Anda di halaman 1dari 30

Manusia Makhluk sosial saling

ketergantungan, untuk memenuhi kebutuhan


hidupnya ada hub dg lingk sosial
Hubungan sosial memuaskan bila:
Individu terlibat aktif
Peran serta yg tinggi
Respon lingk yg positif

Rasa memiliki
Kerja sama me
Hubungan yg baik

a. Bayi

Pemenuhan kebutuhan melalui ketergantungan


pada org lain dan respon lingk yg sesuai
percaya diri Bila gagal tdk percaya diri
menarik diri
b. Prasekolah

Hubungan sosial di luar lingk keluarga perlu


dukungan keluarga otonomi mampu u/
menjalin hub interdependen
gagal: ragu, takut salah, pesimis, tdk mandiri

c.

Anak Sekolah
Mulai mengenal kerja sama, kompetisi,
kompromi, konflik.
Teman & org di luar keluarga spt guru sbg
suport sistem

d.

Remaja
Mengembangkan hub intim dg sebaya
sahabat (sgt tergantung dg tmn)
Bia gagal: ragu terhadap identitas, rasa
percaya diri

e.

Dewasa Muda
Mempertahankan hub interdependen dg ortu & teman
sebaya
gagal: putus asa thd karir, menghindari hub intim

f.

Dewasa tengah
Pisah tempet tinggal dg ortu menikah
mengembangkan hub & dukungan baru
gagal: produktivitas & kreativitas < perhatian thd org
lain <

g.

Dewasa lanjut
Kehilangan teman hidup, fungsi fisik, menerima
kehilangan (+), support sistem (+) dapat menghadapi
kehilangan
Gagal: Perilaku menarik diri

Gangguan
hub
sosial ??

suatu gangguan
kepribadian,
mengganggu
seseorang dalam
hub sosialnya.

Respon Adatif

Respon maladatif

Menyendiri (solitute) Merasa sendiri


Otonomi
Manipulasi
Interdependen
Curiga

Merasa sunyi
(loneliness)
Pemerasan (eksploitasi)
Paranoid

Solitute:
Cara evaluasi diri u/ menentukan langkah
berikutnya
Otonomi:
Kemampuan menentukan ide pikiran, perasaan
Interpenden:
Saling ketergantungan

Kurang spontan
Apatis
Ekspresi wajah kurang berseri
Perawatan diri <
Komunikasi verbal
Mengisolasi diri

Aktivitas me
Energi <
Harga diri <

Postur tubuh berubah sikap foetus

Menarik diri:
Menemukan kesulitan dlm membina hub secara
terbuka dg org lain

Ketergantungan (dependen):
Gagal mengembangkan rasa percaya diri/
kemampuan utk berfungsi dg sukses

Manipulasi:
Menganggap org lain sebagai obyek.
Gagal membina hub sosial secara dalam

Curiga:
Gagal mengembangkan rasa percaya (basic trust)
dengan orang lain)

1.

Faktor Tumbang
Bila tugas-tugas dalam fase perkembangan
tdk terpenuhi akan menghambat fase
perkembangan selanjutnya
Contoh: pada fase oral pembentukan
rasa saling percaya gagal curiga

2.

Faktor komunikasi dlm keluarga:


Double blind: seorang anggota keluarga dlm

waktu bersamaan menerima pesan saling


bertentangan
Ekspresi emosi yg tinggi

3.

Faktor sosial budaya


Isolasi sosial/ mengasingkan diri dari lingk

sosial akibat norma-norma yg dianut


keluarga slh
Contoh:
Anggota keluarga yg tdk produktif diasingkan
dari lingk sosialnya.
Harapan dlm hub sosial dg org lain
4.

Faktor Biologis
Faktor keturunan
Organ tubuh yg mengaami perubahan

pada kien schizophrenia struktur otak


abnormal: atrofi

Faktor eksternal dan internal


a) Sterssor Sosial budaya: berpisah dg org
yg berarti
b) Faktor hormonal
c) Hipotesa virus: Virus HIV tingkah laku
psikotik
d) Hipotesa biological lingk sosial ambang
toleransi tubuh thd stress saat terjadi
interaksi stressor dg lingk
e) Stressor psikologik: Cemas berat

a.

TL sehubungan dg Curiga

b.

Tdk mampu mempercayai org lain


Bermusuhan
Mengisolasi diri
Paranoid

TL Manipulasi

Ekspresi perasaan tdk lgsg dg tujuan


Kurang asertif
Mengisolasi diri
Harga diri rendah
Sangat tergantung dg org lain

c.

TL borderline Personality

d.

Percobaan bunuh diri manipulatif


Tdk tahan dg kesendirian
Suasana hati negatif
Tingkah laku impusif
Prestasi rendah
Ambivalen

TL menarik diri

Apatis
Ekspresi wajah tdk berseri
Personal hygine <
Komunikasi verbal
Mengisolasi diri
Tdk menyadari lingk sekitar
Intake makanan atau minuman terganggu
Retensi urine/ feces
Aktifitas
Energi <
Postur tubuh berubah

Curiga: regresi, proyeksi, represi


Dependen: reaksi formasi, regresi
Manipulatif: regresi, represi, isolasi
Menarik diri: regresi, represi, isolasi
Borderline: reaksi formasi, proyeksi
Personality: isolasi, idealisasi
Schizophrenia: Displacemen, proyeksi,
isolasi, depresi, regresi

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tdk efektifnya koping individu b.d kurang


percaya dg org lain
Isolasi sosial b.d tdk mampu menerima
kelemahan org lain
Menarik diri b.d waham curiga
Gangguan hubungan sosial b.d tingkah
laku manipulatif
Potensial amuk b.d tingkah laku yg
impulsif
Potensial trauma b.d waham curiga

u/
menumbuhkan
perasaan yg
menyenangkan
dlm hub
interpersonal
yg maksimal

Me tingkat kecemasan
dalam hubungan
interpersonal

Memberikan dukungan sikap tentang


interaksi dg pasien
Me rangsangan eksternal
Menerangkan tentang prosedur & kajadian
Mengenal TL mekanisme pertahanan diri,
waham, halusinasi
Bantu menggunakan koping yg adekuat
Ajarkan teknik me kecemasan:
Tekhnik reaksasi
Aktifitas fisik

Anjurkan pasien meningkatkan kontrol diri


& lindungi pasien dari TL impulsif
Hargai kebutuhan pasien utk mengontrol
jarak pribadi
Kaji, makan-tidur, eliminasi & kebiasaan
personal hygiene
Kenali makanan & minuman yang disukai
pasien

Pasien menarik diri

Memperhatikan keb dasar fisiologis


Berikan kegiatan secara bertahap
Batasi pilihan
Harapan komunikasi jelas

Pasien Curiga

Menetapkan hub saling percaya


Rencanakan kontak singkat
Perhatikan keb fisiologis
Hargai pribadi pasien
Batasi tim perawatan
Harapan tetapkan bersama pasien
Libatkan pasien dlm rencana
Observasi cermat
Melindungi hak pasien bila menolak pengobatan/
perawat

Gangguan Komunikasi
Mendengar dg teliti
Menghindari salah interprestasi
Mempertahankan komunikasi verbal & non verbal
Memberikan umpan balik tentang TL pasien
Orientasikan pada realita
Hindari mendukung halusinasi

Pasien Dependen

Membantu pasien u/ mengenal permasalahannya


Menganjurkan u/ menolong dirinya sendiri
Menghindari pujian dan TL dependen
Tetapkan jadwal kontak dg pasien

Pasien Manipulatif
Libatkan orang-orang berarti bagi pasien
Lindungi pasien dari ancaman diri sendiri
Batasi kontak
Tindakan kep terstruktur
Membantu pasien mengenal perasaannya
Tindakan keperawatan fokuskan pada

kekuatan pasien
Berpedoman pada respon TL pasien

Pasien mengadakan hub interpersonal


yg efektif
Tingkah laku pasien menunjukkan
kemampuan u/ mengadakan hub
interpersonal
Pasien menggunakan koping yg
adekuat

Anda mungkin juga menyukai