Anda di halaman 1dari 13

proposal skripsi

PROPOSAL SKRIPSI
A. Judul Skripsi
Efektifitas Bimbingan Kelompok Dalam Upaya Mengantisipasi Penyalahgunaan
Narkoba Oleh Peserta Didik kelas VIII SMP NEGERI 2 AMPELGADING Kabupaten
Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013.
B. Latar Belakang Masalah
Layanan bimbingan kelompok merupakan proses pemberian informasi dan bantuan
pada sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok guna mencapai
suatu tujuan tertentu. Layanan yang diberikan dalam suasana kelompok selain itu
juga bisa dijadikan media penyampaian informasi sekaligus juga bisa membantu
siswa menyusun rencana dalam membuat keputusan yang tepat sehingga
diharapkan akan berdampak positif bagi siswa yang nantinya akan menumbuhkan
konsep diri yang positif.
Bimbingan kelompok diharapkan mampu mengatasi permasalan yang ada didalam
diri siswa untuk tidak berprilaku menyimpang dalam keterkaitanya yaitu
mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik. tentunya sangat miris
ketika peserta didik yang masih duduk dibangku sekolah harus berurusan dengan
pihak berwajib, untuk itu dalam penanganan tersebut diharapkan adanya kerjasama
dari berbagai pihak seperti peran keluarga, peran guru bk, peran lingkungan
sekolah, dan peran pemerintah.
Dalam era globalisasi ini, kita sedang memasuki suatu abad baru yang banyak
menimbulkan perubahan dan kemajuan, sekaligus menjadi tantangan. Tantangan
akibat perubahan dan kemajuan yang cepat, terjadi baik pada aspek pribadi, sosial,
budaya, dan teknologi. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi akibat
perubahan tersebut semakin komplek, baik masalah pribadi, sosial, belajar,
ekonomi, budaya dan lain-lain. Untuk menghadapi tantangan ini diperlukan
kesiapan individu secara fisik dan mental, agar lebih mampu mengatasi berbagai
hal dalam mencapai kesuksesan, Secara global penyimpangan terjadi karena
adanya rasa ketidakpuasaan terhadap diri pribadi sehingga seseorang cendrung
mencari ketidakpuasan tersebut dengan jalan yang memungkinkan terjerumus
pada prilaku positif maupun negative, tergantung lingkungan masyarakat dan
lingkungan budaya yang ada disekitarnya.
Masalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah tentang
menurunya nilai moral peserta didik yang semakin hari semakin menjadi masalah
yang serius, penurunan nilai moral disebabkan adanya beberapa factor seperti
pegaulan bebas, broken home, penyimpangan budaya yaitu masarakat cendrung
mengikuti kebudayaan barat, penggunaan obat-obat terlarang seperti Narkoba dan
sebagainya.
Menurut Weni Rahayu (2009:7) Rasa ingin tahu yang besar memang merupakan
salah satu sifat yang dimiliki para remaja, pada perubahan dari masa kanak-kanak
menjadi dewasa yang dialaminya, tentu banyak hal yang menarik dari ingin
diketahuinya, banyak hal baru yang mulai dikenalinya, banyak informasi yang ingin
diserapnya, selama rasa ingin tahunya itu berkaitan dengan hal yang positif, tentu
tidak ada masalah. Hal itu tentu sangat dibutuhkan untuk pencapaian kemajuan,
namun tidak semua rasa ingin tahu itu bagus, ada hal tertentu yang tidak perlu kita

ketahui. Salah satunya tentang bagaimana rasanya menggunakan narkoba. Kita


memang harus mengetahui jenis-jenisnya tetapi jangan coba-coba
mengunakanya.Pada dasarnya kelurga memiliki peran yang sangat penting didalam
mengatasi masalah ini serta lingkungan sekolah sebagai salah satu wadah memiliki
peran yang cukup penting didalam pembentukan kepribadian pada remaja atau
peserta didik. Untuk itu dibutuhkan peran guru bimbingan konseling untuk menjadi
perantara social didalam perkembangan diri peserta didik, kedisplinan peserta
didik serta untuk menanamkan nilai nilai ajaran agama untuk membentengi
prilaku peserta didik yang menyimpang.
Seperti halnya di SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang sebagai sekolah
yang menanamkan sikap kepribadian dan akhlak yang baik pada peserta didik
harus diutamakan, namun kita tahu tidak semua peserta didik mampu
mewujudkannya, ada sebagian peserta didik yang masih mencerminkan pribadi
yang diharapkan oleh berbagai pihak untuk menjadi generasi muda yang
mempunyai kepribadian yang baik itu dapat kita lihat dari dalam lingkungan
sekolah, seperti siswa sering telat dalam masuk sekolah, berani pada guru,
berpakaian tidak rapi, kurang adanya kesadaran prilaku menyimpang seperti
minum-minuman keras, merokok, memakai obat-obatan terlarang, kejadian ini
dikhawatirkan peserta didik mengalami permasalahan yang mengganggu
pencapaian proses belajar mengajar maupun perkembangan masa remaja, oleh
karena itu diperlukan konseling kelompok sebagai salah satu upaya untuk
membentuk peserta didik dapat mengembangkan pikiran, perasaan, persepsi,
wawasan, dan sikap yang menunjang untuk mewujudkannya tingkah laku yang
lebih efektif, sehigga peserta didik dapat mengahadapi segala permasalahan yang
ada didalam dirinya dengan jalan yang baik tanpa ada penyimpangan yang dapat
merugikan masa remaja peserta didik tersebut.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, peneliti tertarik untuk
mengajukan sebuah judul tentang Efektfitas Bimbingan Kelompok Dalam Upaya
Mengantisipasi Penyalahgunaan Narkoba Oleh Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 2
Ampelgading Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013.
Permasalahan
Identifikasi Masalah
Permasalahan yang sedang di alami peserta didik SMP Negeri 2 Ampelgading
tersebut pada perubahan tingkah laku yang sangat berbeda dibanding ketika masa
sebelumnya, yaitu dimana pada masa itu belum mengetahui tentang narkoba tapi
sekarang mengetahui narkoba sudah tidak asing lagi buat peserta didik. perubahan
tingkah laku ini tentunya sangat membingungkan bagi dirinya dan guru karena
pada saat peserta didik sedang mencari bentuk tentang rasa ingin tahu dan
kepribadiannya, Sehingga peserta didik masih perlu banyak mendapat bimbingan
dan pengarahan dari orang-orang terdekat. Peran orang tua, serta guru kususnya
guru bimbingan konseling, dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh dalam
mempersiapkan remaja untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba agar
peserta didik mempunyai pemikiran yang positif dan jasmani rohani yang sehat
bersih dari narkoba. sejalan dengan permasalahan tersebut sekolah telah memiliki
guru pembimbing yang bertugas untuk memperhati setiap tingkah laku dan
perkembangan peserta didik dengan cara bimbingan kelompok dilaksanakan dalam

rangka mengarahkan peserta didik untuk mampu bersosialisasi / berkomunikasi


untuk tidak terganggu oleh perasaan, pikiran, presepsi, wawasan dan sikap yang
objektif.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan masalahnya
sebagai berikut :
Bahwa sebagaian besar peserta didik masih mencari rasa ingin tahu yang dapat
menjerumuskan ketindakan yang menyimpang yaitu narkoba
Peserta didik kurang menghormati peraturan yang dibuat oleh lingkungan
sekolah seperti sering terlambat masuk sekolah, tidak berpakairan rapi, minumminuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berani terhadap guru dan
teman.
Perlu tindakan tegas untuk menangani hal tersebut dengan bimbingan kelompok.
Rumusan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah penelitian ini dapat disebutkan sebagai berikut :
Bagaimanakah efektifitas bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013?
Bagaimanakah upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik
kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran
2012/2013?
Bagaimanakah pengaruh bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013?
Bagaimana layanan bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012/2013?
Tujuan Penelitian
Suatu kegiatan tentu mempunyai tujuan, karena tujuan merupakan sasaran pokok
yang ingin dicapai dalam suatu penelitian. Sesuai dengan topik yang di kemukakan
diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013.
Untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013.
Untuk mengetahui upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh peserta
didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran
2012 / 2013.
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis antara lain
sebagai berikut :
Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan dibidang bimbingan dan konseling
dalam hal ini bimbingan kelompok untuk upaya mengantisipasi penyalahgunaan

narkoba oleh peserta didik.


Sebagai salah satu referensi bagi kalangan akademik yang akan mengadakan
penelitian dalam bidang yang sama, yaitu berkaitan dengan bimbingan kelompok
dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik.
Manfaat Praktis
Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan bimbingan
kelompok guna mengatasi upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh
peserta didik.
Bagi Guru Bimbingan Konseling
Penelitian ini dapat memotivasi guru bimbingan konseling sebagai upaya untuk
memberikan pelayanan bimbingan kelompok dalam mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik.
Bagi Peserta Didik
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memberikan
bimbingan serta pemecahan masalah yang dihadapinya dan mendorong agar
peserta didik tidak terjerumus kedalam pemakaian narkoba.

Landasan Teori
Konsep Bimbingan Kelompok
Pengertian Bimbingan Kelompok
Menurut Sitti Hartinah (2005:12) bimbingan kelompok merupakan salah satu bentuk
usaha pemberian bantuan kepada orang-orang yang mengalami masalah.
Menurut Juntika Nurhisan (2005:17) bimbingan kelompok dimaksudkan untuk
mencegah berkembangnya masalah atau kesulitan pada diri konseli (peserta didik).
Sedangkan menurut Ketut Sudarji (2008:64) layanan bimbingan kelompok yaitu
layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersamasama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari
pembimbing / konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupanya sehari-hari
baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masarakat serta untuk
pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Dari beberapa definisi tersebut,maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan
kelompok adalah usaha pemberian bantuan yang dimaksudkan untuk mencegah
berkembangnya masalah atau kesulitan yang dialami oleh peserta didik dengan
memperoleh bahan dari narasumber tertentu (terutama pembimbing / konselor)
yang berguna untuk mengatasi masalah-masalah hidupnya untuk mencapai
perubahan sikap dan tingkah laku yang lebih baik.
Tujuan Bimbingan Kelompok
Menurut Prayitno (2004:3) tujuan bimbingan kelompok ada 2 yaitu :
Tujuan Umum
Tujuan umum bimbingan kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi
siswa, khususnya kemampuan komunikasi peserta didik, dalam kaitan ini, sering
terjadi kenyataan bahwa kemapuan bersosialisasi / seseorang sering terganggu oleh
perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang tidak objektif, sempit,dan
terkungkung serta tidak efektif.
Tujuan Khusus

Bimbingan kelompok bermaksud membahas topik-topik tertentu yang mengandung


permasalahan actual (hangat) dan menjadi perhatian peserta. Melalui dinamika
kelompok yang intensif, pembahasan topik-topik itu mendorong pengembangan
perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang diwujudkanya
tingkah laku yang lebih efektif. Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi verbal
atau non verbal ditingkatkan.
Komponen Dalam Bimbingan Kelompok
Menurut Prayitno (2004:4) dalam layanan bimbingan kelompok berperan 2 pihak,
yaitu pimpinan kelompok dan peserta atau anggota kelompok.
Pemimpin Kelompok
Pemimpin kelompok (PK) adalah konselor yang terlatih dan berwenang
menyelenggarakan praktik konseling profesional. Dalam bimbingan kelompok tugas
pemimpin kelompok adalah memimpin kelompok yang bernuansa layanan konseling
melalui bahasa konseling untuk mencapai tujuan-tujuan konseling. Secara khusus
pemimpin kelompok diwajibkan menghidupkan dinamika kelompok diantara semua
peserta seintensif mungkin yang mengarah kepada pencapaian tujuan-tujuan
umum dan khusus tersebut diatas.
Anggota Kelompok
Tidak semua kumpulan orang atau individu dapat dijadikan anggota bimbingan
kelompok, untuk terselenggaranya bimbingan kelompok seorang konselor perlu
membentuk kumpulan individu menjadi sebuah kelompok yang memiliki
persyaratan.

Asas-Asas Dalam Bimbingan Kelompok


Asas Kesukarelaan
Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan
peserta didik (konseli) mengikuti / menjalani layanan / kegiatan yang diperlukan
baginya, dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan
mengembangkan kesukarelaan tersebut.
Asas Keterbukaan
Asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar peserta didik (konseli) yang
menjadi sasaran layanan / kegiatan bersifat terbuka dan tidak pura-pura, baik
didalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima
berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.
Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan
peserta didik (konseli). Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas
kerahasian dan adanya kesukarelaan pada diri peserta didik yang menjadi sasaran
layanan / kegiatan, agar peserta didik dapat terbuka, guru pembimbing terlebih
dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura.

Asas Kegiatan
Asas bimbingan dan konseling yang menghedaki peserta didik (konseli) yang
menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif didalam menyelenggarakan /
kegiatan bimbingan, dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong peserta didik

untuk aktif dalam sikap layanan / bimbingan konseling yang diperuntukan baginya.
Asas Kerahasiaan
Asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan
keterangan peserta didik (konseli) yang menjadi sasaran layanan yaitu data atau
keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain dalam hal ini
guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan
keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin.
Asas Kenormatifan
Layanan dan bimbingan konseling didasarkan pada norma agama, adat istiadat,
ilmu pengetahuan, dan kebiasaan yang berlaku dimasyarakat, diharapkan peserta
didik bisa memahami, menghayati, dan mengamalkan norma-norma tersebut.

Konsep Narkoba
Pengertian Narkoba
Menurut R.W.Dodo,S.Pd.I (2008:5) kata narkoba mungkin sudah tidak asing lagi bagi
kalian semua, kalian mungkin sering mendengar dari sebuah berita televisi atau
Koran, bahkan mungkin juga kalian seringkali melihat banyak slogan tentang
narkoba ditembok sepanjang jalan atau ditempat umum, begitulah narkoba symbol
nama yang sudah menjadi familiar dewasa ini. Narkoba akan cukup berbahaya jika
kalian sampai terjerumus dan salah satu dalam pengguna, hal itu bisa membuat
kalian terpuruk dan menderita baik badan maupun jiwa tidak menutup
kemungkinan juga dengan materi kalian ( keuangan kalian ) begitu pentingnya
narkoba untuk dimengerti, untuk itu kalian harus mengenalnya.
Narkoba menurut susunan kata adalah singkatan dari narkotika dan obat / bahan
berbahaya nakoba juga dikenal dengan istilah lain khususnya oleh Departemen
Kesehatan Republik Indonesia dikenal dengan sebutan napza, napza merupkan
singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkotik adalah zat /
bahan aktif yang berkerja pada system saraf pusat (otak), yang dapat
menyebabkan penurunan sampai hilangnya kesadaran dari rasa sakit (nyeri) serta
dapat menimbulkan ketergantungan (ketagihan), zat yang termasuk golongan ini
antara lain : Putauw (heroin), Morfin dan Opiat lainya. (Drs. Edy Karsono, 2004:11).
Narkotik, Pisikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) merupakan istilah yang sudah tidak
asing lagi ditelinga kita, NAPZA kerap disebut juga dengan istilah NARKOBA yang
merupakan kependekan dari Narkotik, Psikotropika, dan bahan berbahaya lainya,
Sebenarya narkoba adalah senyawa - senyawa yang cukup banyak diperlukan
didalam dunia kesehatan, industry, dan rumah tangga. Sebagaimana sebesar
senyawa narkoba bersifat mempengaruhi kerja system otak, oleh karena itu
penggunaannya harus memenuhi aturan-aturan tertentu sebagaimana telah
ditetapkan didalam undang-undang kesehatan. (Ida Listyarini Handoyo, S.Si, M.Si,
2004;1).
Tak heran jika berbagai analisis memperkirakan bahwa lost generation atau akan
adanya generasi yang hilang di Indonesia akibat narkoba akan benar-benar terjadi
dimasa mendatang. Narkoba adalah racun yang bukan saja merusak seseorang
secara fisik tapi juga merusak jiwa dan masa depannya, secara fisik semakin lama
semakin ambruk sementara mentalitasnya sudah terlanjur ketergantungan dan
membutuhkan pemenuhan narkoba dalam dosis yang semakin tinggi, jika dia tidak

berhasil menemukan narkoba, maka tubuh akan mengadakan reaksi yang


menyakitkan diantaranya sembelit, muntah-muntah, kejang-kejang, dan badan
menggigil yang dikenal dengan sakau, untuk itu para pecandu narkoba tidak bisa
lepas dari ketergantungan sehingga memerlukan terapi yang cukup lama. (Abu Alghifari, 2002:10).
Faktor Penyebab Penggunaan Narkoba
Menurut Drs. Edy Karsono(2004:63) terdapat faktor-faktor penyebab penggunaan
narkoba antara lain : 1) Faktor Individu 2) Faktor Lingkungan, 3) Faktor Lain.
Faktor Individu
Kebanyakan penyalahgunaan narkoba dimulai atau terdapat pada masa remaja,
sebab remaja yang sedang mengalami perubahan biologis, psikologis maupun
sosial yang pesat merupakan individu yang rentan untuk menyalahgunakan
narkoba. Anak atau remaja dengan ciri-ciri tertentu mempunyai risiko lebih besar
untuk menjadi penyalahguna narkoba, ciri-ciri tersebut antara lain :
Cenderung membrontak dan menolak otoritas.
Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti depresi,cemas.
Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku.
Rasa kurang percaya diri (low selw-confidence), rendah diri dan memiliki citra diri
negatif (low self-esteem).
Sifat mudah kecewa, cenderung agresif dan destruktif.
Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi faktor lingkungan keluarga dan lingkungan pergaulan
baik disekitar rumah, sekolah, teman sebaya maupun masyarakat. Faktor keluarga,
terutama faktor orang tua yang ikut menjadi penyebab seorang anak atau remaja
menjadi penyalahguna narkoba antara lain adalah :
Lingkungan Keluarga
Kominikasi orang tua-anak kurang baik/efektif.
Hubungan dalam keluarga kurang harmonis / disfungsi dalam keluarga.
Orang tua bercerai, berselingkuh atau kawin lagi.
Orang tua terlalu sibuk atau tidak acuh kepada anak.
Orang tua otoriter atau serba melarang.
Orang tua yang serba membolehkan (permisif).
Kurangnya orang yang dapat dijadikan model atau teladan

Lingkungan Sekolah
Sekolah yang kurang disiplin.
Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk
mengembangkan
diri secara kreatif dan positif.
Adanya murid pengguna narkoba.
Lingkungan Teman Sebaya
Berteman dengan penyalahguna.
Tekanan atau ancaman teman kelompok atau pengedar.
Lingkungan masyarakat / sosial.
Lemahnya penegakan hukum.
Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung

Faktor Lain
Mudahnya narkotika didapat dimana-mana dengan harga terjangkau.
Banyaknya iklan minuman beralkohol dan rokok yang menarik untuk dicoba.
Khasiat farakologik narkotika yang menenangkan, menghilangkan nyeri,
menidurkan, membuat euforia/ fly/ stone/ high/ teler dan lain-lain.
Faktor-faktor tersebut memang tidak selalu membuat seseorang menjadi
penyalahguna narkoba, akan tetapi makin banyak faktor-faktor tersebut, semakin
besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna narkoba. Penyalahguna
narkoba harus dipelajari kasus demi kasus. Faktor individu, faktor lingkungan
keluarga dan teman sebaya / pergaulan tidak selalu sama besar perannya dalam
menyebabkan seseorang menyalahgunakan narkoba, karena faktor pergaulan, bisa
saja seorang anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan cukup kominikatif
menjadi penyalahguna narkoba.
Kerangka Berfikir
Kepribadian peserta didik sekolah menengah pertama pada umumnya butuh
bimbingan yang lebih dari sekolah, karena pada masa tersebut peserta didik
mengalami masa peralihan keremajaan atau masa puberitas, masa tersebut
seringkali menimbulkan prilaku negatif baik terhadap diri sendiri maupun pada
orang lain, masalah tersebut jika dibiarkan akan menjadi sebuah kebiasaan bagi
peserta didik yang akan mengganggu kepribadian peserta didik dalam lingkungan
sekolah, untuk menanggapi permasalahan tersebut guru bimbingan konseling
melaksanakan program bimbingan dan konseling secara maksimal dengan
bimbingan kelompok guna membantu peserta didik mengatasi masalah khususnya
dalam upaya mengantisipasi penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik.
Guru Bimbingan
dan Konseling
Upaya Mengantisipasi
Penyalahgunaan Narkoba
Bimbingan
Kelompok
Gambar 1. Kerangka Berpikir
Hipotesis
Menurut Rahman (2008:26) Hipotesis adalah jawaban sementara yang perlu
dibuktikan kebenaran melalui penelitian, untuk mengetahui apakah itu hipotesis,
terlebih dahulu kita kaji beberapa pendapat tentang pengertian hipotesis.
Menurut Ponoharjo (2008:28) Hipotesis berasal dari kata hypo yang berarti rendah
atau dibawah dan thesa yang berarti kebenaran. Hipotesis berarti kebenaran yang
masih rendah / lemah, dalam penelitian hipotesis berarti jawaban sementara
terhadap masalah penelitian yang kebenaranya masih harus di uji secara empiris.
Hipotesis juga dapat dibedakan berdasarkan sifatnya, menurut sifatnya, hipotesis
dapat berupa hipotesis nol dan hipotesis alternatif. Hipotesis nol (Null hyphothesis)
adalah keadaan yang mencerminkan arti tidak terbuktinya dugaan hipotesis.
Kebenaran harus berangkat dari keraguan dan netralitas yang tidak memihak,
hipotesis setatistik dinyatakan dalam bentuk nihil, dan hipotesis alternatife, dimana

hipotesis diterima apabila hipotesis nol ditolak.


Berdasarkan kerangka berpikir diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
Hipotesis Alternatif (Ha)
Terdapat pengaruh bimbingan kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013 .
Hipotesis Nihil (Ho)
Tidak terdapat efektifitas Bimbingan Kelompok dalam upaya mengantisipasi
penyalahgunaan narkoba oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading
kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013 .
Metode Penelitian
Pendekatan, Jenis, Dan Desain Penelitian
Pendekatan Penelitian
Pendekatan dalam penelitian bermacam-macam, tetapi yang umum dan sering
digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan
pendekatan tindakan (PTK), didalam penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif yang bersifat deskriptif sebagai pendekatan yang akan digunakan dalam
penelitian.
Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka,
data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk
mendapatkan suatu informasi ilmiah dibalik angka-angka tersebut (Martono,
2011:20).
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian
korelasi. Menurut Soebianto (2003:121) korelasi adalah salah satu teknik analisis
statistik yang dipakai untuk menghubungkan dua variable atau lebih.
Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan penjelasan mengenai berbagai komponen yang
akan digunakan peneliti serta kegiatan yang akan dilakukan selama proses
penelitian (Martono, 2011:141)
Dalam penelitian ini menggunakan korelasi yang bersifat eksperimen dengan
penempatan subyek secara acak.

Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel


Populasi
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 2002:108).
Dalam penelitian ini subyek populasinya adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri
2 Ampelgading Kabupaten Pemalang tahun Pelajaran 2012 / 2013 sebanyak 7 kelas
dengan jumlah 282 peserta didik.
Tabel I
Populasi Penelitian
No Kelas Jumlah Peserta Didik

1 Kelas VIII A 41
2 Kelas VIII B 41
3 Kelas VIII C 40
4 Kelas VIII D 40
5 Kelas VIII E 40
6 Kelas VIII F 40
7 Kelas VIII G 40
Jumlah 282
Sumber : Data Statistik SMP NEGERI 2 AMPELGADING

Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut (Sugiyono, 2008:118). Besar sampel tergantung dari obyek yang diteliti
dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak quota dari clueter dengan setiap
kelas diambil 8 peserta didik, dengan begitu jumlah peserta didik 56.
Tabel II
Sampel Penelitian
No Kelas Jumlah Peserta Didik
1 Kelas VIII A 20 % X 41 8
2 Kelas VIII B 20 % X 41 8
3 Kelas VIII C 20 % X 40 8
4 Kelas VIII D 20 % X 40 8
5 Kelas VIII E 20 % X 40 8
6 Kelas VIII F 20 % X 40 8
7 Kelas VIII G 20 % X 40 8
Jumlah 56

Teknik Pengambilan Sampel


Dalam penelitian ini jumlah populasinya adalah 282 peserta didik sehingga untuk
sampel penelitian 20%, pengambilan sampel selanjutnya menggunakan teknik
random sampling dalam populasi, kemudian dilakukan pengundian yaitu dengan
cara memberikan nomor kepada unit sampling dalam populasi, kemudian dilakukan
pengundian satu persatu sampai diperoleh jumlah yang sesuai dengan ukuran
sampel yang ditentukan. Dengan demikian subyek penelitian dalam penelitian ini
peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Ampelgading Kabupaten Pemalang Tahun
Pengajaran 2012 / 2013 yaitu berjumlah 56 peserta didik.
Variable Penelitian
Arikunto(2006:78) variabel merupakan objek penelitian atau apa-apa yang menjadi
titik perhatian suatu penelitian, atas dasar pengertian tersebut apabila dikaitkan
dengan penelitian ini maka variabelnya adalah Teman Sebaya (X) sebagai variabel
bebas, sedangkan kepribadian Peserta Didik (Y) sebagai variabel terikat.
Variabel penelitian yang digunakan adalah
Variabel Bebas
Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi suatu kejadian atau variabel

penyebab yang di sebut juga sebagai variabel x, variabel bebas dalam penelitian ini
adalah layanan bimbingan kelompok.
Variabel Terikat
Variabel terikat yaitu variabel yang tergantung pada variabel bebas disebut juga
veriabel y, variabel terikat pada penelitian ini adalah Dalam Upaya Mengantisipasi
Penyalahgunaan Narkoba Oleh Peserta Didik kelas VIII SMP NEGERI 2
AMPELGADING Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2012 / 2013.
Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2007 : 100 ) , metode pengumpulan data adalah
cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dekumentasi ,metode angket
dan metode tes dengan penjabaran sebagai berikut
Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi digunakan untuk menangkap gejala-gejala dan peristiwaperistiwa yang terjadi pada masa lampau.
Dalam penelitian ini bahan dokumentasi yang digunakan adalah buku pribadi
peserta didik.
Metode Angket
Angket adalah alat untuk mengumpulkan data yang berupa daftar pertanyaan yang
disampaikan kepada responden untuk dijawab secara tertulis , dalam penelitian ini
angket digunakan untuk memperoleh data tentang pendidikan berkarakter.
Metode Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk
mengukur kepahaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh individu atau kelompok ,
dalam penelitian ini tes digunakan untuk memperoleh data tentang perubahan
prilaku peserta didik.
Instrumen Penelitian
Untuk mendapatkan data yang berkualitas maka instrument perlu diuji coba (try
out), adapun penguji cobaan kualitas instrumen angket dan tes meliputi hal-hal
sebagai berikut :
Uji Validitas Instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan suatu instrumen. Untuk menghitung validitas butir angket digunakan
rumus korelasi product moment sebagai berikut
r_xy = (NXY (X)(Y) )/({N_X2 (x)2}{N_Y2 (Y) 2} )
Keterangan :
rxy = koefisien korelasi antara x dan y
N = Jumlah Sampel (responden)
X =
Skor butir total
Y = Skor total
x = Jumlah skor x (skor butir total)
y = Jumlah skor y ( skor total)
xy = Jumlah perkalian antara x dan y
x2 = Jumlah skor x kuadrat.

y2 = Jumlah skor y kuadrat y


Kriteria :
Jika rxy r tabel maka pertanyaan valid
Jika r xy r tabel maka pertanyaan tidak valid
(Suharsimi Arikunto, 2006:170)
Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau diandalkan, reliabilitas menunjukan pada
satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan
sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk menguji
reliabilitas angket menggunakan rumus alpha (rumus KR - 20) sebagai berikut
r 11 = (n/((n-1) ))(1-(o _i^2)/(o _t^2 ))
keterangan :
r 11 : Reliabilitas yang dicari
k
: Jumlah butir
o_i^2
: Jumlah Varians skor tiap-tiap item
o_t^2
: Varians skor total
(Suharsimi Arikunto,2006:104)
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan korelasi product moment, rumus yang digunakan sebagai berikut :
rx= (nxy(x)(y) )/({nx^2 (x)^2 }{ny^2 (y)^2 } )
Keterangan :
r xy : koefisien korelasi antara variabel x dan y, dua variabel yang dikorelasikan
x : jumlah skor rata-rata dari x (variabel independet)
y : jumlah skor rata-rata dari y (variabel dependent)
(Suharsimi Arikunto,2006:213)
Sistematika Penulisan
Agar lebih mudah dalam memahami skripsi, maka diperlukan sistematika sebagai
acuan, adapun sistematikanya adalah sebagai berikut :
Bagian Awal Skripsi
Pada bagian awal skripsi ini terdiri dari halaman sampul judul skripsi, lembar
persetujuan dan pengesahan pembimbing, lembar motto dan persembahan,
abstrak, prakata, daftar isi, daftar tabel, dan daftar lampiran.
Bagian Inti Skripsi
Bab I : Pendahuluan
Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, rumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teoritis Dan Hipotesis
Bab ini membahas tentang landasan teori mengenai konsep bimbingan kelompok,
konsep narkoba, kerangka berpikir dan hipotesis
Bab III : Metode penelitian
Bab ini membahas tentang pendekatan, jenis, dan desain penelitian, populasi,
sampel, dan teknik pengambilan sampel, variable penelitian teknik pengumpulan
data dan instrumen penelitian.
Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan

Bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian
Bab V : Penutup
Bab ini membahas tentang simpulan dan saran
Bagian Akhir Skripsi
Pada Bagian akhir skripsi meliputi : daftar pustaka, dan lampiran -lampiran yang
mendukung pelaksanaan penelitian.

Beri Nilai