Anda di halaman 1dari 7

peran geoteknik di dunia teknik sipil

Beberapa hari yang lalu saya nyoba-nyoba ikutan tes jadi asisten praktikum mekanika tanah, terus salah satu
persyaratannya adalah para calon asisten diminta membuat essay tentang peran geoteknik dalam dunia teknik sipil.
Walaupun saya belum berkesempatan jadi asisten, tapi ga ada salahnya saya sharing-sharingpendapat saya tentang
peran geoteknik dalam teknik sipil di dunia maya, hehehe
Dalam dunia teknik sipil, ilmu geoteknik merupakan langkah awal terbentuknya suatu infrastruktur. Tanpa
ilmu geoteknik mustahil suatu infrastrukstur dapat berdiri dengan kokoh, karena geoteknik merupakan cabang ilmu
teknik sipil yang mempelajari ilmu tanah dimana didalam ilmu ini akan dipelajari kemampuan tanah menahan beban
yang ada diatasnya, sehingga pembangunan infrastruktur dapat direncanakan sebaik mungkin agar dapat berdiri kokoh
sesuai umur rencana.
Dalam ilmu geoteknik, ilmu dasar yang wajib dipahami adalah mekanika tanah, yaitu ilmu yang mempelajari
tentang sifat-sifat dasar tanah, seperti jenis tanah, permeabilitas, kompaksi, dll. Dengan mengetahui dan memahami
berbagai sifat tanah tersebut, Seorang engineer dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk bahkan memutar balikkan
kemungkinan buruk tersebut menjadi inovasi baru dalam dunia teknik sipil untuk perencanaan pembangunan
infrastuktur.
Ilmu lain yang tidak boleh dilupakan adalah rekayasa pondasi, dinamika tanah dan rekayasa gempa, geologi
teknik, dll. Pondasi merupakan dasar penentu bangunan dapat berdiri dengan kokoh atau tidak, semakin baik
perencanaan pondasi suatu bagunan semakin baik pula kekokahan bangunan tersebut, oleh karena itu dengan
memahami ilmu rekayasa pondasi, mengenal berbagai jenis pondasi, dan mengetahui jenis pondasi mana yang tepat
digunakan, maka akan sangat mudah bangunan tersebut berdiri dengan kokoh dan kuat. Gempa bumi bukan hal yang
langka di Indonesia, memiliki banyak gunung aktif dan dikelilingi oleh tiga lempeng yang bergerak aktif yaitu
lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik menjadikan Indonesia akrab dengan gempa bumi. Ahli geoteknik
memiliki peran yang cukup besar dalam hal ini, memikirkan berbagai cara dan inovasi baru agar infrastruktur dapat
berdiri kokoh tanpa dipengaruhi oleh gempa bumi. Seorang engineer sipil tidak harus menjadi ahli geologi yang
handal, tapi minimal ilmu-ilmu dasar geologi harus dimengerti agar mempermudah pelaksanaan konstruksi suatu
infrastruktur. Dengan memahami ilmu geologi, minimal seorang engineer mampu menentukan lokasi yang layak
dibangun suatu infrastruktur, meminimalisir kemungkinan buruk akibat gerakan lempeng, sesar, dll.
Istilah yang akhir-akhir ini sering didengar ilmu geoteknik selalu dipakai dalam proyek sipil ada benarnya.
Geoteknik selalu mengambil bagian dalam proyek sipil, seperti pembangunan pelabuhan dan bandara, pembangunan
bendungan, pembangunan bangunan pencakar langit, dll. Sebelum membangun semua infrastruktur-infrastuktur
tersebut, dilakukan pengecekan tanah terlebih dahulu, untuk mengetahui keadaan tanah yang nantinya akan dibebani
oleh suatu infrastruktur tertentu. Jika keadaan tanah telah diketahui, perencanaan pembangunan dapat direncanakan
dengan mudah sesuai kondisi tanah setempat.

Geoteknik merupakan bagian dari ilmu teknik sipil, sama hal nya dengan berbagai disiplin ilmu yang ada di
teknik sipil, geoteknik memiliki bagian yang cukup besar dalam perencanaan suatu proyek infrastruktur.

Pengertian Mekanika Tanah

Mekanika tanah adalah cabang dari ilmu tekhnik dimana mekanika tanah khusus mempelajari tentang perilaku tanah
serta sifat yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh gaya - gaya yang bekerja pada tanah itu
sendiri. Ini berkaitan dengan struktur tanah serta bahan yang terdapat pada tanah tersebut. Karena pada dasarnya tanah
berasal dari bebatuan yang lapuk. Padahal yang kita ketahui, zat pembentuk batu juga berbeda - beda.

Ilmu mekanika tanah ini sangat berhubungan erat dengan pekerjaan tekhnik, seperti halnya pekerjaan perkerasan jalan
raya, perencanaan pembuatan fondasi kedung, perencanaan pembangunan bawah tanah (seperti: gorong - gorong,
terowongan, dll), perencanaan pekerjaan penggalian tanah, perencanaan pembuatan bendungan, sampai pada
perencanaan pembangunan penahan longsor. Apalagi bila pekerjaan tersebut merupkan proyek besar yang melibatkan
serta berpengaruh pada kehidupan masyarakat, maka perlu dikaukan pemahaman serta penelitian yang cermat dalam
menerapkan ilmu mekanika tanah tersebut.

Mekanika tanaha sangat berhubungan dengan tekhnik pondasi. Karena pada dasarnya tekhnik pondasi merupakan
penerapan dari prinsip - prinsip yang terdapat pada ilmu mekanika tanah. Sehingga bila suatu saat terjadi kesalahan
dalam pembangunan, maka hal yang perlu dikaji pertama kali adalah mekanika tanah pada saat melakukan
perencanaan pondasi. Disitu akan terlihat apakah terjadi penyimpangan di lapangan dalam pelaksanaan pembangunan
atau bahkan terjadi penyimpangan pada tahap perencanaan awal.

Hal - hal yang menjadi pokok perhatian dalam ilmu mekanika tanah adalah kadar air, angka pori, porositas, serta
derajat kejenuhan. Karakteristik tanah juga merupakan poin terpenting dalam mekanika tanah. Seperti yang telah
dijelaskan diatas bahwa tanah sebenarnya terbentuk dari proses pelapukan batu. Jenis - jenis tanah yang terdapat di
muka ini juga sebenarnya dipengaryhi oleh jenis bebatuan serta zat pembentuk dari batu tersebut. Demikian
pentingnya ilmu mekanika tanah ini dalam proses pembangunan membuat ilmu mekanika tanah menjadi satu ilmu
penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa tekhnik.

Seksi Geologi dan Air Tanah


Seksi Geologi dan Air Tanah mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan di bidang geologi dan air tanah.
Kepala Seksi Geologi dan Air Tanah mempunyai tugas pokok memimpin pelaksanaan urusan di bidang geologi dan
air tanah.
Penjabaran tugas pokok Kepala Seksi Geologi dan Air Tanah, adalah sebagai berikut:

a. membantu menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis di bidang geologi dan air tanah;
b. menyusun rencana, program kerja, kegiatan, laporan kinerja dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas;
c. memimpin dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas Seksi Geologi dan Air Tanah;
d. memberikan saran, pendapat dan pertimbangan kepada atasan;
e. mendistribusikan tugas, memberikan petunjuk dan arahan kepada bawahan;
f.

menginventarisasi, melakukan penyelidikan, penelitian dan eksplorasi dalam rangka memperoleh data dan
informasi bidang geologi dan bidang air tanah;

g. mengelola informasi bidang geologi dan bidang air tanah;


h. memfasilitasi, pemberian rekomendasi teknis bidang geologi dan bidang air tanah;
i.

melaksanakan pemantauan, pengawasan, pembinaan dan pengendalian bidang geologi dan bidang air tanah;

j.

melaksanakan fasilitasi penghitungan teknis untuk penetapan retribusi/pajak bidang geologi dan bidang air
tanah;

k. melakukan monitoring dan evaluasi kinerja Seksi Geologi dan Air Tanah;
l.

membina, mengawasi dan menilai kinerja bawahan termasuk


Pekerjaan (DP3); dan

memberikan Daftar Penilaian Pelaksanaan

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Mekanika Tanah Dalam Geoteknik


Mekanika Tanah adalah bagian dari Geoteknik yang merupakan salah satu cabang dari ilmu Teknik Sipil, dalam
Bahasa Inggris mekanika tanah berarti soil mechanics atau soil engineering dan Bodenmechanik dalam Bahasa
Jerman.
Istilah mekanika tanah diberikan oleh Karl von Terzaghi pada tahun 1925 melalui bukunya Erdbaumechanik auf
bodenphysikalicher Grundlage (Mekanika Tanah berdasar pada Sifat-Sifat Dasar Fisik Tanah), yang membahas
prinsip-prinsip dasar dari ilmu mekanika tanah modern, dan menjadi dasar studi-studi lanjutan ilmu ini, sehingga
Terzaghi disebut sebagai Bapak Mekanika Tanah.
Definisi Tanah
Tanah didefinisikan sebagai material yang terdiri dari:
1. Agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia satu sama lain.
2. Zat Cair.
3. Gas yang mengisi ruang-ruang kosong diantara butiran mineral-mineral padat tersebut.
Tanah berguna sebagai pendukung pondasi bangunan dan juga tentunya sebagai bahan bangunan itu sendiri (contoh:
batu bata).
Percobaan
Ilmu ini mempelajari sifat-sifat tanah melalui serangkaian percobaan laboratorium dan percobaan di lapangan.
Percobaan di Lapangan
* Sondir
* Bor
* Uji Tekan Pelat
* Uji Kekuatan Geser Tanah di lapangan, dengan menggunakan Uji Baling-Baling
Percobaan di laboratorium

* Distribusi Butiran Tanah, untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak (eng: Sieve Analysis, de: Siebanalyse),
untuk tanah berbutir halus digunakan Uji Hidrometer (eng: Hydrometer, de: Arometer / Sedimentationsanalyse).
* Berat Jenis Tanah (eng: Specific Grafity, de: Wichte)
* Kerapatan Tanah (eng: Bulk Density, de: Dichte) dengan menggunakan Piknometer.
* Kadar Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah (eng: Water Content, Pore Ratio and Saturation Ratio; de:
Wassergehalt, Hohlraumgehalt, Sttigungszahl)
* Permeabilitas (eng: Permeability, de: Wasserdurchlssigkeit)
* Plastisitas Tanah, dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk mencari:
Batas Cair dan Plastis,
Batas Plastis dan Semi Padat,
Batas Semi Padat dan Padat
(eng: Liquid Limit, Plastic Limit, Shrinkage Limit;
de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)
* Konsolidasi (eng: Consolidation Test, de: Konsolidationversuch)
* Uji Kekuatan Geser Tanah, di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk menentukan kekuatan geser tanah, yaitu:
Percobaan Geser Langsung (eng: Direct Shear Test, de: Direktscherversuch),
Uji Pembebanan Satu Arah (eng: Unconvined Test, de: Einaxialversuch) dan
Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)
* Uji Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor
Penggunaan Ilmu
Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan untuk:
* Perencanaan pondasi
* Perencanaan perkerasan lapisan dasar jalan (pavement design)
* Perencanaan struktur di bawah tanah (terowongan, basement) dan dinding penahan tanah)
* Perencanaan galian
* Perencanaan bendungan

Pekerja Konstruksi Banguna Air

Pentingnya Kajian Geoteknik Pada Pembangunan Infrastruktur


Kamis, 19 Mei 2011 - 17:02 WIB

Semarang (Bina Marga)- Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan


Umum, Djoko Kirmanto ketika membuka 5th International Conference
on Geotechnical and Highway Engineering (5ICGHE) Practical
Applications , Challenges And Opportunities, di Semarang (18/05).
Konferensi bertaraf internasional ini mengundang berbagai praktisi
serta akademisi teknik sipil dari 25 negara,termasuk Jepang,
,Australia, Portugal, Salandia Baru, dll.
Djoko Kirmanto juga mengatakan bahwa dalam membangun
infrastruktur ke-PU an perlu memperhatikan aspek sosial, ramah
lingkungan, serta kemajuan teknologi bagi manajemen resiko
bencana. Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, Indonesia
mengalami berbagi bencana alam seperti tsunami, gempa, banjir,
letusan gunung, dll.
Manajemen resiko bencana ini bisa dibantu dengan memperhatikan aspek geoteknik yang bertujuan mengkondisikan atau
merekayasa kondisi alam di mana sebuah infrastruktur dibangun untuk meminimalisir resiko atau dampak bencana, ujar Djoko
Kirmanto.

Kaitannya dengan peningkatan infrastrukur jalan, Djoko Kirmanto mencontoh tantangan alam seperti kondisi soft soil (tanah
lunak) dan berbukit masih menjadi salah satu masalah utama dalam pengembangan dan perawatan jaringan jalan nasional di
jalur lintas Timur Sumatera dan lintas Selatan Kalimantan.
Tantangan ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Indonesia selalu terbuka dan siap mengimplemantiskan secara menyeluruh,
temuan-temuan baru dalam bidang geoteknik, ujarnya.
Djoko Kirmanto mengatakan, Kementerian PU dalam masa yang akan datang berencana membangun beberapa infrastruktur
yang juga membutuhkan peran praktisi dan akademisi geoteknik handal. Hal ini juga berkaitan dengan harapan PU bisa bekerja
dalam kerangka green and environmentally-friendly buildingsebagai salah satu langkah solusi mitigasi bencana.
Sebagai penutup, Djoko Kirmanto berharap bahwa 5ICGHE ini bisa menjadi forum membagi ilmu dalam upaya mitigasi bencana,
rehabilitasi bencana, dan kemajuan teknologi bidang geoteknik serta konstruksi jalan. (ian/infokom/BM)