus, PKK, petugas puskesmas/pustu/ bides,
notulis, linsek lainnya
2. Lokakarya Mini (LokMin)
Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional, upaya kesehatan diselenggarakan melalui
upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat, dan rujukan upaya kesehatan. Puskesmas
mempunyai fungsi sebagai pusat penembangna peran serata masyarakat, pusat pembinaan
kesehatan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam rangka membina
petugas Puskesmas untuk bekerjasama dalam tim sehingga dapat melaksanakan fungsi
Puskesmas dengan baik, telah dikembangkan Lokakarya Mini Puskesmas.Lokakarya Mini
Puskesmas merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dan petugas Puskesmas dengan
sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan
Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi
Puskesmas. Ditinjau dari fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (P1), Penggerakan
Pelaksanaan (P2) dan Pengawasan Pengendalian Penilaian (P3) maka Lokakarya Mini
Puskesmas merupakan penerapan Penggerakan Pelaksana (P2).
a. Tempat Kegiatan
Lokakarya Mini Puskesmas diadakan di Aula Puskesmas
b. Tujuan Kegiatan
Tujuan Umum
Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggerakan pelaksanaan Puskesmas,
bekerjasama dalam tim dan membia kerja sama lintas program serta lintas sektoral.
Tujuan Khusus
a) Tergalangnya kerjasama dalam tim antar tenaga Puskesmas dan terlaksa
b) Terselenggaranya lokakarya bulanan antar tenaga Puskesmas dalam rangka
4
pemantauan hasil kerja tenaga Puskesmas dengan cara membandingkan rencana
kerja bulan lalu dari setiap petugas dengan hasil kegiatannya dan membandingkan

cakupan kegiatan dari daerah binaan dengan targetnya serta teersusunnya rencana
kerja bulan berikutnya.
c) Tergalangnya kerjasama

lintas

sektoral

dalam

rangka

pembinaan

dan

pengembangan peran serta masyarakat secara terpadu.


d) Terselenggaranya lokakarya tribulanan lintas sektoral dalam ranngka mengkaji
kegiatan kerjasama lintas sektoral dan tersusunnya rencana kerja tribulan
berikutnya.
c. Manfaat
Manfaat : Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakuakan pada bulan lalu dan untuk
merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.
d. Penggalangan / peningkatan kerjasama dalam Tim.
Lokakarya yang pada dasarnya dilaksanakan setahun sekali dilingkungan Puskesmas
sendiri, dalam rangka meningkatkan kerjasama antar petugas Puskesmas untuk
meningkatkan fungsi Puskesmas.
e. Lokakarya Bulanan Puskesmas.
Sebagai tidak lanjut lokakarya pengggalangan / peningkatan kerjasama dalam Tim,
setiap awal bulan berikutnya diadakan pertemuan antar tenaga Puskesmas untuk
membandingkan rencana kerja bulan yang lalu dengan hasil kegiatan serta cakupan
daerah binaan. Bilaman dijumpai masalah, dibahas dan dipecahkan bersama, serta
kemudian menyusun rencana kerja bulan berikutnya bagi setiap tenaga.
f. Penggalangan / peningkatan kerja sama lintas sektoral.
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-sektor yang
bersangkutan diperlukan penggalangan kerjasama lintas sektor, yang dilaksanakan
dalam satu pertemuan setahun sekali. Untuk itu perlu dijelasklan manfaat bersama dari
upaya pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan bagi sektor-sektor
yang bersangkutan. Sebagai hasil pertemuan adalah kesepakatan rencana kerja lintas
sektoral dalam membina dan mengembanngkan peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan. Khususnya dalam rangka peningkatan kesejahteraan ibu dan kelangsungan
5
hidup anak.
g. Harapan
Peningkatan pelayanan kesehatan, laporan kegiatan tepat waktu
3. PLAN OF ACTION (POA)
Suatu program kerja dalam suatu unit memerlukan suatu perencanaan yang baik dan
terperinci agar proses tersebut dapat berjalan lancar, hasil yang tercapai maksimal, evaluasi dapat
diarahkan untuk mengetahui hasilnya, dan dapat dimanfaatkan untuk bahan pengembangan lebih

lanjut. Tanpa perencanaan yang baik maka suatu program akan sering mengalami hambatan
sehingga hasil yang dicapai tidak akan maksimal.
Dalam suatu POA , harus terdapat rincian dari kegiatan yang akan dilaksanakan, agar para
petugas pelaksana (provider) mengetahui apa yang harus dikerjakan, bagaimana prosesnya, dan
kapan program kerja tersebut dilaksanakan. Jadi pada prinsipnya POA adalah rencana program
kerja yang ditetapkan secara umum.
POA dalam pengertian POA Puskesmas adalah kumpulan dari beberapa kegiatan yang sudah
jelas tujuan, sasaran dan target yang ingin capai, penggunaan biaya, waktu pelaksana kegiatan
dan petugas yang melaksanakan kegiatannya, dapat disusun pertahun, perenam bulan, per
tigabulanan ataupun perbulannya. POA yang baik terlihat dari tujuan, sasaran dan target yang
dibuat. Harus jelas, terukur dan spesifik Misalnya, kegiatan : Pengadaan biaya transportasi untuk
staff puskesmas untuk kunjungan posyandu di daerah terpencil dan kunjungan rumah bagi anak
yang belum diimunisasi. Tujuan, sasaran dan targetnya adalah mendapatkan 20 bayi dan 5 ibu
hamil dari 50 bayi dan 10 ibu hamil untuk diimunisasi di Desa A dan Desa B bulan April 2011.
Sedangkan KAK dalam pengertian KAK Kegiatan Puskesmas adalah Kerangka Acuan Kerja
Kegiatan-Kegiatan yang terdapat dalam POA yang telah disusun oleh Puskesmas.
Penyusunan POA hal hal yang harus terpenuhi dalam penyusunan POA yaitu : Apa
yang harus dilakukan? Masalah apa yang dihadapi ( identifikasi masalah ) Apa tujuan akhir dari
rencana program tersebut sesuai dengan masalah yang ada ( tujuan umum ? Jenis kegiatan apa
yang akan dilaksanakan ? Apa tujuan tiap tiap kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menapai
tujuan akhir tersebut (tujuan khusus)? Bagaimana program tersebut dilaksanakan? Metoda dan
teknik apa yang digunakan untuk melaksanakan tiap tiap kegiatan; bagaimana urutan kegiatan
tersebut dalam pelaksanaannya, sehingga sampai pada tujuan akhir kerja. Siapa yang
6
melaksanakan dan siapa sasarannya. Sarana apa saja yang diperlukan untuk melaksanakan
kegiatan tersebut (man, money, material) kapan dan berapa lama kegiatan tersebut dilaksanakan
( jadwal kegiatan) Evaluasi (apa dan bagaimana).
Secara sederhana terdiri dari :
1.

Nama Kegiatan.

2.

Input Kegiatan

3.

Proses Kegiatan

4.

Output Kegiatan

5.

Penanggung Jawab Kegiatan

6.

Pelaksana Kegiatan

7.

Lokasi Kegiatan

8.

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

9.

Uraian penggunaan dana kegiatannya

10.

Dan Rencana Tindak lanjut dari kegiatan yang akan dilaksanakan.

11.

SPJ (Surat-Surat Pertanggung Jawab) Kegiatan yang akan dilaksanakan

Dalam proses Pembuatan Kerangka Acuan Kerja ini, dapat dibuat sesederhanakan mungkin,
namun tidak menghilangkan subtansi dari Kerangka Acuan Kerja suatu kegiatan yang akan
dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.