Anda di halaman 1dari 12

KASUS 1

I.

BIODATA
Identitas Klien
Nama

: Ny. A

Tempat/Tanggal Lahir

Makassar, 02 Agustus 1968

Umur

42 Tahun

Jenis Kelamin

Perempuan

Alamat

Jl. Landak baru no. 88

Status Perkawinan

Sudah Menikah

Agama

: Islam

Suku

Bugis

Pendidikan

SMA

Pekerjaan

Ibu Rumah Tangga

No. Register

: 212

Ruangan/Kamar

: Rindu/B2 bedah

Golongan darah

Diagnose Medis

Ca Mammae

Tanggal Masuk RS

01/07/2015

Jam

: 10.15 WIB

Tanggal Pengkajian

02/07/2015

II. Keluhan Utama


Pembengkakan, nyeri, dan luka yang luas pada payudara kiri, kurang nafsu
makan.
III. Resume
Pasien masuk RS 01 Juli 2015 pada pukul 10.15 WIB dengan keluhan
pembengkakan, nyeri, dan luka yang luas pada payudara kiri. TTV: TD: 110/60
mmHg, RR: 24x/i, Pols: 112x/i, T: 37oC.

IV. Riwayat Kesehatan Sekarang


1. Factor Pencetus

Benjolan di payudara kiri

2. Lamanya keluhan

: 7 hari

3. Timbulnya Keluhan

: Bertahap

4. Bagaimana dirasakan

Pasien merasakan nyeri di seluruh bagian payudara sebelah kiri dan


mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga merasakan mual, muntah, dan tidak
nafsu makan.
5. Bagaimana dilihat

Pasien tampak gemetar, ketakutan, gelisah, dan meringis kesakitan. Payudara


sebelah kiri tampak membengkak melebihi yang kanan dan lama kelamaan pecah
sehingga mengalami ulkus yang meluas dan tampak memperberat aktivitas
pasien dengan sedikit bergerak, badan tampak lemah, skala nyeri 5-6 (sedang).
6. Factor yang memperberat

Anggota tubuh yang mengalami benjolan atau pembengkakan (payudara sebelah


kiri).
7. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya sendiri :
Istirahat.
8. Upaya yang dilakukan oleh orang lain :
Membawa ke Rumah Sakit.
9. Diagnose Medik

: Ca Mammae

V. Data Penunjang Lain


1. Pemeriksaan Laboratorium
Hb : 9,1 gr/dl
Albumin : 2,08 gr/dl
2. Pada foto thorax : bentuk normal/tidak tampak kelainan.
3. USG : korteks/medulla baik, pelvio balik tidak melebar, tidak tampak batu.
4. Pemberian terapi :

Antibiotic (amoxin)

3x500mg

Anti analgetik (as. Mefenamat) 3x500mg

Anti ulsecaria/cimelidin

3x500mg

Sulfas ferosus

2x1

Vit C

2x2

Vitamin : A, D, E, B6

Antacid

Inj. RL 5/5 D5%

VI. Assesment
1. Nyeri berhubungan dengan ulkus pada permukaan payudara ditandai dengan
pasien mengatakan merasa nyeri diseluruh bagian payudara sebelah kiri.
Pasien tampak meringis kesakitan, payudara sebelah kiri tampak membengkak
melebihi yang kanan dan lama kelamaan pecah. Mengalami ulkus yang
meluas. Skala nyeri 5-6 (sedang).
2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
penurunan massa otot dan penurunan BB ditandai dengan pasien mengatakan
tidak nafsu makan, mual, dan muntah, pasien tampak lemah. Diet yang
disajikan habis porsi, BB sebelum sakit 65 kg, BB setelah sakit 58 kg.
3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan permukaan
kulit/jaringan disekitar payudara kiri ditandai dengan pasien mengatakan
daerah ulkus mengeluarkan bau yang tidak sedap. Tampak ulkus yang meluas
disekitar payudara sebelah kiri. Integritas kulit disekitar payudara sebelah kiri
jelek.
4. Takut dan koping tidak efektif berhubungan dengan ancaman perubahan pada
status kesehatan ditandai dengan pasien mengatakan takut mengahadapi
perubahan dalam tubuhnya. Pasien tampak gemetar, ketakutan, dan gelisah.
VII. Plann
Terapi farmakologi

Antibiotic (amoxin)

3x500mg (digunakan untuk mencegah

terjadinya infeksi pada payu dara)

Anti analgetik (as. Mefenamat) 3x500mg (digunakan untuk mengurangi


rasa sakit yang dialami pasien)

Anti ulsecaria/cimelidin

3x500mg (digunakan untuk melawan sel

kenker)

Vit C

Vitamin : A, D, E, B6 (menghindari kekurangan vitamin larut lemak)

Antacid (Meminimalkan iritasi lambung dan mengurangi resiko ulserasi

2x2 (menghindari kekurangan vitamin C)

mukosa)

Inj. RL 5/5 D5%


Obat herbal

Hasil penelitian kulit manggis dalam mengatasi kanker


payudara

Journal of pharmcology, mempublikasikan bahwa kandungan zat xanthone pada


kulit manggis memilik efek anti kanker seperti kanker payudara , kanker darah
(leukeumia) dan kanker hati . Manggis juga kaya akan mineral kalium yang
membantu metabolisme energi.
Khasiat zat xanthone juga bukan sekedar antioksidan, tetapi juga antikanker seperti
hasil riset Moongkrndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji
XANTHONE dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker payudara

manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk
menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis
atau mendukung penghancuran sel kanker.
Hasil penelitian daun sirsak dalam mengatasi kanker payudara

The Journl of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan
McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat,
bahwa daun sirsak mematikan sel-sel kanker seperti kanker payudara dan juga
mengatakan bahwa oabat ini 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan
kemoterapi.
Sumber lainnya, Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center
Universitas Gadjah Mada (CCRCUGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLughlin
menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker.
Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 g/ml, sedangkan
ED50 senyawa murni cuma < 4 g/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 15 daun
sirsak masih aman dikonsumsi.

KASUS 2
2. 1. Identifikasi
Nama

: Ny. A

Usia

: 39 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Status

: Menikah

Agama

: Islam

Alamat

: Tebat Baru Ilir, Pagaralam

MRS

: 29 Mei 2011

2. 2. Anamnesis
Keluhan utama:
Timbul benjolan sebesar kepalan tangan orang dewasa di payudara kanan sisi luar
atas.
Riwayat pejalanan penyakit:
Sekitar 7 bulan SMRS pasien mengeluh timbul benjolan berukuran kira-kira
sebesar kelereng pada payudara kanan sisi atas luar yang bertambah besar sampai
saat ini hingga berukuran kepalan tangan orang dewasa. Warna kulit lebih merah
dari sekitarnya, terasa nyeri, dan pasien tidak berobat. Tidak ada benjolan di
tempat lain.
Sekitar 2 minggu SMRS, pasien mengeluh terdapat borok pada benjolan yang
mengeluarkan darah, dan kulit payudaranya seperti jeruk purut, lalu pasien berobat
ke RSUD Pagaralam, dan dirawat.

1 hari SMRS, benjolan tersebut mengeluarkan darah lebih banyak, dan nyeri
bertambah hingga menganggu aktivitas penderita. Tidak ada pengeluaran cairan
dari puting susu. Tidak ada benjolan di tempat lain. Tidak ada demam. Pasien juga
mengeluh sesak napas, nafsu makan menurun, mual, dan berat badan turun. Nyeri
perut (-), Sakit kuning (-). Karena keluhan tidak berkurang, pasien dirujuk ke
RSUP Muhammad Hoesin Palembang
Riwayat menstruasi :
Haid pertama kali pada umur 15 tahun, siklus teratur setiap 28 hari, lama haid 6
hari, jumlah perdarahan saat haid dalam batas normal (ganti pembalut sekitar 2-3
kali per hari).
Riwayat perkawinan, kehamilan, dan menyusui :
Pasien menikah pada umur 25 tahun dan belum pernah melahirkan.
Riwayat penggunaan KB :
Pasien mengaku tidak pernah menggunakan KB
Riwayat penyakit dahulu:
Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal.
Riwayat penyakit lainnya disangkal.
Riwayat penyakit dalam keluarga:
Riwayat penyakit yang sama dalam keluarga disangkal.
2. 3. Pemeriksaan Fisik
STATUS GENERALISATA tgl 9 Juni 2011
Keadaan umum

: tampak sakit berat

Kesadaran

: compos mentis

TD

: 140/90 mmHg

Nadi

: 97x/menit

RR

: 28x/menit

: 36,5C

Mata

: konjungtiva pucat (+/+), sklera ikterik (-/-)

Pupil

: Isokor, Refleks cahaya (+/+)

Kelenjar getah bening

Leher
Aksila

Thoraks

:
: tidak ada kelainan
: lihat status lokalis
:

Pulmo
:
o Inspeksi : pergerakan dinding dada statis dan dinamis simetris
o Palpasi : stem fremitus hemithoraks dextra melemah
o Perkusi : redup pada hemithorax dextra, sonor pada hemithorax
sinistra
o Auskultasi: vesikuler hemithoraks kanan melemah, vesikuler

hemithoraks kiri (+) normal


Cor : BJ normal, HR 97x/menit, reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen

: tidak ada kelainan

Ekstremitas atas

: tidak ada kelainan

Ekstremitas bawah

: tidak ada kelainan

STATUS LOKALIS
Regio mammae dextra :
Inspeksi : tampak benjolan berukuran kepalan tangan orang dewasa, warna
merah bercampur kuning dan hijau, peau de orange (+), nipple
discharge (-)
Palpasi

: teraba massa tumor soliter dengan konsistensi keras, permukaan


berbenjol-benjol, batas tidak tegas, terfiksir, nyeri tekan (+), ukuran
15x12x12 cm.

Regio Aksila dextra :


Inspeksi : tidak terlihat adanya benjolan
Palpasi

: teraba nodul soliter, kenyal, permukaan rata, dapat digerakkan,


ukuran 1x1x1cm

2. 4. Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Dilakukan pada tanggal 29 Mei 2011
Ureum

: 91 mg/dl (15-39)

Creatinin : 2,3 mg/dl (0,6-1,0)


Natrium : 132 mmol/L (135-155)
Kalium

: 54 mmol/L (3,5-5,5)

Hb

: 4,5 g/dL

( : 12 16)

Ht

: 17 vol%

(37 43)

Leukosit : 25.700/mm3

(5.000 10.000)

LED

(< 15)

: 110 mm/jam

Trombosit: 615.000/mm3
Diff. Count

(200.000-500.000)

: 0/3/0/85/8/4

Pemeriksaan kimia klinik (Tanggal 4 Juni 2011)


Ureum

: 30 mg/dL (15-39)

Kreatinin

: 1,0 mg/dL (0,6-1,0)

Protein total

: 6,4 g/dl (6,0-7,8)

Albumin

: 3,4 g/dl (3,5-5,0)

Globulin

: 3,0 g/dl

SGOT

: 137 u/l (<40)

SGPT

: 45 u/l (<41)

Natrium

: 136 mmol/L (135-155)

Kalium

: 4,4 mmol/L (3,5-5,5)

RADIOLOGIS
Foto ro thoraks
Tanggal 9 Juni 2011:

Kesan :
-

Terdapat efusi pleura hemithoraks dextra


Coin lession tanda metastasis ke paru

2. 6. Diagnosis Klinis

Tumor mammae dextra suspek ganas yang menginfiltrasi kulit dan dinding
dada, berekstensi ke KGB regional ipsilateral, dan terdapat metastasis jauh
(paru). (Stadium IV T4cN1M1)

2. 7. Tatalaksana
Kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak
dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya dan obat-obat penghambat
hormon

(obat

yang

mempengaruhi

kerja

hormon

yang

menyokong

pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di


seluruh tubuh.
Preparat yang sering digunakan dalam kombinasi adalah : cytoxan ,
methorexate (m), fluorouracil (F) dan adrilamycin (A) kombinasi yang biasa
digunakan adalah cmf atau CAF.
2. 8. Obat herbal
Daun sirsak
Daun sirsak dengan senyawa yang luar biasa meliputi anopentosin A, anopentosin B,
Anopentosin C, murikatosin acetoginin A, murikatosin B, murikapentosin,
anomurisin E. Yang paling berperan dalam mematikan kanker payudara adalah
kandungan acetogenins-nya.
Berikut ini cara kerja daun sirsak dalam membunuh sel kanker payudara :

Inaktivasi Karsinogen : Khasiat daun sirsak dapat menonaktifkan zat aktif

yang dapat menyebabkan kanker.


Antiproliferasi : Dapat menghambat proses perbanyakan sel yang abnormal

pada kanker.
Penghambat siklus sel : Pada kanker dapat terjadi tidak berhasilnya
pengendalian siklus pembelahan sel. Dimana sel akan mengalami pembelahan
secara tepat dan terus menerus. acetogenins sebagai zat ber khasiat daun sirsak
dapat berfungsi untuk menghambat siklus pembelahan sel abnormal ( kanker )
tersebut.

Induksi apoptosis dan diferensiasi : Dapat merangsang proses bunuh diri

pada sel kanker.


Inhibisi angiogenesis : Dapat menghambat pembentukan pembuluh darah
baru pada sel kanker yang bertugas dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi
perkembangan sel kanker. Apabila sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang
cukup, maka sel kanker akan melemah dan kemudian mati.