Anda di halaman 1dari 4

Kelelahan Otot Saraf pada Orang

F9

Kelompok F9
Ketua kelompok : Beatrice Elian Thongantoro 102012160

_____________

Anggota Kelompok
Nurfitri

102011328

_____________

Theresia

102012165

_____________

Mohammad Tri Sudiro

102012178

_____________

Riama Sihombing

102012185

_____________

Sunny

102012325

_____________

Orlando

102012430

_____________

Jose Talitha

102012457

_____________

Kelelahan Otot Saraf pada Orang


Tujuan
Untuk mengetahui tingkat kelelahan otot pada seseorang ketika melakukan suatu aktivitas

Alat dan Bahan :


1.
2.
3.
4.

Kimograf + kertas + perekat


Manset sfigmomanometer
Erograf
Metronome (frekuensi 1 detik)

Cara Kerja
I.

II.

III.

Kerja Steady State


1. Pasang semua alat sesuai dengan gambar
2. Sambil dicatat lakukan satu tarikan tiap 4 detik menurut irama alat yang
diperdengarkan di ruang praktikum sampa putaran tromol. Setiap kali setelah
melakukan tarikan, lepaskan segera jari saudara dari pelatuk sehingga kembali ke
tempat semula.
Pengaruh Gangguan Peredaran Darah
1. Pasang manset sfigmomanometer pada lengan atas kanan orang percobaan yang sama
(sub.I)
2. Sebagai latihan lakukan beberapa kali oklusi pembulu darah lengan atas dengan jalan
memompa manset dengan cepat sampai denyut nadi arteri radialis tak teraba lagi.
3. Dengan manset tetap terpasang tetapi tanpa oklusi, lakukan 12 kali tarikan dengan
frekuensi satu tarikan tiap 4 detik sambil dicatat pada kimograf.
4. Tanpa menghentikan tromol pada tarikan ke-13, mulailah memompa manset dengan
cepat sampai denyut nadi arteri radialis tidak teraba lagi. Selama pemompaan orang
percobaan tetap melakukan latihan.
5. Berilah tanda pada kurve oada saat denyut nadi arteri radialis tidak teraba lagi.
6. Setelag terjadi kelelahan total, turunkan tekanan di manset sehingga peredaran darah
pulih kembali
7. Dengan frekuensi yang sama teruskan tarikan dan pencatatann sehingga pengaruh
faktor oklusi tidak terlihat lagi.
Pengaruh Istirahat dan Massage
1. Latihan ini dilakukan dengan orang percobaan lain
2. Besarkan beban erograf sampai hamper maksimal
3. Sambil dicatat lakukan satu tarikan tiap 1 detik sampai terjadi kelelahan total,
kemudian hentikkan tromol.

IV.

4. Berilah istirahat selama 2 menit. Selama istirahat, lengan tetap dibiarkan diatas meja.
5. Setelah tromol diputar dengan tangan sepanjang 2 cm, jalankan kimograf dan
lakukan kembalu tarikan dengan frekuensi dan beban yang sama sampai terjadi
kelelahan total, kemudian hentikkan tromol.
6. Berilah istirahat selama 2 menit lagi. Selama masa istirahat ini lakukanlah massage
pada lengan OP. massage dengan cara mengurut dengan tekanan kuat ke araf perifer,
kemudian dengan tekanan ringan kea rah jantung. Massage dilakukan dari fossa cubiti
hingga ujung jari.
7. Setelah tromol diputar dengan tangan sepanjang 2 cm, jalankan kimograf dan
lakukan kembali seperti ad.5.
8. Bandingkan ke 3 erogram yang saudara peredeh dan berusahala menganalisisnya.
Rasa Nyeri, Perubahan Warna dan Suhu Kulit Akibat Iskemia
1. Latihan ini dilakukan pada orang percobaan lain dan tanpa pencatatatn erogram.
2. Pasanglah manset pada lengan atas kanan OP dan berikan pembebanan yang cukup
berat sehingga penarikan hanya akan memperlihatkan penyimpagan ujung pencatat
yang kecil saja.
3. Perhatikan suhu dan warna kulit lengan bawah kanan OP.
4. Lakukan satu tarikan tiap satu detik sambil diadakan oklusi sehingga terjadi kelelahan
total atau sampai terjadi rasa sakit yang tak tertahan.
5. Hentikan tidakan oklusi segeran setelah OP merasa nyeri yang hebat sekali.
Perhatikan suhu dan warna kulit lengan bawah kanan OP.