Anda di halaman 1dari 9

PENYALURAN AIR BUANGAN

BAB V
DIMENSIONERING

5.1

Pembagian Blok Jalur


Untuk mengetahui setiap ukuran dari pipa persil maka diperlukan data kuantitas air

buangan untuk setiap blok. Pembagian blok didasarkan pada daerah pelayanan yang dilayani oleh
setiap segmen dari pipa induk. Pembagian blok dapat dilihat di gambar :
Gambar 6.1 Pembagian Blok

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 57

PENYALURAN AIR BUANGAN


Setelah membagi blok maka didapatkan besarnya kuatitas air buangan. Berikut ini adalah kuantitas air buangan di setiap blok :
Tabel 5.1 Perhitungan total air minum per blok
Jalur
Dari

Ke

Pemakaian Air

Blok

Blok

Panjang

Panjang Pipa

Jumlah

pelayanan

Kumulatif

Pipa (m)

Kumulatif

Penduduk

Domestik

Non

Total air

Total air

domestik

minum (L/h)

minum (L/dtk)

10

11

53

53

235.85

235.85

212

25440

5088

30528

0.35

34

87

165.91

401.76

348

41760

8352

50112

0.58

20

107

317.75

719.51

428

51360

10272

61632

0.71

25

132

117.73

837.24

528

63360

12672

76032

0.88

IPAL

38

170

174.83

1012.07

680

81600

16320

97920

1.13

Tabel 5.2 Perhitungan kuantitas air buangan per blok


Total

PE

Penduduk

Qr

qr

qmd

qmin

Qm

Qpeak

Qinf

Qsf

Qpeak

10

11

42

254

0.28

1.11

8.11

0.89

0.03

13.57

0.47

0.03

14.07

70

418

0.46

1.11

7.44

0.89

0.06

18.51

0.80

0.05

19.36

86

514

0.57

1.11

7.33

0.89

0.08

21.52

1.44

0.06

23.01

106

634

0.70

1.11

7.11

0.89

0.10

24.68

1.67

0.07

26.43

136

816

0.91

1.11

7.11

0.89

0.14

30.22

1.01

0.09

31.32

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 58

PENYALURAN AIR BUANGAN


Berikut ini contoh perhitungan untuk menentukan kuatitas air buangan :

Tabel 5.1
Kolom 1 dan 2 : Jalur perpipaan dari titik awal sampai titik manhole
Kolom 3

: Jumlah rumah yang terlayani oleh pipa induk setiap segmen

Kolom 4

: kumulatif dari jumlah rumah yang terlayani setiap segmen

Kolom 5

: Panjang pipa setiap segmen

Kolom 6

: Kumulatif panjang pipa setiap segmen

Kolom 7

: Jumlah penduduk yang terlayani oleh pipa induk tiap segmen

Jumlah penduduk = 4 (asumsi jumlah orang) x rumah

Untuk segmen 1-2


Jumlah penduduk = 4 x 53 = 212 orang

Untuk segmen 3-2


Jumlah penduduk = 4 x (53 + 34) = 348 orang

Kolom 8

: Pemakaian air domestik

Air domestic = jumlah penduduk x standar kebutuhan air (120


L/o/h)

untuk segmen 1-2


Air domestic = 212 orang x 120 L/o/h = 25.440 L/h

Kolom 9

: Pemakaian air non domestic

Air non domestik = 20% x air domestic

untuk segmen 1-2


Air non domestic = 20% x 25.440 L/h = 5.088 L/h

Kolom 10

: Total kebutuhan air minum dalam L/h

Total kebutuhan air minum = air domestik + air non domestik

Segmen 1-2 :
Total kebutuhan air minum = 25.440 L/h + 5.088 L/h = 30.528
L/h

Kolom 11

Innike Dwi Putri 25-2011-019

: total kebutuhan air minum dalam L/detik

Total kebutuhan air minum =

Segmen 1-2 :
Page 59

PENYALURAN AIR BUANGAN


Total kebutuhan air minum =

= 0,35 L/detik

Tabel 6.2
Kolom 1

: Penduduk ekivalen

Penduduk ekivalen = Air non domestik / standar kebutuhan

Segmen 1-2
Penduduk ekivalen = 5.088 L/h / 120 L/o/h = 42 orang

Kolom 2

: total penduduk

Total penduduk = jumlah penduduk + penduduk ekivalen

Segmen 1-2
Total penduduk = 212 orang + 42 orang = 254 orang

Kolom 3

: Jumlah air buangan (Qr)

Jumlah air buangan = 80% x total air minum

Segmen 1-2
Jumlah air buangan = 80 % x 0,35 L/h = 0,28 L/h

Kolom 4

: Jumlah air buangan rata-rata per kapita (qr)

qr =

Segmen 1-2
qr =

Kolom 5

: Air buangan maksimum per kapita (qmd)

qmd =

Segmen 1-2
qmd = 1,11 L/o/h

Kolom 6

Innike Dwi Putri 25-2011-019

7,3 = 8.11 L/o/h

: air buangan minimum per kapita (qmin)

qmin =

Segmen 1-2
Page 60

PENYALURAN AIR BUANGAN


qmd = 1,11 L/o/h
Kolom 7

0.8 = 0.89 L/o/h

: Air buangan minimum (Qmin)

Qmin =

Segmen 1-2
qmd =

Kolom 8

: Air buangan maksimum (Qpeak)

Qpeak=

Segmen 1-2
Qpeak =

Kolom 9

: Debit air infiltrasi (Qinf) ; qinf = 1-3 L/h

Qinf =

Segmen 1-2
qinf =

Kolom 10

: Qsf ; Cr = 0,1-0,3 L/h

Qsf =

Segmen 1-2
qinf =

Kolom 11

: Qpeak total

Qpeak total =

Segmen 1-2
qinf =

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 61

PENYALURAN AIR BUANGAN

5.2

Dimensi Saluran air buangan


Perhitungan dimensi saluran per segmen ditentukan dengan menggunakan Nomograph Manning dan Hydraulic Element Graph

For Circular Sewer .


Berikut ini perhitungan untuk dimensi saluran air buangan :
Tabel 5.3 Perhitungan Diameter minimum dan maksimum
Qr

Qmin

Qpeak

(L/dtk) (L/dtk) (L/dtk)


5

n
6

slope

slope

tanah

pipa

10

11

12

13

14

15

16

17

18

d/D Qpeak/Qfull

Qfull

(L/dtk) (mm)

Vpeak/Vfull

Vfull

Vpeak

(m/dtk) (m/dtk)

Qmin/Qfull Vmin/Vfull Dmin/Dfull

0.28

0.03

13.57 0.013 0.008 0.007

0.7

0.84

16.15

170

1.12

0.725

0.812

0.002

0.39

0.1

0.46

0.06

18.51 0.013 0.006 0.005

0.7

0.85

21.78

170

1.12

0.725

0.812

0.003

0.44

0.12

0.57

0.08

21.52 0.013 0.009 0.008

0.7

0.85

25.31

170

1.12

0.725

0.812

0.003

0.44

0.12

0.70

0.10

24.68 0.013

0 0.009

0.7

0.85

29.04

170

1.12

0.725

0.812

0.004

0.49

0.14

0.91

0.14

30.22 0.013 0.006 0.005

0.7

0.85

35.55

170

1.12

0.725

0.812

0.004

0.49

0.14

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 62

PENYALURAN AIR BUANGAN


Tabel 5.4 Perhitungan Luas minimum
jalur
1

panjang pipa

Qmin

Qfull

(m)

(L/dtk)

(L/dtk)

Qmin/Qfull

Amin/Afull

dg/D

Ag/Afull

Afull
(m2)

Ag (m2)

Amin (m2)

10

11

1-2

235.85

0.034

16.15

0.0021

0.0055

0.001

0.001

22.28

0.022

0.12

2-3

165.91

0.062

21.78

0.0029

0.0065

0.001

0.001

30.04

0.030

0.20

3-4

317.75

0.080

25.31

0.0032

0.0072

0.001

0.001

34.92

0.035

0.25

4-5

117.73

0.103

29.04

0.0035

0.0072

0.001

0.001

40.05

0.040

0.29

5-IPAL

174.83

0.139

35.55

0.0039

0.0080

0.001

0.001

49.03

0.049

0.39

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 63

PENYALURAN AIR BUANGAN

Contoh perhitungan :
1. Tabel 5.3
Kolom 1

: Jalur

Kolom 2

: Panjang pipa (m)

Kolom 3

: Air buangan rata-rata (L/detik) (Qr)

Kolom 4

: Air buangan minimum (L/detik) (Qmin)

Kolom 5

: Air buangan maksimum (L/detik) (Qpeak)

Kolom 6

: koefisien pipa (n) dimana pipa yang digunakan merupakan pipa


besi sehingga nilai n yaitu 0,013

Kolom 7

: Slope tanah (m)


Slope tanah =
Slope tanah =

Kolom 8

: Slope pipa (m)

Kolom 9

: d/D (biasanya antara 0,6 0,8 sehingga yang diambil yaitu 0,7)

Kolom 10

: Qpeak/Qfull diperoleh dari Hydraulic Elements for circular


sewer)

Kolom 11

: Qfull =

Kolom 12

: Diameter (mm) (diperoleh dari Hydraulic Elements For Circular


Sewer)

Kolom 13

: Vpeak/Vfull (diperoleh dari Hydraulic Elemenrs For Circlar


Sewer)

Kolom 14

: Vfull

Kolom 15

: Vpeak =

Kolom 16

Kolom 17

: Vmin/Vfull (diperoleh dari Hydraulic Elemenrs For Circlar


Sewer)

Kolom 18

: Dmin/Dfull (diperoleh dari Hydraulic Elemenrs For Circlar


Sewer)

Innike Dwi Putri 25-2011-019

Page 64

PENYALURAN AIR BUANGAN


Kolom 19

: Vmin =

Kolom 20

:Dmin = Vmin x D = 0,28 m/s x 170 mm = 17 mm

2. Tabel 5.4
Kolom 1

: Jalur

Kolom 2

: Panjang pipa (m)

Kolom 3

: Air buangan minimum (L/detik) (Qmin)

Kolom 4

: Qfull

Kolom 5

: Qmin/Qfull

Kolom 6

: Amin/Afull =

Kolom 7

: dG/D = 0,2 / 200 mm = 0,001 mm

Kolom 8

: Ag/Afull Kolom 1(diperoleh dari Hydraulic Elemenrs For Circlar


Sewer)

Kolom 9

: Afull =

Kolom 10

: Ag =

Kolom 11

: Amin =

Innike Dwi Putri 25-2011-019

x Afull =

Page 65