Anda di halaman 1dari 20
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
 

BAB 5

  • 5.1 Parameter dan Batasan

 
  • 5.2 Teknologi Logika

TEKNOLOGI LOGIKA

  • 5.3 Ambang Logika

  • 5.4 Logika Bipolar

 
  • 5.5 Jenis Tunda Propagasi

  • 5.6 Ringkasan

  • 5.7 Latihan Soal

  • 5.8 Referensi

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

BAB 5

TEKNOLOGI LOGIKA

Deskripsi Singkat

Dalam bab ini mempelajari tentang teknologi yang digunakan pengemasan IC pada famili SSI dan MSI, parameter dan batasan, teknologi logika, ambang logika, logika bipolar,dan jenis tunda propagasi.

Kompetensi Mahasiswa

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :

  • 1. Menjelaskan teknologi yang digunakan untuk pengemasan IC pada famili SSI dan MSI,

  • 2. Mengetahui parameter dan batasan,

  • 3. Menjelaskan teknologi logika,

  • 4. Menjelaskan ambang logika,

  • 5. Menjelaskan logika bipolar, dan

  • 6. Mengetahui jenis tunda propogasi.

5.1 PARAMETER DAN BATASAN

Komponen-komponen logika yakni gerbang-gerbang dan memori biasanya dikemas pada sebuah IC (integrated circuit) ataupun chip. Dua teknologi dasar dalam IC digital adalah bipolar dan MOSFET (metal oxide semi konduktor field effect transistor). Suatu keluarga digital merupakan komponen yang kompatibel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Desain yang digunakan pada masalalu adalah DTL yang memakai dioda dan transistor.Desain TTL yang menggunakan transistor saat ini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI.Sedangkan ECL merupakan keluarga logika tercepat yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

  • - SSI (Small Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 1-10 gerbang

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
  • - MSI (Medium Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari

10-100 gerbang

 
  • - LSI (Large Scale Integrated) Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 100-

100.000 gerbang

 
  • - (Very

VLSI

Large

Scale

Integrated)

Teknologi

kepadatan

IC

yang

terdiridari 100.000 gerbanglebihdalamsetiapserpih

Seperti piranti-piranti yang lain, gerbang mempunyai parameter atau sifat dan batasan yang menentukan jenis penggunaan dan aplikasinya. Beberapa parameter di antaranya adalah:

  • 1. Desipasi daya (power dissipation) adalah daya yang dikonsumsi oleh suatu gerbang apabila gerbang tersebut secara penuh digerakkan oleh masukannya. Ada dua macam desipasi daya, sebagaiberikut :

    • a) Desipasi daya statik didefinisikan sebagai daya yang didesipasikan oleh gerbang jika tidak ada proses perubahan (switching). Desipasi daya ini disebabkan oleh adanya hubungan pada rangkaian gerbang ke catu daya dan ground pada saat keluaran tinggi atau rendah.

    • b) Desipasi daya dinamik didefinisikan sebagai daya yang didesipasikan oleh gerbang jika ada proses perubahan. Hal ini terjadi karena transistor beroperasi dari catu daya V DD dan mengisi kapasitor beban.

TEKNIK DIGITAL - MSI ( Medium Scale Integrated )  Teknologi kepadatan IC yang terdiridari 10-100

…………………………… (5.1) ..

Rumus dari desipasi daya: ket : f = frekuensi Persamaan di atas diturunkan dengan asumsi bahwa keluaran rendah = 0 V dan keluaran tinggi = V DD.

  • 2. Fan in adalah cacah gerbang logika serupa yang dapat dihubungkan kemasukan tanpa menimbulkan penurunan aras tegangan.

  • 3. Fan out adalah cacah gerbang logika serupa yang bisa dioperasikan oleh sebuah gerbang tanpa menyebabkan penurunan aras tegangan pada gerbang tersebut.

  • 4. Kecepatan dinyatakan sebagai waktu tunda yang dialami oleh pulsa masukan. Waktu tunda ini sering disebut sebagai tunda propogasi (propogation delay). Kinerja dinamik dari jenis rangkaian logika ditentukan oleh waktu tunda propagasi dari inverter dasarnya.t PLH adalah waktu tunda propagasi dari

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

masukan logika rendah ke keluaran logika tinggi.t PHL adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika tinggi ke keluaran logika rendah. tp ≡ ½ (t PLH + t PHL )…………………………(5.2) Makin pendek waktu tunda propagasi, makin tinggi kecepatan operasi jenis rangkaian logika.Tunda propogasi adalah selisih waktu antara diberikannya pulsa masukan ke piranti logika dan perubahan keadaan logika yang terjadi pada keluaran.

TEKNIK DIGITAL masukan logika rendah ke keluaran logika tinggi.t adalah waktu tunda propagasi dari masukan logika

Gambar 5.1 Definisi dari waktu tunda propagasi dan waktu perubahan (switching times) dari sebuah inverter. [4].

5. Kekebalan derau (noise immunity) adalah tegangan derau maksimum yang diperbolehkan pada masukan tanpa menyebabkan perubahan pada keluaran. Derau digunakan untuk menunjuk pada semua isyarat yang tidak diinginkan, misalnya hum, transients dan glitches. Ada dua jenis kekebalan derau:

kekebalan derau rendah (low-noise immunity, LNI) jika masukan pada logika 0, dan kekebalan derau tinngi (high-noise immunity, HNI) jika masukan pada logika 1. Masukan logika 1 lebih tahan terhadap derau disbanding logika 0. Ambang derau (noise margin) adalah amplitude dari pulsa derau yang dapat menyebabkan perubahan aras logika, dan biasanya diberitahukan oleh pabrik pembuat IC tersebut.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Gambar 5.2 Voltage Transfer Characteristik (VTC) sebuah inverter.[4]. Operasi static dari jenis rangkaian logika ditentukan karakteristiknya oleh karakteristik voltage transfer characteristik (VTC) dari inverter dasarnya. Pada

VTC terdapat 4 parameter, V OH , V OL , V IH dan V IL . V IH dan V IL didefinisikan sebagai titik di mana arah kemiringan kurva = -1.

  • - V M didefinisikan sebagai tegangan ambang di mana v O = v I .

  • - V IL adalah harga maksimum sinyal masukan v i yang masih dianggap oleh inverter sebagai logika 0.

  • - V IH adalah harga minimum sinyal masukan v i yang masih dianggap oleh inverter sebagai logika 1.

  • - V OH adalah harga sinyal keluaran logika 1

  • - V OL adalah harga sinyal keluaran logika 0

Ketahanan (robustness) dari

jenis

rangkaian

logika

ditentukan

oleh

kemampuannya untuk menolak derau yang dinyatakan dengan ‘noise margin’. NM H ≡ V OH – V IH NM L ≡ V IL – V OL

Sebuah inverter yang ideal mempunyai:

NM H = NM L = V DD /2 V M = V DD /2……… ................................................................................(5.3) 5.2 TEKNOLOGI LOGIKA

Elemen-elemen logika dapat dikelompokkan menjadi dua,yaitu elemen- elemen yang menggunakan semikonduktor bipolar dan elemen-elemen yang menggunakan teknologi MOS (metal-oxide silicon). RTL (resistor-transistor logic) dan TTL (transistor-transistor logic) termasuk dalam kategori bipolar. Tipe MOS menggunakan field-effect transistor dan termasuk di dalamnya adalah p- channel (pMOS), n-channel(nMOS) dan complementary (CMOS).

Dua teknologi dasar dalam industry IC digital adalah bipolar pada suatu serpih (chip), dan yang kedua adalah MOSFET. Teknologi bipolar lebih cocok untuk produksi SSI dan MSI yang lebih cepat operasinya. Teknologi MOS mendominasi bidang SSI sebab dengan ini jumlah MOSFET yang lebih besar

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

dapat dikemas dalam ukuran serpih yang sama, selain itu kebutuhan daya yang sangat rendah memberikan keunggulan tersendiri bagi CMOS.

Suatu keluarga digital merupakan sekelompok piranti kompitabel dengan tingkat logika dan catu tegangan yang sama. Kompatibel berarti kita dapat menyambung keluaran suatu piranti tertentu dengan masukan piranti yang lain. Kompabilitas ini memungkinkan aneka kombinasi yang berbeda dalam jumlah besar. DTL memakai diode dan transistor. Desain yang pernah menjadi popular ini sekarang menjadi using. TTL hampir semata-mata menggunakan transistor, dan kini menjadi keluarga yang paling popular dalam serpih SSI dan MSI. ECL merupakan keluarga logika tercepat yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Teknologi logika memiliki pembagian dalam tingkat keterpaduan. Keterpaduan skala kecil (Small Scale Intergration atau SSI ) adalah teknologi kepadatan IC yang didalamnya dapat terdiri dari 1 hingga 10 gerbang dalam setiap serpihnya (kemasannya). Keterpaduan skala menengah (Medium Scale Intergration atau MSI) berarti teknologi kepadatan IC yang di dalamnya terdiri dari 10 hingga 100 gerbang dalam satu serpih. Keterpaduan skala besar (Large Scale Intergration atau LSI) berarti teknologi kepadatan IC yang di dalamnya terdiri dari 100 hingga 100.000 gerbang dalam setiap serpih.

Terakhir keterpaduan skala sangat besar (Very Large Scale Intergration atau VLSI) berarti teknologi kepadatan IC yang didalamnya terdiri lebih dari 100.000 gerbang lebih dalam setiap serpih. Pada tahun 1995, IC VLSI rata-rata terdiri dari 5.500.000 transistor.

Keluarga Logika Resistor Transistor atau Resistor Transistor Logic (RTL)

Keluarga RTL ini adalah bentuk rangkaian Logika yang pertama kali diperkenalkan. Fan-out dari RTL tidak lebih daripada 5. Gerbang NOR merupakan contoh dari RTL. Rangkaian ini terdiri dari dua resistor masukkan, yaiu masukkan A dan masukkan B, sebuah tahanan kolektor Rc, dan sebuah transistor yang berfungsi sebagai saklar.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Perhatikan Gambar gerbang logika NOR 5.3 yang menjelaskan langkah-langkah menggunakannya. Prinsip Kerja:

Keluarga Y akan menjadi Tinggi (1) hanya jika kedua masukkannya, yaitu A dan B, berada pada logika 0.

Rangkaian RTL telah tersedia untuk berbagai macam gerbang logika. Tetapi karena kecepatannya yang rendah (mili detik), keluarga RTL ini segera digeser oleh keluarga DTL yang lebih maju. Dan keluarga RTL sekarang telah menjadi using, karena orang jarang memakainya lagi.

TEKNIK DIGITAL Perhatikan Gambar gerbang logika NOR 5.3 yang menjelaskan langkah-langkah menggunakannya. Prinsip Kerja: Keluarga Y

Gambar 5.3 Gerbang logika NOR [2].

Keluarga Logika Dioda Transistor atau Diode Transistor Logic (DTL)

Keluarga DTL merupakan keluarga piranti digital yang lebih canggih dan lebih cepat daripada keluarga RTL. Karena arus yang menyertai perubahan keadaan logika transistor mengalir melalui hambatan maju yang lebih rendah daripada diode (tahanan diode atau tahanan Bulk), bukan melalui hambatan seri yang lebih tinggi pada operasi RTL, Fan-out untuk DTL tertinggi adalah 6. Sedangkan fan-in nya 6

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Logika DTL ini secara relative adalah lambat (waktu tundaan penjalaran atau propagasinya sekitar 30 nanodetik). Keluarga DTL pada keluarannya masih mengandung desah atau derau sebesar 1,2 Volt. Sedangkan disipasi daya per gerbangnya adalah 11 mW.

Keluarga

Logika

Transistor-Transistor

atau

Transistor-Transistor

Logic

(TTL)

Keterbatasan keluarga DTL mendorong orang untuk menciptakan suatu piranti digital dengan teknologi yang lebih baik. Piranti digital TTL merupakan hasil pengembangan dari DTL. Keluarga TTL, jauh lebih cepat, pemakaian dayanya lebih hemat, dan kebal derau.

IC standar keluarga TTL atau biasa di beri notasi 74XX. TTL dikembangkan melewati beberapa tahapan sejak munculnya DTL. Sepanjang waktu tersebut, kemajuan yang diperolehnya dapat membuatnya mengurangi waktu tunda bagian dalam (internal time delay) dan konsumsi daya. Pada waktu yang sama setiap pabrik pembuat telah memperkenalkan serpih (chip) dengan fungsi dan aplikasi terbaru.

5.3 AMBANG LOGIKA

Elemen logika mempunyai dua keadaan: logika 0 dinyatakan sebagai aras tegangan rendah, biasanya 0 Volt, dan logika 1 dinyatakan sebagai aras tegangan positif untuk logika positif (dan arus tegangan negative untuk logika negatif). Aras tegangan yang digunakan untuk menyatakan logika 1 bergantung pada teknologi yang digunakan.Untuk teknologi bipolar logika 1 dinyatakan sebaga iaras tegangan 5 Volt, dan untuk MOS, logika 1 dinyatakan sebagai aras tegangan antara 3 Volt sampai 15 Volt.

Dalam praktek, terdapat dua tegangan ambang untuk masing-masing aras logika. Ambang logika 1 adalah tegangan atas dimana logika 1 dikenali, dan ambang logika 0 adalah tegangan bawah dimana logika 0 dikenali. Tegangan

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

ambang logika pada saat elemen logika memberikan respons untuk teknologi bipolar (misalnya TTL) adalah

Logika 1, ambang = 2 Volt (atau 2,4 Volt dengan batas derau sampai 0,4 Volt)

Logika 0, ambang = 0,8 Volt (atau 0,4 Volt dengan batas deraus ampai 0,4 Volt),

Dan untuk teknologi MOS (misalnya CMOS)

logika 1, ambang = 0,7 X tegangancatu V DD

logika 0, ambang = 0,3 X tegangancatu V DD

Aras logika antara dua tegangan ambang (bipolar 0,8-2 Volt; MOS 0,3 V DD -0,7 V DD ) tidak terdefinisikan, bukan logika 1 atau logika 0.

Keluarga TTL (Transistor-transistor Logic) memiliki keuntungan yaitu, sebagai berikut :

  • a. Jauh lebih cepat, pemakaian daya hemat dan kebal derau, tidak mahal dan mudah digunakan.

Dan ciri lainnya dari keluarga TTL (Transistor-transistor Logic) adalah Transistor bipolar dapat digunakan dalam dua cara yaitu mode jenuh dan mode tidak jenuh yang diibaratkan sebagai saklar (switch) dan biasanya diberinotasi 74XX.

TEKNIK DIGITAL ambang logika pada saat elemen logika memberikan respons untuk teknologi bipolar (misalnya TTL) adalah
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Gambar 5.4 Logika NAND dari TTL [3].

Jika kedua masukan atau salah satu masukannya dalam keadaan 0, maka Tr1 akan aktif (on) dan tegangan pada kaki basis nya sebesar 1 V, tegangan itu akan melewati dioda Ds dan tegangan menjadi berkurang 1v-0,7v =0,3 v. Tegangan 0,3 v tidak cukup untuk mengaktifkan Tr2, sehingga Tr2 OFF. Tr2 menjadi inverter yang menghasilkan out 1.Tegangan output yang dihasilkan oleh Tr2 sebesar 3,4 volt.

TEKNIK DIGITAL Gambar 5.4 Logika NAND dari TTL [3]. Jika kedua masukan atau salah satu masukannya

Gambar 5.5.Gerbang Logika CMOS dan Tabel [3].

Konfigurasi Inverter CMOS.Dengan tegangan masukanV in =1, MOSFET saluran N adalah on dan MOSFET saluran P adalah off, sedangkan tegangan keluarannyaV out =0. Begitu juga sebaliknya.V out =V in .

5.4 LOGIKA BIPOLAR

Logika bipolar menggunakan transistor bipolar untuk menghasilkan sejumlah fungsi-fungsi logika. Transistor bipolar dapat digunakan dalam dua cara: mode jenuh dan mode tak jenuh.

Dalam mode jenuh, transistor digunakan sebagai saklar. Pada saat sambungan basis-emitor (b-e) mempunyai prasikap maju, arus kolektor mengalir seperti terlihat pada Gambar 5.6 (a). jika parameter transistor dan nilai R 1 dan R 2 dipilih dengan tepat, transistor dapat di buat jenuh pada saat arus kolektor maksimum.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Pada saat jenuh, potensial emitter kolektor V CE(jenuh) adalah antara 0.1 – 0.2 V dan transistor berfungsi sebagai piranti hubung singkat semu. Jika sambungan b-e berprasikap balik (Gambar 5.6 (b)) transistor mati, dan kolektor mempunyai tegangan catu V CC (5 V).

TEKNIK DIGITAL Pada saat jenuh, potensial emitter kolektor V adalah antara 0.1 – 0.2 V dan

Gambar 5.6. (a) Transistor jenuh, dan (b) Transistor cut-off [6].

Keuntungan dari penggunaan mode jenuh adalah konsumsi dayanya rendah. Tetapi mode ini akan mengalami gangguan jika tunda propogasinya panjang. Gambar 5.8 menunjukkan tanggapan tegangan keluaran kolektor V CE suatu transistor terhadap gelombang pulsa masukan ideal. Dari gambar tersebut dapat dilihat, bahwa tegangan kolektor tidak langsung memberikan tanggapan terhadap gelombang masukan, tetapi akan tampak adanya waktu tunda atau tunda propogasi.

Bipolar merupakan salah satu teknologi dasar dalam IC digital. BJT (Bipolar Junction Transistor) adalah elemen pensaklaran aktif yang digunakan dalam rangkaian TTL. Dua jenis rangkalain logika yang berdasarkan BJT: TTL dan ECL.

a. TTL

Sebelum era VLSI, TTL banyak digunakan.Sekarang TTL muncul kembali

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

dengan daya yang rendah dan kecepatan yang tinggi. Kecepatan tinggi diperoleh dengan mencegah BJT memasuki daerah jenuh. Jenis TTL ini menggunakan dioda Schottky, sehingga disebut Schottky TTL. ECL ECL (Emiter Couple - Transistor Logic) dibuat berdasarkan implementasi ‘current-switch’ pada inverter. Elemen dasarnya adalah penguat differential. Pada operasi ECL ini, keadaan jenuh selalu dihindari sehingga menghasilkan kecepatan operasi yang tinggi. ECL merupakan rangkaian logika tercepat, banyak digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

b.

Emitter Couple Transistor Logic (ECL)

ECL adalah jenis rangkaian logika yang paling cepat. Kecepatan yang tinggi ini diperoleh dengan,:

  • a. mencegah semua transistor memasuki daerah jenuh untuk mencegah waktu tunda penyimpanan.

  • b. menjaga simpangan logika yang relatif kecil (kira-kira 0,8 V atau kurang) → mengurangi waktu pengisian atau pengosongan kapasitansi beban atau kapasitansi parasitik lainnya.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

ECL berdasarkan pada penggunaan saklar kendali arus yang realisasinya menggunakan pasangan differential seperti yang terlihat pada gambar 5.7.

TEKNIK DIGITAL ECL berdasarkan pada penggunaan saklar kendali arus yang realisasinya menggunakan pasangan differential seperti yang

Gambar 5.7 Gambar Elemen dasar dari ECL yaitu pasangan differential.

[3].

Pasangan transistor di-bias dengan sumber arus yang konstan I,dan satu sisi dihubungkan dengan sumber tegangan rujukan V R . Arus I dapat diarahkan ke Q 1 atau Q 2 di bawah kendali sinyal masukan v I .

Jika v I > V R sebanyak 4V T (≈ 100 mV), hampir semua arus I melalui Q 1 . Untuk α ≈ 1, v O1 = V CC – IR C . Pada saat yang sama arus yang melalui Q 2 hampir nol, sehingga v O2 = V CC .

Sebaliknya, jika v I < V R sebanyak 4V T , hampir semua arus melalui Q 2 dan arus yang melalui Q 1 hampir nol, sehingga v O1 = V CC dan v O2 = V CC – IR C .

Sebagai sebuah elemen logika, pasangan differential merealisasikan fungsi inversi pada v O1 dan pada saat bersamaan memberikan sinyal keluaran komplementari pada v O2 . Level logika keluaran: V OH = V CC dan V OL = V CC –IR C , sehingga simpangan logika keluaran = IR C.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Catatan:

  • - Sifat rangkaian differential membuat rangkaian kurang sensitif terhadap derau.

  • - Arus yang ditarik dari catu daya tetap konstan selama proses switching.

  • - Level logika keluaran keduanya merujuk ke V CC sehingga dapat dibuat stabil dengan mengoperasikan rangkaian dengan V CC = 0, artinya menggunakan catu daya negatif.

  • - Perlu disediakan beberapa cara untuk membuat level sinyal keluaran kompatibel dengan sinyal pada masukan sehingga satu gerbang dapat men-drive gerbang lainnya.

Adanya keluaran komplementer menyederhanakan perancangan logika dengan ECL.

Jenis-Jenis ECL :

  • 1. ECL 100K -Waktu tunda gerbang pada orde 0,75 ns - disipasi daya kira-kira40 mW/gerbang, untuk DP = 30 pJ.

  • 2. ECL 10K -Waktu tunda gerbang pada orde 2 ns -disipasi daya kira-kira 25 mW/gerbang, untuk DP = 50 pJ.

Walaupun DP (Delay-Power Product) pada ECL 10K lebih tinggi daripada pada ECL 100K, ECL 10K lebih mudah digunakan. Hal ini disebabkan oleh waktu naik dan turun dari pulsa masukan dibuat panjang untuk mengurangi ‘crosstalk’ antara saluran sinyal yang berdekatan. ECL disebut juga Current Mode Logic (CML) yang banyak digunakan pada aplikasi VLSI.

Delay-Power Product ialah suatu nilai yang menentukan kefektifan rangkaian logika, semakin kecil DP maka semakin efektif rangkaian logika. Idealnya dalam perancangan sebuah rangkaian logika adalah mempunyai kecepatan tinggi tetapi disipasi daya yang rendah. Tetapi kedua persyaratan ini bertentangan, karena jika

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

disipasi daya diturunkan dengan menurunkan catu tegangan atau catu arus, atau keduanya, ‘current-driving capability’ dari gerbang akan menurun. Hal ini disebabkan semakin lama waktu untuk ‘charge’ dan ‘discharge’ pada beban dan kapasitor parasit, sehingga waktu tunda propagasi meningkat.

5.5 JENIS TUNDA PROPAGASI

Ada dua jenis tunda propogasi pada transistor: tunda propogasi RENDAH ke TINGGI t ON akan Nampak jika masukan positif step mengubah cut-off transistor menjadi ON sehingga menghasilkan keluaran negative step seperti pada Gambar 5.8.

TEKNIK DIGITAL disipasi daya diturunkan dengan menurunkan catu tegangan atau catu arus, atau keduanya, ‘current-driving capability’

Gambar 5.8 Gambar Tunda propogasi [6].

Jenis lain adalah tunda propogasi dari TINGGI ke RENDAH t OFF yang akan muncul pada saat transistor jenuh dimatikan. Nilai t ON lebih besar dibandingkan nilah t OFF karena transistor jenuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai cut-off dibanding transistor cut-off mencapai kondisi jenuh. Masing masing tunda propogasi terdiri dari dua bagian.

Tunda propogasi t PD nilainya ditentukan dari rata rata t ON dan t OFF

t PD ≡ ½ (t ON + t OFF )…………………………… ..(5.4)

Tunda propogasi untuk gerbang transistor bipolar dalam orde t ON = 7 ndetik dan t OFF = 11 ndetik. Tunda ini akan memperlambat kecepatan pensaklaran. Ada beberapa cara untuk mempertinggi kecepatan pensaklaran transistor.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

1. Kapasitor mempercepat (Speed capasitor) dapat di hubungkan paralel dengan resistor basis (Gambar 5.9 ) Cara ini merupakan cara yang cukup banyak dipakai dalam untai logika diskrit.

TEKNIK DIGITAL 1. Kapasitor mempercepat ( Speed capasitor ) dapat di hubungkan paralel dengan resistor basis

Gambar 5.9 Penggunan kapasitor pemercepat C S [6].

2. Dalam untai logika terintergrasi ,diode penjepit (clamping diode) D 1 dipasang antara terminal basis dan kolektor (Gambar 5.10). Pada saat transistor jenuh, tegangan kolektor V CE(jenuh) = 0.2 V, lebih kecil dibandingkan tegangan dasar 0,7 V jika hal ini terjadi, D 1 akan mengambil arus dari basis dan mencegah transistor agar tidak jenuh. D 1 biasanya berupa diode barier Schottky berkecepatan tinggi dengan tegangan drop maju sebesar 0,4 V. Transistor Schottky (Gambar 5.11) yang berisi diode penjepit juga dapat digunakan.

.

TEKNIK DIGITAL 1. Kapasitor mempercepat ( Speed capasitor ) dapat di hubungkan paralel dengan resistor basis
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL

Gambar 5.10 Penggunaan diode Schottky [1].

TEKNIK DIGITAL Gambar 5.10 Penggunaan diode Schottky [1]. Gambar 5.11 Transistor Schottky [1]. 3. Tunda Propogasi

Gambar 5.11 Transistor Schottky [1].

3.

Tunda Propogasi dapat dipertinggi

dengan memperkecil pengaruh stray

capacitance, C S, yang berisi interelectrode dan kapasitansi sambungan seperti halnya kapasitansi masukan untuk stage berikutnya. Efek C S, dapat dikurangi dengan memperbaiki tata letak dan meminiatursasi, yang merupakan hal penting di dalam pengemasan IC. Efek stray capacitance juga dapat dikurangi dengan menggunakan totem pole arrangement. C S secara efektif dihubungkan pada keluaran seperti pada Gambar 5.12. Jika transistor menyala, C S secara cepat dilucuti lewat transistor, dan akan memperbaiki waktu tunda. Tetapi pada saat transistor mati, C S mengisi lewat transistor bebab R S yang akan memberikan rise time yang cukup panjang. Konstanta waktu C S R S dapat dikurangi dengan memperkecil nilai Rs . Tetapi hal ini akan mengakibatkan desipasi daya dari transistor akan membesar. Untuk menghindari konsumsi daya yang meningkat, digunakan resistor beban dinamis dalam bentuk transistor dengan hubungan yang disebut susunan totem pole (totem pole arrangement), R S diganti dengan transistor T 2 seperti Gambar 5.12. T 2 dibuat agar menyala pada saat T 1 mati, Stray capacitance C S akan mengisi lewat resistansi rendah pada transistor T 2 , sehingga mengurangi rise time, T 2 akan mati jika T 1 menyala, yang akan menjaga agar waktu pelucutan lewat T 1 kecil.

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL Gambar 5.12 Rangkaian Totem-pole [6]. 5.6 RINGKASAN Komponen-komponen logika memiliki beberapa parameter dan batasan

Gambar 5.12 Rangkaian Totem-pole [6].

  • 5.6 RINGKASAN

Komponen-komponen logika memiliki beberapa parameter dan batasan yang menentukan jenis penggunaannya dan aplikasinya. Dua teknologi dasar dalam bidang IC daigital adalah bipolar dan MOSFET, dan memiliki beberapa penbagian dalam tingkatan keterpaduannya seperti SSI, MSI, LSI, dan VLSI.

Dalam Elemen logika hanya terdapat dua keadaan yaitu logika 0 dan logika 1. Masing-masing logika memilki ambang tersendiri. Logika 0 memiliki ambang 0,8 Volt pada TTL dan 0,3 X tegangan catu V DD pada teknologi MOS. Sedangkan logika 1 memiliki ambang 2 Volt pada TTL dan 0,7 X tegangan catu V DD pada teknologi MOS.

Saat suatu sinyal dimasukkan ke suatu rangkaian logika, perubahan level output terjadi beberapa saat setelah perubahan level input. Tunda ini disebut sebagai waktu tunda rambatan atau tunda propagasi. Terdapat dua buah waktu tunda pada gerbang logika. t ON yaitu tunda propagasi rendah ke tinggi dan t OFF yaitu tunda propagasi dari tinggi ke rendah .

  • 5.7 LATIHAN SOAL

TEKNIK DIGITAL
TEKNIK
DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
TEKNIK DIGITAL
  • 1. Jelaskan arti istilah-istilah berikut: fan-in, fan-out, tegangan ambang, kolektor terbuka, batas derau, sumber arus, dan sinking current.

  • 2. Perkirakan cacah gerbang dari masing-masing famili IC berikut ini :

    • a) SSI

    • b) MSI

    • c) LSI

    • d) VLSI

  • 3. Sebutkan Pembagian teknologi logika berdasarkan tingkat keterpaduannya!

  • 4. Sebutkan batas ambang untuk logika 0 dan logika 1 pada TTL dan batas ambang untuk logika 0 dan logika 1 pada MOS !

  • 5. Mengapa tunda propogasi T ON lebih besar dari T OFF ?

  • 6. Sebutkan cara mempertinggi kecepatan pensaklaran transistor?

  • 7. Bagaimana cara menngurangi efek Stray capacitance?

  • 8. Tuliskan nilai-nilai standar untuk setiap istilah berikut ini yang merupakan standar pada gerbang logika TTL:

    • a) Ambang logika 0

    • b) Ambang logika 1

    • c) Fan out

    • d) Fan in

    • e) Tegangan catu

    • f) Tunda propogasi

  • 9. Tuliskan famili logika yang sesuai untuk kebutuhan berikut ini:

    • a) Tegangan catu yang mempunyai range besar dan arus catu rendah

    • b) Tunda propogasi kurang dari 2,5 ndetik

    • c) Kecepatan rendah, pengemasan dengan kerapatan sangat tinggi, tegangan catu sangat rendah dan desipasi daya rendah.

    • d) Aras logika 1 kira-kira 3,5 V dan aras logika 0 kira-kira 0,3 V

  • dengan catu 5 V. 10. Untai logika akan digunakan untuk peralatan elektronik saku yang dicatu dengan baterei kecil 9 V. untai tersebut akan dijalankan pada frekuensi 100 KHz. Sebutkan famili logika yang sesuai untuk aplikasi di atas, dan berikan nomor serinya

    5.8 REFERENSI

    [1].Ibrahim, KF. 1996. Teknik Digital.Yogyakarta: Andi [2].N, Wijaya Widjanarka, Ir. 2006. Teknik Digital. Erlangga

    TEKNIK DIGITAL
    TEKNIK
    DIGITAL
    TEKNIK DIGITAL
    TEKNIK DIGITAL

    [5]. http://elektronika-dasar.web.id/teori-elektronika/meningkatkan-

    performansi-transistor-sebagai-saklar